
Dibawah arahan Xiao Jiang, dengan kecepatan penuh yang dimiliki Kuai You Shengqi, Ne Zha kini telah sampai pada daerah bernama Kota Surga, kota yang menjadi markas utama Klan Xiao.
Sesampainya di depan gerbang kota, Ne Zha memasukan Kuai You Shengqi pada Cincin Spasial, Xiao Jiang memimpin di depan untuk masuk kedalam Kota Surga.
"Berhenti, tunjukan identitas kalian!" seru seorang penjaga.
Xiao Jiang mengerutkan dahinya ketika melihat sebuah lencana pada dada penjaga tersebut, itu adalah lencana murid Klan Xiao, apakah orang ini tidak mengenalnya? Seharusnya ada gambar dirinya pada ruang tamu rumah utama. Jadi walaupun dia pergi jauh dalam waktu yang lama setidaknya mereka bisa mengenali ciri-ciri rambut putih yang memiliki untaian merah mudanya.
"Kau tidak mengenaliku?" Xiao Jiang bertanya heran.
"Aku tidak mengenali orang acak yang datang ke kota Surga, sudahlah jika kau ingin masuk namun tidak memiliki identitas, bayar saja biaya masuknya aku akan membiarkanmu dan temanmu masuk. Seratus Koin Kristal setiap orang," ucap penjaga itu seraya menjilat bibirnya. Jumlah orang dihadapannya ini ada enam orang, menghasilkan enam ratus Koin Kristal tanpa melakukan apapun sungguh lumayan.
Ne Zha sudah memasukan Su Lihwa ke Alam Nirwana Api, sehingga kini hanya tersisa dirinya, Han Xiao, Feng Jin, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Xian Xuenai.
Ekspresi Xiao Jiang menjadi sangat buruk, gadi itu mengeluarkan aura Alam IntiĀ Kosongnya untuk menekan penjaga tersebut.
Buk...
Sontak saja penjaga itu terjatuh, penjaga itu menatap horor pada Xiao Jiang, "Kau... Kau Iblis!" pekik penjaga tersebut.
Xiao Jiang tidak repot-repot menjawab penjaga itu, dia menyeret terbang penjaga itu masuk kedalam Kota Surga, Xiao Wushuang terawa kecil sebelum pergi mengikuti Xiao Jiang.
Han Xiao dan lainnya juga pergi mengikuti dua gadis tersebut, Xiao Jiang sungguh terbang dengan cepat, untung saja Feng Jin adalah pemilik Istana Dao, jika hanya Istana Surga, gadis itu tidak yakin untuk menyeimbangkangkan terbangnya bersama Xiao Jiang.
Dalam hitungan beberapa detik saja mereka sudah sampai pada sebuah mansion yang sangat besar, itu bahkan melebihi Istana Kekaisaran Yang!
Banyak juga penjaga yang menghadang mereka, namun Xiao Jiang cukup melambaikan tangannya dan seluruh penjaga itu terpental ataupun jatuh berlutut, tangan gadis itu masih menyeret penjaga gerbang.
Penjaga gerbang itu sudah mengeluarkan keringat dingin, dia tidak tahu siapa yang dia singgung, namun sudah pasti jika gadis ini melaporkan dirinya yang meminta ongkos masuk agar memudahkan orang lain masuk, sudah pasti kepalanya akan melayang.
Brak!!!
__ADS_1
Xiao Jiang mendorong kesar pintu masuk, segera saja gadis itu bersirobok dengan sosok yang dikenalnya, sang ayah. Xiao Lei yang memiliki julukan Halilintar Surga di Benua Kayu Tengah.
"Jiang'er?!" Xiao Lei terkejut ketika melihat kedatangan Xiao Jiang yang menyeret seseorang kedalam aula.
"Jiang memberi salampada Ayah!" Xiao Jiang melepaskan penjaga gerbang dan memberikan hormat pada Xiao Lei.
"Wushuang memberi hormat pada Ayah!" Xiao Wushuang juga melakukan hal yang sama dengan Xiao Jiang.
"Syukurlah kalian baik-baik saja, kita akan membahas hal lain, kenapa kau menyeret penjaga gerbang kesini?" Xiao Lei melihat lencana murid luar pada dada penjaga tersebut, sehingga bisa dia simpulkan bahwa orang itu adalah penjaga gerbang.
