
Ne Zha mengelilingi toko milik Kacang tua, sungguh tidakk dia sangka koleksi Kacang tua itu sungguh banyak sekali. Disini bahkan terdapat banyak Herbal Roh dan Tanaman Sihir yang langka.
Tapi satu hal yang membuat Ne Zha tertawa, toko ini sangatlah sepi, mungkin karena nama toko ini membuat surga mengutuknya dan menjadikan toko ini sepi. Atau karena memang toko Surga Celaka ini bertempatan pada daerah yang jauh dari keramaia, serta bangunan toko ini pun sangat jelek. Ne Zha yakin jika dia tidak ditunjukan oleh anak kecil tadi dia tidak akan menemukan toko ini.
"Bagus, ketika dia datang aku akan membeli beberapa bahan darnya,'' pikir Ne Zha seraya menatap satu persatu Herbal Roh dan Tanaman Sihir.
Setelah merasa puas melihat-lihatĀ Ne Zha memutuskan untuk keluar berjalan-jalan, menunggu Kacang tua mengumpulkan barang yang dimintanya akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
Langkah Ne Zha segera terbawa untuk keluar dari toko Surga Celaka milik si Kacang tua, sambutan hangat penuh semangat adalah yang pertama kali Ne Zha lihat dan temui.
Anak kecil yang mengantarnya kesini ternyata sudah menunggunya di depan toko.
"Kali ini tujuanmu apa tuan muda?!" tanya anak itu penuh semangat pada Ne Zha.
"Kita cari tempat makan," jawab Ne Zha setelah berpikir singkat, sejak masuk ke Jurang Kejahatan Ne Zha belum makan apapun karena belum sempat beristirahat, sebagai kultivator Alam Emas, Ne Zha bisa bertahan tanpa makan hingga satu bulan penuh. Qi sebagai asupan tubuh sudah cukup.
Tapi kebiasaan Ne Zha sebagai manusia normal, makan adalah hal yang wajib. Didalam Cincin Spasialnya terdapat Tofu dan beberapa bahan makanan, namun Ne Zha merasa bahwa persediaan tiu akan lebih dibutuhkan nanti. Selama dia ada didalam sebuah desa atau kota maka dia hanya akan di restoran atau rumah makan.
Anak kecil tersebut segera mengantar Ne Zha menuju restoran terdekat dari toko milik Kacang tua.
"ini adalah restoran terbaik di desa ini tuan muda," ujar anak itu setelah mereka berjalan sekitar lima menit.
Na Zha melangkah masuk, namun lagkahnya tiba-tiba berhenti karena anak kecil tadi tidak mengikutinya masuk.
"Hey ayo masuk," ajak Ne Zha.
Anak kecil itu menunjuk hidungnya, "A... Aku tuan muda?"
"Siapa lagi?" Ne Zha mengangkat alisnya ringan.
__ADS_1
"Ehm... tuan muda, penyewa jasa sepertiku tidak layak untuk masuk kedalam bersamamu,'' jawab anak kecil itu dengan polosnya.
"Selama aku membayar tidak peduli siapapun yang aku ajak," ujar Ne Zha lalu memaksa anak kecil itu untuk
masuk kedalam restoran, tenu dengan cara yang halus. Tidak cukup gila Ne Zha untuk menyeret anak kecil di keramaian.
Anak kecil itu mau tidak mau masuk kedalam restoran tersebut, memang bagi anak yang terlahir dari keluarga miskin restoran ini hanyalah angan-angan baginya. Walau ini adalah desa tapi restoran ini tidak kalah dengan restoran di kota besar.
Tatapan para pengunjung segera terarah pada Ne Zha dan anak kecil tersebut, mereka yang menjadi tamu di restoran ini adalah kultivator atau pedagang kaya. Jadi ketika melihat Ne Zha yang membawa anak kecil itu sungguh sedikit menggangu mereka, tampilan Ne Zha memang tidak terlihat seperti rakyat bawah, bahkan terlihat seperti pendekar muda yang hebat. Tapi kehadiran anak kecil yang berpakaian seadanya itulah yang mengganggu mereka, namun mereka hanya bisa terdiam karena Ne Zha sebelumya mengatakan bahwa selama dia sanggup membayar maka dia bebas membawa siapapun, dan itu memang hal yang diterapkan oleh restoran ini.
