Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab406. Hong Mayi


__ADS_3

Ne Zha tidak menyalahkan Semut ini meremehkannya, karena memang dia memiliki ranah Dewa Raja, tetapi Ne Zha yakin dia bisa membantai ribuan dari Semut yang setara dengan Dewa Raja tanpa kesulitan. Namun, tentu saja hal ini tidak diketahui oleh Semut tersebut karena Ne Zha tidak menunjukannya bahkan Ne Zha menyembunyikannya agar tidak mendapat masalah yang tidak perlu baginya.


"Untuk apa aku bertemu Ratu kalian?" Ne Zha bertanya, walaupun dia tidak takut. Tetapi Ne Zha membutuhkan beberapa alasan.


"Singkat saja, Ratu meminta jika ada Manusia yang masuk ke wilayah kami, maka kami diperintah untuk membawa Manusia itu," jawab sang Semut.


Ekspresi Ne Zha masihlah dingin, ada beberapa pertanyaan di kepalanya.


"Manusia keberapa aku yang datang ke wilayah kalian?"


"Pertama." Jawaban dari sang Semut Prajurit ini membuat Ne Zha terheran.


Tetapi setelah beberapa saat, Ne Zha diyakinkan oleh sang Semut bahwa Ne Zha tidak akan diperlakukan buruk. Jika perlakuan buruk itu terjadi, maka Sang Semut Prajurit ini akan menanggung akibatnya karena telah melakukan sumpah langit.


Ne Zha masih bingung apa sumpah langit, tapi saat mendengar itu bekerja seperti sumpah petir kesusahan di Alam Abadi, Ne Zha akhirnya mengikuti Semut Prajurit tersebut. Ne Zha juga penasaran kenapa Semut Prajurit ini sangat membujuknya hingga melakukan sumpah mengerikan yang akan mengambil nyawanya.


Ne Zha dibawa oleh Semut Prajurit untuk memasuki sebuah Gua yang merupakan pintu masuk menuju Sarang utama Semut Prajurit.


Sepanjang jalan di dalam Sarang, Ne Zha terkagum. Dahulu dia hanya melihat isi sarang semut dalam serial film yang ditontonnya, tetapi saat ini dia mendatangi secara langsung sungguh menakjubkan. Itu sangat megah!


"Lihat Manusia!"


"Iya lihat itu! Jendral Hong Mayi membawa Manusia!"


"Jendral Hong Mati membawa Manusia!"


Seruan demi seruan terdengar dari berbagai penjuru Sarang.


Ne Zha memperhatikan sekelilingnya, kini dia sungguh merasa tidak nyaman karena mendapat banyak tatapan seolah dia adalah badut penghibur.

__ADS_1


"Jangan hiraukan mereka, kau akan mengerti nanti saat sudah bertemu Ratu." Semut Prajurit yang sebelumnya membujuk Ne Zha berkata dengan ringan.


Ne Zha pada akhirnya bertindak seperti biasanya, yaitu tidak perduli dengan sekitar.


Sarang Semut Prajurit ini sungguh besar, Ne Zha menghabiskan waktu beberapa menit untuk sampai ke ruang Ratu.


Pada sebuah koloni, Ratu akan ditaruh pada tempat paling dalan dan aman, ini juga Ne Zha pahami dalam pelajaran sekolahnya saat dulu.


Sesampainya di ruang Ratu, Ne Zha melihat Semut yang tiga kali lipat lebih besar dari Jendral Hong Mayi. Sesampainya di sana Jendral Hong Mayi langsung memberikan hormatnya beserta para bawahannya.


"Jendral Hong Mayi, kau sungguh berjasa kali ini. Dengan ini kau dibebas tugaskan satu bulan ke depan dan menikmati sumber daya terbaik. Untuk hadiah lainnya, aku akan memberinya nanti." Sang Ratu langsung berkata dan tidak membuang waktu segera memandang Ne Zha.


"Kosongkan ruangan, aku ingin berbicara dengan Manusia ini hanya berdua," titah sang Ratu.


Segera semua Semut Prajurit membubarkan diri mereka dengan langkah yang mantap, mereka benar-benar seperti Prajurit!