Xiao Jiang mendengus marah, "Dia meminta pajak pada yang masuk dan dengan mudah membiarkan orang masuk, dalam keadaan Benua kita diinvasi oleh Ras Iblis, siapa yang tahu Ras Iblis akan menyamar untuk menyelinap masuk kedalam kediaman kita?"
"Tidak ada gunanya menjaga gerbang jika seperti ini," cetus Xiao Jiang dengan bersungut-sungut.
"Apakah itu benar?" tatapan Xiao Lei sangat dingin pada penjaga tersebut.
Tubuh penjaga itu menjadi sangat lemas, dalam detik berikutnya dia langsung terjatuh pingsan.
"Hukum dia!" seru Xiao Lei.
"Jiang, kau datang bersama siapa?" Xiao Lei memicingkan matanya untuk menatap pemuda berambut hitam legam dan pemuda berambut biru gelap.
"Mereka adalah anakmu," jawab Xiao Jiang.
"Anakku?" Xiao Lei terlihat kebingungan, dia tidak pernah mengingat memiliki ana lelaki diluar sana, semua anal lelakinya ada di kediaman Klan.
Xiao Wushuang maju agar sejajar dengan Xiao Jiang, "Mereka adalah anak dari bibi Zi Yao," ucap Xiao Wushuang dengan santai.
Tubuh Xiao Lei segera terdiam, dia menatap lekat pada Han Xiao dan Ne Zha, ada hal yang dikenalinya dari kedua pemuda itu, yaitu mata, satu mata dingin dan satunya lagi mata hangat. Persis seperti Zi Yao dahulu.
Wajah Xiao Lei menjadi buruk dalam sekejap, sebuah aura mengerikan terkoar dari dalam tubuhnya diarahkan pada Han Xiao, Ne Zha, Xian Xuenai dan Feng Jin.
__ADS_1
Xiao Lei mengerutkan dahinya, keempat anak itu tidak bergeming sedikitpun dibawah tekanan mengerikan darinya.
"Hehe, inikah sambutan seorang ayah?" Han Xiao terkekeh, aura yang lebih menakutkan ratusan kali lipat dari Xiao Lei memancar dari tubuh Han Xiao.
Bahkan aura itu menekan Xiao Lei hingga terjatuh dan memuntahkan seteguk darah, para murid dan tetua segera bergerak untuk mengepung Han Xiao, Ne Zha, Feng Jin dan Xian Xuenai.
Xiao Jiang menjadi pucat ketika melihat Han Xiao dikepung.
Disisi lain Xiao Lei, murid dan Tetua Klan Xiao menduga Xiao Jiang pucat karena takut terjadi apa-apa pada empat orang tersebut.
"Kau telah melakukan dosa besar! Cepatlah meminta ampun pada Patriark Lei!" bentak seorang pria paruh baya.
Xiao Jiang menatap penuh nanar pada pria paruh baya tersebut, "Tamat riwayatmu Tetua Dew, baguslah aku memang tidak menyukaimu," ucap Xiao Jiang dengan nanar.
Xiao Dew bingung dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Jiang, namun saat hendak mengatakan sesuatu. Dia melihat tubuhnya yang berdiri tanpa kepala, sekejap kemudian dia sudah tiada dari dunia.
"Siapa lagi yang tida kau suka Jiang'jie? Biar kubunuh dia," celetuk Han Xiao dengan riang.
Xiao Jiang segera menggelengkan kepalanya, "Kita membutuhkan mereka untuk melawan Ras Iblis."
Han Xiao justru tertawa lantang, "Dengan kekuatan kecil mereka? Ingin melawan Ras Iblis yang telah melakukan pengorbanan pada Dewa Iblis?"
Aura yang lebih menakutkan keluar dari tubuh Han Xiao, hal itu segera membuat para murid dan tetua Klan Xiao terjatuh.
"Selain Xiao Lei, kalian semua bahkan bia dibunuh oleh adikku hanya dengan satu tangan, apa kuatnya mereka?" Han Xiao berkata dengan nada mencela, pemuda itu mengelus pucuk kepala Feng Jin dengan lembut.
"Kau pikir kami percaya?!" teriak seorang murid Klan Xiao.
"Jin'er apakah kau mendengar kecoa berbicara?" Han Xiao tertawa kecil saat bertanya pada Feng Jin.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 02/14
Update Merdeka : 13/75