Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab142. Kekuatan Mutlak


__ADS_3

Ne Zha membuka matanya setelah pembukaan akhir dari lima belas Istana Takdirnya, hal yang pertama Ne Zha lihat adalah Istana Takdir dalam bentuk kecil mereka yang berputar-putar mengelilingi tubuhnya. Dengan pikirannya Ne Zha mengatur lima bela Istana Takdir agar terdiam di hadapannya.


"Hanya tinggal menaikan kultivasi ke Alam Ekspansi Istana maka aku akan memiliki kekuatan mutlak dari Dao Alam," batin Ne Zha tak bisa menyembunyikan kesenangannya, dengan masuk ke Alam Ekspansi Istana dan memiliki Istana Dao dia tidak perlu menakuti siapapun selain Enam Kaisar. Ne Zha bukan takut untuk menghadapi yang memiliki kekuatan Alam Inti Kosong, namun dia sungguh malas untuk berhadapan dengan hal yang menurutnya tidak penting.


Ne Zha membuka Penglihatan Ilahinya, dia sungguh terkejut saat jangkauan dari Penglihatan Ilahinya sangatlah jauh puluhan kilometer jarak pandangnya.


"Masih ada langkah lainnya, jangan berpuas diri." Ne Zha segera menatap Pil Dewa yang baru saja dia ambil.


Namun segera dia menggelengkan kepalanya ringan, setidakya Ne Zha harus terbiasa dahulu dengan kekuatan barunya agar tidak terjadi masalah, walau Ne Zha mengetahui tidak akan ada masalah namun tetap saja dia ingin yang terbaik pada dirinya.


"Di Yushu, kita latih tanding," ajak Ne Zha saat melihat Di Yushu yang mendekat, terlihat sebuah kejutan juga di wajah Di Yushu. Jelas dia mengetahui bahwa kutivator paling kuat di Benua Angin Selatan saja hanya memiliki sembilan Istana Takdir. Tapi tuannya ini memiliki lima belas?!


"Baik tuan!" sahut Di Yushu dengan semangat.


Ne Zha dan Di Yushu segera berjalan menuju tempat yang luas untuk melakukan pertarungan latih tanding.


***


"Apa yang kaulakukan di Sekteku huh?!" bentak seorang pria paruh baya pada seorang pemuda yang tengah menggenggam dua senjata berupa tongkat pendek di kedua tangannya.


Pemuda itu terseyum riang dan lebar menatap pria paruh baya tersebut, "Aku ingin kekuatan, apalagi?"


Pria paruh baya itu gemetar saat mendengarkan jawaban dari pemuda tersebut,  walau sekte mereka adalah sekte menengah tapi mereka terlihat menyedihkan dibawah pemuda tersebut.


Dibawah kaki pemuda riang itu terdapat puluhan mayat dan beberapa dari mereka adalah mayat Tetua Sekte, pria paruh baya itu adalah Patriark sekte ini. Dia hanya telat datang dua jam dari tempat dia berkultivasi namun saat sampai di sini banyak tetua dan murid inti mereka telah mati di tangan pemuda tersebut.


Mata pemuda itu berwarna merah darah seolah seperti dia adalah iblis yang keluar dari neraka, tampilan pemuda itu mengerikan dengan darah yang mengotori seluruh tubuhnya. Terlihat dia melakukan pembunuhan yang sangat brutal terhadap musuhnya dari tubuh mayat yang hancur dibawah serangan kedua tongkatnya.

__ADS_1


"Aku akan membuat kau membayarnya karena telah membantai sekteku!" teriak pria paruh baya itu dipenuhi amarah yang tinggi.


Pemuda itu justru tersenyum lebar ketika meliat Patriark tesebut menyerang dengan sepuluh Tetua yang mengikutinya. Pemuda itu taklain adalah Han Xiao.


"Kalian hanya debu dibawah kekuatan mutlak! Hahahahahaha!" Mata Han Xiao memicing tajam.


Tubuh Patriark dan Tetua yang menyerbu kearahnya segera terhenti di udara seolah ada tangan tak terlihat yang menahan mereka, perlahan Han Xiao menghampiri mereka semua.


"Dibawah Kekuatan Mutlak, hancurlah tubuh kalian," desis Han Xiao.


Tiba-tiba saja tubuh kesebelas orang itu hancur berantakan, hanya dengan tatapan Han Xiao bisa membunuh mereka! Setelah membuka Istana Takdir kelima belas membuat Han Xiao seperti penguasa Dao, dia bisa mengendalikan kekuatan yang berasal dari dunia. Orang yang kekuatannya dibawah Han Xiao hanya akan hancur dibawah tatapannya yang memiliki kekuatan duniawi.


