
"Kau tidak perlu bingung, kau hanya perlu memberi titah padaku. Dan aku akan memperkerjakan Koloniku, kau tidak perlu pusing menghapal mereka, karena hanya Ras Semut Prajurit kami sendirilah yang bisa membedakan diri kami." Ratu Semut Prajurit Hong Mayi tertawa kecil ketika melihat wajah Ne Zha yang rumit.
Ne Zha pada akhirnya mengangguk ringan saja untuk mengiyakan, akan membutuhkan banyak waktu baginya jika ingin menghapal satu demi satu Hong Mayi ini.
Ratu Semut Prajurit menyerukan tentang dimulainya petualangan Ras Semut Prajurit menuju medan perang, karena pada dasarnya Semut Prajurit adalah Prajurit dari lahir. Mereka penuh semangat ketika mendengar medan perang.
Ne Zha tertawa dalam hatinya, kini dia memiliki pasukan yang sangat mengerikan dengan satu yang setara dengan Kaisar. Keberuntungan yang dialaminya sungguh luar biasa besar.
Tetapi hal ini tidak membuat Ne Zha bahagia keterlaluan, dengan ini justru dia mengetahui bahwa akan ada lawan yang sangat kuat. Jika dibilang dia adalah salah satu Pasukan, maka seharusnya Pasukan musuh juga tidak harus dibawahnya. Bisa saja setara atau bahkan melebihinya, sangat disayangkan Ne Zha sangat kesulitan untuk memperkirakan siapa musuhnya.
"Aku harus bersiap juga," batin Ne Zha seraya menatap ribuan Semut Prajurit yang tengah berpesta.
***
Pesta telah selesai, Ne Zha datang ke Ruang tahta Ratu Semut Prajurit bersama sang Ratu.
"Kau tahu, ada satu harapanku yang sangat besar terhadapmu," ujar Ratu Semut Prajurit.
"Apa itu?"
"Evolusi, Ras Semut Prajuritku ini berada di ambang Evolusi tetapi kami mengalami kemacetan. Tentu saja itu karena diriku yang tidak bisa berevolusi," terang Ratu Hong Mayi.
Ne Zha segera terdiam, pikirannya segera mencari tentang Semut Prajurit, ingatannya berkeliling seputar evolusi, hingga dia sampai menemukan metode Evolusi. Ne Zha mengatakan tentang Evolusi pada Ratu Hong Mayi.
Mata Ratu Hong Mayi bersinar terang ketika Ne Zha benar-benar menebak kesulitannya dalam Evolusi sebelum dia memberitahunya.
"Di sini sangat banyak sumber daya, tetapi tidak ada satupun dari bahan yang kau sebut. Kami akan melakukan perjalanan bersamamu, aku juga akan mengirimi tin ekspedisi untuk mencari sumber daya yang sesuai dengan resep yang kau berikan, apakah kau memiliki kebutuhan sumber daya khusus? Di tingkat lima ini terdapat ssumver daya pada seluruh Alam, kau bisa menemukan apapun. Tetapi semua bergantung pada keberuntungan, hal yang sangat baik bahwa Ras Semut Prajuritku memiliki keberuntungan besar." Ratu Hong Mayi berkata dengan penuh antusias.
"Bawakan aku sumber daya terbaik dari lima elemen, itu saja. Jika ada yang bisa meningkatkan Unsur Ruang dan Waktu. Itu lebih baik." Ne Zha tidak akan sopan jika ada yang menawarinya sumber daya.
__ADS_1
"Baiklah, kita akan memulai petualanganmu hari ini. Aku sudah memberikan perintah pada tim ekspedisi." Ketika Ratu Hong Mayi selesai bicara, tanah bergetar dan pada detik berikutnya. Ne Zha dan Ratu Hong Mayi telah ada di luar.
"Aku sudah merubah Sarang Koloniku, kau juga bisa mengendalikan ukuran dari Sarang Koloni, baiklah selamat berpetualang. Panggil aku jika ada masalah," ucap Ratu Hong Mayi lalu masuk ke dalam Sarang yang kini berukuran satu genggaman Ne Zha.
Ne Zha menghela napas ringan, dia memperkecil lagi Sarang Koloni dan menyimpannya.
"Bai Fengjiu." Ne Zha berkata dengan nada rendah.
