
Perkataan Han Xiao terdengar sangat mudah, tapi siapapun yang mendengarnya pasti akan kesal karena pemuda itu membicarakan Koin Kristal sebanyak itu seolah hanya recehan.
Matriark Xiu tersenyum manis, dia menyodorkan Cincin Spasial pada Han Xiao. Dengan senang hati Han Xiao mengambilnya, dia tidak akan segan.
"Disana terdapat Material terbaik yang seharusnya kami lelang, itu lebih baik dari Plat Ungu. Namun sedikit sulit ditempa, tapi jika membutuhkan. Kami memiliki kenalan untuk membentuk sesuai keinginantuan muda," ujar Matriak Xiu.
Han Xiao tersenyum sangat lebar ketika melihat isi Cincin Spasial, hatinya sangat puas atas bayarang yang diberikan oleh Matriark Xiu. Memang kekuatan seperti Sungai kematian di Bintang tingkat lima tidak bisa diremehkan.
"Jika begitu, bisnis kami sudah selesai, terimakasih banyak Matriark Xiu." Han Xiao menyatukan tangannya untuk memberi salam.
Tapi saat hendak saja Han Xiao bangkit, Matriark Xiu segera menahan tangan pemuda tersebut, Han Xiao hanya tersenyum riang seperti biasanya, hal ini sudah dalam tebakannya. Tapi dia masih belum menebak apa yang akan diminta oleh Matriark Xiu.
"Tuan muda, aku memiliki sesuatu yang menarik, akankah kau mendengarnya?" kata Matriark Xiu diiringi senyum manis.
"Apa itu?" Han Xiao bertanya.
Matriark Xiu menceritakan tentang Zhangyu, monster laut yang terkenal di Bintang ini.
"Lalu ada apa dengan monster itu? Dia hanya Binatang Iblis tingkat 15." Han Xiao berusaha untuk menanggapi seolah tidak tertarik, tetapi nyatanya dia juga penasaran dengan sosok Zhangyu yang digadang-gadang monster teruat di Bintang ini.
Matriark Xiu menggelengkan kepalanya ringan, dia menceritakan satu demi satu hal mengenai Zhangyu. Lalu beralih ke Tou Jiu Monster lainnya yang setara dengan Zhangyu.
Kedua Monster ini awalnya hanya Binatang Iblis tingkat 10 satu juta tahun yang lalu, hal mustahil bagi Binatang Iblis untuk langsung meningkat secepat itu.
Sungai Kematian melakukan ekspedisi ke sarang keduanya, tidak ada yang berhasil pulang hidup-hidup, tapi Matriark tidak menyerah. Dia mengirim tiga tim.
Dari tiga tim ini, ada satu orang yang berhasil pulang dengan hidup, walaupun dengan luka yang sangat parah.
"Disana terdapat sebuah portal yang dijaga sangat ketat oleh Zhangyu dan Tou Jiu, kami berpendapat bahwa portal itulah yang memberikan mreka kekuatan ini," terang Matriark Xiu.
__ADS_1
Han Xiao memandang Ne Zha, setiap langkah harus diperhitungkan, jika tidak. Itu akan jatuh dalam lubang yang dalam.
"Dimana arah sarang mereka?" tanya Ne Zha.
"Timur," jawab Matriark Xiu.
Ne Zha terdiam cukup lama sebelum dia memberikan anggukan pada Han Xiao.
"Apa penawaranmu?" Han Xiao menatap Matriark Xiu.
"Bagaimana dengan muridku?" ceplos Matriark Xiu dengan ringan.
"Ah dia cukup baik, aku suka dadanya, mulus, putih dan kencang." Han Xiao bukanlah orang yang munafik mengenai hal tersebut, tapi mulutnya sungguh tidak memiliki rem.
Wang Shi terbatuk ketika mendengar Han Xiao yang menjawab secara terang-terangan, kini dia mengetahui sebab apa dirinya merasa seperti tengah ditatap oleh predator lapar saat di panggung ketika memainkan Kecapi untuk hiburan.
"Kau sangat jujur, tantu saja aku tidak akan memberikan muridku, kita akan membagi setengah setengah dari barang yang didapat disana. bagaimana?" tawar Matriark Xiu.
