
"Ekhm..." Feng Jin berdeham ringan ketika melihat Ne Zha dan Su Lihwa yang bertindak seolah tidak ada apapun selain mereka berdua.
Wajah Su Lihwa memerah, dia segera teringat di tempat ini banyak orang. Gadis itu segera melepaskan pertautannya dari Ne Zha dan segera berlari untuk memeluk Feng Jin.
"Wah kau menjadi gadis yang luar biasa cantik!" Su Lihwa mencubit gemas pipi Feng Jin.
Feng Jin tersenyum lebar menanggapi pujian dari Su Lihwa, "Kakak ipar juga menjadi lebih cantik, tubuhmu semakin menggoda ketika matang seperti ini. Aku yakin Bang Zha sedang tidak tahan untuk bermain denganmu... Aduh..." Feng Jin mengelus kepalanya yang terkena jitakan oleh Ne Zha.
"Kau anak kecil, belajar dari mana hal seperti itu?" omel Ne Zha.
Feng Jin memajukan bibirnya kesal, "Anak kecil? Bang, jangan lupa. Adikmu ini telah hidup setengah juta tahun," protes Feng Jin.
"Kau tetap anak kecil di mata kami." Han Xiao muncul dan memberikan elusan pada kepala Feng Jin.
"Tetap aku sudah bukan anak kecil, tapi karena Bang Han mengelus ku. Aku tidak akan menganggap hal itu." Feng Jin tersenyum lebar sebelum menjulurkan lidahnya pada Ne Zha.
"Siapa Abangmu sebenarnya?" Ne Zha memprotes.
"Kalian berdua tentu saja," jawab Feng Jin dengan tawa yang sangat puas.
BOOOOOOM!!!
Han Xiao dan Ne Zha akan angkat suara, tetapi ledakan di atas langit segera menarik perhatian mereka.
"Jangan bilang kau yang memancing mereka untuk bertarung?" Ne Zha menatap Han Xiao, dia curiga saudara satunya inilah yang membuat dua Monster tingkat 22 bertarung. Mengingat Han Xiao senang membuat onar, itu bukan hal yang tidak mungkin.
"Bukan aku, tapi Xuenai. Sudah jangan bahas, ayo kita dekati mereka. Namun, pertama-tama lakukan Perubahan Tubuh." Han Xiao segera berubah kembali menjadi Manusia Naga Hitam.
Ne Zha mengangguk dan mengikuti Han Xiao untuk melakukan Perubahan Tubuh, segera saja semuanya bergerak mendekati pertarungan antara Huo dan Haima.
Sudah melebihi sepuluh tahun Huo dan Haima bertarung, dalam waktu ini mereka juga mulai mendapatkan luka. Han Xiao, Ne Zha dan lainnya terus mengamati dari samping pertarungan keduanya. Hingga sampai menginjak genap dua puluh tahun. Pertarungan itu menjadi sedikit melemah dari sebelumnya.
__ADS_1
Ne Zha dan Han Xiao saling pandang, keduanya tersenyum kecil. Pada saat berikutnya, mereka memasuki Mode Perang, Han Xiao segera dibalut oleh Jubah Merah Darah. Pedang Delapan Kejahatan serta Delapan Pulau Jahat juga muncul di kepala Han Xiao.
Ne Zha sendiri kini mengenakan Jubah putih bersih miliknya, Roda Lima Elemennya juga muncul, Pedang Lima Elemen menghias indah di tangan Ne Zha.
Kini sosok keduanya muncul bagaikan malaikat dan iblis yang berdampingan.
"Kau sudah sejauh ini Zha, aku sangat tertinggal." Han Xiao tertawa saat merasakan Aura Raja Abadi Ne Zha yang hanya sedikit lagi menuju Alam Kaisar.
"Kekuatan tidak bisa dihitung dari Kultivasi," sahut Ne Zha, perkataannya bukan tidak mendasar, aura yang menguar dari Han Xiao tidak jauh dibawahnya.
"Hahaha! Mari bersenang-senang!" Han Xiao melambaikan tangannya, pada saat itu juga sesosok Kera Raksasa muncul di sampingnya.
Ne Zha sudah mengetahui keberadaan Kong, dia juga melambaikan tangannya, sang Panda Pho muncul dan ikut menyerang bersama mereka.
