
Pangeran Iblis Sisik Baja menjadi sangat marah karena Diqiu Zongli terus mengejek Pangeran Iblis, tentu saja bukan dia yang marah, tiga Pangeran Iblis lainnya juga sangat marah.
Namun semua itu tidak bearti karena mereka bahkan tidak sanggup memberikan perlawanan pada dua pemuda terseut biarpun sudah bergandengan tangan, mereka merasakan hal yang leih jahat dari diri mereka ketika bertarung dengan dua pemuda tersebut, seolah setiao serangan mereka tidak mempan pada dua pemuda tersebut.
Linghun Jundao tersenyum kecil ketika melihat dua Pangeran Iblis yang menjadi lawannya memasang wajah kesal yang teramat, dia sudah beberapa waktu dengan Diqiu Zongli, dan sedikit banyaknya dia mengetahui bahwa mulut Diqiu Zongli sangat pedas. Mulutnya selalu digunakan untuk memprovokasi orang yang lebih kuat darinya agar bertarung sekuat tenaga yang nanti memungkinkan membuat Diqiu Zongli dalam keadaan putus asa.
"Hahaha, ayo kesini Iblis sialan! Aku ingin menghajarmu menjadi ribuan potongan dan hanya menyisakan kepalamu untuk diarak keliling Benua Angin Selatan, itu akan membuktikan bahwa aku. DIqiu Zongli bisa dengan mudah membunuh Pangeran Iblis yang katanya sangat kuat! Hahaha." Diqiu Zongli masih terus berkoar ketika menyerang dua Pangeran Iblis.
Pangeran Iblis Sisik baja sangat kesal, dia segera membentuk mudra tangan, secara tiba-tiba tubuh Pangeran Iblis itu menjadi sangat terang lalu Sisik Baja disekujur tubuhnya perlahan terlepas dan menjadi senjata yang kini bagaikan pisau terbang berjumlah ribuan mengelilingnya.
Senyum yang terpatri pada bibir Diqiu Zongli segera menghilang, ekspresinya kini berubah tiga ratus enampuluh derajat, Diqiu memasang wajah penuh serius.
"Baiklah Pangeran Sisik Ikan, ayo kita bertarung!" Diqiu Zongli mengeluarkan sebuah pedang tipis dari Cincin Spasialnya.
"Apa kau bilang?!" geram Pangeran Iblis Sisik Baja ketika mendengar Doqiu Zongli memanggilnya Pangeran Sisik Ikan.
"Pangeran Sisik Ikan? Ah tidak, kau adalah Pangeran Sisik Buaya," ceplos Diqiu Zongli seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Pada arah pandangan Diqiu Zongli terdapat segerombolan gadis dari Ras Iblis yang tengah berteriak menyemangati Pangeran Sisik Baja.
Diqiu Zongli tertawa geli, "Entah mereka buta atau apa, sudah jelas kau sangat jelek. Tapi mereka ingin dengamu? Ah aku lupa, kau adalah seorang pangeran. Kau tidak perlu tampan karena kedudukanmu bisa mereka banggakan, betapa mirisnya. Mereka tidak sungguh-sungguh mencintaimu, tapi mencintai tahtamu," cerca Diqiu Zongli.
Pangeran Iblis Sisik Baja semakin membara ketika Diqiu Zongli terus menerus mengejek dirinya, mata iblis muda itu menjadi merah pekat. Sisik Baja di seluruh tubuhnya kini sudah terlepas seluruhnya.
Kini Pangeran Iblis menggunakan seluruh kekuatannya, dia sudah sangat muak dengan provokasi Diqiu Zongli.
Bukan takut, justru Diqiu Zongli tersenyum lebar. Dia sangat menyukai bertarung dengan orang yag lebih kuat, Pangeran Iblis ini biarpuntertrkan olehnya, tapi itu karena Pangeran Iblis meremehkan nya sehingga bertarung tidak dengan seluruh kekuatannya. Dan kini beda lagi, Pangeran Iblis bertarung dengan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"Hahaha ayo sini kau sisik ikan! Lawan aku!" Diqiu Zongli berteriak gila, dia segera meledakan kekuatan dalam tubuhnya dan menerjang Pangeran Iblis Sisik Baja.
Bam!
Diqiu Zongli dan Pangeran Iblis Sisik Baja berhantaman lalu mulai bertukar serangan.
Pangeran Iblis Sisik Baja tertawa ketika dirinya mulai diatas angin menekan Diqiu Zongli, kini manusia yang terus mencerca dirinya tengah ditekan sedemikian rupa.
