Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab147. Berita Besar


__ADS_3

"Dia adalah contoh agar kalian mengetahui bahwa aku tidak berbicara omong kosong untuk menghancurkan sekte kalian di masa depan jika melanggar," ujar Han Xiao ringan pada para sekte aliran hitam.


Para kultivator itu bergidik tanpa sadar, tatapan riang hangat Han Xiao sungguh bagaikan mimpi buruk bagi mereka. Beberapa dari mereka berspekulasi bahwa Han Xiao adalah murid dari Petapa Gila karena memiliki aura kehancuran juga.


"Aku Ma Liqin mewakili Sekte Jurang Racun memastikan tidak akan melakukan hal dalam perjanjian!" Seorang wanita dari kultivator Alam Inti Kosong yang ikut menyerang menundukan kepalanya dan menyebut nama sektenya agar di masa depan Han Xiao tidak salah menghancurkan sektenya karena kesalahan sekte lain.


Tindakan wanita itu segera ditiru oleh kultivator lainnya mereka mengatakan hal yang sama dengan Ma Liqin, harus diakui memang cara berpikir Ma Liqin ini sangatlah baik.


"Baiklah, jika kalian melanggarnya maka kalian kan menanggung itu dengan sendirinya." Han Xiao tersenyum lebar.


"Sekarang kalian pergi jauh dari sini segera," lanjut Han Xiao tidak menyembunyikan nada pengusirannya.


Hanya sekejap untuk orang-orang itu pergi, mereka sungguh merasa beruntung karena tidak perlu berurusan lagi dengan dua pemuda yang sangat merepotkan itu.


Setelah semuanya pergi, Petapa Gila menepuk pundak Han Xiao beberapa kali sebelum berkata, "Sampai kapan kau membiarkan Binatang Roh tingkat 9 milikmu bersembunyi?"


Han Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Dia akan kesini sekarang."


Benar saja, sesosok Monyet berwarna emas terang yang sangat besar membawa sosok wanita pada pundaknya. Mereka tak lain adalah Po Houzi dan Nuren Yexing.


Kekuatan Po Houzi telah naik menjadi tingkat 9, menjadikan dia adalah Binatang Roh terkuat yang ditemui oleh Petapa Gila selain Binatang Roh dari Sekte Naga Roh.


"Nah nak, aku ingin mengobrol denganmu, mari kita cari tempat yang nyaman," ajak Petapa Gila.


Han Xiao tanpa ragu mengikuti Petapa Gila setelah memberikan tanda untuk Po Houzi mengecilkan tubuhnya dan duduk di pundaknya.

__ADS_1


Kini Han Xiao, Petapa Gila dan Nuren Yexing berjalan menuju kota terdekat dari tempat ini.


***


Kegemparan terjadi di seluruh Benua Angin Selatan tentang Tangan Abu membunuh pria paruh baya yang tak lain adalah Tetua Agung dari Sekte Mansion Siluman.


Juga kabar tentang kemunculan Petapa Gila yang melakukan pertarungan melawan delapan puluh kultivator gabungan dari kultivator Alam Roh dan Inti Kosong yang berakhir sebuah lelucon karena Petapa Gila hanya menggerakan Klon miliknya.


Mata semua orang kini terbuka lebar tentang kekuatan tiga Petapa, walau selama ini mereka tidak menunjukan kekuatan dan hanya sebatas rumor bahwa kekuatan mereka tidak bisa diukur. Dengan ini mereka bia menghitung setidaknya membutuhkan lima kali lipat dari jumlah kultivator yang pada saat itu menyerang Petapa Gila.


Semua juga menyadari kekuatan yang sangat besar dari Akademi Naga dan Phoenix karena memiliki dua Petapa. Yaitu Petapa Sitar dan Petapa Api.


Total dua puluh Sekte aliran hitam yang terlibat dalam pertarungan tersebut segera memberikan sebuah perintah untuk tidak bertindak semena-mena atau sekte akan menghadapi kehancuran.


Maka dari itu kemungkinan besar jika Han Xiao ingin menghancurkan sebuah sekte maka Petapa Gila akan muncul.


