
Ketika Awan Darah keluar dari tubuh Han Xiao, mereka dengan rakus dihisap oleh Pedang Delapan Kejahatan, kini seluruh mata pada Pedang Delapan Kejahatan terbuka, aura kejahatan menyerebak keluar memenuhi Pantai Selatan.
Mo Yanjing dan pasukannya terkeju tketika merasakan aura mengerikan yang terpancar, dan lebih pasti adalah aura itu diarahkan pada mereka.
"Yu Mao, kau harus memberiku penjelasan setelah ini!" Mo Yanjing menatap penuh amarah pada wanita pemimpin dari Ras Sayap. Yu Mao.
Dengan segera Mo Yanjing bergegas keluar dari kabin kapal dan melihat kearah pusat dari aura mengerikan ini, napasnya tertahan ketika melihat dua sosok pemuda yang tidak asing baginya kini tengah melayang tak jauh dari kapal mereka. Hal mengerikan adalah kekuatan yang terpancar dari kedua pemuda tersebut, yang satu memiliki pancaran kekuatan negatif lalu yang satunya memiliki kekuatan positif.
"Mo Yanjing! Kau akan merasakan amarahku!" Han Xiao berteriak kencang, suaranya bergema hingga bahkan membuat kapal-kapal dari Benua Api Barat berguncang keras.
"Apa-apaan! Hanya teriakannya tapi mengguncang seluruh kapal?!" Seorang kultivator dari Ras Pola Hantu bergidik ketakutan oleh kekuatan yang terpancar dari Han Xiao dan Ne Zha.
Dua pemuda itu kini bagaikan seorang dewa, yang satu dewa jahat dan satu dewa baik. Penampilan mereka sungguh mengesankan baik bagi lawan atau kawan.
Tangan Han Xiao terangkat, Pedang Delapan Kejahatan yang telah menghisap rakus kini diangkat oleh Han Xiao, mata pemuda itu menjadi berwarna biru dan terlihat sangat dingin.
"Tebasan Kejahatan!" Han Xiao menebas dua kali secara vertikal dan horizontal kearah kapal-kapal dari Benua Api Barat.
"Apakah kau bercanda?! Hahahaha." Para pasukan dari dua ras tertawa ketika melihat Han Xiao menebas kearah mereka, mereka mengetahui seberapa kuat kapal perang milik ras mereka, jadi tidak mungkin untuk Han Xiao melukai mereka dengan serangan seperti itu.
Sebuah senyum dingin terbentuk pada bibir Han Xiao, cahaya dari tebasan terus berjalan hingga membentur dengan puluhan kapal milik pasukan Benua Api Barat.
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!!
Ledakan besar terjadi, kapal-kapal itu meledak dan hancur ketika ditabrak oleh cahaya tebasan Pedang Delapan Kejahatan, pasukan dua ras yang tadinya menertawakan Han Xiao kini mereka semua mati dibawah serangan Han Xiao.
__ADS_1
Di tempat lain yang tidak terkena oleh serangan Han Xiao, Mo Yanjing menatap penuh keterkejutan pada serangan Han Xiao, dia sendiri bahkan akan kesulitan untuk menghancurkan lima kapal sekaligus, namun Han Xiao saat ini menghancurkan puluhan kapal mereka!
Belum sempat Mo Yanjing bereaksi, kini Ne Zha tengah membuat mudra tangan dan melancarkan serangan terkuatnya.
"Tapak Lima Elemen!"
Segera saja Lima Elemen utama yang berada di punggung Ne Zha berkumpul memberikan kekuatan yang sangat mengerikan pada tangan Ne Zha, pemuda itu membentuk mudra tangan secara beruntun dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata.
Tiba-tiba langit malam terbelah dan muncul lima cahaya dari lima elemen dari laingit, lima tapak raksasa dengan kekuatan lima elemen jatuh kearah kapal pasukan Ras Sayap dan Ras Pola Hantu.
Mo Yanjing dan sembilan Alam Dewa lainnya tidak ingin kehancuran kapal mereka terulang kedua kalinya, sehingga mereka segera bergegas mengeluarkan serangan terkuat mereka untuk melawan serangan tapak mengerikan dari Ne Zha.
"Tidak akan kuberi kesempatan," suara Han Xiao sangat dingin dipenuhi hawa membunuh, Pedang Delapan Kejahatan pada tangannya segera terayun dan mengeluarkan sinar tebasan menuju Mo Yanjing dan sembilan orang lainnya.
