
Sebab Ne Zha dengan mudah memberikan Mon Cie Alat Setengah Dewa adalah karena dia memilikinya, didalam Cincin pemberian Harimau Suci setidaknya ada tiga Alat Setengah Dewa, tapi hanya dua yang berguna baginya. Namun tidak dia buang, mengingat ada kemungkinan besar di masa depan mereka akan membutuhkannya.
Alat Setengah Dewa yang tidak berguna bagi Ne Zha itu adalah sebuah pedang, tapi tidak tajam. Bahkan tumpul seperti sebuah mainan. Han Xiao yang mengerti penempaan serta berbagai Rune Formasi memberitahu pada Ne Zha bahwa itu adalah sebuah kunci. Ada kata tapi sekali lagi dalam kepala Ne Zha. Kunci apa itu? Apa gunanya kunci jika tidak ada benda yang akan dibuka? Belum lagi Han Xiao mengatakan kunci ini haya bisa membuka pasangannya. Berarti itu bukan Alat Setengah Dewa yang bisa membuka apapun.
Ne Zha yang sebelumnya risau dan khawatir kini memilih untuk berkultivasi, setidaknya itu akan membuat dirinya teralihkan pada hal lain.
Disisi lain Han Xiao sudah menjalankan rencananya, dia kini berada di Alam Kejahatan, akan sangat membuat keributan jika dia menempa di kamar. Maka dari itu Han Xiao memilih untuk datang ke Alam Kejahatan.
Tentu saja Han Xiao datang ke Alam Kejahatan juga memiliki tujuan yang lain, dia ingin bertanya pada lelaki pemilik Mata Mimpi Buruk.
Biasanya pemilik Mata Dewa akan merasakan pemilik Mata Dewa lainnya.
Bukan tanpa alasan Han Xiao dan Ne Zha mengumpulkan Mata Dewa, itu karena musuh yang paling merepotkan adalah para pemilik Mata Dewa ini di masa depan, sangat beruntung bahwa Mata Dewa hanya terdapat dua pasang setiap jenisnya. Jika tidak, itu sungguh benar-benar merepotkan.
Dirinya dan Ne Zha telah mendapatkan Mata Ilusi dan Mata Mimpi Buruk, sebelumnya Ne Zha memberitahu keberadaan Qin gadis kecil pemilik Mata Takdir, seharusnya gadis itu masih berada di Bintang Binatang Buas. Sempat Han Xiao meminta pada Ne Zha agar mengikuti mereka. Dengan begitu mereka tidak akan kesulitan mencarinya di masa depan.
Namun berkat pengingat Ne Zha bahwa pemilik Mata Takdir memiliki penglihatan terbaik dari siapapun, Han Xiao memilih untuk mencari Qin. Benar, nanti Qin akan menemui mereka jika Qin mendapatkan pandangan kedepan. Jikapun tidak, mereka berdoa agar Qin tidak berpihak dengan musuh mereka. Mata Takdir adalah yang paling merepotkan diantara Mata Dewa lainnya.
Juga ada Jiu San yang memiliki Mata Herbal, gadis itu sendiri sudah diamankan di Akademi, sehingga tidak akan sulit mencarinya. Sungguh sebuah keberuntungan besar!
__ADS_1
Satu hari penuh Han Xiao gunakan untuk memperbaiki Alat Setengah Dewa, memperbaiki tidak sesulit membuat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama bagi Han Xiao, dia selesai memperbaiki lima Alat Setengah Dewa. Tapi tentu saja Han Xiao tidak memperbaiki sepenuhnya, masih ada cela disana. Bagaimanapun senjata itu akan jatuh pada tangan orang lain yang bisa jadi musuh mereka.
Han Xiao tidak ingin memperkuat musuhnya, dia hanya menginginkan uang! Transaksi di Alam Dewa masih sama menggunakan Koin Kristal, tapi disini memiliki tingkatan yaitu rendah, menengah dan tinggi.
Koin Kristal yang didapatkan dari Bintang Maklhuk Buas rata-rata hanyalah di tingkat rendah dan menengah, tentu saja Han Xiao dan Ne Zha memiliki Koin Kristal tingkat tinggi dari peninggalan Harimau Suci.
