Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab328. Delapan Roh Kejahatan


__ADS_3

"Ah aku baru ingat lagi keberadaan mereka saat kau bertanya." Han Xiao menggosok hidungnya.


"Kau melupakannya?" Ne Zha menatap aneh pada Han Xiao.


Han Xiao menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku hanya kesal saja. Berkali-kali aku mencoba berkomunikasi dengan mereka, tapi sungguh angkuh. Tidak ada jawaban sekalipun. Maka dari itu aku tidak menghiraukan keberadaan mereka lagi."


Han Xiao menjelaskan bahwa dia hanya mengetahui bahwa pada Pedang Delapan Kejahatan terdapat delapan Roh yang masing-masing mengisi satu mata. Mereka hanya melakukan tugas mereka saat diberi pasokan Energi dari masing-masing kekuatan. Selain itu mereka seolah tidak menanggapi Han Xiao.


"Mata utama itu? Bukankah itu berfungsi sebagai pengatur delapan kekuatan lainnya?" Ne Zha kembali bertanya, biarpun dia memiliki ingatan dari Harimau Suci, tapi nyatanya dia tidak mengetahui apa-apa tentang Pedang Delapan Kejahatan, sama seperti Han Xiao yang tidak mengetahui apapun tentang Pedang Lima Elemen.


"Membutuhkan setidaknya di ranah Dewa Raja untuk aku membuka Mata Utama, tapi aku akan mencoba, apakah mereka ingin berbincang denganku setelah aku di ranah Dewa Sejati ini." Han Xiao menjawab dengan santai.


Kini mereka berdua telah sampai di lantai teratas yang merupakan kamar Mon Cie, disana Han Xiao dan Ne Zha menemukan Mon Cie sedang mengobrol dengan seseorang. Dua pemuda itu sudah mengetahui bahwa Rumah Judi ini hanyalah kedok untuk organisasi yang dipimpin oleh Mon Cie. Yaitu organisasi pembunuhan.


Sungguh ide yang cemerlang, mereka bisa membunuh Ras Alam Semesta air seraya mendapatkan uang. Banyak walaupun sesama Ras mereka saling bertengkar, jadi banyak juga organisasi Mon Cie menerima tugas membunuh. Disisi lain, organisasi Mon Cie jugalah yang memiliki jaringan informasi terluas.


Merasakan kedatangan Han Xiao dan Ne Zha, orang yang sedang mengobrol dengan Mon Cie pamit untuk pergi, sedangkan Mon Cie sendiri terlihat sangat senang dan santai, bahkan wajah wanita itu terlihat berkali-kali lebih muda dari sebelumnya.


"Ras Jijian sungguh mengeluarkan kekuatan penuh mereka, sekarang tidak ada satupun Ras Jijian di Bintang ini. Itu berarti sekarang jumlah Ras Manusia dan Ras Laut setara, kami tidak perlu takut dengan itu. Hanya Ras Sisik Biru saja patut diwaspadai, tapi baru saja orang-orangku mendapatkan kabar bahwa Ras Sisik Biru tengah datang kemari, mereka ingin bertemu dengan kalian dalam damai." Mon Cie terlihat sungguh santai dan berbeda.


"Biarkan mereka datang, kami ingin beristirahat sebentar," jawab Han Xiao.


Mon Cie segera paham dia mengatakan bahwa sudah mempersiapkan tempat istirahat paling nyaman untuk Han Xiao dan Ne Zha, setelah itu dia pamit untuk mengurus beberapa hal.

__ADS_1


Deg...


Han Xiao terjatuh ketika Mon Cie telah pergi, Ne Zha dengan cekatan memeriksa keadaan Han Xiao, dia menggelengkan kepalanya ringan ketika mengetahui penyebab Han Xiao terjatuh. Sebelumnya mereka melakukan pembantaian milyaran jiwa.


Pada dasarnya Esensi Darah dengan Darah adalah dua hal yang berbeda, pengorbanan hanya membutuhkan Darah, jadi Esensi Darah tidaklah terambil. Dan Han Xiao lah yang mengambil Milyaran Esensi Darah tersebut.


Awalnya Han Xiao mengira dia tidak akan merasakan hal seperti ini lagi ketika menginjak ranah Dewa Sejati, tapi Esensi Darah yang dia terima sungguh terlalu banyak.


"Sial, adakah ******* yang berkultivasi tinggi?" gerutu Han Xiao ketika merasakan Energi Negatif yang mengucur dari dirinya sungguh tidak akan sanggup jika lawan mainnya dibawah Alam Dewa.


