Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab220. Mutiara Abadi


__ADS_3

Selama dua minggu kelas S melakukan pembelajaran berlari mengelilingi ruang latihan, dalam proses itu banya murid yang menggunakan lebih dari sepersepuluh Qi mereka sehingga mendapatkan hukuman.


Usaha tidak mengkhianati hasil, selama dua minggu ini pemahaman mereka tentang pengendalian kekuatan baik fisik atau Qi meningkat dengan sangat pesat, tubuh mereka juga ditempa menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Han Xiao menaikan jumlah lari mereka dari seribu menjadi dua ribu saat di minggu kedua, berbekal dengan ilmu yang mereka dapatkan satu minggu sebelumnya, para murid kelas S ini sanggup berlari seribu kali lebih banyak, namun dalam prosesnya mereka masih banyak yang sangat kelelahan, tapi itu hanya berjalan tiga hari dan empat hari berikutnya mereka telah terbiasa dan sanggup memenuhi lari dua ribu putaran tanpa Qi untuk menopang tubuh mereka.


Ne Zha mengangguk puas, kini mereka semua berada didalam kelas, "Dengan pelatihan sebelumnya, tidak hanya pengendalian kalian menjadi lebih baik, tapi kalian juga bisa menghemat lebih banyak Qi dan tenaga kalian, hal itu memungkinkan untuk kalian bertarung berhari-hari lebih lama dari kultivator yang tidak melakukan pelatihan khusus seperti ini," terang Ne Zha.


"Benar, kalian merasakannya bukan? Dalam pertarungan hidup dan mati, bahkan perbedaan satu persen akan mempengaruhi semuanya," lanjut Han Xiao.


"Kelas hari ini akan diisi oleh materi, besok kita akan melakukan praktek lagi." Han Xiao segera mengajarkan berbagai pengetahuan dalam kultivasi.


***


"Kapan kita akan ke Benua Kayu Tengah? Aku sungguh khawatir dengan ibu." Xiao Wushuang terus-menerus bertanya hal tersebut pada Han Xiao dan Ne Zha ketika dua pemuda itu selesai mengajar dan kembali ke kamar.


"Dalam dua minggu ini Ren Yanyu telah menembus hingga Alam Emas ketujuh, pun dia sudah membentuk delapan Istana Takdir dan membentuk Inti Perubahan, biarkan dia beristirahat terlebih dahulu, kami akan membangunkan peluang dan kesempatan yang bagus untuk Ren Yanyu dua minggu kedepan, tidak akan lama lagi. Tiga minggu lagi kita akan pergi ke Benua Kayu Tengah," ucap Han Xiao, dia memilih untuk menerangkan keadaannya agar tidak terus-menerus dihantui oleh gadis kecil tersebut.


"Baiklah, tiga minggu! Jika tiga minggu nanti Han'gege tidak berangkat, maka aku sendiri akan berangkat!" Xiao Wushuang akhirnya pergi meninggalkan Han Xiao.


Xiao Jiang tersenyum kecil, "Jangan jadikan beban Han, dia hanya mengkhawatirkan ibu, bagaimanapun kini Ras Iblis sudah sangat terang-terangan menyerang Benua Kayu Tengah, saudara dan saudari kami sudah bertarung melawan Ras Iblis di garis depan beserta dua Klan besar lainnya."

__ADS_1


Han Xiao mengangguk ringan, melawan ras Iblis pasti tidak akan mudah, Iblis sangat mudah untuk membujuk manusia masuk dalam keserakahan seperti mereka, bukan tidak mungkin sekarang di Benua Kayu Tengah banyak sekte yang menjadi sekutu dengan ras Iblis.


"Haish... Kami tadinya ingin ke Sundaland, tapi sepertinya harus ditunda ya?" Han Xiao menghela napas panjang, dia berharap datang ke Sundaland, itu karena tempat kultivasi disana ratusan kali lebih baik dari Benua Kayu Tengah sekalipun.


"Kalian ingin ke tanah suci Sundaland?!" Xiao Jiang terkejut.


"Kenapa? Lingkungan kultivasi disana sangatlah baik, bagi kami pemilik Kekuatan Mutlak sangat sulit mengalami kenaikan jika tidak dipasok oleh sumber daya berharga di lima Benua. Dan Sundaland memiliki Mutiara Abadi yang bisa memasok Kekuatan Mutlak agar menjadi lebih kuat," ujar Han Xiao.


