Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab145. Petapa Gila Beraksi


__ADS_3

Petapa gila menatap Han Xiao yang bersungut-sungut kesal pada pria paruh baya yang ditunjuknya, sepintas Petapa Gila mengagumi Han Xiao karena memiliki kepribadian yang unik, anak itu tengah dikepung oleh puluhan kultivator kuat namun masih saja memasang ekspresi kesal seperti anak kecil yang direbut mainan nya.


"Baiklah aku akan memberikannya padamu," ujar Petapa Gila lalu menatap puluhan kultivator yang tengah mengepung mereka.


"Nah mari kita lanjut, ayo maju kalian semua aku akan menghadapi kalian." Tangan Petapa Gila terangkat dan memberi tanda dengan jari telunjuk miliknya yang digerakan.


"Huh sombong! Ayo kita serang dia bersama! Aku yakin dia akan mati hari ini," ketus pria paruh baya tadi.


Tidak ada yang bergerak, mereka melihat hanya dengan serangan tunggal dari Petapa Gila bisa membuat sembilan kultivator Alam Inti Kosong terpental dan membuat baju mereka hancur.


"Haisss... Jika begitu maka biar aku yang menyerang lebih dulu," ujar Petapa Gila lalu menyerbu kedepan.


Dengan kipasnya dia segera menyerang kultivator Inti Kosong, pria paruh baya tadi segera meraung dan menyerang. Melihat pria paruh baya tersebut delapan kultivator aliran hitam yang tadi dipentalkan segera ikut menyerang.


Pertarungan mulai pecah, segera saja kultivator Alam Inti Kosong dan Alam Roh ikut menyerang semuanya. Mereka ingin memastikan ancaman terhadap aliran hitam hilang.


Kemunculan Petapa Gila yang juga memiliki tampilan pemuda membuat semua kultivator aliran hitam yakin, bahwa penyerang kultivator dan sekte aliran hitam adalah Petapa Gila. Hal yang mereka tidak tahu adalah bukan Petapa Gila yang melakukan itu, namun Han Xiao yang kini tengah dianggap tidak ada.

__ADS_1


Han Xiao tidak dianggap karena pengakuan dari Petapa Gila yang menyebut dirinya Ling Tian serta kekuatan besar yang dimiliki dalam serangan kipasnya.


Serangan demi serangan meluncur kearah Petapa Gila, sedangkan kini Petapa Gila menaruh kembali Kipas besarnya, dengan sangat cepat Petapa Gila membentuk mudra tangan.


"Penghancur Bumi!" Petapa Gila berseru diiringi tangannya yang memukul kearah para kultivator aliran hitam yang menyerangnya.


Sebuah bayangan tinju yang sangat besar terlempar keluar dari pukulan Petapa Gila, bayangan itu mengandung kekuatan yang sangat besar dan mengerikan. Dibelakang, Han Xiao berdecak kagum. Jurus yang dilakukan oleh Petapa Gila bukanlah sembarangan jurus, itu juga memiliki Ilmu Sihir Kehancuran tingkat tinggi yang sangat mengerikan.


"Pantas dengan gelarmu," batin Han Xiao saat melihat Petapa Gila mengeluarkan jurus yang sama kuatnya dengan Penghancur Bumi dalam sekejap. Hanya orang gila yang akan menguras Qi sebanyak itu dalam sekejap.


Dua serangan dari Petapa Gila sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan serangan dari banyak kultivator yang menyerangnya, bahkan kini serangan itu tengah melaju untuk menyerang para kultivator tersebut. Dengan cepat para kultivator itu mengeluarkan serangan ataupun pertahanan untuk menghadapi jurus yang dilemparkan oleh Petapa Gila.


Ledakan keras segera terjadi, teriakan demi teriakan memenuhi udara. Debu berterbangan kesana kemari sebelum mulai mereda, didalam debu yang kini telah menipis para kultivator yang menyerang Petapa Gila sedang dalam keadaan yang menyedihkan. Pakaian mereka yang sebagian besar merupakan Alat Roh harus hancur berkeping-keping. Sungguh, bukan lelucon kekuatan dari Petapa Gila, serangan seperti itu sanggup menghancurkan serangan mengerikan dari puluhan kultivator Alam Inti Kosong dan Alam Roh.


