
Ini bukan pertama kalinya Jian mengalami hal tersebut, dia tidak memberitahu siapapun. Karena takut bahwa hal ini dijadikan sebagai potensi untuk memperemah dirinya bagi musuh.
Jian mengetahui bahwa dia akan merasakan sakit ini hanya dalam beberapa waktu saja, sehingga dia hanya perlu menyendiri.
Setelah beberapa saat, sakit yang dirasakannya menghilang. Seolah tidak pernah terjadi apapun sebelumnya, gadis itu memperbaiki tatanan rambutnya, setelah rambutnya rapih kembali. Jian menatap pantulan dirinya lagi.
Bukan tanpa sebab Jian melakukan ini terus-menerus, dia ingin memastikan bahwa sosok yang berada dalam sekelebatan ingatannya itu benar-benar dia atau sosok lain. Tapi setelah sekian lama, Jian masih tidak bisa mengidentifikasi apakah itu dia atau sosok lain.
Jian menghela napasnya lembut, "Aku harus mempersiapkan diri." Jian bergumam lalu bangkit dari duduknya.
Sebagai salah satu kandidat yang memasuki Menara Tianxia mewakili Alam Semesta Baja, Jian harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin, biarpun kini dia sudah berada di ranah Dewa Raja, tapi da tidak ingin mengendurkan dirinya. Jian mengetahui bahwa Jenius lain juga berada di tingkat yang sama dengannya. Jika anya kendur sedikit saja, kemungkinan besar dia akan kalah dalam persaingan yang sangat ketat di Menara Tianxia.
Memang benar para Kaisar membentuk Aliansi, tapi saat datang ke Menara Tianxia, dimana Sumber Daya dan berbagai hal yang sanggup membat Alam Semesta maju, hal yang tidak mungkin mereka tidak melakukan perselisihan. Jangankan dengan Jenius dari Alam Semesta lain, Jian sendiri yakin bahwa sesama Jenius dari Alam Semesta Baja akan saling bertarung jika menemukan sumber daya atau barang yang tidak bisa mereka tahan.
Jian memutuskan untuk kembali melatih jurus sebelum berkultivasi mengkokohkan pondasinya.
***
Tidak hanya Jian, tapi semua Jenius dari Alam Semesta lain juga melakukan persiapan akhir mereka. Ketika waktu datang tersisa hanya satu bulan setengah untuk Menara Tianxia terbuka. Para jenius ini sudah mematangkan persiapan mereka, baik kekuatan, perlengkapan dan hal lainnya.
Pada hari ini, tepat dimana satu bulan setengah lagi Menara Tianxia terbuka, ada pertemuan yang dilakukan oleh para Kaisar dari sembilan puluh delapan yang tersisa. Ya, Xian Chin tidak termasuk karena dia adalah musuh mereka, begitupun satunya. Yaitu Kaisar Es, dia menghilang entah kemana.
Pada pertemuan hari ini, para Kaisar ini membahas tentang Menara Tianxia, tentu saja mereka membicarakan tentang Alam Semesta Waktu. Mereka akan terus menekan Alam Semesta Waktu.
__ADS_1
Tidak hanya itu, para Jenius juga ditekankan untuk memburu jenius yang berasal dari Alam Semesta Waktu di Menara Tianxia nanti.
"Kalian sudah mengetahui dimana satu token milikku yang diambil Zi Yao?" tanya seorang pria berjubah hijau, dari tubuh pria itu memancarkan aura yang sangat segar, berada di dekatnya seolah mendapatkan kesegaran di pagi hari. Dia adalah Kaisar Daun dari Alam Semesta Daun.
Pada saat itu, Zi Yao secara brutal membunuh temannya yang juga memiliki token Menara Tianxia. Wanita itu merebut Token masuk pada detik-detik saat pintu terbuka dan ketika mereka hendak masuk kedalam pintu Menara Tianxia.
Semua Kaisar menggelengkan kepala mereka.
"Kemungkinan besar Token menghilang bersama Zi Yao, mengingat kematiannya sangatlah aneh. Bahkan jasadnya tidak ditemukan," ucap sosok berwajah aneh disamping Kaisar Daun.
Sosok berwajah aneh itu tidak lain adalah Kaisar Serangga dari Alam Semesta Serangga.