Kini dua Manusia berwujud Iblis dan Malaikat dengan dua Monster tingkat 21 menyerang menuju Huo dan Haima.
"Kita hanya diam?" tanya Gouyu.
Gouyu tersenyum canggung, dia tidak sebodoh itu walaupun ada rasa tidak enak ketika hanya menonton diam.
Han Xiao, Ne Zha, Pho dan Kong kini sudah sampai di area pertarungan Huo dan Haima.
Tidak membuang waktu lagi, Han Xiao langsung melepaskan serangan paling kuat yang dimilikinya.
"Pembelah Alam!" Han Xiao memekik seraya menebaskan Pedang Delapan Kejahatan ke arah Haima.
"Tarian Lima Phoenix!" Ne Zha juga telah belajar jurus serangan baru, itu menjadi serangan terkuatnya. Ne Zha mendapatkan jurus ini dari Tablet Asal Elemen.
Serangan Ne Zha menebas dengan sangat indah, pekikan Phoenix juga terdengar ketika satu demi satu kelima tebasan Ne Zha lepaskan. Lima Phoenix dengan warna berbeda keluar dari Pedang Ne Zha dan menyerang bersama tebasan Ne Zha ke arah Huo.
BAAAAAAAAAAMMM!!!
__ADS_1
Huo dan Haima tidak pernah menghitung akan ada yang ikut campur dalam pertarungan mereka, sehingga tidak ada perlindungan ketika dua serangan mematikan itu datang ke arah mereka. Sangat telat untuk mereka bereaksi, serangan itu menghantam telak pada tubuh mereka.
"Pho! Kong! Sekarang!" Ne Zha berteriak lantang.
Pada saat itu juga Pho dan Kong menghantam kepala Huo dan Haima, mereka juga mengeluarkan Unsur mereka untuk menyerang Huo dan Haima. Pemandangan yang sangat luar biasa ketika empat Makhluk yang lebih kecil itu menyerang Haima dan Huo. Ya, Huo dan Haima sangat besar, hingga lima kali lipat ukuran dari Kong.
Haima dengan cepat bereaksi, dia menggerakan Teratainya untuk menyerang Kong. Saat ketika Teratai sedikit lagi mencapai Kong dan meremasnya. Han Xiao muncul dengan satu tebasan Teratai Raksasa itu.
Kong mendapat kode dari Han Xiao untuk mundur, tidak banyak suara segera Kera Raksasa itu mundur dari area pertarungan.
Disisi lain, Huo sedikit mudah dari Haima karena hanya memiliki satu Elemen, dia kebal terhadap Phoenix Api, tetapi tidak dengan empat lainnya. Serangan dari Tarian Lima Phoenix langsung membuat Huo tersungkur, ditambah dengan serangan terkuat Pho. Huo berada dalam keadaan tidak menguntungkan.
Saat Huo dan Haima bingung memikirkan siapa yang menyerang mereka. Han Xiao dan Ne Zha sudah terbang menyatu dengan awan, sehingga tidak terlihat. Keduanya melakukan mudra tangan bersama.
Awan segera berputar mengitari keduanya, cahaya hitam dan putih berputar terus menerus hingga membentuk Yin dan Yang dari seekor Naga Hitam dan Phoenix Putih.
"Resonasi Yin Yang Pedang!" Han Xiao dan Ne Zha berteriak lantang.
Naga dan Phoenix yang sebelumnya mengitar membentuk Yin dan Yang kini memecah sebelum bersatu lagi menjadi sebuah Pedang dengan mata pedang berwarna dua, yaitu hitam dan putih.
Pedang Yin Yang terbentuk! Pedang tersebut menghujam menuju Huo yang berada di jalur lajunya, Huo melotot ketika merasakan aura kematian mendekatinya, dia dengan susah payah mengeluarkan semua kekuatannya untuk menahan serangan yang datang.
Haima sendiri tidak hanya diam, dia mengetahui setelah itu serangan akan datang padanya. Haima menyiapkan sebuah serangan untuk menghadapi Pedang Hitam Putih yang akan menghampirinya.
Booooooooom!!!
Pedang Yin Yang menghantam Huo dengan sangan telak, tubuh keras Huo segera tertembus.
***
Update Mingguan : 09/14
__ADS_1