Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab311. Pembantaian


__ADS_3

Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan tidak hanya diam, dia juga bergerak untuk membunuh orang-orang tersebut dalam sekali serangan.


Tiga Jendral yang dikabarkan datang ke Perbatasan juga berada di aula Pavilium tersebut, api ketiga orang itu bukanlah masalah bagi Xian Xuenai dan Pemimpin Klan pembunuh Bayangan.


Perlu diingat, bisa menajadi pemimpin dari sebuah Klan yang disembunyikan, kekuatannya pasti tidak bisa dibandingkan dengan para Jendral tersebut.


Kekuatan Pemimpin Klan Pemunuh Bayangan hanya berada satu tingkat dibawah Xian Xuenai. Para Jendral itu bukanlah tandingan dirinya.


Xian Xuenai yang tengah kesal kini menjadi sebuah mesin pembantai yang membunuh orang tanpa ampun, dengan pisau di tangannya, Xian Xuenai menusuk, menyayat serta mencabik dengan tidak ada rasa kasihan sedikitpun.


Disisi lain tiga Jendral sedang berurusan dengan Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, nampak jelas mereka sangat kerepotan untuk menghadapi sosok tersebut.


Sedangkan Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan terlihat sangat santai, bahkan dia bertarung hanya menggunakan tangan kiri, tangan kanannya terlipat kebelakang. Terlihat jelas sejauh apa perbedaan kekuatan mereka!


"Selesaikan," ucap Xian Xuenai.


Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan mengagguk ringan, dalam gerakan berikutnya, dia mengeluarkan sebuah pedang pendek dari balik jubahnya.


Slash...


Craaaat...


Dalam sekali tebas ketiga tubuh Jendral tersebut terbagi menjadi dua.


Slash...


Slash...


Slash...


Rangkaian tebasan lain dilepaskan oleh Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, pada saat itu jugalah tubuh para Jendral tercincang menjadi tumpukan daging.


Pasukan Aliansi menjadi sangat ngeri ketika melihat hal tersebut, mereka hanya prajurit rendahan yang bahkan tidak lebih dari semut jika berada dihadapan para Jendral, tapi kini justru Jendral yang mereka takutkan mati tercincang oleh sesosok berjubah hitam tersebut tanpa kesulitan berarti.

__ADS_1


"Lari! Laporkan apa yang terjadi!" Seorang prajurit berteriak dan segera saja semua orang yang ada di aula Pavilium tidak menahan diri lagi, mereka berusaha dengan sekeras tenaga untuk lari dari dua malaikat pencabut nyawa itu.


Mata Xia Xuenai menjadi dingin, "Lari? Aku tidak mengijinkan kalian pergi!" seru Xian Xuenai dengan lantang.


Pada detik berikutnya semua orang berhenti bergerak kembali, Xian Xuenai sebelumnya melepaskan mereka dari jeratan agar terhibur, tapi siapa sangka orang-orang itu sungguh menyedihkan. Bahkan tidak sanggup menahan gelombang serangan kecil dari dirinya.


Ketika waktu terhenti, Xian Xuena mengagguk pada pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, keduanya tiba-tiba menghilang lalu dua tarikan napas kemudian muncul lagi.


Xian Xuenai menjenjikan jarinya, waktu kembali normal, tapi tidak bagi pasukan aliansi, mereka semua menjadi tumpukan bubur daging yang dicincang.


"Ah setidaknya ini bisa melegakan suasana hatiku sedikit, ayo pergi." Xian Xuenai terbang kembali kearah Kamp Bintang miliknya.


Sesampainya di kamp, Xian Xuenai memerintahkan jendralnya untuk menggunakan Pemusnah ruang, tugas tersebut segera dilakukan.


Jendral segera mengarahkan prajurit untuk menghancurkan Ruang tempat kamp Bintang Aliansi.


Di pavilium kamp Bintang, Xian Xuenai tertawa kecil melihat pemandangan indah didepannya, ledakan sebuah Bintang yang terhisap oleh ruang sangat menakjubkan!


Tangan gadis itu melambai seolah mengucapkan selamat tinggal, tapi pandangannya terfokus pada suatu arah.


***


"Sialan! Dasar Lacur!" pekik seorang gadis ketika melihat layar proyeksi dihadapannya.


Pada layar tersebut terdapat seorang gadis berjubah merah yang sangat pas dengan tubuhnya tengah tersenyum lebar, terlihat sangat manis. Tapi bagi gadis tersebut, senyum itu adalah sebuah penghinaan!