Sebuah bola cahaya putih mengelilingi Ne Zha sebelum hinggap pada pundak Ne Zha, cahaya itu meredup dan digantikan oleh sesosok Rubah Putih nerekor sembilan yang langsung menjilati pipi Ne Zha.
"Hentikan." Ne Zha meraupkan tangannya pada wajah Rubah tersebut, karena ukurannya yang sangat kecil. Tangan Ne Zha sudah cukup untuk menutup seluruh wajah Rubah tersebut.
Rubah berekor sembilan ini adalah Monster yang keluar dari Peti yang dibuka Ne Zha sebelum masuk ke Benua Utama, kemampuan Rubah ini sungguh luar biasa. Itu memiliki kemampuan untuk mencium sebuah Harta dari jarak yang sangat jauh. Maka dari itu Ne Zha memilih untuk mengeluarkannya walaupun Rubah itu sedikit nakal.
"Ayo kita berjalan-jalan." Ne Zha segera melangkahkan kakinya untuk kembali menelusuri Lembah seperti rencana dia sebelumnya, Ne Zha merasakan ada sesuatu yang unik pada Lembah ini.
***
Tampilan sosok pemuda itu sudah sangat hancur, ditambah dengan kini seluruh tubuh hancurnya mulai membiru itu menambah kengerian jika dipandang. Dia adalah Han Xiao!
Bing Xing kini penuh kecemasan dan berharap akan keajaiban, Bing Xing masih bisa merasakan aura kehidupan dari Han Xiao. Maka dari itu dia percaya Han Xiao bisa selamat. Tetapi kini dengan adanya Racun, Bing Xing menjadi sangat tidak berdaya.
"Racun Korosi, ini akan terus menggerogoti tubuh hingga tidak menyisakan apapun." Bing Xing saat ini sangat bingung harus melakukan apa, Racun Korosi ini sangat terkenal di Alam Abadi.
Kaisar Racun hanya memproduksi sedikit setiap seribu tahun sekali, dan sulit untuk menyempurnakan Racun Korosi ini. Namun, satu hal pasti adalah. Tidak ada yang selamat jika terkena Racun Korosi.
"Bekukan dia dengan Es Abadi dariku." Sebuah suara masuk ke kepala Bing Xing, itu adalah suara dari Sabit Dingin!
"Apakah itu bisa menyelamatkannya?" Bing Xing bertanya.
__ADS_1
"Tidak, tetapi itu bisa menghentikan sementara Racun Korosi," jawab Sabit Dingin.
Bing Xing tidak banyak menunggu lagi, dia mengeluarkan Sabit Dingin dan menyalurkan kekuatan yang sudah dia kumpulkan. Sabit Dingin juga mengeluarkan kekuatannya, segera saja sebuah asap dingin memenuhi Han Xiao, lapisan Es biru yang sebelumnya menutupi Han Xiao kini menjadi putih transparan.
Lapisan Es Abadi tertinggi segera menyelimuti Han Xiao menggantikan Es dari Bing Xing sebelumnya.
"Tenanglah, dia bukan orang yang akan semudah itu mati. Mungkin dia sekarat sekarang, tetapi dia akan sembuh."
"Kapan itu? Apakah ada yang harus aku lakukan?" Bing Xing segera bertanya lagi.
"Tidak ada, ini harus dihadapinya sendiri. Jangan coba-coba menyentuh bongkahan Es itu atau tubumu akan terkena Racun Korosi juga."
Bing Xing menuruti perkataan dari Sabit dingin, kini dia hanya berharap Han Xiao bisa sembuh secepat mungkin.
Saat ini Bing Xing dan Han Xiao berada di sebuah gunung daerah Utara, Bing Xing telah menggunakan keterampilan nya untuk menyembunyikan diri dari para murid Kaisar.
Keterampilan Bing Xing untuk menyembunyikan diri di daerah Utara memang sangat baik, ada banyak Murid Kaisar yang menyelidiki Gunung tempatnya bersembunyi. Namun, mereka tidak menemukannya atau hanya sekedar merasakan auranya.
"Cari terus! Han Xiao sekarat, ini adalah kesempatan kita untuk membunuhnya!" Yalan terus memberikan perintah pada para Murid Kaisar untuk lebih teliti mencari Han Xiao dan Bing Xing.
***
Bacotan Pengetik :
Saya akan mulai revisi bab yang sama. makasih jika ingin melanjutkan membaca Dua Penguasa.
I hope you enjoy...
Update Mingguan : 06/14
__ADS_1