
Han Xiao menghela napas ringan, setidaknya dia merasakan apa yang Su Lihwa rasakan, memang menunggu adalah hal yang tidak menyenangkan. Belum lagi mengingat bahwa urusan Ne Zha dan dirinya di Alam Abadi pastilah akan sangat lama. Itu membutuhkan jutaan tahun setelah dia mengetahui rencana Xian Chin.
"Baiklah, aku tidak akan mengomel, dimana Bing Xing?" Han Xiao melunak sagat cepat, dia teringat bahwa sosok yang dipenuhi cahaya adalah Bing Xing.
"Han, dia bukan Bing Xing yang kita kenal," lirih Su Lihwa.
Han Xiao mengerutkan dahinya, bukan Bing Xing yang mereka kenal? Segera Han Xiao menyebarkan kesadarannya, sesaat kemudian dia mengetahui dimana Bing Xing sedang berada. Han Xiao segera beranjak dari kamar Su Lihwa dan menuju halaman belakang, dimana Bing Xing tengah berada.
Sesampainya disana, Han Xiao mematung, bingung adalah hal yag mengisi kepalanya. Namun, dengan rasa pada dirinya, Han Xiao langsung mendekatkan dirinya ke arah Bing Xing.
"Kau bisa menipu mereka, tapi tidak denganku," ucap Han Xiao dengan nada rendah saat dia duduk di samping Bing Xing.
Bing Xing yang sedang bermeditasi membuka matanya, mata biru Bing Xing yang setajam elang menatap Han Xiao.
"Menipu mereka? Apa yang aku lakukan untuk menipu mereka? Juga siapa dirimu?" ujar Bing Xing.
Han Xiao tertawa penuh ironi, tangan pemuda itu bergerak untuk menyentuh wajah Bing Xing, tapi segera di tepis oleh tangan putih Bing Xing.
"Siapa dirimu?!" pekik Bing Xing.
"Han Xiao, siapa lagi?" Han Xiao kini tertawa lagi, tetapi dalam tawa riang itu menyimpan nada yang penuh dengan kepahitan.
"Aku tidak mengenalmu," kata Bing Xing lalu kembali menutup matanya untuk kembali berkultivasi.
"Han," suara panggilan terdengar di kepala Han Xiao. Pemuda itu mengalihkan pandangannya, dia mendapati Su Lihwa yang menatap dirinya.
Han Xiao tersenyum riang, "Kau benar, dia bukan Bing Xing yang kita kenal." Han Xiao menggaruk kepalanya.
"Yasudah, jangan mengganggunya, dia sedang dalam pemulihan. Ayo ke ruang makan, aku akan memasakan sesuatu untukmu." Han Xiao bangkit dan berjalan ke arah Su Lihwa.
__ADS_1
Mata Su Lihwa berbinar terang, dia tentu saja mengetahui masakan Han Xiao sangat lezat. Segera Su Lihwa berhambur untuk pergi ke dapur.
Han Xiao tertawa kecil, perhatian pemuda itu kembali terarah pada Bing Xing yang sedang berktivasi. Tangan Han Xiao melambai pelan dan mata Sabit Dingin keluar dengan lembut, Han Xiao menggunakan sedikit Qi untuk menerbangkan mata Sabit Dingin ke arah Bing Xing dan menaruh Sabit Dingin pada pangkuan Bing Xing. Setelah itu Han Xiao melenggang pergi ke ruang makan dia yakin Su Lihwa dan Yang Shui sudah menunggunya.
Ketika Han Xiao pergi, Bing Xing yang bermeditasi membuka matanya, sungguh terkejut saat mata Sabit Dingin berada di pangkuannya. Bing Xing mengetahui bahwa potongan Sabit Dingin berada pada Han Xiao, sebelumnya dia sudah memikirkan berbagai hal untuk bertukar dengan Han Xiao agar mendapatkan Sabit Dingin, tapi siapa sangka pemuda itu memberikan Sabit Dingin padanya secara gratis.
"Kau terus bertambah kuat," batin Bing Xing seraya mengelus mata Sabit Dingin.
***
"Huaaaah! Aku sunguh merindukan seblak ini." Yang Shui berseru sangat senang.
"Kau merindukan seblak? Apakah aku tidak kau rindukan?" ceplos Han Xiao.
