Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab182. Pemenang


__ADS_3

Kondisi Han Xiao dan Ne Zha sungguh buruk, mereka terluka parah dan juga lengat mereka retak, belum lagi terdapat banyak lubang pada tubuh mereka. Pasukan Aliansi segera berseru senang ketika melihat orang terkuat dalam Pasukan Penguasa Generasi kini telah ditekan oleh pemimpin mereka.


"MATI KALIAN!!!" Yin Cheng dan lainnya berseru keras lalu mengeluarkan Ilmu Sihir lainnya yang tak kalah mengerikan darisebelumnya.


Begitu pula dengan Linghun Jundao, dia juga mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk menghabisi han Xiao dan Ne Zha.


***


"Hais... Ini akhirnya? Mereka terkalahkan?" Wanita petinggi Akademi itu menatap penuh sayang pada layar proyeksi.


Pria disampingnya tidak menjawab, dia terus memperhatikan layar proyeksi karena merasa ada suatu hal yang janggal.


***


"Mereka akan kalah?" Dekan Li menatap layar proyeksi penuh ketegangan.


"Hey, lemaskan tubuhmu, sungguh memalukan sekali," cetus Dekan Meili melihat ketegangan Dekan Li.


Dekan Li tersenyum kecut, jika dia bisa maka dia tidak akan setegang ini. Pertarungan yang ditunjukan oleh Han Xiao dan Ne Zha membuatnya tegang, tidak pernah dia menonton pertarungan antar Ekspansi Istana yang sangat menakjubkan seperti yang ditunjukan oleh pasukan Penguasa Generasi.


Disisi lain seorang gadis cantik berjubah merah yang tidak dirasakan kehadirannya oleh para Dekan justru tersenyum kecil.


"Kalian nakal eh? Sungguh menipu jutaan orang yang menonton," kekeh gadis tersebut seraya menonton layar proyeksi. Disana Han Xiao dan Ne Zha sudah menerima serangan dari para jenius.


Tubuh kedua pemuda itu kini hancur, lengan mereka hilang, kaki mereka berantakan.


Namun segera kejadian aneh terjadi pada tubuh Han Xiao dan Ne Zha, dau tubuh yang hancur itu secara perlahan menjadi serpihan.


Tubuh Ne Zha menjadi serpihan lima warna dan terbang membentuk burung Phoenix, sedangkan tubuh Han Xiao menjadi sebuah pusaran berwarna merah darah kemudian menjadi seekor Naga.


Dua makhluk suci tersebut terbang menuju dua arah, juga ada dua Phoenix lain dan Naga lain yang terbang bersama kedua makhluk tersebut menuju dua arah yang berbeda, timur dan barat.


Pandangan jenius Istana Surga mengikuti tiga Naga dan tiga Phoenix tersebut, perasaan mereka yang sebelumnya senang karena berhasil membunuh Han Xiao dan Ne Zha tiba-tiba menghilang dan digantikan oleh rasa tidak nyaman.


BOOOOM!!!


Dua serangan mengerikan terlempar dari arah barat dan timur, pasukan Aliansi yang belum sempat bereaksi segera terbunuh, bukan hanya puluhan, tapi ratusan! Pasukan Aliansi segera berkurang sangat drastis dari serangan tersebut.

__ADS_1


"Hahahaha... kalian memang pantas disebut jenius!" suara tawa nyaring terdengar dari arah barat.


Sosok pemuda berjubah santai dengan warna rambut kebiruan terbang memasuki medan perang bersama empat orang dibelakangnya.


"Ayo lakukan!" seru Han Xiao dan Ne Zha bersamaan.


Empat orang yang mereka bawa dari dua sisi segera menyebar, mereka sebelumnya telah mengajarkan pada empat orang yang mereka bawa sebuah teknik pengahuncuran tingkat tinggi.


Teknik ini membutuhkan sepuluh orang dari dua sisi ujung dan ujung pasukan yang hendak dihancurkan, timur dan barat ini adalah hal yang sangat sesuai.


"Pemusnahan Surga!" seru sepuluh orang tersebut bersamaan.


Tiba-tiba sebuah formasi rune besar membentang diseluruh medan perang.


DUAAAAAAR!!!


BOOOOOOOM!!!


Petir dan berbagai elemen lain segera turun dari langit, tidak ada yang bisa menyelamatkan diri dari serangan mengerikan milik Han Xiao dan Ne Zha, semuanya berada dibawah kontrol dua pemuda tersebut.


Han Xiao dan Ne Zha mengontrol agar teknik ini tidak menyentuh pasukan Penguasa Generasi, biarpun mereka terkena namun itu segera menembus tubuh pasukan Penguasa Generasi. Tidak melukai mereka.


