Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab222. Perisai Agung Kejahatan


__ADS_3

"Kau penasaran?" Han Xiao tersentak ketika mendengar suara yang sangat indah terngiang dikepalanya.


"Xian Chin sayang, itukah kau? Ah benar ini kau, aku sangat mengingat suara indahmu, Xian Chin sayangku cintaku, bisakah kau beri aku dan Ne Zha kekuatan yang besar dan datang ke Alam Abadi? Kau merindukanku pasti kan?" Han Xiao segera berkata dalam hati secara beruntun.


"Tidak akan, carilah kekuatanmu sendiri, selamat tinggal."


"Xian chin hey! Xian Chin sayang! Xian Chin cintaku! Ah kau!!" Han Xiao terus menyerukan nama tersebut namun tidak ada jawaban lagi.


Sebuah tepukan pada pundaknya membuat Han Xiao terperanjat dan sadar kembali, Xia Shiva lah yang menepuk pundaknya.


"Ah maafkan aku, aku sedang tidak konsen hehe, ayo kita lanjutkan," ujar Han Xiao.


Pemuda berambut biru itu memindai dengan teliti perisai tersebut sebelum mengangguk ringan, "Sekarang aku bertanya padamu, apakah kau rela memberikan perisai ini untuk pertukaran dengan Manual kultivasi?" tanya Han Xiao.


Cao Huangjin terdiam sejenak, setelah beberapa saat dia baru menjawab, "Jika Manual kultivasi itu sngat cocok dan membuatku lebih kuat, maka tidak ada masalah," ucapnya.


Han Xiao mengangguk ringan, dia menyentuh kepala Cao Huangjin, mengirim sebuah Manual kutlivasi kedalam ingatan pemuda tersebut.


"Kau terlalu bergantung pada Alat Roh untuk bertarung seperti Tetua Agungmu, memang mewah tapi itu membuat kau menjadi lemah, nama Manual kultivasi itu adalah Tujuh Perubahan Kura-kura, jangan meremehkan namanya, kau akan merasakan kemajuanmu yang sangat pesa nanti, walaupun bernama kura-kura, tapi itu secepat Peng ketika di langit dan selincah Kun di lautan," jelas Han Xiao.


Cao Huangjin segera mencoba Manual kultivasi tersebut, dalam sekejap dia penuh dengan kejutan, sebuah ekspresi senang tercetak pada wajah tampan Cao Huangjin, "Manual ini sangat cocok denganku, kemajuan praktikku menjadi tiga kali lipat dari sebelumya!"


Han Xiao tersenyum lebar, dia mengambil perisai kecil dan memasukannya kedalam Cincin Darah, ada sebuah reaksi menyenangkan ketika perisai itu masuk keddlam Cincin Darah.

__ADS_1


Han Xiao dan Ne Zha yang sudah menerima keluhan dari murid mereka segera memulai meteri pembelajaran singkat, pdat dan jelas untuk tujuh murid tersebut.


Pandangan Yin Cheng dan lainnya terbuka sangat lebar ketika mendengarkan pengajaran dari han xiao dan Ne Zha, mereka yakin bahwa Patriark mereka atau bahkan Dekan Akademi tidak akan sepandai Han Xiao dan Ne Zha dalam mengajar.


Tentu saja, Han Xiao dan Ne Zha dulu membentuk pasukan Mafia tidak sembarangan, mereka mendidik para Mafia baru berbekal ilmu yang didapat dari orang tua mereka mengenai beladiri.


Dan sekarang merek memiliki ingatan dari Harimau Suci, itu seperti menambahkan sayap pada harimau.


satu hari penuh Han xiao dan Ne Zha membimbing Yin Cheng dan lainnya sebelum kelas berakhir, pandangan Yin cheng terhadap dua pemuda itupun menjadi sangat berbeda, dia memiliki pandangan yang sangat dipenuhi kekaguman yang tinggi.


***


Setelah selesai mengajar, Han Xiao segera masuk kedalam kamar bersama Ne Zha, wajah pemuda itu dipenuhi oleh kesenangan yang teramat sangat.