Ekspresi Matriark Xiu tidak memburuk, dia masih tersenyum pada Han Xiao. Menerima empat puluh persen mungkin bukan hal yang buruk.
"Jika begitu, ayo kita pergi sekarang," ajak Matriark Xiu.
Matriark Xiu memberikan beberapa arahan pada Tetua Agung untuk mengurus sekte selama dia pergi bersama muridnya menuju sarang Zhangyu dan Tou Jiu.
Mereka tidak keluar lewati pintu utama, melainkan melewati pintu rahasia sekte, hal ini berfungsi untuk menghindari orang-orang dan juga menjaga privasi dari Ne Zha, Han Xiao dan Shuiyu. Mereka adalah yang menempati ruang pribadi nomor satu, sebagian besar orang mencari mereka. Jadi jalan ini sebenarnya diciptakan untuk orang yang menempati ruang pribadi nomor satu.
Kelompok itu terbang dengan sangat cepat menuju Timur, Matriark Xiu memimpin di paling depan, lalu Han Xiao terbang tepat di samping Wang Shi, pemuda itu sangat gatal untuk menggoda gadis tersebut.
"Hei, kau tidak terpesona olehku?" Han Xiao menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
Wang Shi menundukan wajahnya, pandangannya secara tidak sengaja jatuh pada bagian dadanya, tiba-tiba dia teringat kata-kata Han Xiao yang tidak memiliki malu.
Semburat merah menghiasi dari wajah hingga leher Wang Shi, gadis itu sungguh merasa malu. Dia mengutuk berkali-kali dalam hatinya karena dia tidak pernah seperti ini.
"Anak muda sekarang sungguh lugas ya? Shi'er jika kau menyukainya, guru tidak melarang." Matriark Xiu yang sedang terbang di depan terkekeh ketika melihat muridnya yang memerah padam.
"Guru!" Wang Shi menggerutu, dia terbang dengan kecepatan yang lebih tinggi dan mendahului gurunya sangat jauh.
Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, dia sangat senang melihat gadis yang berprilaku seperti Wang Shi.
"Hey, kau meninggalkanku? Tunggu aku!" Han Xiao berseru lalu melesat untuk menyusul Wang Shi.
"Otak dada," celetuk Shuiyu.
Matriark Xiu tertawa mendengar celetukan Shuiyu, "Kenapa kau berkata seperti itu?" tanyanya dengan nada menggoda.
Shuiyu segera terdiam, tidak mungkin kan, dia mengatakan bahwa Han Xiao telah meyentuh-nyentuh bagian tubuhnya itu? Shuiyu menggelengkan kepalanya saat mengingat Han Xiao yang dengan lihainya mempermainkan buahnya dengan santai.
Wajah Shuiyu menjadi sangat merah, gadis itu melesat ke depan juga untuk mendahului Matriark Xiu, kini tersisa Ne Zha dan Matriark Xiu yang tertinggal.
Matriark Xiu terkekeh lagi, dia menatap Ne Zha, "Kau bukan korban dari anak itu jugakan?" ujarnya dengan tawa yang sangat indah, tentu saja yang dia ujarkan hanyalah lelucon belaka.
"Aku masih normal." Ne Zha mengerutkan dahinya.
Senyum terurai pada bibir indah Matriark Xiu, "Sudahlah, ayo kita susul mereka." Matriark Xiu meningkatkan kecepatannya untuk menyusul Han Xiao, Wanng Shi dan Shuiyu.
Saat Matriark Xiu melesat untuk menyusul, Ne Zha yang masih di belakang tersenyum kecil, dia bisa merasakan beberapa orang yang mengikuti mereka dalam jarak yang sangat aman. Tapi bukan Ne Zha namanya jika dia tidak memiliki perspektif yang tajam, orang-orang itu berada sangat jauh darinya. Tapi Ne Zha bisa merasakan dengan jelas orang-orang tersebut tengah mengikutinya.
"Kalian yang datang mengantarkan nyawa, jangan kembali," kekeh Ne Zha lalu menyusul Matriark Xiu yang kini sudah terbang sejajar bersama Han Xiao, Shuiyu dan Wang Shi.
__ADS_1
***
Update publish Dragalia Online : 04/12