"Xuenai! Aku sendiri yang akan datang dan membunuhmu!" teriak gadis tersebut lalu melangkahkan kaki untuk keluar dari ruangan.


Namun belum sempat dia keluar dari pintu, seseorang yang baru saja masuk segera menahan gadis berjubah ungu polos tersebut.


"Kenapa terseburu-buru? Santai sedikit, itu hanya sebuah umpan. Kenapa kau semarah ini?" sosok yang baru datang itu adalah seorang gadis yang terlihat sangat lembut, dibalut oleh jubah putih ringannya, dia terlihat sangat menawan belum lagi paras gadis tersebut sungguh luar biasa cantik.


Bukannya tenang, gadis berjubah ungu itu semakin kesal ketika melihat gadis yang menghadangnya, "Umpan menurutmu? Jelas ini penghinaan!" ketus gadis berjubah ungu tersebut.

__ADS_1


Gadis berjubah putih itu tersenyum lembut, "Bukankah jelas itu sebuah umpan? Xuenai berani datang seorang diri ke Kamp Bintang menunjukan bahwa kekuatannya sudah melampauiku, aku yakin. Kau sendiri akan kerepotan melawan tiga Jendral sekaligus. Tapi dia? Hanya menggunakan bayangannya saja sudah membunuh tiga Jendral sekaligus," tutur gadis berjubah putih itu.


"Ingat, walaupun kita sangat kuat, tapi kultivasi Xuenai masihlah lebih tinggi dua tingkat dari kita, jangan sembrono. Hanya tangan kanan dari Kaisar yang bisa berhadapan secara langsung dengannya, itupun aku tidak menjamin tiga tangan kanan Kaisar bisa membunuh Xuenai," lanjut gadis berjubah putih itu dengan nada yang sangat lembut dan tenang.


Gadis berjubah ungu mendengus kesal, kini dia tersadar, walaupun dia jenius yang menjadi murid langsung dari Kaisar Alam Semesta, tapi dia masihlah jauh jika dibandingkan dengan Xian Xuenai.


"Bersabarlah, biarkan Xuenai semau hatinya, kirim saja prajurit menengah. Sisipkan satu Jendral tertinggi, kita ukur kembali kekuatannya," ujar gadis berjubah putih.


"Sesuai saranmu." Gadis berjubah ungu mengangguk ringan.


Mereka tidak menyadari bahwa bayangan yang mereka lihat adalah pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, itu karena Klan Pembunuh Bayangan memiliki sebuah jurus yang bisa mengubah penampilan dengan sempurna, layar proyeksi yang dimiliki oleh gadis berjubah ungu itu sangat istimewa, jika ada orang yang menyamar, itu akan segera terketahui. Tapi dengan Jurus istimewa Klan Pembunuh Bayangan, itu semua lolos.


Sehingga dua gadis itu mengira bahwa yang membunuh tiga jendral adalah Xian Xuenai.


***


Kembali di Pavilium kamp Bintang, Xian Xuenai tertawa dengan sangat puas, semua langkah sudah disusun olehnya.


"Ah kau sangat cerdas, akan sulit memancing satu jenius untuk dibunuh. Aku sungguh menantikan bertemu denganmu," kekeh Xian Xuenai.


"Nona memanggil kami?" Para Jendral muncul dan berlutut di belakang Xian Xuenai.


Xian Xuenai mengambil kue di sampingnya lalu memakannya secara perlahan, setelah menelan kue tersebut, barulah Xian Xuenai berkata, "Ada kemungkinan besar mereka akan mengirim Jendral Tertinggi, seharusnya itu bisa kalian tangani. Aku memiliki kejutan lain untuk mereka, ingat. Bunuh secepat mungkin Jendral tertinggi mereka," ujar Xian Xuenai.


"Aku sedikit tidak yakin, aliran waktu kedepan ini sangat kacau sehingga aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Jadi tugas ini kuberikan pada kalian, bunuh Jendral tertinggi, dengan begitu kemenangan sudah pasti," terang Xian Xuenai.


"Siap laksanakan!" seru para Jendral dengan sangat tegas.


Xian Xuenai melambaikan tangannya menandakan agar pada Jendral pergi, ketika Jendral pergi, sosok berjubah hitam datang. Dia adalah Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan.


***


Update Mingguan : 14/14

__ADS_1


Update Merdeka : 55/75


__ADS_2