
Benua Angin Selatan kini tengah diramaikan oleh sebagian besar alat terbang yang meluncur dari berbagai arah menuju tengah benua.
Sekte serta berbagai kekuatan dari kecil hingga besar telah mulai bergerak menuju Akademi, waktu perjalanan akan sangat panjang karena beberapa merasa bahwa pertarungan besar akan terjadi. Ya, memang Pertarungan Keajaibanlah yang akan terjadi.
Sebuah kapal terbang berwarna biru yang terlihat seperti dibuat oleh bongkahan berlian terbang meluncur dengan sangat cepat, jika dilihat lebih jelas, bukanlah berlian yang menjadi bahan utama dari kapal terbang tersebut. Melainkan sebuah Es Abadi. Kapal terbang ini adalah milik Istana Falcon Utara, bentuk kapal itu menyerupai sebuah burung yang sangat indah dan agung. Falcon.
"Ramalan orang itu benar, jika saja aku tidak mengirim Xing'er untuk berpetualang ke selatan, maka sulit baginya untuk menembus Ekspansi Istana dan mendapatkan Istana Surga dalam waktu yang dekat seperti ini." Patriark Donghai menghela napas panjang saat mengingat seorang anak kecil yang sempat dia bantu.
***
"Zha tambah lagi kecepatannya! aku ingin cepat sampai dan tidur nyenyak," ucap Han Xiao seraya memasukan tofu pada muutnya.
Kini mereka sudah berada di perbatasan antara Kekaisaran Yang dan Hutan Gelap, Titan sudah mereka salip dua hari yang lalu. Perkiraan Han Xiao jika Ne Zha memakai kecepatan saat ini maka akan membutuhkan satu minggu untuk sampai di Akademi.
Jika ada orang di dunia lama Han Xiao dan Ne Zha melihat kecepatan mereka saat ini, kemungkinan besar bola mata orang itu akan keluar dari tempatnya, jika dibandingkan ini akan melebihi kecepatan sebuah Jet tempur dalam kecepatan maksimal. Namun Han Xiao masih berkata bahwa mereka akan membutuhkan waktu satu minggu untuk sampai di tengah benua. Bisa dibayangkan sebesar apa Benua Angin Selatan.
Walaupun kecepatan Kuai You Shengqi saat ini sangatlah mengerikan, namun nyatanya didalam kabin semua terasa sangatlah lamban dan normal saja. Maka dari itu mereka masih bisa sempat makan dengan hidangan yang berkuah.
Ne Zha menghentikan laju Kuai You Shengqi lalu menatap Han Xiao, "Kau yang mengemudi," ujarnya lalu turun.
Han Xiao tersenyum lebar, segera dia berpindah menuju kursi kemudi. Setelah Ne Zha duduk dia segera mengaktifkan rune dan melesat dengan kecepatan cahaya.
Para gadis tercengang saat melihat pemandangan diluar jendela Kuai You Shengqi menjadi buram, bahkan saking cepatnya mereka yang merupakan kultivator tidak bisa melihat dengan jelas, hal yang membuat mereka berdecak kagum adlah kabin tetaplah seperti sebelumnya. Tidak ada goncangan sedikitpun.
__ADS_1
"Berpetualang dengan mobil yang indah, di angkasa rayaa... Kuai You Shengqi..." Han Xiao bersenandung seraya mengemudikan Kuai You Shengqi.
Sementara itu Ne Zha kini sudah mulai terlelap untuk tidur, Ren Yanyu sendiri mengikuti abangnya yang tengah bersenandung ria.
"Hais... Dia hendak mengikuti sebuah Pertarungan namun seperti tengah pergi berliburan," kata Bi Jiao seraya menyuapkan dimsum pada mulutnya.
"Huum..." sahut Xia Shiva.
Han Xiao sepertinya tidak peduli dan terus bersenandung ria dan sesekali menyuapkan kacang pada mulutnya.
Perjalanan mereka sangat tenang dan damai sebelum tiba-tiba sebuah kapal besar menghadang perjalanan mereka. Han Xiao bisa saja mengelak namun sebuah serangan yang diluncurkan pada Kuai You Shengqi membuat pemuda itu menghentikan laju mobil terbang tersebut lalu memicingkan matanya nyalang. Ne Zha yang tertidurpun kini terbangun lalu menatap pada kapal besar tersebut dengan penuh kekesalan karena tidurnya diganggu.
"Ah tidak hancur? Bagus sekali kendaraan terbangnya, aku menginginkan itu!" suara seruan terdengar oleh telinga dua pemuda tersebut.