"Mutiara Abadi, apa itu?" kini Xiao Jiang menjadi lebih bingung.


"Mutiara Abadi adalah..." Ne Zha angkat suara untuk menjelaskan mutiara Abadi, pada umumnya Mutiara Abadi adalah untuk mengisi kekuatan Dewa pada saat berada di Alam Dewa. Namun tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya kekuatan yang berada didalam Mutiara Abadi adalah Kekuatan Mutlak, namun sangat sulit untuk menyerap kekuatan Mutlak secara langsung, Mutiara Abadi akan terus memancarkan kekuatan Dewa yang merupakan bentuk kecil dari Kekuatan Mutlak.


"Sama seperti Dantian yang harus diisi oleh Qi, Inti Mutlak didalam tubuh kita juga harus diisi oleh Kekuatan Mutlak, sangat sulit untuk mengubah Qi menjadi Kekuatan Mutlak, jadi Mutiara Abadi inilah yang menjadi jalan pintas bagi kami pemilik Kekuatan Mutlak di kultivasi yang rendah," ucap Ne Zha mengakhiri penjelasannya.


"Jadi Kekuatan Mutlak ini akan habis?" Xiao Jiang bertanya.


"Tentu saja, Jiang'jie bisa mengubah Qi menjadi kekuatan mutlak melalui metode yang sudha kami ajarkan, namun sangat sulit karena Qi di Benua Angin Selatan tidak memiliki jejak Kekuatan Mutlak untuk bisa diserap," jawab Han Xiao.


"Jika begitu, bukankah akan sulit berhadapan dengan ras Iblis?" Xiao Jiang kini mengeluh, dia berpendapat sebelumnya akan mudah berhadapan dengan ras Iblis menggunakan Kekuatan Mutlak yang dimilikinya saat ini.


"Kita tidak mengetahui pastinya jumlah musuh kita, namun sebaiknya gunakan kekuatan Mutlak ketika berhadapan dengan petinggi Ras Iblis saja, jika hanya sebatas Jendral, hanya setetes kekuatan Mutlak sudah cukup untuk membunuh mereka dengan mudah," ujar Han Xiao.

__ADS_1


Xiao Jiang menghela napas lega, kini dia akan mengikuti perkataan Han Xiao dan Ne Zha, mereka akan menyerang para petinggi Ras Iblis, sedangkan lainnya akan diatasi oleh pasukan Benua Kayu Tengah.


"Bagaimana kelas kalian hari ini?' Xiao Jiang memilih untuk membicarakan hal lainnya agar mengalihkan sedikit kekhawatiran atas tanah kelahiranya.


"Cukup baik, para murid ini sudah memahami kekuatan mereka masing-masing, kami akan melupakan pelajaran panjang lainnya dan akan langsung ke metode terakhir, waktu aku dan Ne Zha mengajar dua minggu lagi, satu minggu sisanya akan kami habiskan untuk membantu Ren Yanyu menerobos ke Alam Ekspansi Istana dan mendapatkan Istana Dao," terang Han Xiao.


"Apakah kalian benar-benar yakin bahwa Yu'er akan mendapatkan Istana Dao?" tanya Xiao Jiang.


Han Xiao menjawab dengan penuh percaya diri, "Tentu saja, adik-adikku tidak ada yang biasa, bukan begitu Xue'er?" Han Xiao merangkul Xian Xuenai yang tengah santai mengigiti tulang seblak yang dibuat Han Xiao.


Gadis itu tersedak, setelah minum dia menatap marah pada Han Xiao, "Abang! Bagaimana jika aku mati tersedak oleh tulang?!" pekik Xian Xuenai kesal.


"Tidak akan." Han Xiao tertawa.


Xiao Jiang saat ini hanya bisa ikut dengan kepercayaan diri dua adiknya, mengingat bahwa kultivasi Xian Xuenai yang dia kenal sebagai Zi Xuenai tidaklah bisa dia baca, membuat Xiao Jiang mempercayai bahwa keturunan dari bibi Zi Yao nya tidak ada yang biasa.


Tentu saja dia juga mengetahui bahwa Ren Yanyu adalah keturunan dari Phoenix, maka hal itu menambah kepercayaannya pada Han Xiao dan Ne Zha untuk menaikan kutlivasi gadis kecil itu.


***


Update Mingguan : 06/14

__ADS_1


__ADS_2