"Kaisar Dewa, Kaisar Bintang bagaimana menurut kalian?" Kaisar Serangga mengarahkan pandangannya pada sosok pria dengan penampilan sangat agung dan luhur, lalu teralih pada sosok Gadis berjubah putih ringan yang memiliki ekspresi menyendiri. Dia adalah Kaisar Bintang, dan pria berpenampilan agung itu adalah Kaisar Dewa.
"Tida ada yang harus dikatakan, jika memang Token menghilang, itu adalah hal bagus. Tapi jika Token ternyata ada di tangan Xian Chin." Pandangan Kaisar Dewa menjadi sengit.
Bukan rahasia bahwa Zi Yao bertarung bersama Xian Chin dan memihak pada Alam Semesta Waktu. Maka bukan tidak mungkin Token berada di tangan Xian Chin.
"Sulit dikatakan seperti itu, kita sendiri yang membunuhnya menggunakan tangan kita. Zi Yao musnah bahkan hingga tidak menyisakan bahkan debunya, hal sulit dikatakan dia bisa memberikan Token pada Xian Chin," komentar Kaisar Bintang.
Bukan tanpa gagasan dia berkata seperti itu, karena mereka mengejar Zi Yao setelah beberapa saat keluar dari Menara Tianxia, dari yang mereka tahu. Zi Yao belum sempat bertemu dengan Xian Chin lagi sebelum dibunuh oleh mereka.
Tapi sangat disayangkan, Xian Chin mungkin akan tertawa hingga mengeluarkan air mata jika mendengar hal tersebut, pada saat itu Zi Yao bukan hanya sempat memberikan Token Menara padanya, tapi juga memberikan beberapa barang berharga lainnya untuk anaknya di masa depan yang akan membalaskan penghinaan yang diterimanya dari para Kaisar ini.
__ADS_1
Para Kaisar mungkin akan muntah darah jika mengetahui bahwa Zi Yao hidup di dunia lain dengan damai.
Tapi tentu saja semua pengetahuan itu hanya diketahui oleh Xian Chin, tidak ada satupun dari Kaisar ini mengetahui hal tersebut, sehingga kini mereka masih diselimuti oleh kegelapan.
"Sudahlah, bagaimana kesiapan para kandidat?" Kaisar Dewa memilih untuk membahas hal lainnya.
"Semua kandidat berada di ranah Dewa Raja, tidak perlu bagi kita untuk menurunkan Tangan kanan kita. Biarpun sampai Xian Chin mengirim Xian Xuenai, masih hal mustahil melawan ratusan ranah Dewa Raja sekaligus." Kaisar Bintang menanggapi, dirinya adalah pengumpul informasi terbaik, sehingga dia bisa mengetahui semua kekuatan dari para Jenius sekarang.
"Hahaha, siapa yang akan dikirim Xian Chin?" seorang wanita berpenampilan santai berkomentar, rambut wanita itu berwarna biru, begitu juga dengan matanya yang memiliki iris biru seperti air. Dia adalah Kaisar Air!
Kaisar Bintang terkekeh ringan, "Jangan bertindak meremehkan, apakah kau lupa dengan Ras aneh yang diciptakan oleh Xian Chin? Itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, aku masih mengingatnya saat satu milyar pasukanmu dipukul mundur oleh sepuluh orang dari Ras aneh itu."
Kaisar Air langsung terdiam, dia tidak akan melupakan kejadian memalukan itu, pada saat itu dia mengirim pasukan berjumlah milyaran yang terdiri dari berbagai Ras dari Alam Semesta Air.
Namun, siapa sangka hanya dengan sepuluh orang, Alam Semesta Waktu memukul mundur pasukan dari Alam Semesta Air, bahkan lebih dari setengah pasukannya mati.
"Benar, Kaisar Bintang, kau sudah memiliki informasi mengenai Ras apa itu?" Kaisar lainnya bertanya dengan penasaran.
Kaisar Bintang menggelengkan kepalanya ringan, "Sulit dikatakan, sejauh ini, aku sudah melepaskan semua kekuatanku untuk mencari informasi mengenai Ras ini di Alam Semesta Waktu, tapi tidak satupun aku mendapatkan petunjuk."
***
Update Mingguan : 10/14
__ADS_1