
Ne Zha menghela napas ringan setelah berhasil keluar dari serangan mengerikan dari para Avatar, sungguh sial jika dia menerima serangan itu secara langsung.
Bagaimana menghadapi mereka? Setidaknya kekuatan mereka berada di Alam Inti Kosong, itulah yang dipikirkan oleh Ne Zha saat mulai mengukur kekuatan lima Avatar.
Jika saja Avatar adalah Binatang Iblis atau Binatang Roh Ne Zha bisa saja melakukan Teknik Pengikat Jiwa, tapi sialnya mereka bahkan bukan manusia bahkan jiwa mereka adalah Roh yang tidak akan bisa diikat oleh teknik pemgikat jiwa.
“Menarik.” Senyum kecil tercipta pada pemuda yang menggunakan elemen angin.
“Tak ada pilihan lain!” Ne Zha mengepalkan jarinya, dia menatap lurus pada lima Avatar.
Lima Avatar kembali menyerang Ne Zha, kali ini Ne Zha sudah siap sehingga serangan mereka bisa diterimanya secara langsung.
Beruntung mereka menyerang tidak secara bersamaan seperti sebelumnya, pemuda tadi menyerang Ne Zha menggunakan Elemen Angin untuk melapisi tangannya.
Ne Zha menahan serangan dengan elemen Api, dia yakin bahwa Api yang bertemu Angin maka akan semakin berkobar.
Sayang sekali bahwa hukum Murphy tengah berlaku padanya, Api yang ada pada tangan Ne Zha tidaklah berkobar melainkan padam seolah ditekan oleh Angin.
“Teorimu tidaklah salah, namun harus ingat jika kau ingin membuat Api berkobar maka kau harus menyamai kekuatan Angin,” komentar pemuda tersebut lalu menjatuhkan serangan tapak pada tubuh Ne Zha.
Ne Zha terdorong mundur dua langkah, sebelum dia menyeimbangkan tubuhnya wanita berjubah biru menyerangnya dengan elemen Air yang mengambang disekitarnya.
Tangan Ne Zha segera bergerak membentuk mudra tangan dan membuat Ilmu Sihir Api, bukan sembarang Api tapi ini adalah Api Phoenix yang memiliki kekuatan ratusan kali lipat kuatnya dari elemen Api dasar.
Tapak tangan wanita tersebut dengan Ne Zha beradu, kini terlihat Api Phoenix milik Ne Zha membuat Air wanita tersebut mengembun menjadi uap.
Mereka bertukar beberapa jurus sebelum Ne Zha mendapatkan serangan lain, elemen Yanah dari gadis berbaju coklat.
__ADS_1
Gadis itu melakukan serangan tinjuan bukan telapak tangan seperti pemuda dan wanita sebelumnya.
Api di tangan Ne Zha segera padam dan merubahnya menjadi elemen Air, serangan keduanya beradu dengan sangat sengit hingga Ne Zha terdorong mundur satu langkah karena telat bereaksi atas serangan yang diluncurkan oleh gadis tersebut.
Belum sempat Ne Zha menarik napas sebuah semburan Api yang mengerikan segera melesat padanya membuat tubuhnya merasa panas.
Pria berjubah merah tersenyum menatap Ne Zha seperti hiburan untuknya, dia terus menerus melemparkan serangan bola Api dalam jumlah mengerikan jika dilihat.
Sekali lagi Ne Zha terhempas tidak sanggup menahan serangan Api dari pria tersebut, sungguh bukan lelucon kekuatan dari para Avatar ini.
“Tunggu! Dimana pemuda yang memiliki elemen kayu?” Ne Zha segera menjadi waspada walaupun dalam kondisi terhempas, dia tidak melihat pemuda kecil diantara empat orang lainnya.
Ne Zha merasakan sesuatu yang berbahaya dari bawah kakinya, segera dia melompat tinggi ke atas.
Selang beberapa detik saja muncul sulur-sulur yang memanjang untuk meraih Ne Zha.
Satu persatu sulur tersebut ditebas, namun segera saja sulur itu tumbuh dua kali lipat dari sebelumnya.
“Yang benar saja!” Belum Ne Zha menyelesaikan masalah sulur, kini lima Avatar menyerbu kearahnya secara bersamaan.