"Tidak ada gunanya merindukanmu," sahut Yang Shui, pembawaan Yang Shui yang biasanya tenang dan elegan sungguh lenyap ketika bertemu dengan Han Xiao. Dia seperti memiliki dua kepribadian.
"Lihwa, Ne Zha berada di lantai dua. Aku memilih diam di lantai pertama karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan." Han Xiao memberitahu bahwa Ne Zha baik-baik saja, juga Han Xiao menambahkan api bahwa Ne Zha sangat merindukannya, kata acak Han Xiao ini sangat menambahkan hal baik pada kesenangan hati Su Lihwa.
"Istriku, Xian Chin. Dia adalah Kaisar Waktu, di Kesatuan sembilan pukuh deapan Kaisar memusuhinya. Hanya dengan membunuh para Murid Kaisar inilah akan memberikan pukulan fatal pada para Kaisar," jelas Han Xiao.
"Kalian lebih baik ke lantai dua, bukankah kalian sudah menemukan Monster yang memiliki Pintu menuju lantai kedua? Aku akan menaklukan Monster itu untuk kalian," ujar Han Xiao.
"Aku ikut denganmu." Sebuah suara terdengar dari pintu.
Sosok Bing Xing masuk ke ruang makan dengan ekspresi dinginnya.
"Untuk apa kau ikut? Naiklah ke lantai dua, dengan begitu masa depan Alam Semesta Es akan lebih baik daripada para orang sialan itu." Han Xiao mengerutkan dahinya saat berbicara.
"Aku ingin membunuh Murid Kaisar Air dan Murid Kaisar Api serta Murid Kaisar Kecantikan," balas Bing Xing.
__ADS_1
Han Xiao segera tersedak ketika Bing Xing menyebut murid Kaisar Kecantikan, dia langsung teringat dengan Juxue. Gadis bawel yang telah dia mainkan dan minta tanggung jawab.
"Aish, kau beruntung ya melarikan diri," kekeh Han Xiao dalam hati saat mengingat Juxue yang melarikan diri.
"Kau ingin membalas dendam karena menghilangnya Kaisar Es?" tanya Han Xiao.
Bing Xing menatap Han Xiao sebelum mengangguk ringan.
"Baiklah jika begitu, dalam sehari lagi. Aku akan membawa kalian berdua ke tempat Monster yang memiliki pintu ke lantai dua dan mengirim kalian ke lantai dua." Han Xiao menatap Su Lihwa lalu Yang Shui.
"Kau memperlakukan kami seperti anak kecil, apakah kau lupa bahwa aku adalah seorang Kaisar?" Yang Shui angkat suara.
"Aku paham, kuharap kau membawa Su Lihwa ke lantai dua, dengan begitu Su Lihwa bisa bertemu Ne Zha." Han Xiao tertawa riang saat dirinya lupa bahwa Yang Shui adalah seorang Kaisar.
Ketika makan telah selesai, Bing Xing dan Su Lihwa pergi menuju kamar untuk beristirahat, sementara Han Xiao dan Yang Shui masih menetap di ruang makan.
Han Xiao menghela napas ringan sebelum mengetukkan jarinya ke meja, sebuah kekuatan tak terlihat segera menyebar memisahkan ruang diantara ruang makan dengan ruang lainnya.
"Jadi, aku memanggilmu Shui'jiejie atau Kura-kura Hitam?" Han Xiao mengarahkan pandangannya pada Yang Shui.
Yang Shui tertawa kecil, "Terserah padamu," sahut Yang Shui.
"Apa yang membuatmu memilih datang ke Bintang Makhluk Buas dan menyamar menjadi seorang putri dari kekaisaran kecil?" Han Xiao melemparkan pertanyaan lain, jelas setelah dia menginjak ranah Dewa Sejati, pengetahuannya sudah semakin meluas, dia juga sekarang mengetahui bahwa orang di hadapannya ini adalah satu Binatang Suci yang hilang, Kura-Kura Hitam!
"Terserah apa mauku, tapi yang jelas aku tidak melakukan hal buruk bukan?" balas Yang Shui.
"Kau tidak melakukan hal buruk karena kekuatanmu ditekan oleh Xian Chin di Bintang Makhluk Buas," ujar Han Xiao ringan.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 11/14