Petapa Gila tersenyum lebar sebelum menggelengkan kepalanya, "Kalian baru menginjak Alam Inti Kosong Puncak belum ada 500 tahun namun sudah banyak gaya ya?"


Sebagian orang itu marah mendengar pernyataan dari Petapa Gila, memang saja walau pernyataan Petapa Gila benar tentang mereka belum genap 500 tahun pada Alam Inti Kosong, namun ejekan ya g tertanam pada ujung kalimat Petapa Gila membuat mereka marah. Dengan gencar mereka melancarkan serangan demi serangan untuk Petapa Gila.

__ADS_1


***


"Wah mulai membosankan." Han Xiao menguap bosan, sudah tujuh hari tujuh malam dia menonton pertarungan puluhan kultivator Alam Inti Kosong dan Alam Roh melawan Petapa Gila.


Sebagian besar dari kultivator Alam Roh telah mati kini hanya tersisa delapan kultivator Alam Roh, kultivator Alam Inti Kosong juga tidak kalah buruk, empat diantara mereka mati, dari jumlah tiga puluh enam kini tersisa tiga puluh dua Kultivator Alam Inti Kosong. Pun keadaan ketigapuluh dua lainnya tidak kalah buruk karena beberapa dari mereka kehilangan anggota tubuh, sebagian besar dari mereka kehilangan satu lengan.


Hanya ada satu yang terlihat masih utuh tanpa luka, dia adalah pria paruh baya yang juga merupakan pemimpin aliansi ini untuk menyerang Petapa Gila. Bukan, bukan karena dia yang terkuat hingga tidak memiliki luka sediitpun, namun Petapa Gila tidak pernah menyentuhkan serangannya secara langsung pada pria paruh baya itu karena permintaan Han Xiao padanya untuk pria paruh baya itu.


"Kita tidak bisa melanjutkan ini," ujar seorang kultivator Alam Inti Kosong, mata mereka kini telah terbuka lebar. Mendapat julukan seorang Petapa yang merupakan jagoan terkuat di Benua Angin Selatan dan hanya dibawah Orang Suci ternyata bukan hanya julukan belaka, kekuatan Petapa Gila sungguh diluar nalar mereka, tidak ada yang bisa menyentuh bahkan sehelai rambut dari Petapa Gila, serangan mereka yang berjumlah delapan puluh Kultivator gabungan dari Alam Inti Kosong dan Alam Roh sama sekali tidak berhasil menekan Petapa Gila, mereka hanya bisa mengimbangi.


"Ah kalian sudah tidak ingin bertarung? Maka baiklah." Petapa Gila muncul dari langit.


Semua orang membelalak kaget, segera pandangan merek terarah pada sosok Petapa Gila yang berada di tanah, sosok itu tengah berdiri dengan senyum lebarnya lalu perlahan hancur secara perlahan menjadi sebuah kabut dan menghilang. Tubuh mereka seketika lemas, sudah jelas. Selama ini mereka hanya melawan klon dari Petapa Gila.


Gelak tawa puas yang sangat kencang memecah keheningan yang terjadi disana, perhatian mereka segera terarah pada pemuda yang berambut kebiruan. Wajahnya yang riang sungguh mengesalkan untuk mereka.


"Sungguh lucu, kalian bertarung selama tujuh hari tujuh malam namun tidak menyadari bahwa yang kalian lawan hanyalah klon?" Han Xiao tertawa lepas melihat wajah marah dan bodoh mereka.

__ADS_1


Klon merupakan belahan tubuh dari Kultivator yang sudah mencapai Alam Roh, ketika mencpai Alam Roh maka Kultivator bisa membelah jiwa mereka, dan ketika mencapai Alam Inti Kosong mereka bisa membuat tubuh dan memasukan balahan jiwa dan menjadikan sebuah Klon. Nmaun jarang kultivator yang mengurus klon mereka karena biasanya kln hanya memiliki kekuatan paling besar hanyalah 20% dari kekuatan aslinya.


Dengan kata lain gabungan dari delapan puluh kultivator itu hanyalah seimbang dengan 20% kekuatan dari Petapa Gila, bahkan mereka mengalami kerugian besar sedangkan Petapa Gila tidak terluka sedikitpun.


__ADS_2