BAAAAAAAAM!!!!
Mo Yanjing dan lainnya tidak sempat memberikan serangan pada tapak Ne Zha karena serangan Han Xiao telah mendarat pada mereka terlebih dahulu, mereka dengan pahit harus melihat pasukan mereka kini telah berkurang ribuan dalam kurang dari sepuluh menit.
"Apakah mereka manusia?!" Seorang kultivator dari Ras Pola Hantu mengutuk ketika merasakan serangan Han Xiao sungguh mematikan, dia percaya jika dia menerima seluruh serangan itu sendiri. Maka kematianlah yang menantinya.
"Sulit untuk mengatakan mereka manusia sedangkan tampilan mereka kini layaknya dewa." Yu Mao tersenyum kecut.
Fu Daiyu, Kaisar Yang Qian, Tiga Petapa, dua orang Suci dan dua Presiden Akademi kini terbang dan melayang tepat di belakang Han Xiao dan Ne Zha, mereka terkagum-kagum oleh kekuatan yang ditunjukan oleh Han Xiao dan Ne Zha.
"Kalian boleh membunuh siapapun, tapi Mo Yanjing dan keturunannya akan menjadi bagianku," ujar Han Xiao lalu menerjang maju kedepan.
__ADS_1
Ne Zha pun melakukan hal yang sama, dia menyerbu dengan Han Xiao untuk menghabisi kultivator dari dua Ras, Kaisar Yang Qian dan lainnya juga ikut bergegas untuk menyerang bersama Han Xiao dan Ne Zha.
Pertempuran sekali lagi pecah, berbeda dari sebelumnya, perang kali ini menjadi lebih intens dan mengerikan.
Han Xiao yang sedang dibakar oleh amarah sungguh bagaikan dewa pembantai, ayunan pedangnya selalu berhasil mencabut ratusan nyawa. Dengan Esensi Darah dan Qi yang terus menerus masuk kedalam tubuhnya dari para mayat, Han Xiao adalah eksistensi paling menakutkan dalam perang ini.
Ne Zha disisi lain tidak bisa dianggap remeh, serangan dari berbagai elemen darinya sangatlah menakutkan, satu serangan sanggup membunuh ratusan musuh, para pasukan dari Benua Angin Selatan bahkan ragu jika mereka dibutuhkan karena ada dua keberadaan yang seperti dewa tersebut.
"Kekuatan Mutlak! Ini adalah Kekuatan Mutlak!" Mo Yanjing dan Yu Mao tersentak ketika menyadari kekuatan dari Han Xiao dan Ne Zha.
"KALIAN SEMUA AKAN MATI!!! RASAKAN AMARAHKU HAN XIAO!!!" Han Xiao berteriak gila ketika terus menebaskan Pedang Delapan Kejahatan pada pasukan dua ras.
"Kita harus menghentikan mereka berdua, jika tidak seluruh pasukan kita akan mati dengan cepat!" Mo Yanjing berteriak, lalu sebuah cahaya keluar dari dalam kapal.
"Kalian sungguh menyedihkan," ucap seorang pria yang muncul dari dalam cahaya tersebut.
Mo Yanjing dan Yu Mao segera bersujud memberikan hormat pada sosok tersebut, "Mohon leluhur untuk membunuh dua pemuda tersebut."
"Hmph!" Pria itu mendengus sebelum melesat menuju arah Han Xiao dan Ne Zha yang kini tengah melakukan pembantaian.
Disisi lain Kaisar Yang Qian dan lainnya tengah bertarung sengit untuk saling membunuh, ini adalah pertarungan yang akan menentukan akhir perang.
Sebuah cahaya merah darah menguar dari tubuh Han Xiao dan masuk kedalam tubuh Kegelapan Suci dan Petapa Gila, tiba-tiba kekuatan mereka berdua meroket, Ne Zha juga melakukan hal yang sama dan memberikan kekuatan besar pada Fu Daiyu dan Kaisar Yang Qian.
"Sudah berakhir nak waktu bermain kalian." Pria leluhur dari Ras Pola Hantu muncul dihadapan Han Xiao dan Ne Zha lalu memberikan sebuah serangan pada dua pemuda tersebut.
__ADS_1
***
Bonus update : 1/4