Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab175. APA?!!


__ADS_3

Kegelapan Suci sedikit bergidik mengatakan bahwa ketika gadis itu pergi, dia merasakan sebuah aura yang sangat mengerikan, itu jutaan kali mengerikan dari aura yang biasa tersebar ketika mereka melepaskan aura mereka.


"Dengan kata lain dia jutaan kali lebih kuat dari kita?" Bunga Suci berpendapat.


"Benar, aku percaya bahkan jika ada jutaan diriku masih tidak akan kuat untuk melawannya." Kegelapan Suci menghela napas ringan.


"Siapa dia? Apa tujuannya kemari?" Bunga Suci merasa sangat tidak berdaya, jika Kegelapan Suci mengatakan seperti itu maka diapun tidak akan ada harapan untuk melawan jika sosok itu ingin menghancurkan Benua Angin Selatan.


Mereka berda dengan cemas kembali ke kediaman mereka, saat pertengahan jalan mereka mendapatkan suara gadis tadi di kepala mereka.


"Tenanglah, aku tidak akan berbuat hal-hal yang menghancurkan Benua Angin Selatan, diriku sudah berjanji untuk tidak berbuat onar pada Jiejie. Oh ya, sekarang bulan apa?" suara itu berdengung dengan indah di kepala mereka.


Dua sosok suci itu menghela napas, mereka setidaknya ingin percaya dulu, suara gadis itu bisa sampai di kepala mereka dengan mudahnya. Itu menandakan bahwa kekuatan gadis itu lebih jauh dari mereka karena sanggup menembus pertahanan tubuh dan jiwa mereka.


"Terimakasih jika senior tidak akan menghancurkan Benua Angin Selatan, saat ini sudah bulan Mei," jawab Kegelapan Suci dengan sangat hati-hati.


"AAAPAAAAA?!" Tiba-tiba suara tersebut bergaung diseluruh Benua Angin Selatan.


Banyak orang terkejut mendengar suara indah namun kencang tersebut, tanah bahkan bergoyang ketika suara tersebut menderu diseluruh langit, tidak sedikit orang yang mengompol karena ketakutan. Burung-burung, Binatang Iblis bahkan Binatang Roh berlarian penuh takut dari suara tersebut.


Kegelapan Suci dan Bunga Suci merasakan kekuatan yang dahsyat dari teriakan tersebut, mereka sungguh ketakutan ketika mendengar suara tersebut, itu lebih menakutkan dari Petir Penyucian!


"Maafkan aku telah berteriak lepas kendali," suara indah gadis itu kembali menenang dan hanya muncul di kepala Kegelapan Suci.


Tiba-tiba sebuah cahaya hijau memenuhi seluruh Benua Angin Selatan, ketika semua orang terkena cahaya tersebut, mereka tersembuhkan dari kesakitan telinga ataupun kepala mereka karena teriakans sebelumnya. Bahkan tak sedikit lansia yang menjadi muda kembali.


Setelah cahaya itu menghilang, suara gadis itu juga menghilang dari kepala Kegelapan Suci. Helaan napas lega terdengar dari bayangan Kegelapan Suci.

__ADS_1


"Dia memang tidak memiliki niatan buruk terhadap Benua Angin Selatan, kuharap tidak ada yang menyinggungnya sehingga membuat dia marah dan menghancurkan Benua Angin Selatan," ucap Kegelapan Suci lalu mengilang dari tempat tersebut.


Bunga Suci juga menghela napas lega, jelas dia merasakan kekuatan besar dari cahaya hijau yang terpancar beberapa saat sebelumnya.


***


"Aku harus ke Kekaisaran Yang terlebih dahulu untuk mengetahui dimana mereka, semoga mereka berada di Kekaisaran Yang," batin gadis berjubah merah longgar itu lalu dalam sekejap menghilang.


Kini pemandangan di hadapannya adalah sebuah kota besar dan megah, itu adalah Kota Xianxie, tepat pada tengah kota tersebut berdiri sebuah Istana yang sangat megah dan mewah.


Gadis itu menghilang dan muncul kembal didalam Istana Kekaisaran, ketika dia muncul. Dihadapannya ada seorang wanita berpakaian gaun bangsawan, tidak sengaja wanita itu menabrak sang gadis karena kemunculan sang gadis yang tiba-tiba.


"Argh... SIAPA KAU??? BERANINYA MENGHALANGI JALAN PERMAISURI INI???" bentak wanita tersebut penuh amarah.