Entah harus tertawa atau menangis Ne Zha mendengar gerutuan Han Xiao, dia juga tidak ingin Han Xiao menjadi mesin pembunuh karena tidak sanggup menahan ledakan Energi Negatif.


"Nak kau sungguh sembrono, Esensi Darah sebanyak ini bisa membunuhmu haish..." Sebuah suara serak yang sangat menyeramkan bergema di kepala Han Xiao.


Seruan Han Xiao membuat Ne Zha bingung, tapi pemuda itu segera mendapat jawaban kebingungannya saat Pedang Delapan Kejahatan keluar dari Cincin Darah Han Xiao.


Bruk...


Han Xiao terjatuh pingsan seketika, Pedang Delapan Kejahatan bersinar sangat terang diatas Han Xiao, secara perlahan mata utama yang terletak diatas Delapan Mata terbuka lalu menghisap Energi Negatif dari tubuh Han Xiao.


"Mata Utama terbuka!" Ne Zha berseru dalam diam ketika melihat Pedang Delapan Kejahatan yang sedang bereaksi. Dia kini sungguh berharap ini bukanlah hal buruk untuk Han Xiao.


Sementara itu Han Xiao yang kini terbaring, kesadarannya muncul di Istana Takdirnya, ketika sampai disana. Han Xiao terkejut bukan main saat menemukan di Altar miliknya selain jiwa utama miliknya yang menjadi merah sekarang ada delapan menyerupai jiwa di belakang jiwanya yang tengah dalam posisi berkultivasi.

__ADS_1


"Kau mungkin bingung, tapi inilah hal tertinggi dalam Manual Devour. Delapan Kejahatan dari Pedang Delapan Kejahatan, itulah wujud mereka. Memang masih hanya berupa roh, tapi kedepannya. Mereka akan berkembang dengan Jiwa Utamamu. Jangan takut Jiwamu yang menjadi merah, itu hal wajar karena kau sekarang memiliki kekuatan Devour serta mengendalikan Delapan Kejahatan seutuhnya." Suara serak tadi muncul kembali membentang memenuhi Istana Takdir milik Han Xiao.


Han Xiao sempat bingung, tapi saat dia melihat delapan sosok itu lagi, kini dia paham. Delapan sosok itu mewakili setiap Kekuatan kejahatan yang dia miliki, sebelumnya dia juga memiliki ingatan yang mengatakan bahwa dia harus memelihara Delapan Makhluk Kejahatan, mungkin inilah awalnya.


"Energi Netatif dalam dirimu sudah diserap oleh Pedang Delapan kejahatan dan digunakan untuk membangun Delapan Roh Kejahatan itu. Ingat, mulai sekarang kau sepenunya memiliki Delapan Kekuatan Kejahatan, jangan sampai orang merendahkanmu, angkat kepalamu dengan angkuh."


Han Xiao mengajukan beberpaa pertanyaan tapi tidak ada jawaban apapun lagi, dia berkali-kali berteriak untuk memanggil suara itu agar muncul lagi, dia sungguh penasaran dengan arti dari kata-kata suara tersebut.


"Itu berarti mereka barusaja dibuat? Lalu aku pemilik seutuhnya Kekuatan Kejahatan? Bukankah dari awal seperti itu? Argh pusing memikirkannya!" Han Xiao memilih untuk tidak memikirkan hal tersebut, biarlah semuanya berjalan. Kini Han Xiao memperhatingan delapan Roh yang berada di belakang Jiwa Utamanya, mereka beberapa memiliki bentuk yang unik.


Setelah memberikan nama pada masing-masing Roh Kejahatan, Han Xiao memilih untuk keluar dari Istana Takdirnya.


Mata Han Xiao terbuka dengan perlahan, pemandangan yang menjumpainya adalah sesosok gadis cantik yang tengah menaruh poci dan cawan pada meja di sampingnya.


"Eh aku diatas kasur?" Han Xiao merasakan benda empuk yang menyangganya.


"Sebentar!" Han Xiao segera terbangun, dia menatap gadis yang menaruh poci dan cawan.


"Bukankah kau seharusnya dalam kultivasi untuk menembus Dewa Roh?" Han Xiao segera berkata pada gadis tersebut, dia yakin gadis itu adalah Shuiyu yang dia masukan pada ruang miliknya untuk berkultivasi membangun Altar dan membersihkan Jiwa.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 71/75


__ADS_2