
"Ah aku sangat penasaran, apa yang membuat orang sekuat dirimu seperti itu," ucap yang Shui seraya merentangkan kakinya yang mulai kebas.
"Akan sangat panjang jika kuceritakan semuanya," balas gadis berjubah merah dihadapannya.
"Aku memiliki banyak waktu." Yang Shui tersenyum lebar.
Gadis itu mengangguk ringan, dia menjentikan jarinya lalu sebuah getaran kecil terjadi pada gua tersebut.
Yang Shui bertanya apa yang dilakukan oleh gadis tersebut, gadis itu menjawab bahwa dia mengunci gua ini dari dunia luar, itu akan membuat aliran waktu disini berhenti sedangkan di dunia luar akan terus berjalan. Namun ini hanya kan berjalan selama satu tahun.
"Ekh! Satu tahun?! Apakah kau tahu dalam satu tahun bisa mendapatkan kemajuan yang luar biasa!" gerutu Yang Shui.
Gadis itu tersenyum kecil, dia memulai ceritanya dari awal bagaimana Yang Shui bisa datang kemari, hingga dia juga memberitahu bahwa Han Xiao dan Ne Zha akan ke Alam Abadi.
Mereka terus saling bercerita, ah tidak! Itu lebih cocok dibilang jika gadis berjubah merah itulah yang bercerita karena Yang Shui hanya menanggapi atau berkomentar.
Hingga tidak terasa waktu terus mengalir, gadis berjubah merah itu sudah tidak tahu sampai mana dia bercerita, sangat banyak yang dia ceritakan pada Yang Shui. Dari sorot matanya, Yang Shui bisa melihat bahwa gadis berjubah merah itu menjadi sangat lega setelah bercerita padanya.
Yang Shui tersenyum, dia sendiri sedikit bingung karena banyak cerita yang dikeluarkan oleh gadis itu, tapi yang paling menyayat hatinya adalah kisah percintaan gadis itu yang sangat menyedihkan karena terus mengalami kepedihan.
"Ah, sudah cukup sepertinya, diluar sana ada lelaki bodoh itu tengah menunggumu beserta yang lainnya, aku akan mengirimmu, tolong ya jaga dia. Aku akan mengijinkannya dengan yang satu ini tapi tidak dengan gadis lain," ujar gadis tersebut sebelum menghilang menjadi ribuan kupu-kupu.
Belum sempat Yang Shui mengatakan hal lain, kini dirinya merasakan bahwa dia sudah berada di tubuhnya lagi, pemandangan gelap karena mata tertutup oleh kelopaknya membuat Yang Shui ingin membuka matanya.
Dia mengerjapkan matanya lalu pandangannya bersirobok dengan Han Xiao yang terlihat sangat lega.
***
__ADS_1
Setelah mengobrol lama bersama Yang Shui, Han Xiao kembali memfokuskan dirinya untuk melakukan persiapan terakhir, yaitu memasang pelindung pada Lima Benua yang akan berpusat di Benua Angin Selatan, dan Lima tempat paling berbahaya kan menjadi intinya.
Lima Legenda Benua Angin Selatan dikumpulkan oleh Han Xiao, dia sudah mendapatkan semua arahan dari Ne Zha. Hanya tinggal melakukanya saja.
"Haisss, aku disini repot sedangkan kau enak-enak. Lihat saja, setelah ini selesai aku akan memuaskan diri sebelum berangkat!" gerutu Han Xiao seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan.
Sunyi, tidak ada suara apapun ketika Han Xiao masuk, pemuda itu mengedarkan pandangannya. Dia mendapati lima sosok keindahan yang dikenalnya.
"Kalian akan memimpin tokoh dari empat Benua lainnya, lakukan seperti yang aku contohkan. Dengan pelindung ini, bahkan jika Tanah Suci Beladiri menyerang Lima Benua dengan seluruh kekuatan mereka," ujar Han Xiao.
Kelimanya tersentak ketika mengetahui kekuatan dari pelindung yang akan mereka bangun.
Sedangkan Han Xiao hanya tersenyum tipis, sungguh jika lima keindahan itu tahu bahwa ini hanyalah pelindung mainan jika di Alam Abadi, itu bisa dihancurkan dengan sangat mudah oleh kultivator dari Alam Abadi.
