Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab417. Han Xiao Mati?


__ADS_3

"Bang, apa yang terjadi?" Feng Jin terkejut saat melihat Ne Zha beraksi seperti itu, sangat jarang bagi Ne Zha untuk kehilangan kontrol atas emosinya.


"Han Xiao, dia terkena Racun Korosi. Beruntung bahwa orang bernama Bing Xing ini segera membekukannya," jawab Ne Zha.


"Bing Xing, apakah itu..."


"Bukan, dia orang yang berbeda," potong Ne Zha.


Feng Jin segera diliputi oleh kekhawatiran, belakangan ini firasatnya sama seperti Ne Zha mengenai Han Xiao. Siapa sangka Han Xiao akan terkena Racun Korosi?


"Han Xiao memiliki Kekuatan Korosi, tetapi dia belum kebal terhadap Korosi karena belum menginjakan ranah Dewa Raja." Ne Zha menutup matanya dan menarik napas ringan untuk mengendalikan kembali kontrol emosinya.


"Lalu, siapa yang nama yang kau sebut sebelumnya?" Feng Jin bertanya.


"Fan Meirong, dia Murid Kaisar Racun dan sekaligus orang yang meracuni Han Xiao." Kilatan kekejaman berkelip pada mata Ne Zha.


Feng Jin yang sudah sangat mengenal Ne Zha segera menenangkan emosi abangnya untuk sementara, dia juga sama marahnya atas tindakan dari Fan Meirong ini.


"Jika seperti ini, sulit dikatakan Han Xiao sudah mencapai lantai dua. Kemungkinan besar dia masih di lantai satu dan mengurusi Racun Korosi ini." Ne Zha menatap mayat Yalan dan Cong Lai sebelum menatap pada suatu arah.


"Keluarlah!" seru Ne Zha dengan nada rendah.


"Han Xiao sudah tiada, Racun Korosi melemahkannya, aku membekukannya dengan meminjam kekuatan Api Dingin Es, tetapi terjadi hal yang tidak diinginkan. Han Xiao yang sudah membeku oleh Api Dingin Es tiba-tiba mendapatkan serangan yang menghancurkannya menjadi ribuan serpihan lalu terhisap ke dalam ruangan dimana Api Dingin Es berada."


Sesosok gadis berjubah biru dengan Sabit Besar di tangannya berjalan keluar dari kekosongan, wajahnya sangat datar saat menatap Ne Zha, dia dalah Bing Xing!

__ADS_1


Feng Jin tertegun, "Kau, Xing'jiejie?" Gadis berambut emas itu segera berhambur ke arah Bing Xing.


Bing Xing mengangguk ringan, tetapi dia segera menolak saat Feng Jin hendak memeluknya.


"Akulah penyebab kematian Han Xiao, andai saja aku tidak bersikeras untuk membalas dendam dan mengikuti arahannya untuk ke lantai dua. Dia tidak akan mati." Tatapan Bing Xing terarah dan bertemu dengan mata hitam legam Ne Zha. "Kau boleh membunuhku atas kematian Han Xiao, tetapi aku hanya minta satu padamu. Bunuh seluruh Murid Kaisar yang ikut dalam pengepungan Han Xiao, terutama Fan Meirong."


Air mata menetes pada mata Ne Zha saat mendengar penjelasan dari Bing Xing, dia memiliki banyak kemampuan untuk mengetahui apakah seseorang berkata bohong atau tidak. Ne Zha juga langsung menelusuri ingatan Bing Xing dan memang itu semua kenyataan.


Tubuh Ne Zha ambruk, begitu juga dengan Feng Jin. Gadis berambut emas itu sungguh tidak ingin mempercayai apa yang ada di dalam ingatan Bing Xing.


Bing Xing bisa dengan jelas merasakan hancurnya Ne Zha dan Feng Jin, tatapan gadis itu segera terarah pada Ne Zha. Tangan Bing Xing bergerak untuk menggenggamkan Sabit Dingin pada Ne Zha.


"Bunuh aku Zha," ucap Bing Xing.


"Tunggu Bang! Aku tidak percaya Bang Han bisa mati begitu saja, bukankah kalian masing-masing bertukar Mutiara Kehidupan?" Feng Jin segera menghentikan tindakan Bing Xing.