Posisi Diqiu Zongli dalam pertukaran kali ini sungguh buruk, dia harus bergerak denga sangat cepat karena serangan muncul dari segala arah. Ratusan ribu pisau yang terbuat dari Sisik Baja terbang untuk terus melukainya.
Mustahil untuk menghindari dan menangkis ribuan pisau Sisik Baja tersebut, kini penampilan Diqiu Zongli sungguh mengerikan, darah sudah memenuhi sekujur tubuhnya, bahkan kini wajah Diqiu Zongli dipenuhi oleh darah. Sudah tidak ada yang mengenali sosok Diqiu Zongli saat ini jika bukan karena aura khas yang memancar dari tubuh Diqiu Zongli.
"Hahaha! Mati kau manusia busuk!" pekik Pangeran Iblis Sisik Baja.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut Diqiu Zongli, pemuda itu kini tengah terdiam dan menerima ribuan pisau yang menusuk pada tubuhnya.
"Hanya sebatas ini? Aku terlalu berharap padamu," suara Diqiu Zongli terdengar seperti sangat menyesal, sebuah senyum pada bibir Diqiu Zongli yang berdarah memberikan kesan haus darah yang sangat mengerikan.
Booom!
Bang!
Dalam hitungan detik Diqiu Zongli berhasil berada dihadapan Pangeran Iblis Sisik Baja dan menerkam dengan sangat ganas, dia juga meraih leher Pangeran Iblis Sisik Baja.
Kreeeek...
Bunyi tulang patah segera terdengar, senyum sinis terukir pada bibir Diqiu Zongli ketika dia berhasil meraih dan mematahka leher Pangeran Iblis Sisik Baja.
__ADS_1
Bam!
Raja Iblis Sisik Baja yang tadinya sedang bertarung dengan Ling Tian segera menghentikan serangannya, tatapannya menjadi raja penuh hawa membunuh yang lebih gelap pada Diqiu Zongli.
"Beraninya ka menyentuh anakku!" pekik Raja Iblis Sisik Baja.
Diqiu Zongli mengalihkan pandangannya, wajahnya yang penuh darah mengernyitkan dahi, pemuda itu segera memasang wajah mengejek penuh provokasi.
"Kenapa tidak berani? Haruskah aku berkata padamu, kau datang kemari untuk mengacau harus menerima konsekuensinya. Kehilangan anak bodohmu ini salah satu dari konsekuensi," cela Diqiu Zongli dengan nada mengejek yang kental.
"Apa aku harus berkata bahwa kalian takut dengan tuan muda hingga lari kemari mencari pengorbanan? Kalian salah besar. Ingat, kalian akan menanggung konsekuensi dari perilaku kalian mengacau disini, hari ini aku membunuh anakmu dan anak dari Raja Iblis lain, esok hari ketika tuan muda datang itu akan jadi hari dimana kematianmu dan Raja Iblis lainnya." Setelah menutup perkataannya, Diqiu Zongli dengan kejam meremaskan tangannya dan itu membuat leher Pangeran Sisik Baja terputus.
Bukan tanpa sebab Diqiu Zongli memprovokasi dari awal, itu dia gunakan agar Pangeran Iblus Sisik Baja melepas Sisik Baja dan menjadikan senjata, dengan begitu dia tidak akan sulit membunuh Pangeran Iblis Sisik Baja yang tidak memiliki perlindungan dari Sisik Baja.
"Kau!" Raja Iblis Sisik Baja berteriak penuh amarah ketika Diqiu Zongli membunuh anaknya dibawah hidungnya.
"Ah ini sedikit provokasi untukmu." Diqiu Zongli terkekeh ringan.
Raja Iblis Sisik Baja sangat marah, ini bukan hanya provokasi, tapi provokasi telanjang yang sangat memalukan! Pemuda itu sebelumnya menghina Ras Iblis yang takut dengan orang yang disebut tuan muda, lalu membunuh anaknya bahkan dibawah pengawasannya.
"Hati-hati," ujar Diqiu Zongli denga nada menjengkelkan.
Raja Iblis Sisik Baja tidak menghiraukan ujaran Diqiu Zongli, dia tengah dimakan oleh amarah. Dia menerjang untuk menyerang Diqiu Zongli tanpa menyadari Ling Tian yang kini tengah melayangkan sebuah seragam menakutkan kearahnya.
***
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 22/75