Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab188. Menuju Medan Perang!


__ADS_3

Seperti Sebelumnya, Ne Zha membagikan sumberdaya seraya menjelaskan cara penggunaannya pada pasukan Penguasa Generasi.


Setelah membagikan semuanya, Ne Zha meminta mereka untuk membubarkan diri, mereka diminta sesegera mungkin untuk melakukan kultivasi tertutup untuk menaikan kekuatan mereka.


Anggota tim Yang Shui, Yang Qianfan, Bing Kong, dan Xi Wang sangat senang, mereka sebelumnya mendapatkan sumberdaya berharga dari Akademi Naga dan Phoenix, kini mereka juga mendapatkan sumberdaya untuk menaikan kekuatan mereka dengan sangat pesat dalam waktu dekat. Mereka semua bertekad untuk berperang sampai mati bersama Pasukan Penguasa Generasi untuk melindungi Benua Angin Selatan.


"Kau yakin dengan ini Han?" Ruan Jian yang duduk disamping Han Xiao bertanya pada pemuda tersebut.


Kini yang berada di kantin hanya tersisa Ne Zha, Han Xiao, Bing Xing, Bing Kong, Yang Shui, Yang Qianfan, Ruan Jian dan Xi Wang. Mereka belum ingin masuk ke kultivasi tertutup, masih ada beberapa hal yang mengganjal pada hati mereka.


"Aku sangat yakin," jawab Han Xiao seraya tersenyum pada Ruan Jian.


Wajah Ruan Jian memerah padam ketika melihat senyuman Han Xiao yang sangat lembut padanya, "Kau! Jangan tersenyum seperti itu!" omel Ruan Jian.


"Hey para gadis menginginkan senyum ini dariku, tapi kau justru marah?" Han Xiao mengoceh kesal.


"Hmph!" Ruan Jian mendengus lalu membuang mukanya dari Han Xiao.


"Sudahlah Han, berhenti menggodanya, aku juga ingin menanyakan hal yang sama dengan Ruan Jian, apakah kau yakin dengan rencanamu membentuk pasukan dari kami? Apakah kau yakin kami bisa menangani masalah yang sedang berjalan ini?" Yang Shui segera memotong drama yang sedang dilakukan oleh Han Xiao dan Ruan Jian.


"Itu tergantung pada diri kalian." Ne Zha lah yang memberikan jawaban.


"Tergantung pada diri kami?" Yang Shui mengerutkan dahinya.


Ne Zha menengok pada Han Xiao, dia sudah menghabiskan banyak napas tadi, dia malas untuk menjelaskan pada Yang Shui dan lainnya


"Itu semua tergantung pada keyakinan diri kalian, jika kalian yakin, maka keyakinanku akan berlipat ganda. Kalian yakinlah, maka kami akan memimpin kalian untuk menjadi lebih kuat dan memenangkan perang ini," ucap Han Xiao.


"Bicaralah dengan cara yang aku mengerti!" protes Ruan Jian karena terdengar seperti Han Xiao sedang berkelit.

__ADS_1


"Pada intinya, kalian harus yakin pada Pasukan Penguasa Generasi yang kami bangun," ujar Ne Zha.


Pada akhirnya mereka memilih untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Han Xiao, mereka akan meyakini Pasukan Penguasa Generasi.


"Kalian juga mulailah mengambil kultivasi tertutup," arah Ne Zha.


Yang Shui dan lainnya mengangguk, mereka bangkit dan pamit untuk menuju kamar ingin memasuki kultivasi tertutup. Hanya Ruan Jian yang masih berdiam diri, matanya menatap kesal pada Han Xiao.


"Apa?" tanya Han Xiao.


"Kita kultivasi bersama!" ujar Ruan Jian lalu melenggang pergi dari hadapan Han Xiao dan Ne Zha.


Wajah Han Xiao membeku ketika melihat prilaku Ruan Jian, dia heran kenapa gadis ini terlihat bersungut-sungut padanya. Ne Zha mendecakan lidahnya ketika melihat tingkah bodoh Han Xiao.


"Sungguh lucu, kau sendiri yang mengajariku tentang percintaan. Tapi kau sendiri tidak menyadarinya?" cetus Ne Zha.


Han Xiao terhenyak ketika mendengar cetusan Ne Zha, kini dia ingat! Dengan berkultivasi bersama menggunakan Sutra Matahari dan Bulan, sang pemimpin kultivasi akan merasakan hal intim dengan laki-laki yang berkultivasi bersamanya. Itu berarti secara tidak langsung, Ruan Jian telah menyentuh hati Han Xiao, keunikan dari Sutra Matahari dan Bulan adalah dimana ketika pemimpin kultivasi menyentuh hati sang lelaki, maka dia akan bisa melihat jelas isi hati lelaki tersebut.


