Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab467. Mencuri


__ADS_3

Sebuah pola bentuk es raksasa muncul dibawah kaki tim musuh, secara mendadak kelima orang itu langsung membeku.


Qian Du tidak diam begitu melihat semua musuh sudah membeku, segera Qian Du melancarkan serangannya.


"Korosi!" Qian Du menghempaskan tangan dan langsung butiran coklat pucat seperti pasir keluar dari tangannya, ini adalah butiran Kekuatan Korosi!


Kekuatan Korosi langsung membungkus seluruh tim musuh, secara perlahan membuat mereka meleleh.


"Ayo! Hancurkan Markas!" Han Xiao berseru lantang.


Segera saja Yan Zhong dan Gouyu menyerang Markas musuh. Hanya dalam hitungan detik Markas musuh langsung hancur dan tim Han Xiao dibawa kembali ke ruangan dimana ada Instruktur disana.


"Wah, pengendalian Kekuatan Korosi milikmu sudah bebas digunakan?" Qin yang menonton tersenyum indah seraya bangkit menghampiri Qian Du.


Qian Du tersenyum membalas Qin, mereka duduk bersama dan mulai mengobrol.


"Kendalikan lebih baik, jangan gunakan Qi berlebihan. Latih lagi hingga kau mencapai tahap lanjutan, barulah jurus Kutukan Patung Es akan mengeluarkan kekuatan penuhnya." Han Xiao memberikan arahan kecil pada Bing Xing.


Bing Xing mengangguk dan tersenyum, memang benar kata-kata Han Xiao. Dia terlalu menggunakan banyak Qi untuk mengeluarkan kekuatan dari Jurus Kutukan Patung Es.


"Aku akan berusaha lagi," sahut Bing Xing.


Tatapan Han Xiao jatuh pada Yan Zhong dan Gouyu. "Kalian tidak buruk, Yan Zhong kau fokuskan untuk menghancurkan Tower lalu Gouyu, pertahankan posisimu untuk melindungi Yan Zhong. Jika ada kesempatan, bantulah Yan Zhong untuk menghancurkan Tower."


Keduanya mengangguk paham.


Tak lama dari itu, Ne Zha bersama tim nya muncul di ruangan.


Begitulah mereka di lantai 5 ini, mereka akan beristirahat dan bertarung kembali ketika siap.


***

__ADS_1


Ratusan pertarungan sudah Tim Ne Zha dan Tim Han Xiao lewati, hari ini adalah genap ke seribu dan juga pertarungan terakhir mereka.


"Sekarang hanya tersisa dua tim pada setiap perwakilan, pertarungan kali ini akan berbeda karena ini adalah musuh yang belum kalian temukan, tim yang akan kalian lawan adalah tim paling kuat dari setiap perwakilan. Pertarungan akan dijalankan sebanyak enam putaran ini dibuat agar seluruh tim berlawanan." Instruktur memberikan mereka arahan terakhir kalinya, setelah memberikan arahan. Instruktur pergi dari ruangan.


"Dengan masing-masing dua pertarungan, Han Xiao kini kita harus berhati-hati. Mereka kemungkinan memiliki hal yang tidak disangka. Pastikan berjuang dengan sepenuh tenaga, jika tidak sanggup melawan lebih baik mengamankan diri. Selagi hidup kita bisa terus berkembang." Setelah Ne Zha mengatakan hal tersebut, dia segera membawa timnya pergi untuk segera bertarung.


"Qin?" Han Xiao menatap Qin.


Lagi-lagi Qin menggelengkan kepalanya. "Ini pertarungan yang menentukan untuk kalian, kemampuan bertarungku sangat rendah. Namun, aku akan memberi kalian saran. Bunuh Phoenix pada kemunculan pertamanya, usahakan kalian mengambil Phoenix kedua lalu membunuh Naga untuk membantu kalian menghancurkan Tower dan Markas."


Han Xiao percaya pada Qin, walaupun Qin tidak bertarung, tetapi berkat saran dari Qin. Han Xiao dan Ne Zha memiliki bayangan untuk pertarungan mereka. Segera saja tim Han Xiao pergi menuju Arena.


Qin menghela napas ringan melihat kepergian Han Xiao beserta tim. "Takdir kalian sungguh besar, bahkan masih tidak bisa kusentuh setelah aku menguasai Ilmu Takdir Besar."