Para jenius itu justru memiliki ekspresi pahit, singguh naif pikiran mereka berharap bisa mengalahkan tim Penguasa Generasi jika pemimpin tim tersebut saja sudah cukup memusnahkan mereka.


Kini mereka hanya bisa merutuki nasib buruk saja karena sudah melompat masuk dalam perangkat yang sudah diatur oleh Han Xiao dan Ne Zha.


Pemusnahan Surga berlangsung singkat, tapi itu sudah cukup untuk meratakan para Jenius dari kekuatan menengah dan besar tersebut. Suasana ketika Penghancur Surga selesai sangat hening, hanya ada sepoi-sepoi angin lembut yang meniup semilir dalam keheningan.


"Berakhir?" Yang Shui menatap pada sekelilingnya, kini sudah bersih tidak ada satupun pasukan Aliansi.


"Hahaha... Bagaimana Shui? apakah teknik tadi keren?" suara Han Xiao membuat yang Shui terlnonjak kaget karena tiba-tiba pemuda itu muncul disampingnya.


"Kepalamu keren! Bagaimana jika kita juga terkena?!" pekik Yang Shui.


Suasana segera menjadi cari karena pertengkaran Yang Shui dan Han Xiao, banyak orang mengetahui kini Yang Shui ternyata memiliki sisi yang seperti itu ketika bertemu Han Xiao.


"SELAMAT TIM PENGUASA GENERASI, DENGAN INI KALIAN SUDAH RESMI MENJADI PEMENANG TERBESAR YANG MENUDUDUKI NOMOR 1 DAN MENCETAK SEJARAH PERTARUNGAN KEAJAIBAN!" suara Dekan Meili segera bergema diseluruh dimensi tersebut.

__ADS_1


"UNTUK TIM YANG BERALIANSI DENGAN TIM PENGUASA GENERASI JUGA SELAMAT, KALIAN AKAN SEGERA DIKELUARKAN DARI DIMENSI KARENA SUDAH MENDAPATKAN POSISI!" lanjut Dekan Meili.


Dalam sedetik kemudian tubuh mereka menjadi cahaya dan menghilang dari dimensi tersebut.


***


"Sungguh mengerikan! bagaimana teknik itu mereka kuasai? Juga mereka telah menipu kita dengan bayangan?" Wanita petinggi Akademi terkejut ketika melihat Han Xiao dan Ne Zha muncul dan melakukan teknik Penghancuran Surga.


"Ini yang membuatku mengganjal, ternyata mereka memiliki cara untuk mengelabui layar proyeksi secara tidak sadar, kita menonton merekabertarung seolah itu adalah mereka. Tapi pada kenyataanya itu hanyalah bayangan belaka, dan yang asli tengah menyusun rencana untuk melakukan teknik Penghancur Surga. Sungguh engesankan," sahut pria disamping wanita tersebut.


"Mereka benar-benar keajaiban, segera umumkan pemenang sekarang juga," lanjut pria tersebut seraya mengirim transmisi suara pada Dekan Meili yang berada di aula utama.


***


"Hoaam... Ini seperti tidur saja." Han Xiao membuka Xuni Gongju lalu mengeliat.


"Sedikit pegal karena kita lebih dari seminggu tidak bergerak," sahut Ne Zha.


"HAHAHAHA... KALIAN ANAK-ANAKU MEMANG LUAR BIASA!!!" Kaisar Yang Qian langsung memeluk kedua pemuda tersebut dengan erat penuh senang dan semangat.


Han Xiao dan Ne Zha terkejut, tapi sesaat kemudaian mereka saling berpandangan dan tersenyum, hati mereka sangat hangat oleh perlakuan Kaisar Yang Qian.


"Ayah, kau memeluk terlalu kencang, kami sulit bernapas," omel Han Xiao.


"Aku tidak peduli, dengan kekuatan kalian, pelukanku apakah bisa membunuh kalian?" ujar Kaisar Yang Qian penuh semangat.


Dua Pemuda itu menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.


"Ayo kita menuju kamar Yang Shui dan Qianfan!" ajak Kaisar yang Qian.


Ketika mereka hendak keluar, pintu tiba-tiba terbuka. Disana ada sosok gadis dan pemuda yang berdiri penuh semangat.


"Kita menang!!!" Yang Shui dan Yang Qianfan berseru semangat sebelum berhambur juga ikut memeluk Han Xiao dan Ne Zha bersama Kaisar Yang Qian.


***


**Bonus Update : 3/3

__ADS_1


Bonus Updatenya ini diberikan sebagai ucapan terimakasih Pengetik atas suport kalian**:)


__ADS_2