"Hahahah! Perisai Agung Kejahatan datang sendiri ke tanganku tanpa harus dicari! Hahaha!" Han Xiao berseru puas dan senang seraya mengangkat Perisai kecil merah darah yang didapat dari cao Huangjin.


"Tidak, dia tidak mengirim ini padaku," ujar Han Xiao.


"Kau tahu darimana?" tanya Ne Zha heran.


"Kau melihat aku melamun menatap perisai ini saat Cao Huangjin mengeluarkannya? Saat itu aku bertanya dalam hati apakah xian Chin yang mengirim ini padaku, tiba-tiba suaranya muncul di kepalaku, dari reaksinya. Bukan dialah yang mengirim ini padaku," jelas Han Xiao.


Ne Zha mengangguk ringan, dunia ini sangatlah luas, jadi bisa saja memang bukan Xian Chin yang mengirim pada Han Xiao.

__ADS_1


Perisai Agung Kejahatan adalah pasangan dari Pedang Delapan Kejahatan, Han Xiao sudah mendapatkan tubuh Awal Mutlak dari Naga Hitam, serta dengan delapan Kekuatan jahat, sudah tidak ada yang menjadi lawan Han Xiao di Benua Angin Selatan.


Ne Zha disisi lain biarpun baru mendapatkan Pedang Lima Elemen saja, tapi kekuatan dari Roda Alam yang berasal dari Kekuatan Asal sungguh tidak bisa diremehkan. Ne Zha memiliki hak mutlak terhadap kekuatan Alam yang menyangkut lima Elemen tersebut.


Han Xiao tidak sabar dan segera menyuntikan Qi kedalam Perisai Agung Kejahatan, segera Perisai Agung Kejahatan menjadi sangat besar, tinggi Perisai Agung Kejahatan menjadi tiga meter dan memiliki lebar dua meter. Untung saja kamar Han Xiao dan Ne Zha ini memiliki ketinggian empat meter serta sangat luas.


Bam!!!


Han Xiao tersentak kebawah karena tidak sanggup menahan beban Perisai Agung Kejahatan, lantai dibawah pun memiliki sebuah lubang yang sangat dalam, Perisai Agung Kejahatan tertanam kedalam lantai hingga seperempatnya.


"Sialan, kau bahkan memiliki beban yang melebihi ratusan gajah!" Han Xiao mengutuk kesal, pemuda itu menggerakan tangan kanannya yang tidak memegang Perisai Delam Kejahatan mendekatkannya ke mulutnya lalu mengigit jempolnya hingga mengeluarkan darah.


Darah dari tangan Han Xiao dioleskan pada Perisai Agung Kejahatan, tidak berhenti disana, Perisai Agung Kejahatan seprti sedang sangat haus, benda itu terus menyedot darah Han Xiao secara terus menerus.


"Hey sialan! Jika aku kehabisa darah bagaimana!" Sekali lagi Han Xiao mengutuk, dia segera mengeluarkan Awan Darah dan menghisapnya kedalam tubuhnya secara rakus.


Tubuh Han Xiao mengerut, lalu mengembang lagi, mengerut lalu mengembang, darahnya selalu dihisap secara rakus oleh Perisai Agung Kejahatan, untung saja ada Awan Darah, jika tidak, dia yakin bahwa dia sudah mati karena kehabisan darah.


Setelah beberapa saat, akhirnya daya hisap dari Perisai Agung Kejahatan berhenti, cahaya sinar merah darah memancar dari Perisai Agung Kejahatan. Ukuran perisai itu menjadi lebih kecil dan mendarat dengan kokoh di tangan Han Xiao, sekarang perisai itu sudah tidak memiliki bobot seperti sebelumya, justru kini seringan bulu ketika Han Xiao mengangkatnya.


"Anak nakal," ujar Han Xiao seraya menghela napas lega.


Ne Zha disisi lain sedikit khawatir, dia mengetahui bahwa kedepannya, masih ada barang yang akan didapat oleh Han Xiao, namun semuanya sangat mengerikan ketika penerimaan tuan seperti Perisai Agung Kejahatan. Tidak seperti barang yang akan didapatnya di masa depan, ketika penerimaan tuan, itu tidak akan se ekstrim Han Xiao.

__ADS_1


***


Update Mingguan : 08/14


__ADS_2