Ne Zha duduk di sebuah kursi yang berada di pojokan jauh dari meja lainnya, hal ini cukup nyaman baginya.
Seorang pelayan segera datang menghampiri Ne Zha, dengan tubuh sedikit membungkuk pelayan itu memberikan sebuah kertas berisikan daftar menu yang dimiliki oleh restoran hari ini.
"Hdangkan saja makanan terbaik di restoran ini," pinta Ne Zha tanpa melihat daftar menu yang diberikan oleh sang pelayan.
"Baik tuan muda!" jawab pelayan itu lalu melenggang pergi.
"Silahkan dinikmati Arak dan Teh ini tuan muda selagi menunggu pesanan anda," ucap pelayan itu dengan sangat ramah.
Ne Zha mengangguk ringan untuk jawaban, ketiga pelayan itu segera pergi setelah mengantarkan Arak dan Teh pada Ne Zha.
"Hey apakah kau sudah mendengar bahwa Akademi mengubah peraturan mereka lagi tentang Pertarungan Keajaiban?" Seseorang berbincang dengan temannya tak jauh dari meja Ne Zha.
"Ah tentang peserta yang dibebaskan Kultivasinya namun dibawah 20 tahun?" jawab temannya.
"Benar, sepertinya Pertarungan Keajaiban kali ini akan semakin ajaib," ucap orang tadi lagi.
Biarpun mereka berdiskusi tidak dengan suara yang keras namun Ne Zha bisa mendendengarnya dengan jelas, tangannya yang hendak menuangkan Arak terhenti sejenak saat mendengarkan diskusi kedua kultivator tersebut.
__ADS_1
"Apakah itu benar?" batin Ne Zha, jika benar maka dia tidak perlu menahan rencananya untuk masa depan. lebih baik dilakukan secepat mungkin.
"Aku harus memastikan terlebih dahulu, jika benar adanya maka aku akan melaksanakan rencanaku secepatnya,'' pikir Ne Zha.
Hidangan tiba beberapa menit setelah tiba arak dan teh, harum dari aroma rempah serta bahan makanan menguar menggoda rasa lapar membuat perut segera berbunyi meminta diisi oleh makanan yang mengeluarkan harum tersebut.
"Makanlah," ucap Ne Zha sebelum menyibukan dirinya dengan hidangan yang ada dihadapannya, hidangan yang disuguhkan sungguh banyak hingga nyaris tidak memberikan ruang pada meja seukuran dua kali dua meter yang Ne Zha tempati.
Dentingan suara piring menghiasi meja tersebut, baik Ne Zha ataupun anak kecil itu tidak mengankat suara mereka. Anak kecil itu paham bahwa Ne Zha bukanlah tipe orang yang banyak bicara maka dari itu dia terdiam.
selang beberapa menit Ne Zha menghentikan aktifitas makannya, begitu juga anak kecil tersebut.
"Kenapa kau tidak menghabiskan makananmu?" tanya Ne Zha.
"Aku ingin membawa ini ke rumahku, adikku pasti menyukainya," jawab anak kecil tersebut.
Ne Zha tertegun, tidak pernah dia sangka anak kecil memiliki pemikiran seperti itu, sejenak dia menghela napas. Walaupun desa ini dikelola oleh slah satu dari enam Kaisar namun sepertinya kemiskinan memang tidak bisa disngkirkan.
"Makanlah, habiskan semua. Untuk adikmu aku akan memesankannya lagi," ucap Ne Zha.
"Benarkah?!" sahut anak itu bersemangat, tapi dia sepertinya menyadari kesalahannya. Segera dia terdiam, sungguh untuk dirinya bisa makan di restoran ini saja sudah sebuah keburuntungan Ne Zha berprilaku baik padanya.
Membuat Ne Zha memesan lagi untuk adiknya sungguh bukan prilaku yang baik.
"Tenang saja, ini kuanggap sebagai bayaran jasamu, makanlah," ujar Ne Zha lalu memanggil pelayan dan memesan berbagai makanan untuk dibungkus.
***
**Bacotan Pengetik :
__ADS_1
Hey yo!!! inilah Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!
Bonus Update : 04/18**