Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab314. Alam Semesta Air


__ADS_3

"Dia sudah mati, kenapa kalian terus bersembunyi?" Han Xiao menatap ke atas langit.


Ne Zha juga merasakan ketika mereka sampai, bukan hanya mereka berdua yang ada disini, lebih tepatnya bukan mereka saja yang berada di tempat ini.


"Ah kalian ingin terus sembunyi tidak masalah, tapi saranku kalian lebih baik keluar sebelum aku menarik kalian dari sana secara paksa," ceplos Han Xiao ringan.


Segera saja sebuah awan menghilang digantikan oleh dua titik kecil yang perlahan telihat jelas adalah sesosok manusia.


Han Xiao sedikit heran, sebelumnya dia menyangka bahwa sosok yang berada di dalam awan itu memiliki wujud aneh, lantaran yang ada dalam pikirannya Kaisar Alam semesta lain pasti menciptakan makhluk unik seperti Xian Chin menciptakan Ras Sayap dan Ras Pola Hantu.


"Maaf jika tindakan kami tadi meninggung, tapi kami benar-benar tidak ada niatan jahat kepada kalian," ucap salah satu sosok tersebut ketika sampai dihadapan Han Xiao dan Ne Zha.


"Apakah kalian Manusia?" tanya Han Xiao tidak menghiraukan ucapan dari sosok tersebut.


"Tentu saja," jawab sosok itu segera melepas tudung yang menutupi kepala mereka.


"Eeeeeehh..." Han Xiao terkejut ketika melihat kedua sosok itu adalah perempuan.


Dua perempuan itu terlihat lebih terkejut dari Han Xiao, "Tuan muda, apakah ini pertama kalinya kau datang ke Alam Semesta Air?" tanya salah satu dari mereka yang menggunakan jubah biru bermotifkan ombak putih.


Han Xiao mengangguk ringan untuk jawaban, "Itu benar."


"Ini takdir! Ini takdir!" seru perempuan tersebut dengan sangat senang.


Ne Zha yang berada di samping Han Xiao menggernyit heran, dia berbisik pada Han Xiao untuk menanyakan apa arti dari seruan tersebut.


"Takdir? Apa maksudmu?" tanya Han Xiao.

__ADS_1


Perempuan itu segera mengenalkan dirinya sebagai Mon Cie dan yang satunya adalah muridnya bernama Shuiya.


"Lebih baik kita bicarakan ini di tempat yang nyaman," ucap Mon Cie pada Han Xiao.


"Dimana?" tanya Han Xiao.


"Aku ada rekomendasi tempat yang bagus, atau Tuan muda ada rekomendasi?" ujar Mon Cie.


"Tempat nyaman ya? Menurutku di ranjang akan sangat nyaman," celetuk Han Xiao.


"Bawa saja kami ke tempat yang kau rekomendasikan." Ne Zha menyela celetukan Han Xiao yang mulai kemana-mana.


Mon Cie tidak marah atas celetukan Han Xiao, dia hanya tersenyum kecil. Tidak ada harapan bahkan jika dia ingin melawan Han Xiao, dia sendiri mengetahui bahwa kekuatan Gurita yang dibunuh oleh Han Xiao setidaknya berada di Dewa Sejati puncak, sedikit lagi menginjak kekuatan Dewa Raja. Tapi Makhluk mengerikan itu mati dalam sekali tepuk oleh Han Xiao.


Ne Zha dan Han Xiao dibawa oleh Mon Cie ke sebuah pulau, mereka perlu terbang selama tiga hari untuk sampai di pulau tersebut, tentu saja Han Xiao dan Ne Zha melambat karena mengikuti kecepatan terbang Mon Cie dan Shuiya, jika tidak. Mereka yakin hanya dengan beberapa jam saja merak bisa sampai di pulau ini.


Sepanjang jalan Mon Cie juga menjelaskan tentang Alam Semesta Air, seperti populasi manusia yang hanya ada sepuluh persen dari keseluruhan Ras, dan tempat tinggal Manusia seperti Pulau yang mereka datangi ini hanya berada satu di setiap Bintang.