Ilmu Takdir Besar yang dimaksud Qin adalah sepenuhnya bisa melihat Takdir seseorang dengan jelas tanpa kabur. Seperti sebelumnya, dia sudah mengetahui lawan Han Xiao dari membaca Takdir Gouyu. Disana dia melihat kekalahan pertama tim Han Xiao karena tidak membunuh dua Phoenix dan Naga untuk memperkuat tim mereka.


"Semoga saja kalian menang," gumam Qin, setelah dia memberitahu Han Xiao tentang membunuh Phoenix dan Naga. Garis Takdir yang sebelumnya dia lihat dari Gouyu langsung terputus dan menghilang, Qin sudah tidak bisa membaca Takdir akan kemenangan atau kekalahan tim Han Xiao lagi. Bahkan dia membaca Takdir Yan Zhong dan Qian Du, hasilnya tetap sama yaitu kegelapan.


***


Ne Zha melakukan pertarungan satu lawan satu dengan tim musuh yang berasal dari Alam Langit.


"Berasal darimana kau ini?!" Seseorang yang melawan Ne Zha bertanya dengan kesal karena tidak bisa menyentuh ataupun melukai Ne Zha dalam duel mereka.


Ne Zha mengerutkan keningnya, "Apakah aku berkewajiban menjawabmu?"


Orang yang melawan Ne Zha berdecak kesal dan langsung mengangkat pedangnya untuk kembali menyerang Ne Zha.


"Feng Jin, bunuh Phoenix," ucap Ne Zha pada telepati mereka.


Feng Jin di sisi lain langsung mengikuti perintah Ne Zha menuju Hutan untuk membunuh Phoenix. Namun, ketika Feng Jin sampai di tempat Phoenix berada. Disana terdapat tiga orang yang sedang berusaha membunuh Phoenix.

__ADS_1


"Bang, ada tiga orang yang sedang berusaha membunuh Phoenix dari tim musuh."


"Tunggu sampai Phoenix sekarat, setelah itu kau luncurkan serangan terkuatmu untuk mencuri Phoenix." Ne Zha memberi saran.


Feng Jin tertawa kecil, dia kini langsung bersembunyi sebaik mungkin untuk memperhatikan tiga musuh yang sedang berusaha membunuh Phoenix.


"Beraninya kau tidak fokus saat melawanku!" Orang yang melawan Ne Zha berteriak marah dan langsung mengeluarkan jurus pedangnya.


Ne Zha tetap terdiam sebelum mengambil sebilah pisau dari Cincin Penyimpanan lalu dengan mudah menangani musuhnya.


Di sisi lain, Feng Jin tengah memperhatikan musuh-musuhnya yang kini tengah melawan Phoenix. Sesuai peringatan dari Ne Zha, Feng Jin terus menonton tidak melakukan apapun hingga benar-benar Phoenix sekarat dia akan menyerangnya secara langsung. Dengan begini dialah yang akan membunuh Phoenix dan timnya pasti mendapatkan kekuatan tambahan dari Phoenix.


Feng Jin tetap bersabar hingga kini melihat musuhnya yang sudah berlumuran darah serta Phoenix yang hampir mati, segera Feng Jin maju ke depan dengan serangan terkuatnya.


"Tapak Phoenix Suci!" pekik Feng Jin seraya melepaskan serangan Tapak Api mengerikan dari tangannya.


Sebuah tapak Api berwarna Emas melesat langsung menyerang Phoenix, pada saat mendarat itu secara langsung membakar Phoenix dan membunuhnya.


"Hahahaha! Lihat kalian bodoh, berjuang lebih baik lagi agar tidak dicuri." Feng Jin berteriak meledek sebelum lari menuju tempat Ne Zha berada.


***


Ne Zha yang sedang bertarung dengan musuh di Jalur tengah merasakan dirinya semakin menguat, ini bertanda Feng Jin telah membunuh Phoenix. Segera saja Ne Zha berhenti meladeni musuhnya, Ne Zha langsung melakukan serangan mematikan pada saat itu juga.


BOOOOOM!!!


Serangan Ne Zha tidak terbatas pada orang tersebut saja, tetapi itu juga langsung merusak Tower musuh.


"Mereka datang," gumam Ne Zha ketika merasakan aura empat orang yang menghampirinya, salah satu itu dia kenal. Yaitu milik Feng Jin, tetapi tiga lainnya tidak dia ketahui.


***

__ADS_1


Update seenak jidat : 06/10


__ADS_2