Sesudah ruangan kosong, Ratu Semut Prajurit mengeluarkan cahaya dari seluruh tubuh nya. Pada detik berikutnya cahaya itu menyusut, begitu juga dengan tubuh Ratu Semut Prajurit yang secara perlahan merubah wujud menjadi manusia.


"Keberuntunganmu sangat besar anak muda, begitu juga keberuntungan Koloniku untuk ditemukan oleh orang hebat sepertimu," ucap Ratu Semut Prajurit seraya berjalan ke arah Ne Zha.


"Pada intinya." Ne Zha tidak suka berbasa-basi.


Ratu Semut Prajurit terkekeh ringan, "Kau memang sesuai dengan ramalan si tua itu, baiklah aku akan langsung memberitahumu. Di masa depan akan ada perang yang maha dahsyat antara dua Pasukan, kau akan membutuhkan Prajurit yang tidak sedikit. Kami adalah salah satu dari Dua Pasukan tersebut, maka dari itu kau harus membawa kami," terang Ratu Semut Prajurit.


Alis Ne Zha terangkat sedikit saat mendengar penerangan dari Ratu Semut Prajurit, perang antara dua Pasukan? Ne Zha belum pernah mendengar hal ini, yang dia tahu di Kesatuan terdapat seratus Pasukan.


"Janganlah bingung, kau tidak akan memahaminya sekarang. Nanti pada saatnya kau akan segera paham." Ratu Semut Prajurit tertawa.


"Apa maksudmu dengan kalian adalah bagian dari dua Pasukan?" Ne Zha melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


Ratu Semut Prajurit tertawa, "Kami akan menjadi Pasukan manapun yang menemukan kami, jika pasukan lawanmu yang menemukan kami. Maka kami adalah lawanmu, tetapi sekarang kaulah yang menemukan kami, maka kau adalah sekutu kami. Keberuntunganmu sangat tinggi!"


Ne Zha segera tersadar, Ujian Keberuntungan ini memang benar-benar menguji keberuntungan seseorang.


"Aku tahu kau bukan orang yang banyak berbicara, aku akan secara langsung saja menyerahkan Esensi Darahku padamu untuk menunjukan kesetiaanku." Tanpa persetujuan dari Ne Zha, Ratu Semut Prajurit mengacungkan jarinya dan satu tetes darah keluar dari jarinya langsung memasuki tubuh Ne Zha.


Ne Zha merasakan aliran panas memasuki tubuhnya setelah menerima Esensi Darah Ratu Semut Prajurit, dia mengumpat dalam hatinya karena Ratu Semut Prajurit bertindak tanpa persiapan, Ne Zha langsung duduk untuk mencerna Esensi Darah Ratu Semut Prajurit.


Satu jam terlewati, Ne Zha telah berhasil mencerna seluruh Esensi Darah dan bertanya tentang Sarang Semut Prajurit.


"Kau benar, memang sarang kami sangatlah besar, akan merepotkan jika membawanya seperti ini. Namun tenanglah, sarang kami sangat istimewa. Ini bisa mengecil hingga menjadi setitim debu," ujar Ratu Semut Prajurit.


Ne Zha yang mulai mengerti akhirnya dibawa ke tempat perjamuan, di sana para Semut Prajurit menyambutnya dengan sangat meriah.


"Ah, aku lupa mengenalkan diriku. Namaku adalah Hong Mayi, Ratu dari Koloni ini," ucap Ratu Semut Prajurit Hong Mayi.


"Perkenalkan namaku adalah Hong Mayi penasehat Koloni." Seekor semut menghampiri Ne Zha dan membungkuk.


"Aku dalah Hong Mayi, Jendral tertinggi Koloni ini!" seru seekor semut lain dengan penuh semangat membara.


"Apakah namamu Hong Mayi juga? Apa jabatanmu?" Ne Zha segera berkata saat seekor semut lain maju.


Semut itu tertawa ringan, "Benar, namaku adalah Hong Mayi, tangan kanan Ratu Koloni."


Ne Zha merasa sangat pusing, segera dia menatap Ratu Semut Prajurit, "Apakah mereka semua bernama Hong Mayi?" tanya Ne Zha.


Ratu Semut Prajurit mengangguk, "Ya, nama mereka semua Hong Mayi."


Ne Zha bingung harus tertawa atau menangis saat mengetahui hal ini.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 05/14


__ADS_2