Kelimanya tidak menggunakan elemen saat menyerang, murni menggunakan Ilmu Beladiri mereka masing masing.
Ne Zha menepis satu demi satu serangan yang hendak mendarat melukai tubuhnya, kekuatan lima Avatar ini sungguh tidak bisa diremehkan. Ne Zha sudah mencoba melepaskan Aura Lima Elemen yang sanggup menekan bahkan kultivator Alam Inti Kosong.
Namun hal itu sepertinya tidak mempengaruhi mereka sama sekali, hal tersebut membuat Ne Zha sakit hati, Aura Lima Elemen adalah hal yang dibanggakannya. Saat itu dia berhasil melawan Aura tekanan dari Tetua Gu dengan Aura Lima Elemen ini.
Serangan dari kelima Avatar sesekali mendarat pada tubuh Ne Zha meninggalkan luka yang tidak ringan disana.
__ADS_1
Namun semua ini tidak membuat Ne Zha pasrah, justru sebuah kobaran semangat terpancar terang dari mata Ne Zha.
Selama ini hanya sedikit yang bisa memojokannya hingga memiliki kondisi seperti ini sejak dia telah membentuk Inti Perubahan, karena regenerasi penyembuhannya sangat mengerikan karena Kristal Suci pada tubuhnya.
“Hahahah! Bagus!” Ne Zha tertawa untuk pertama kalinya, dia segera mengeluarkan jurus demi jurus untuk melawan balik.
Sekarang mereka bertarung benar-benar tanpa menggunakan elemen, murni hanya kekuatan fisik. Tapi tetap saja bukan hal yang bisa dianggap remeh kekuatan lima Avatar.
Fisik mereka telah berubah sesuai elemen yang mereka kuasai dengan baik, sebagai contoh adalah wanita berjubah biru. Ada saat ketika serangan mematikan dari Ne Zha mendarat padanya akan seperti menyentuh air, hanya riak dan tidak menyebabkan luka yang berarti pada dirinya.
Sudah tidak bisa dihitung berapa banyak jurus yang mereka tukar untuk saling melukai satu sama lain, pandangan lima Avatar membaik pada Ne Zha.
Tatapan lima Avatar kini memiliki kekaguman pada Ne Zha, pemuda itu sungguh teguh untuk bertahan dan menyerang mereka. Setiap waktu serangan Ne Zha akan membaik dan membaik hingga membuat sebuah kemajuan pesat dalam pemuda tersebut.
***
Ne Zha memisahkan diri dari serangan lima Avatar, sudah tidak diketahui berapa lama dia bertarung melawan lima Avatar. Lebih teoatnya dia sudah tidak bisa menghitung waktu karena dia merasa setiap detiknya sangat lambat terkadang cepat.
Tubuh Ne Zha tidak bisa dikatakan baik, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh darah. Sebuah senyuman terulas dari sudut mulut Ne Zha.
Dia berhasil melewati batasan! Sebuah batasan yang tidak akan bisa dilewati olehnya dalam waktu dekat namun kini sudah dilewatinya. Hal yang membuatnya sedikit gusar namun kini telah terangkat.
Masa depannya akan semakin mudah karena telah melewati batasan ini!
Kondisi lima Avatar lebih baik, mereka hanya memiliki beberapa goresan saja pada jubah mereka, sudah jelas. Kekuatan mereka dengan Ne Zha saja sangat berbanding jauh.
“Kau lulus, mulai sekarang kau adalah pemilik sah dari Pedang Lima Elemen, tidak akan ada yang bisa merebutnya darimu. Hanya kematianlah yang akan memisahkanmu dari Pedang Lima Elemen.” Pemuda yang mebgendalikan elemen Angin maju memberikan hormat pada Ne Zha.
__ADS_1
Selama pertarungan sebelumnya Ne Zha mengetahui bahwa mereka berlima sangatlah handal dalam kelima elemen, namun mereka memiliki ciri khas tersendiri yaitu memiliki elemen penguasaan terbaik dalam salah satu elemen. Sebagai contoh adalah pemuda tadi yang handal dalam elemen Angin dibandingkan lima elemen lainnya. Tapi tetap saja elemen lainnya walaupun tidak sehebat elemen Angin semuanya sangat mengerikan.