"Persiapkan semuanya, waktuku tidaklah banyak, hanya setelah pengarahan ini selesai. Persiapanku sudah matang dan aku akan dengan tenang pergi ke Alam Abadi," ujar Han Xiao lalu menggibaskan tangannya, sebuah cahaya membentuk menjadi sebuah infrastruktur bangunan, lebih tepatnya adalah sebuah menara. Persis seperti teknologi hologram yang ada di dunianya dulu.
"Itu yang akan kita bangun?" Ratu Ular Selatan bertanya.
Sebelum memanggil kultivator dari benua lain, mereka harus membangun pijakan pertama yang mana hanya lima legenda saja yang mengetahuinya.
Ini juga untuk menjaga-jaga jika ada pengkhianat dari benua lain, tidak menjamin bahwa pengkhianat tidak ada. Bisa saja suatu hari ada sebuah musibah yang mengharuskan pihak benua lain berkhianat dan menyebarkan inti terkuat dari pelindung.
Han Xiao menjelaskan dengan sangat sabar dan teliti, kesan ceorobohnya mendadak menghilang ketika membahas pelindung yang akan dibuat ini.
Hari berikutnya Han Xiao bersama lima legenda mendatangi satu demi satu tempat paling berbahaya Benua Angin Selatan, mereka berenam membuat inti dari menara pelindung, hanya dasar yang Han Xiao bangun, selebihnya akan dia berikan kepada lima legenda Benua Angin Selatan.
Pemuda itu menghembuskan napasnya penuh kelegaan ketika berhasil membangun dasar dari menara terakhir di Pantai Selatan.
__ADS_1
Dengan ini, semua persiapan telah matang, hanya tinggal melakukan keinginannya saja untuk mengambil liburan selama satu hari dari sisa waktu yang diberikan oleh Xian Chin.
"Kini giliranku untuk bersenang-senang," ujar Han Xiao dengan senang.
"Bersenang-senang? Kau ingin melakukan apa?" Ratu Ular Selatan bertanya.
Han Xiao tersenyum penuh makna, "Kau ingin ikut?" tanya Han Xiao dengan nada menggoda.
Pipi Ratu Ular Selatan segera memerah ketika mendengar pertanyaan Han Xiao, dia adalah makhluk yang sudah hidup ribuan tahun, jelas saja dia langsung paham dengan apa yang ditanyakan oleh Han Xiao. Dia memukulkan tongkatnya pada kepala Han Xiao sebelum menggibaskan jubahnya dan pergi seraya berkata, "Selamat bersenang-senang, aku tidak tertarik untuk ikut bersamamu," ujarnya lalu menghilang secara terbirit-birit.
Han Xiao memandang empat keindahan lain yang masih tinggal, secara ajaib mereka berempat tersenyum manis, Han Xiao juga ikut tersenyum, tapi seketika membeku karena dalam hitungan detik keempat keindahan itu sudah menghilang dari hadapannya.
"Aih, jika seperti itu terus, kalian akan menjadi perawan tua. Ah tidak, kalian memang perawan tua," celetuk Han Xiao lalu memutar tubuhnya untuk pergi dari Pantai Selatan.
Hanya beberapa waktu saja untuk Han Xiao sampai kembali di Istana Kekaisaran Yang, ketika sampai, Han Xiao disambut oleh Feng Jin, Chang Yue, Yang Shui dan lainnya.
"Dimana Ne Zha?" tanya Han Xiao.
Feng Jin menggaruk kepalanya, "Aku tidak menyebutkan detailnya, Bang Han pasti sudah paham bahwa pengantin baru memiliki semangat yang luar biasa," sahut Feng Jin dengan polos.
Sontak saja Han Xiao memberikan jitakan ringan pada kepala Feng Jin, "Aku tidak pernah mengajarkan itu padamu!" cetus Han Xiao.
Feng Jin mengerutkan dahinya, "Aku juga tidak perlu belajar itu dari Bang Han," balasnya.
Han Xiao entah harus tertawa atau menangis mendapat jawaban dari Feng Jin, tapi yang jelas. Dia harus mencari tahu siapa yang sudah mencemari adiknya itu.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 37/75