Kultivasi Patriark itu berada di Alam Roh tingkat puncak, dan kini Han Xiao sudah menginjak Ekspansi Istana dan memiliki Istana Dao, jelas kekuatannya meningkat hingga menyamai kultivator yang berada di Alam Inti Kosong tingkat kedua.


Dua sosok segera menghampiri Han Xiao, sang satu adaah Monyet besar berwarna emas dan satunya seorang gadis berpesona dewasa. Mereka adalah Po Houzi dan Nuren Yexing.


"Yexing, aku sudah tak kuat," suara Han Xiao sangat parau, Tongkat Penghancur Naga telah dia simpan dalam Cincin Spasialnya.


Perkataan Han Xiao membuat sebuah rona merah muncul pada wajah Nuren Yexing, setiap kali Han Xiao menyelesaikan pembantaian maka dia akan menjadi pelepas hasrat dari pemuda riang itu. Memang selama ini saat dia melakukan hal intim dengan Han Xiao dia merasakan bahwa kekuatannya meningkat pesat.


"Kau!" Nuren Yexing mendengus saat Han Xiao meraihnya lalu membawanya pada sebuah bangunan terdekat dari tempat mereka.


***


Sudah satu bulan sejak Ne Zha membentuk Istana Takdirnya, kini dia juga berada di Alam Ekspansi Istana dan memiliki Istana Dao seperti Han Xiao. Dia sama seperti Han Xiao, memiliki kekuatan mutlak terhdap alam dan makhluk hidup.


Ne Zha hari ini mendengar kabar sebuah sekte menengah dari aliran hitam yang hancur dalam semalam, ketika mendengar bahwa pelaku adalah pemuda bersenjatakan dua tongkat, Ne Zha tertawa kecil. Sudah dia tebak itu adalah Han Xiao, hanya sahabatnya itulah yang akan melakukan hal merepotkan seperti membantai sekte dalam semalam.

__ADS_1


Kekuatan Han Xiao pasti akan meningkat pesat setelah membantai satu sekte dan mengisap banyak Qi dan Esensi Darah, tapi Ne Zha juga tidak tertinggal. Setiap langkahnya Qi akan terkumpul padanya bahkan tanpa dia harus berkultivasi, inilah istimewanya dari Elemen Roh Manual.


"Sudah waktunya untuk menemui dia lagi," batin Ne Zha lalu mengendarai Kuai You Shengqi menuju barat, tepat ke arah Kekaisaran Ming.


Sudah lama Ne Zha tidak bertemu dengan Han Xiao, dia telah mengurusi urusannya dengan Kacang tua dan juga Cao Feng yang datang dengan kakeknya Cao Shan. Saat itu Cao Shan tidak bisa berkata apapun dibawah tatapan santai dari Kacang tua.


Walau tatapan santai namun kekuatan dari Kacang tua yang sudah berada di Alam Dewa bukanlah lelucon, segera Cao Shan meminta maaf pada Ne Zha terutama Tang Dan, juga dia berjanji akan memberi pelajaran yang baik pada Cao Feng.


"Dalam dua bulan lagi Akademi Naga dan Phoenix membuka gerbang mereka, sepertinya rencana akan berjalan dengan mulus," pikir Ne Zha seraya memandang jalan yang dipenuhi oleh pemandangan hijau.


Jika rencananya telah berjalan baik di Akademi maka dia dan Han Xiao bisa berpertualang ke tempat lain di dunia yang ajaib ini.


***


**Bacotan Pengetik :


Hey yo!!! ini Crazy Update yang disponsori Album baru Blackpink!!!


Gengs tadinya Pengetik pengen ngetik 26Bab, karena angka 26 adalah angka kesukaan Pengetik. Bukan karena tanggal rilis album Blackpink ya😂 itu sih berketepatan aja.


Ya tapi takdir berkata lain, Pengetik lagi mulai ada kesibukan yaitu buka usaha. Doanya gengs!


Yo kalo mau Crazy Up mudah loh, cukup senangin hati Pengetik doang. Kayak album baru dari keempat istri (halu parah)


Dah ah sekian hatur tengkyu untuk segala suport kalian pada cerita DP ini, baik dalam bentuk hanya baca, jempol, vote atau bahkan tips.


Bonus Update : 18/18**

__ADS_1


__ADS_2