Beberapa dari para petinggi sekte yang terlibat berpikir bahwa Han Xiao adalah murid dari Petapa Gila, sudah bukan rahasia bahwa yang asalnya Pangeran ketiga itu tidak memiliki kekuatan.


Spekulasi tentang Kaisar Yang Qian yang menyembunyikan kekuatan Han Xiao karena menjadi murid Petapa Gila mulai menyebar luas dan banyak orang percaya karena julukan Tangan Abu terkait erat dengan kekuatan Kehancuran yang hanya dimiliki oleh Petapa Gila di Benua Angin Selatan.


***


Saat berbagai berita tengah menyebar bagaikan air bah, disisi lain Han Xiao dan Petapa Gila tengah makan dengan santai.


"Baiklah, kita akhiri sesi ini." Han Xiao meletakan sendoknya lalu menatap Nuren Yexing dan Po Houzi yang sudah selesai makan dari tadi, porsi makan Han Xiao sungguh besar. Pemuda itu menambah berulangkali namun belum ada tanda kenyang pada perutnya.

__ADS_1


Melihat tatapan Han Xiao yang berubah, segera saja Nuren Yexing memahaminya. Dengan tangannya dia mengambil tubuh kecil Po Houzi lalu berpamitan keluar dari ruang makan pribadi tersebut.


"Nah nak apa yang ingin kau bicarakan kali ini hingga mengusir mereka?" Petapa Gila segera menatap Han Xiao dengan serius.


Han Xiao tidak merubah wajahnya sama sekali, ekspresinya masihlah riang dan santai.


"Baiklah, tidak usah berbasa-basi. Kau memiliki kekuatan Kehancuran dari sebuah peninggalan bukan?" ujar Han Xiao.


Petapa Gila segera memasang wajah yang lebih serius, tidak ada yang mengetahui asal-usul kekuatannya. Namun Han Xiao bisa mengatakannya dengan tepat seolah dialah yang memiliki peninggalan itu.


"Ya, secara tidak langsung memang peninggalan itu milikku," ucap Han Xiao seolah menebak isi kepala Petapa Gila.


Petapa Gila terkejut hingga tidak bisa mengatakan apapun, sebelumnya dia ingin menanyakan dari mana Han Xiao memiliki kekuatan Kehancuran. Karena dia sendiri mengetahui bahwa dari peninggalan tersebut hanya ada satu kekuatan Kehancuran di dunia ini.


"Didalam peninggalan sana kau pasti sudah mengetahui bahwa ada delapan kekuatan lain bukan?" ucap Han Xiao menatap Petapa Gila yang kini tengah dalam kondisi sangat terkejut.


"Jika kau ingin menjadi bagian dari pasukanku, akan kuberikan seluruh pengetahuanku tentang kekuatan kehancuran, dengan begitu kau akan menjadi yang terkuat di Benua ini tanpa harus memasuki Alam Dewa," tawar Han Xiao dengan senyum riangnya.


Kini tubuh Petapa Gila bergetar keras, jika Han Xiao hanya menebak dia mendapatkan peninggalan masih bisa dia hitung Han Xiao hanya berasumsi dan bohong. Namun mengetahui bahwa peninggalan itu tidak lengkap? Hanya dia yang mengetahui hal tersebut dan tidak akan ada lagi yang mengetahuinya karena ketika peninggalan itu dia dapatkan segera saja hancur dan menghilang.


"Siapa dirimu?!" ujar Petapa Gila dengan penuh waspada, dia baru teringat bahwa pemuda dihadapannya ini denga mudah menghancurkan kultivator Alam Inti Kosong. Sedangkan aura yang dipancarkan pemuda itu jelas Ekspansi Istana.


"Han Xiao pangeran mahkota Kekaisaran Yang, siapa lagi?" jawab Han Xiao dengan tawa.


"Kau kemanakan Han Xiao?! Cepat jawab!" Petapa Gila mengeluarkan kipasnya siap menyerang Han Xiao.

__ADS_1


__ADS_2