Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab193. Mo Yanjing bergerak


__ADS_3

TRAANG!!!


Ketika Han Xiao hendak menyembelih leher Mo Moshi, sebuah pedan melayang dan berhasil membuat Pedang Delapan Kejahatan terlepas dri tangannya. Mata Han Xiao berkilat dingin, sungguh dia tidak suka ada orang yang mengganggu kesenangannya.


"Apakah kau tidak malu menganggu pertarungan junior?" desis Han Xiao dingin pada sosok pria berkulit pucat dihadapannya, tangannya terangkat dan Pedang Delapan Kejahatan terbang kembali kedalam genggamannya.


"Apakah kau akan diam jika melihat anakmu terbunuh?" dengus pria berkulit pucat tersebut, dia tak lain adalah Mo Yanjing, tidak pernah dia sangka anaknya akan terpojok hingga nyaris saja terbunuh jika dia tidak meleparkan pedangnya  pada Han Xiao.


Senyum Han Xiao berubah, dari riang menjadi sangat dingin. "Sayangnya aku tidak memiliki anak," ujar Han Xiao lalu menyerbu Mo Yanjing dengan ganas.


Kekuatan Kehancuran, Keputusasaan, Kekacauan dan Devour Han Xiao suntikan kedalam Pedang Delapan Kejahatan, aura dari pedang besar itu segera berubah menjadi sangat mencekan dan mengerikan.


TRAAAANG!!!


BOOOOOOM!!!


Han Xiao beradu serangan dengan Mo Yanjing hingga tiga gerakan sebelum terlempar jauh, tubuhnya langsung terasa mati rasa dan seolah tidak memiliki tenaga.


"Hahaha! Memang menarik melawan kultivator Alam Dewa!" Han Xiao tertawa nyaring seolah serangan barusan bukanlah masalah untuknya, padahal kini tubuhnya mulai bercucuran darah.


Mo Yanjing menerjang pada Han Xiao, sebuah pukulan mendarat telak pada perut Han Xiao membuat pemuda itu terbang dan menabrak orang-orang yang tengah bertarung.


"Han Xiao!"


"Haaaan!"


"Haaan Xiao!"


Ruan Jian, Bing Xing dan Bi Jiao berteriak penuh khawatir ketika melihat HanXiao yang terbang dan mendarat menciptakan sebuah kawah sedalam dua meter.


"Beraninya kalian lengah!" Jenius dari dua ras segera memaki ketika melihat lawan mereka berani membagi perhatian ketika edang bertarung bersama mereka.

__ADS_1


Namun mereka juga memanfaatkan hal tersebut untuk memberikan serangan fatal pada tiga gadis tersebut.


"Anak ini!" Ne Zha berdecak kesal sebelum melesat menuju kawah tempat Han Xiao mendarat.


Ketika sampai disana, Ne Zha melihat bahwa Han Xiao tidak terkapar, pemuda itu tengah berlutut menopang tubuhnya dengan tangan.


"Makanlah." Ne Zha melemparkan pil pada Han Xiao, Pedang Lima Elemen di tangannya berkilat ketika dia menatap dingin pada Mo Yanjing.


Han Xiao segera mengkonsimsi pil dari Ne Zha, luka pada tubuhnya segera membaik, tidak ada lagi luka-luka seperti sebelumya, namun kini jubah yang digunakannya compang camping.


"Merepotkan menggunakan jubah rusak," cetus Han Xiao seraya melepas jubahnya, kini jelas seluruh struktur tubuhnya terpampang, otot-otot keras dan menonjol memenuhi sekujut tubuh Han Xiao. Hal itu sempat membuat beberapa wanita dari Ras Sayap mengeluarkan darah dari hidung mereka.


Tangan Han Xiao terlentang, di kejauhan Pedang Delapan Kejahatan bergoyang lalu terbang menuju tangan Han Xiao dan mendarat disana.


"Inilah baru sebuah pertarungan," ujar Han Xiao pada Ne Zha.


Secara koordinasi, segera dua pemuda itu menyerang secara bersamaan menuju Mo Yanjing, banyak orang menjerit ngeri ketika melihat Han Xiao dan Ne Zha menyerang Mo Yanjing, mereka merasakan aura yang dipancarkan oleh Han Xiao dan Ne Zha berada di Ekspansi Istana, tapi dua pemuda itu ingin melawan kultivator Alam Dewa? Ini bagaikan mengantarkan nyawa bagi mereka.


