
Para jenius yang sudah menjadi siswa Akademi berbondong-bondong pagi hari berkumpul di aula utama, mereka sekarang akan mengenal guru untuk kelas mereka. Dan tentu yang paling dinanti adalah pengumuman guru dari Kelas S.
Mereka mengetahui bahwa guru di Kelas A adalah Dekan, jadi mereka ingin mengetahui siapa yang pantas berada diatas Dekan dengan mengajar kelas S yang lebih tinggi dari Kelas A. Beberapa memiliki tebakan gila bahwa Presiden sendiri yang akan mengajar Kelas S, itu karena murid dari Kelas S adalah para jenius dari generasi saat ini.
Ketika matahari sudah menggantung menunjukan seperempat pagi menjelang siang, Dekan Meili naik keatas panggung dan memimpin acara pengenalan guru.
"Semuanya pasti penasaran dengan guru kelas S bukan? Tahan dulu ya, karena aku akan mengenalkan guru dari kelas C hingga A terlebih dahulu, barulah kita akan mengetahui guru kelas S," tutur Dekan Meili dengan sangat anggun dan indah.
Hati para jenius seolah terhipnotis, mereka mengangguk secara spontan untuk menuruti kata-kata Dekan Meili.
Dekan Meili pertama-tama mengenalkan guru-guru yang akan mengajar di kelas C, karena murid kelas C terhitung paling banyak, maka akan dibagi menjadi beberapa kelas yaitu C1, C2, C3 dan seterusnya hingga memuat seluruh murid baru.
Lalu ada guru Kelas B, pun sama dengan kelas C, kelas B memiliki jumlah yang lumayan banyak, tapi secara keseluruhan kelas B hanya dibagi menjadi tiga, yang lebih sedikit dri kelas C.
Dan Kelas A sendiri yang akan diajar oleh Dekan Meili dan Dekan Li, kelas A hanya memiliki dua kelas, namun hanya dua jenius yang berada di kelas A bisa dengan mudah melawan satu kelas murid kelas C. Ini menunjukan bahwa kualitas lebih baik dari kuantitas.
Semua orang yang berada di aula utama penuh antisipasi menunggu guru yang akan mengajar di kelas S, tidak sedikit jenius yang ingin membelah kepala Dekan Meili dan mencari siapa nama guru tersebut, tapi mereka tidak berani melakukan hal itu, selain mereka tidak berani, kekuatan mereka juga hanyalah bagaikan kentut di tangan Dekan Meili.
"Aku persilahkan untuk para jenius kelas S naik terlebih dahulu keatas panggung, kalian akan secara langsung memberikan penghormatan pada guru kalian disini," ucap Dekan Meili dengan nada yang memberikan kesan misterius.
__ADS_1
Seratus jenius yang mendapatkan kelas S segera naik keatas panggung, untuk menampung seratus orang, panggung itu bahkan masih terlihat luas tanpa harus berdesak-desakan.
Yang Shui, Yang Qianfan, Bing Xing, Su Lihwa, Bing Kong dan Xi Wang berada di barisan paling terdepan bersama tim mereka, hanya tidak ada Han Xiao dan Ne Zha diantara mereka, bahkan mereka saat ini penasaran oleh guru kelas S, juga mereka heran kenapa dua pemuda itu menghilang dari pagi.
"Bagus, kalian semua akan langsung memberikan penghormatan pada guru kalian, guru kelas S ini sangatlah kuat dan pintar. Kalian pasti sudah mengenalnya," ucap Dekan Meili.
"Siapa mereka?" Su Lihwa tidak tahan untuk bertanya.
"Kalian harusnya sudah saling mengenal, baiklah kita berhenti berkelalang-keliling, mari kita sambut saja langsung dua guru kelas S." Dekan Meili mengarahkan pandangannya pada pintu masuk di belakang panggung.
Dua sosok agung berjalan menghampiri seratus jenius, yang satu adalah wanita dan satunya adalah lelaki.
