
Tim Ne Zha masih mendominasi seperti sebelumnya berkat taktik dari Ne Zha, dia menekankan bahwa musuh tidak diperbolehkan menaikan tingkat. Dia bahkan menahan prajuri tim nya agar tidak dibunuh oleh musuh.
Tugas Xian Xuenai dan Yang Shui adalah menjaga Monster di hutan musuh serta mengganggu setiap pergerakan musuh, sementara Ne Zha akan menghabisi Monster setiap mendapat kesempatan. Dia memimpin dengan tingkat 13 sedangkan musuh baru menginjak tingkat 6.
"Jauhi orang itu sebisa mungkin! Utamakan naikan tingkat terlebih dahulu." Musuh Ne Zha kali ini lebih cerdas, sehingga sedikit sulit untuk Ne Zha terus membunuh mereka. Namun semuanya tidak selalu rumit dan sulit.
Ne Zha bisa dengan mudah menemukan lokasi mereka berkat Keadaan Super Sadar, dia bisa menutupi seluruh Arena pertarungan dengan kesadarannya. Mudah bagi Ne Zha untuk menguasai Arena.
Terdapat dua orang yang membahayakan pada tim musuh, Ne Zha menjauhkan mereka dari Feng Jin dan Su Lihwa yang bertugas untuk menghancurkan Tower, tetapi sepertinya musuh mulai menyadari bahwa Ne Zha bisa menebak lokasi mereka. Kini kelimanya terus berkumpul tidak memisahkan diri sedikitpun.
"Jalur Naga dan Jalur tengah selesai Bang! Tersisa Tower terakhir, mereka menjaga dengan sangat ketat." Feng Jin datang dan melapor pada Ne Zha.
Ne Zha menunjukan senyum smirk saat mendapat laporan dari Feng Jin, "Saatnya melakukan serangan akhir."
Feng Jin tertawa, Ne Zha memberi perintah agar semua berkumpul dan menyerang Jalur tengah secara bersamaan, ketika mereka sampai di Tower terakhir musuh. Ne Zha segera masuk pada mode Perang, sementara Feng Jin, Su Lihwa dan Xian Xuenai langsung menggunakan Perubahan tubuh mereka. Sedangkan Yang Shui kembali ke wujud aslinya yaitu Kura-Kura Hitam.
Yang Shui maju paling depan bergerak sebagai tameng, Ne Zha menyusul dengan serangan mengerikan dari kelima Elemen, disusul oleh tiga serangan mematikan dari Feng Jin, Su Lihwa dan Xian Xuenai.
Xian Xuenai membekukan waktu, Su Lihwa melepaskan Api Hitam dan Feng Jin menurunkan Hujan Api.
Wajah kelima musuh memucat, mereka semua belum sempat mengeluarkan Rune Bayangan untuk melarikan diri karena sudah dibekukan oleh Pembekuan waktu Xian Xuenai. Ne Zha sudah mendaratkan secara telak serangannya. Disusul serangan Feng Jin dan Su Lihwa, semua musuh mati tanpa menyisakan jasad mereka!
"Lanjut serang!" Ne Zha mengetahui seberapa kuat cangkang Kura-Kura Hitam, sehingga dia tidak memutuskan menunggu Prajurit yang menahan serangan Tower, Yang Shui bergerak sebagai Tameng hingga mereka berhasil menghancurkan Tower, berlanjut pada Markas musuh.
__ADS_1
Kembali dalam hitungan detik mereka berlima berhasil menghancurkan Markas musuh dengan sangat mudah karena kelima musuh mereka mati.
Segera sesampainya mereka di ruang sebelumnya, mereka bertemu dengan tim Han Xiao yang ternyata sudah berada disana sebelum mereka.
"Wah-wah, apakah lawan mulai sulit Zha? Kau membutuhkan waktu setengah jam untuk membantai mereka?" Han Xiao juga menceritakan sedikit kerepotannya.
Ne Zha mengangguk ringan, "Musuh sangat waspada, sulit untuk mencuri Tower dari mereka, sangat disayangkan mereka harus berhadapan denganku," sahut Ne Zha.
"Sombong sekali." Su Lihwa menyenggol Ne Zha dengan bahunya.
"Sombong? Aku tidak merasa seperti itu, ini memang nyatanya." Ne Zha mencubit hidung Su Lihwa.