"Han Xiao masih hidup!" Ne Zha berkata dengan lega saat melihat cahaya redup dari Mutiara Kehidupan, wajah kacaunya kembali tertata lagi ketika sebuah senyum tercetak pada bibirnya.


"Kau datang bersama Su Lihwa, sekarang kau sendirian. Lebih baik kau bersama kami," ujar Ne Zha seraya menatap Bing Xing.


Tubuh Bing Xing bergetar ringan saat Ne Zha mengatakan bahwa Han Xiao masih hidup. Ya, memang Bing Xing berharap Han Xiao masih hidup, tetapi sulit menerima ketika melihat kejadian itu tepat di depan wajahnya.


"Tenanglah, redupnya mutiara ini adalah hal yang baik bagi Han Xiao, memang dia sekarang berada pada kondisi hidup dan mati, justru hal itu sungguh dibutuhkan untuknya." Ne Zha menerangkan saat masih melihat Bing Xing yang tidak percaya.


"Jika begitu, bukankah Han Xiao sekarang sedang dalam bahaya?" Bing Xing memiliki keyakinan pada Ne Zha, saat pertama kali bertemu saja. Dua pemuda ini terus bersamaan, sudah pasti Ne Zha lah yang mengatahui kondisi Han Xiao dengan baik.

__ADS_1


"Terus terang, Han Xiao sedang kesulitan meningkatkan Kultivasinya, hanya keadaan hidup dan mati ini yang bisa membantunya menaikan kultivasi," papar Ne Zha.


Tidak sulit bagi Bing Xing untuk langsung percaya, akhirnya ketiganya berbincang dengan tenang di suatu tempat yang tidak jauh dari tempat itu.


Ne Zha sengaja membuat keributan, dengan begitu bisa menarik peserta terdekat ataupun Xian Xuenai.


"Seratus lebih Murid Kaisar telah Xing'jiejie bunuh?! Itu luar biasa!" Feng Jin berseru kagum saat mendengar Bing Xing yang gencar memburu Murid Kaisar.


Bing Xing tersenyum kecil, dengan bantuan Api Cinta. Dia menggilas Murid Kaisar sangat mudah, satu percikan dari Api Cinta langsung membunuh bahkan Monster tingkat 20. Apalagi hanya membunuh Murid Kaisar yang berada di ranah Dewa Raja.


"Kita memiliki tujuan lain sekarang, karena Han Xiao masih berada di lantai pertama. Maka lebih baik mencari Su Lihwa dan Yang Shui terlebih dahulu," ucap Ne Zha setelah mereka menyelesaikan istirahat mereka.


Ne Zha tidak begitu khawatir dengan Xian Xuenai, gadis itu bisa melompat kapan saja ke Alam Kaisar. Dengan pengalaman serta kekayaannya, tidak akan ada masalah baginya bahkan jika dikepung, mengingat kini kemungkinan Murid Kaisar hanya tersisa beberapa saja, tidak akan menjadi masalah besar.


Mereka beberapa hari tinggal di tempat tersebut tetapi tidak menemukan satupun Murid Kaisar yang mendekat, hanya beberapa Monster saja yang datang ke tempat itu untuk mencari sumber keributan.


"Kita akan segera berangkat." Ne Zha berkata seraya memasukan semua yang ada di sana, mulai dari tenda, meja makan dan lainnya.


Ketika hendak saja mereka pergi, Ne Zha merasakan aura yang sangat familiar. Dahinya mengerut saat matanya terarah ke langit.


"Aku baru datang, dan kalian akan pergi?" Sebuah teratai raksasa terbang mendekat, diatas teratai itu terdapat seorang gadis yang sangat cantik menggunakan Hanfu ringan berwarna putih yang bermotikan teratai merah muda.


"Kau... Qin?" Ne Zha terkejut saat mengenali aura gadis di hadapannya ini.


Gadis itu adalah Qin, gadis yang masuk bersamanya ke Tempat Paling berbahaya di Benua Angin Selatan, dengan gadis ini jugalah Ne Zha mendapatkan Pedang Lima Elemen.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 02/14


__ADS_2