"Ini adalah tabunganku, aku akan mendapatkan barang-barang di lelang dengan menjual barang-barang ini." Han Xiao menatap tumpukan Koin Kristal lalu menatap lima Alat Setengah Dewa yang barusaja dia perbaiki.
Pada akhirnya Han Xiao keluar dari Alam Kejahatan, jika hari baru terlewat satu hari. Maka masih ada dua hari lagi, Han Xiao sungguh tidak sabar untuk menantikan Lelang dan mendapatkan Plat Ungu.
***
Sedangkan Ne Zha merasa sangat pendek, tentu saja. Pemuda itu menghabiskan waktunya dengan berkultivasi, jadi waktu tidak akan terasa baginya. Han Xiao sempat menggerutu karena tidak terpikir olehnya untuk berkultivasi seraya menunggu lelang dimulai.
"Kau terlalu panas, sehingga tidak memikirkan hal kecil," ujar Ne Zha seraya melangkahkan kaki menuju lantai paling bawah penginapan, disana terdapat restoran setelah makan. Mereka bertiga bergegas menuju Pavilium Sungai Kematian untuk mengikuti lelang.
Seperti lelang pada umumnya, Pavilium Sungai Kematian juga menyediakan ruang pribadi untuk tamu besar. Kemarin Shuiyu sudah memesan kamar pribadi dengan harga yang luar biasa besar. Gadis itu akan berpikir berulangkali jika menggunakan uangnya pribadi, tapi karena menggunakan uang Han Xiao, dia dengan senang hati memesan Ruang Pribadi tersebut.
Shuiyu menunjukan token yang dia dapat kemarin pada penjaga pintu, respon penjaga pintu itu segera berubah lebih banyak, jelas dia mengetahui arti token yang memiliki angka satu tersebut, sepanjang yang dia ketahui selama lelang, belum ada yang pernah menduduki ruang prbadi nomor satu! Itu adlah ruang pribadi paling mahal, tentu saja privasi didalamnya juga lebih baik dari yang lainnya.
__ADS_1
Penjaga itu segera memanggil dua pelayan untuk mengantarkan kelompok Ne Zha kedalam.
Ne Zha, Han Xiao dan Shuiyu dibawa ke ruang pribadi nomor satu, persis seperti ruang lelang ketika Ne Zha di Kota Kuali Merah, lebih tepatnya pelelangan di Rumah Alkemis, tapi tentu ini lebih maju lagi.
Dekorasi disana sangat elegan dan mewah, privasi disini sangat baik karena berada diatas kursi kelas bawah. Mereka juga bisa melihat lebih dekat dengan panggung. Ne Zha dan Han Xiao sendiri sudah memindai bahwa tempat ini dibangun oleh material khusus, itu bisa menolak Penglihatan Ilahi yang biasanya bisa melihat tembus pandang, serta material tersebut juga membuat ruangan kedap suara.
"Tuan dan nyonya bisa memanggil kami dengan menekan tombol rune disana, kami akan menunggu kalian dibalik pintu untuk privasi," ucap salah satu pelayan tersebut lalu pamit keluar dari ruang pribadi.
"Aku bertanya-tanya, jika kalian tidak ingin membuang waktu. Lalu membutuhkan Plat Ungu, kenapa tidak meratakan Sungai Kematian saja? Bukankah kalian akan mendapatkannya secara gratis?" Shuiyu berkata dengan santai mengeluarkan isi kepalanya yang mengganjal.
Han Xiao tersedak oleh Buah Neraka yang tengah dia makan ketika mendengarkan perkataan Shuiyu, dia menggaruk kepalanya, memang benar bisa saja dirinya dan Ne Zha meratakan Sungai Kematian, tapi itu akan membutuhkan usaha ekstra dibandingkan membantai Ras Jijian kemarin.
Bagaimanapun ini adalah Bintang tingkat lima, pasti akan ada Kultivator Alam Dewa Raja pertama setidaknya disini. Mengingat Bintang tingkat lima bahkan tidak mencapai angka ribuan disetiap Alam Semesta, mereka pasti memiliki satu penjaga di setiap bintangnya.
Seperti di Bintang yang saat ini mereka pijak, Sungai Kematian adalah kekuatan yang memiliki kultivator ranah Dewa Raja, walaupun tingkat pertama. Mereka harus diperhitungkan karena tidak mudah untuk menginjak ranah tersebut.
***
Update Mingguan : 04/14
__ADS_1