"Kalian tetap diam didalam sini, jangan ada yang keluar. Pertahanan Kuai You Shengqi tidak akan bisa dihancurkan selain oleh orang yang memiliki kultivasi Alam Dewa," titah Han Xiao lalu dia keluar dari kabin setelah mengangguk pada Ne Zha untuk memberi tanda.
"Hey kalian pemilik kendaraan terbang itu? Serahkan itu padaku, aku menginginkannya!" seru pemuda itu penuh dengan kearoganan dan nada yang memerintah.
Alis Han Xiao berkedut ringan, wajah riangnya terlihat sekali sedang menahan kesal, Ne Zha yang melihat ekspresi Han Xiao segera menatap penuh kasihan pada pemuda yang berteriak tersebut.
"Berdoalah agar dewi keberuntungan memberi keajaiban padamu setelah mennyinggung dewa pembantai yang satu ini," batin Ne Zha saat menatap pemuda berjubah emas disana.
''Apakah kalian tuli?!" pekik pemuda itu.
__ADS_1
Keributan itu segera mengundang perhatian orang-orang yang sedang berada di kapal besar tersebut, berbondong-bondong mereka melihat siapa yang sedang diteriaki oleh pemuda tersebut.
BOOOOOOM!!!
Han Xiao tanpa pikir panjang segera meluncurkan serangannya pada arah pemuda itu, ledakan besar terjadi sehingga bahkan membuat kapal besar itu terlubangi.
"Cih... untuk sekte besar kalian sungguh menyedihkan memiliki kapal rongsokan seperti ini," ejek Han Xiao penuh dengan provokasi.
Pemuda yang tadi berteriak itu terkejut, dia berhasil menghindari serangan dari Han Xiao. Namun dia sangat terkejut ketika Han Xiao berhasil membuat sebuah lubang besar pada kapal terbang, sebagai anggota sekte. Tentu saja da mengetahui seberapa kuat pertahanan kapal terbang ini, namun ditangan pemuda dihadapannya ini bisa hancur dalam serangan tunggal?
"SIAPA YANG MEMBUAT KERIBUTAN PADA KAPAL SEKTE JURANG RACUN?!!!" Sebuah teriakan marah terdengar dari dalam kapal, lalu sesosok pria berjubah ungu datang keluar danmuncul tepat pada bagian dimana Han Xiao membuat lubang.
"Ah kalian, sebelumnya kalian yang pertama berjanji padaku untuk tidak berbuat semena-mena, namun sepertinya kalian jugalah yang melanggar janji itu pertama dibandingkan dengan sekte lain." Han Xiao memicingkan matanya sementara Ne Zha menatap dingin pada sosok yang baru saja datang, orang itu memiliki kultivasi Alam Inti Kosong puncak yang sudah dipastikan dialah Patriark dari sekte ini.
Tubuh pria tua itu segera terdiam ketika mendengar perkataan santai Han Xiao, dia menatap lekat pada Han Xiao sebelum tubuhnya bergetar ringan. Pria itu segera menatap pemuda berjubah emas lalu mengutuknya dalam hati.
Sekte Jurang Racun adalah sekte yang tergabung dalam penyerangan Han Xiao yang berakhir dengan mereka berjanji dengan tidak ingin melakukan hal semena-mena lagi atau mereka akan dihancurkan oleh Han Xiao yang diyakini merupakan murid dari Petapa Gila.
Baru saja mereka mendapatkan seorang jenius yang berhasil mendapatkan Istana Surga, pemuda berjubah emas itulah yang dimaksud. Namun karena pencapaiannya pemuda itu menjadi besar kepala dan melupakan peringatan dari Tetua Agung mereka untuk tidak berbuat semena-mena.
"Aku sedang terburu-buru, untuk saat ini aku tidak akan melakukan pemusnahan pada kalian, namun." Tangan Han Xiao melemparkan sesuatu dan dengan tepat masuk kedalam mulut pemuda berjubah emas tadi dan langsung tertelan kedalam perutnya.
"Jaga prilaku muridmu, jika lain kali kau berbuat lagi. Kupastikan tubuhmu meledak." Han Xiao mengatakan bahwa yang dia lempar adalah sebuah pil yang bisa dikendalikannya, jika pil itu larut sedikit saja maka tubuh pemuda itu tidak aka sanggup menahan Qi didalamnya dan akan meledak.
__ADS_1
***
Crazy Up Awal Arc 3 : 2/9