Presiden Wanpi tersenyum, sepertinya para jenius ini salah paham dengan kehadiran mereka, "Aku dan Presiden Mu hanya ingin mengucapkan beberapa patah kata terimakasih saja disini, kami bukanlah guru dari kelas S, tapi mereka." Presiden Wanpi membuka jalan untuk dua pemuda mendahului mereka.
Satu pemuda itu memiliki rambut berwarna biru gelap dengan ekspresi ceria dan riang, sementara satunya berambut hitam legam ekspresinya justru kebalikan dari pemuda satunya, dia terlihat sangat dingin dan menyendiri. Mereka adalah.
"Han Xiao dan Ne Zha!" para Jenius berseru histeris ketika melihat dua pemuda itu berjalan berdampingan bersama dua Presiden.
Seratus jenius murid kelas S pun tak kalah terkejut dengan hal tersebut, tidak pernah mereka sangka dua pemuda itu akan menjadi guru mereka, Yin Cheng dan lainnya segera murung, mereka awalnya mengira bahwa kelas S akan diajar oleh Presiden Akademi, dengan begitu mereka bisa berjuang dan melewati dua pemuda tersebut di masa depan karena dua pemuda itu dikabarkan tidak masuk kedalam kelas S, bukan hanya dua pemuda itu melewati mereka, bahkan dua pemuda itu berada di kelas S sebagai guru! Bukan murid!
__ADS_1
"Kalian pasti terkejut bukan? Tapi aku berani jamin, bahkan Dekan Meili dan Dekan Li yang paling pintar dan kuat pun tidak akan bisa bersaing dengan Han Xiao dan Ne Zha dalam segala bidang, mereka lebih berpengetahuan bahkan dari diriku sendiri, jadi memilih mereka menjadi guru kelas S, itu adalah pilihan terbaik," jelas Presiden Wanpi dengan santai.
Para Jenius ssekali lagi dibuat shock, bahkan Presiden Wanpi yang dikenal jenius dan kepandaian tiada tara di Benua Angin Selatan mengatakan bahwa dia akan kalah oleh dua pemuda tersebut? Kini pandangan para jenius terarah pada Han Xiao dan Ne Zha, mereka melihat bahwa Han Xiao dan Ne Zha semakin tertutup oleh kabut dan membesar, sebuah eksistensi yang tidak bisa mereka kejar atau gapai.
"Untuk membuktikannya, sulit melewati kata, namun kalian akan mengetahuinya saat nanti pelajaran telah dimulai," ucap Presiden Mu yang sedari tadi diam.
Tidak ada lagi yang ingin mengajukan pertanyaan, keraguan mereka mungkin akan tergilas seiring waktu berjalan, apalagi kini yang angkat suara adalah Presiden Mu, mereka bahkan tidak akan berani napas terlalu kencang dihadapannya, apalagi memprotesnya.
Seratus murid kelas S segera melakukan penghormatan pada dua guru mereka sesuai yang diajarkan oleh Dekan Meili.
Hari ini adalah hari yang tidak akan pernah mereka lupakan, dimana dua Presiden Akademi, eksistensi yang setara dengan dua orang Suci merendah dihadapan dua pemuda yang satu generasi dengan para jenius ini.
Setelah penghormatan selesai, acara berjalan menjadi sebuah jamuan makan besar untuk merayakan dimulainya pembelajaran mereka, sekarang juga mereka telah berpindah ke asrama di lantai dua. Disana sudah disesuaikan dengan kelas yang didapat, semakin baik kelas yang didapat, fasilitas asrama mereka juga semakin baik.
Tapi bagi Kelas C, tidak ada yang memprotes, itu karena fasilitas mereka saja sudah menjadi fasilitas terbaik di sekte besar, jadi tidak akan menjadi masalah. Jika mereka ingin memperbaiki keadaan fasilitas mereka, yaitu hanyalah dengan pertukaran kelas.
Pertukaran kelas akan terjadi pada tiga bulan mendatang, kelas C sampai S nanti akan diadakan pertarungan antar kelas, jika murid kelas C sanggup mengalahkan murid kelas A, maka murid kelas C itu akan bertukar kelas dengan murid Kelas A yang kalah. Inilah yang memacu mereka untuk menjadi lebih dan lebih kuat.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 02/14