"Arght sakit!" gerutu Su lihwa seraya memukul tangan Ne Zha agar melepaskan hidungnya.
Qin mengangkat wajahnya, menatap langsung pada wajah riang Han Xiao, senyum gadis itu menguar indah, "Aku akan bermain saat waktunya," jawab Qin.
Han Xiao mengangguk paham, Qin pasti sudah menghitung Takdir mereka. Dengan tingkat kekuatan yang berada di Alam Kaisar, Mata takdir Qin telah meningkat sangat banyak. Namun, Qin masih tidak bisa membaca Takdir Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin dan Xian Xuenai.
"Baik anak-anak, waktu istirahat selesai. Ayo menangkan pertandingan lagi!" Instruktur berseru penuh semangat.
Ne Zha mengangguk tipis, sementara Han Xiao berseru lantang. Kembali sepuluh orang itu menghilang dan berpisah menjadi dua tim mendarat pada arena yang berbeda.
"Berkumpul!" Ne Zha berseru rendah dan memerintahkan Feng Jin dan lainnya tidak mengambil jurus terlebih dahulu sebelum bertemu dengan tim, Ne Zha ingin mengetahui musuh terlebih dahulu dan menangani dengan jurus yang tepat, dia belajar dari beberapa kesalahan kecil sebelumnya karena salah mengambil jurus yang justru memperkuat musuh.
__ADS_1
Feng Jin, Su Lihwa, Yang Shui dan Xian Xuenai berkumpul dan berlari dibelakang Ne Zha menuju Jalur Phoenix.
Ne Zha sudah mengambil Keadaan Super Sadar terlebih dahulu untuk mengetahui pergerakan musuh, sangat kebetulan semua musuh juga berkumpul dan menuju jalur tengah.
"Semuanya du jalur tengah, kita tidak bisa menggunakan cara Rune Naga Api untuk langsung membunuh mereka semua, tetapi bukan berarti tidak berguna. Setelah mengamati sedikit, kita akan menggunakan Rune Naga Api dan memberikan pukulan telak." Ne Zha dengan cermat menyusun rencananya, musuh yang datang kali ini langsung bersamaan.
Datang seorang gadis membawa Busur, gadis itu menembakan anak panah ke langit dan hujan panah segera turun menghujani Ne Zha dan lainnya, ini tidak begitu berdampak pada mereka, tetapi datang serangan lain dari seorang pria gembul. Dia melakukan Mudra Tangan dan sebuah tsunami tercipta untuk menghanyutkan Ne Zha dan timnya.
Tidak sampai disitu saja, tiga orang tersisa melepaskan serangan unsur Petir secara bersamaan!
"Sial! Gunakan Rune Bayangan ke samping!" Ne Zha segera memberi perintah.
Su Lihwa dan lainnya segera mengikuti perintah Ne Zha, kelima orang itu langsung berpindah ke samping dan lolos dari Tsunami serta gemboran serangan Petir.
"Feng Jin ambil Wilayah Phoenix, Xuenai ambil pembekuan Waktu, Su Lihwa Siksa Api Neraka dan Yang Shui gunakan Perubahan Tubuhmu!" Ne Zha juga langsung memberi isyarat melepaskan Rune Naga Api.
Keempatnya selesai mengambil jurus mereka, segera saja Rune Naga Api dilepaskan secara bersamaan. Hal itu membuat musuh terkejut, mereka belum bersiap-siap karena jarak yang sangat pendek. Kelima Semburan Api telak mengenai mereka, biarpun itu tidak langsung membunuh mereka, tetapi kini semuanya tengah dalam keadaan sangat buruk.
"Sekarang!" Ne Zha berseru.
Satu demi satu serangan dilepaskan, Xian Xuenai langsung membekukan waktu, itu hanya bertahan beberapa napas saja. Namun, sudah lebih dari cukup, Feng Jin masuk dan mengeluarkan Wilayah Phoenix, tempat itu langsung dipenuhi oleh Api emas yang menggelegar sangat mengerikan. Su Lihwa tidak diam, dia juga melepaskan serangan Siksa Api Neraka. Api Hitam menguar dari tubuh Su Lihwa dan langsung membakar kelima musuh sangat telak.
***
__ADS_1
Update seenak jidat : 03/10