"Ah ternyata kau nenek lampir," sahut gadis itu dengan polos.


"Kau! Beraninya menyebutku dengan nama itu!" pekik Permaisuri An dengan murka, segera dia mengeluarkan aura Alam Inti Kosong. Inilah yang membuat Permaisuri ditakuti, kekuatannya berada di Alam Inti Kosong ketiga!


Merasakan aura dari Permaisuri An, bukannya takut. Gadis itu malah tersenyum riang, Permaisuri An yang melihat senyuman gadis itu sangat kesal dan marah, ketika melihat senyum riang seperti itu dia teringat sosok pemuda yang sangat dia benci sampai ke sumsum. Han Xiao.


"Bersikaplah sopan padaku," ujar gadis tersebut.


"Kau yang seharusnya bersikap sopan padaku! Apakah matamu buta? Aku ini Permaisuri An!" cerocos Permaisuri An.


Melihat Permaisuri An yang terus meledak membuat gadis itu sedikit sebal, dengan tatapan ringannya dia mengeluarkan secuil auranya.


Tubuh Permaisuri An segera ambruk terjatuh ke tanah, matanya dipenuhi oleh ketakutan yang sangat mendalam, seluruh tubuhnya kini terbasahi oleh keringat dingin.

__ADS_1


"Kau harus bersikap baik dihadapanku, hanya dengusan napasku sudah cukup untuk membunuhmu," ucap gadis itu dengan riang.


"A... Apa yang kau lakukan di Istana Kekaisaran Yang?" tanya Permaisuri An setelah mengumpulkan rasa keberaniannya.


"Kau belum mau meminta maaf padaku?" gadis itu bertanya dengan santai seraya memainkan jarinya.


Tubuh Permaisuri An segera menegang, dengan cepat dia menunduk dan bersujud dihadapan gadis tersebut ketika merasakan aura yang lebih menakutkan dari sebelumnya.


"Aku disini untuk mencari Han Xiao dan Ne Zha, apakah mereka ada?" tanya gadis tersebut.


Mata Permaisuri An bersinar terang, dalam pikirannya dia mengira bahwa gadis ini adalah jagoan yang tersinggung oleh dua pemuda tersebut, ada kemungkinan besar bahwa gadis ini berasal dari sekte yang Han Xiao dan Ne Zha hancurkan.


"Mereka berada di Akademi, jika kau ingin membalas dendam..." Belum sempat Permaisuri An melanjutkan perkataanya, gadis berjubah merah longgar itu sudah menghilang dari pandangannya.


"Jangan berpikir buruk tentang mereka, atau..." Sebuah suara bergema di telinga Permaisuri An sebelum aura yang sangat mengerikan terjatuh padanya.


Kini tubuh Permaisuri An benar-benar ambruk hingga tidak bisa bergarak bahkan hanya satu inci, sungguh menakutkan! Aura yang dirasakannya ini jutaan kali menakutkan dari aura penuh dari suaminya sang Kaisar Darah. Jika dia merasakan aura itu untuk tiga napas, dia yakin dia tidak akan bertahan untuk hidup, tadis dia hanya merasakan separuh tarikan napas namun kini seluruh tubuhya terasa seperti lumpuh.


"Huh... Kau nenek lampir, ingin mengadu domba aku dan Han Xiao? Jangan harap, kau terlalu cepat milyaran tahun," dengus gadis tersebut lalu melesat ke arah Akademi Naga dan Phoenix yang berada di tengah Benua Angin Selatan.


Perjalanan yang harusnya ditempuh setengah hari bahkan oleh Dua Orang Suci, itu hanya dalam kedipan mata baginya untuk sampai di daerah Longfeng, pandangannya menatap bangunan Akademi Naga dan Phoenix yang sangat indah.


"Sudah dimulai, aku ingin ikut bersenang-senang sebelumnya." Gadis itu mengerucutkan bibirnya sebelum masuk kedalam Akademi, ketika sampai didalam sana, tidak ada yang mneyadarinya.


Pandangan gadis itu terjatuh pada layar proyeksi, senyumnya mengembang ketika melihat tim Han Xiao dan Ne Zha yang kini tengah menyantap makanan bersama, "Ya, setidaknya akan ada hiburan." Dia mendengar dari obrolan para Dekan bahwa seluruh peserta akan menyerang tim Han Xiao dalam waktu dekat.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 10/14


__ADS_2