Namun kenyataan berkata lain, Han Xiao meluncurkan serangan yang sangat merepotkan untuk Mo Yanjing, lalu Ne Zha dengan Pedang Lima Elemen melakukan serangan beruntun dengan sangat mudah namun kuat.


Tangan Mo Yanjing terulur dan menyentuh lehernya, betapa terkejutnya dia ketika melihat darah yang menghiasi tangannya.


"Kalian berdua!" Mo Yanjing menatap penuh amarah pada Han Xiao dan Ne Zha, kini tekadnya untuk membunuh dua pemuda itu semakin menjulang, jika dua pemuda ini diberi waktu tiga sampai empat tahu, akan kemungkinan mereka sanggup membunhnya untuk membalaskan dendam.


"Di Yushu!" Ne Zha menyerukan nama Roh Alam yang dimilikinya.


Segera saja seorang bocah muncul dihadapan Ne Zha, rambutnya berwarna-warni dengan kulit putih pucat.


"Ada apa... whoaaaa!" Di Yushu segera menangkis serangan mengerikan yang datang pada mereka.


Berbagai elemen segera keluar dari tubuh Di Yushu untuk melawan kekuatan yang terpancar pada mereka.

__ADS_1


BOOOOOM!!!


Ledakan terjadi hingga menciptakan sebuah kawah besar, gelombang kejut itu membunuh banyak pasukan, baik dari Benua Api Barat ataupun Benua Angin Selatan.


Di Yushu terpental mundur beberapa langkah, sedangkan Mo Yanjing terbang dari adu serangan tadi, matanya menatap ngeri pada bocah yang kini tengah terbatuk di tangan Ne Zha.


"Apa-apaan dia itu?" Matanya segera menatap Pemimpin Ras Sayap yang kini tengah bertarung sengit dengan Presiden Wanpi.


Dari informasi wanita tersebut, hanya ada tiga kultivator Alam Dewa di Benua Angin Selatan, namun kini ada satu lagi seorang bocah kecil dihadapannya adalah Alam Dewa?


Ne Zha segera memberikan bantuan pada Di Yushu, dengan cepat Di Yushu kembali sehat seperti semula, "Kau bisa menanganinya sebentar? Kami akan mengurus yang disana dahulu," ujar Ne Zha.


"Walaupun aku kuat, aku hanya bisa bertarung secara merata dengannya selama delapan hari delapan malam, cepatlah mengurusnya," balas Di Yushu.


"Tenanglah, waktu itu terlalu lama untuk kita mengurusi para ******** celaka itu. Kuserahkan ini padamu," celetuk Han Xiao lalu melesat menuju para jenius dari Benua Api Barat.


Ne Zha mengangguk ringan pada Di Yushu sebelum melesat mengikuti Han Xiao, Di Yushu menggosok tangannya lalu menatap penuh provokasi pada Mo Yanjing, "Ayo sini kau ******** celaka! Ayah ini akan memberimu pelajaran!" seru Di Yushu.


Xiao Wushuang tertawa ketika melihat tingkah Di Yushu, sungguh melihat bocah berumur delapan tahun memaki pada orang tua dan menyebut dirinya ayah sangatlah lucu baginya.


Alis Mo Yanjing berkedut, dia sangat marah ketika mendengar provokasi dari Di Yushu, segera saja dia menyerbu unutk menyerang bocah nakal tersebut.


Di Yushu dan Mo Yanjing bertukar jurus seraya melayang terbang ke langit agar leluasa untuk bergerak, dalam waktu singkat mereka telah bertukar puluhan pukulan.


Senyum Di Yushu semakin mengembang ketika semakin lama dia bertarung bersama Mo Yanjing melawan orang yang kuat sungguh bagaikan hiburan untuknya.


Serangan tapak diluncurkan oleh Di Yushu, tapak itu berisi kekuatan dari lima sepuluh elemen yang dimilikinya, Mo Yanjing tidak melihat kekuatan mengerikan dari tapak tersebut, dia membuat sebuah mudra tangan dan menyerang balik tapak dari Di Yushu.


"Kau mencari mati." Di Yushu tersenyum kecil.


BOOOOOOOOOOOOOOOM!!!

__ADS_1


***


Update Mingguan : 11/14


__ADS_2