"Itu memang ciri khasmu," ujar Ne Zha seraya menggelengkan kepalanya.


Mereka berbincang tentang cara menghadapi Benua Api Barat, tidak banyak yang mereka bicarakan. Mereka hanya membicarakan cara penanganan saja, Benua Api Barat juga pasti membawa Jenius mereka, maka dari itu Pasukan Penguasa Generasi akan sangat dibutuhkan untuk mengambil peran melawan para jenius tersebut.


***


Tiga minggu yang seharusnya dihabiskan oleh Pasukan Penguasa Generasi untuk kultivasi tertutup, tapi kini waktu hanya diambil sediki karena mereka berlatih di kamar waktu yang dimiliki oleh Akademi, didalam kamar tersebut, waktu berjalan sangat lambat, mereka berlatih tiga minggu, tapi saat keluar dari kamar. Hari baru terlewati tiga hari.


Senyum Han Xiao merekah ketika mendengar kabar kehancuran kekaisaran Ming, kekhawatirannya sudah musnah, Ne Zha juga menerima kabar tentang medan perang.


"Kondisi medan perang masih terkendali, tapi pemimpin Ras Pola Hantu belum bergerak, ada kemungkinan jika dia bergerak maka arus perang akan berubah menjadi buruk. Kita harus secepatnya sampai disana," ujar Ne Zha.

__ADS_1


Yang lain juga mengangguk mengerti, saat ini para Jenius yang mengikuti Pertarungan Keajaiban masihlah bertarung, belum ada yang tereliminasi, akan membutuhkan waktu lama sepertinya hingga selesai.


Dekan Meili datang menghampiri mereka, setelah berurusan dengan Kekaisaran Ming, Presiden Mu mengarahkan Dekan Meili untuk menjemput Pasukan Penguasa Generasi di Akademi menuju medan perang.


"Ayo ikuti aku, kita akan menggunakan kapal terbang milik Akademi," ajak Dekan Meili.


Segera saja semuanya mengikuti Dekan Meili menuju luar Akademi, didepan gerbang sudah tersiap sebuah kapal besar yang sangat indah dan ramping.


"Dengan kecepatan kapal Naga ini kita akan sampai dua hari menuju medan perang, kalian gunakanlah waktu ini dengan baik," jelas Dekan Meili ketika mereka sudah naik keatas kapal Naga.


Ne Zha dan lainnya mengangguk paham, mereka diantar menuju kamar masing-masing oleh awak kapal, setelah itu mereka merasakan Kapal Naga mulai mengudara dan terbang dalam kecepatan yang sangat cepat.


Tok.. Tok... Tok...


Han Xiao bingung ketika mendapati pintu kamarnya diketuk, dalam pikirannya itu pastilah Ne Zha, pemuda itu bangun dari posisi rebahannya lalu berjalan menuju pintu dan membukanya, alangkah terkejut dia ketika melihat bukanlah Ne ZHa yang berada diluar pintu.


"Kenapa kau disini?" Han Xiao bertanya heran ketika melihat gadis cantik berjubah putih berdiri dihadapannya.


Gadis itu menatap Han Xiao sebelum menyela masuk kedalam kamar Han Xiao lalu duduk diatas ranjang, "Kita berkultivasi bersama selama perjalanan ini," ucap gadis tersebut, gadis itu tak lain adalah Ruan Jian.


Han Xiao menghela napas gusar, sungguh dia ingin tidur atau sekedar rebahan selama perjalanan, tapi gadis ini mengganggunya waktu berharganya untuk rebahan.


"Aku harus menjadi semakin kuat, bukankah itu maumu?" ujar Ruan Jian.


"Kau sudah berada di Ekspansi Istana tingkat ketiga yang hanya selangkah lagi menembus puncak," balas Han Xiao.


"Maka dari itu, aku ingin berkultivasi bersama denganmu agar bisa menembus tingkat puncak," kata Ruan Jian.


Han Xiao mau tidak mau menurutinya dan duduk berhadapan dengan gadis tersebut lalu merentangkan tangannya sebelum menutup matanya, pemuda itu tidak menyadari sebuah senyum indah yang terulas di bibir Ruan Jian ketika melihat mata Han Xiao yang tertutup. Senyum indah itu seolah mengatakan 'Aku menang' Ruan Jian juga menutup matanya sebelum membacakan Sutra Matahari dan Bulan daam hatinya untuk memimpin kultivasi.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 06/14


__ADS_2