"Tuan muda benar, tapi yang kudengar, Alam Semesta lain memiliki populasi manusia diatas tiga puluh persen," balas Mon Cie,


Mon Cie juga bercerita tentang kenapa populasi manusia di Alam Semesta Air sangat sedikit, itu dikarenakan sumber daya dan tempat tinggal.


Sudah jelas Alam Semesta Air ini sembilan puluh sembilan persen Air, juga kini yang bertahan di Alam Semesta Air adalah Manusia yang mengembangkan Unsur Air. Sedangkan Manusia yang mengambangkan Unsur lain memilih untuk berpindah Alam Semesta.


Ne Zha, Han Xiao, Mon Cie dan Shuiyu sampai pada sebuah penginapan yang juga menyediakan restoran pada lantai teratasnya.


Terlihat jelas bahwa identitas Mon Cie tidak biasa karena sepanjang jalan, banyak orang yang menunduk memberikan hormat dan memberikan tatapan kagum. Juga ketika sampai di penginapan. Pengelola Penginapan itu sendiri yang datang untuk menyambut Mon Cie.

__ADS_1


"Aku tidak perduli dengan identitasmu, tapi apa maksud dari kata Takdir yang kau katakan sebelumnya," kata Han Xiao ketika mereka sudah berada di ruangan khusus pada restoran.


Mon Cie tersenyum kecil, dia mengibaskan tangannya lalu sebuah gulungan muncul di atas meja. Tangan Mon Cie bergerak untuk mengangilnya dan memberikan gulungan itu pada Han Xiao.


Han Xiao dan Ne Zha membacanya dengan seksama, dahi mereka mengerut ketika melihat isi gulungan tersebut.


Didalam gulungan itu dikatakan bahwa kemakmuran Manusia di Alam Semesta Air akan dimulai dengan matinya Gurita raksasa milik Laut Timur oleh dua orang yang datang pertama kali ke Alam Semesta Air.


Lalu pada ramalan itu dijelaskan bahwa dua manusia yang datang itu akan berperan besar untuk melawan Ras yang mengacau manusia di Alam Semesta Air.


"Aku ingin berkata pedas saja, walaupun aku manusia. Mereka adalah Ras pribumi, jadi wajar jika mereka tidak ingin tempat mereka dihinggapi oleh Ras lain," ujar Han Xiao.


"Wajar? Mana rasa kemanusiaanmu?! Walaupun kita tidak saling mengenal, setidaknya kita berasal dari Ras yang sama, kami disini setiap hari ditindas oleh Ras yang kau sebut Pribumi itu. Apakah kau akan diam ketika melihat para perempuan dari Ras kami diperlakukan tidak baik? Jika kami tidak kuat, kami perempuan akan dilecehkan! Untuk para lelaki, mereka akan dipekerjakan seperti binatang yang tidak mengenal waktu serta lelah!" Shuiyu yang sedari tadi diam tiba-tiba meledak marah ketika mendengar ujaran dari Han Xiao yang terkesan enteng.


Melihat Shuiyu yang meledak, Han Xiao justru tersenyum kecil, "Lalu kenapa kalian tidak pergi dengan para Manusia yang memilih pindah Alam Semesta?"


Shuiyu terdiam. Benar, bisa saja mereka memilih pergi, tapi kenapa tidak?


"Sumber daya? Kalian yang mengolah Unsur Air memiliki keuntungan terbesar disini dibandingkan Alam Semesta lain, benar bukan?" tembak Han Xiao dengans angat tepat sasaran.


Sepasang guru murid itu terdiam, tapi itu tidak berlangsung lama karena Shuiyu kembali angkat suara, "Setidaknya bantu kami untuk membunuh orang yang pantas dibunuh, hanya itu pintaku. Aku tidak memintamu untuk membunuh seluruh Ras yang ada di Bintang ini demi kami. Manusia."


Senyum Han Xiao semakin melebar, "Aku akan membantu, tapi. Dengan apa kalian membayarku dan saudaraku ini?"


"Jika kau mau, aku bersedia menjadi budakmu selamanya demi kesejahteraan Ras Manusia di Alam ini, tidak! Cukup di Bintang ini saja." Shuiyu segera berkata dengan sangat tegas.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 58/75


__ADS_2