
"Nah itulah rumah yang akan menjadi tempat kalian tinggal, tentu saja aku dan Xuenai tinggal disana juga." Xian Chin menunjuk kearah sebuah kediaman yang sangat luas terletak pada puncak gunung.
Pada gunung tersebut, terdapat beberapa air terjun yang langsung terjun bebas ke hamparan luas dibawahnya, pemandangan tersebut sungguh menakjubkan!
Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin menatap penuh takjub pada sekeliling mereka, terdapat tempat yang sangat hijau dan segar didalam Istana Xian Chin. Pantas saja mereka membutuhkan berjam-jam untuk sampai ke Istana Utama dari Istana bawah.
"Biarpun aku sangat menyukai jaman modern, tapi udara segar sangat menangkan bagiku. Kalian setuju bukan?" Xian Chin berkata seraya tersenyum kearah Ne Zha, Han Xiao dan Feng Jin.
Ketiganya mengangguk penuh setuju.
"Tempat ini sungguh memiliki ketebalan Qi yang sangat luar biasa, bahkan aku tidak melakukan penyerapan. Qi itu masuk dengan deras kedalam tubuhku," aku Ne Zha dengan kagum.
Xian Xuenai tertawa mendengar kekaguman dari Ne Zha, dia berkata dengan mulut yang masih tak berhenti tertawa, "Tentu saja! Hahah! Kau sungguh lucu! Hahaha! Disini adalah Istana Kaisar terkuat, tentu Qi disini sangat luar biasa!" Xian Xuenai terus tertawa hingga wajahnya memerah.
"Kenapa aku menyesal mengatakan hal tersebut?" Ne Zha bergumam dengan nada kesal.
"Sudahlah Bang." Feng Jin memilih untuk menenangkan Abangnya tersebut, walaupun dalam hatinya geli ingin tertawa.
Han Xiao yang biasanya cerewt kini sungguh berubah, dia sedari tadi hanya mengikuti jalan ketika sampai di tempat yang disebut 'Rumah' oleh Xian Chin.
Sesampainya mereka di kediaman tersebut, Xian Chin membawa mereka ke sebuah bangunan rumah paling besar disana, dia menjelaskan bahwa rumah besar ini adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai. Bangunan lainnya memiliki kegunaan lain, seperti perpustakaan, kontrol Dunia yang dimiliki oleh Xian Chin, tempat latihan, dan khusus untuk makan.
Semua aktifitas dilakukan pada bangunan yang berbeda.
"Kau sungguh mempersulit hidup, kan bisa saja membangun satu bangunan besar bertingkat yang memiliki semua itu didalamnya," komentar Han Xiao.
Tawa kecil terlepas dari mulut indah Xian Chin, "Aku tidak mempersulit hidupku, hanya menggunakan sedikit Qi aku bisa berpindah semauku," balas Xian Chin.
"Terserah apa maumu," uajr Han Xiao lalu masuk kedalam sebuah kamar yang pintunya terbuka.
Mata Han Xiao melebar, wajahnya langsung dipenuhi oleh kesenangan dan sebuah senyum mengesalkan, "Kau sungguh menyiapkan kamar untuk malam kita?" Han Xiao menarik Xian Chin kedalam pelukannya, jarak mereka terpotong sudah, yang memisahkan mereka hanyalah kain dari pakaian mereka.
__ADS_1
Xian Chin sedikit terkejut, tapi dia bisa dengan cepat mengendalikan kembali emosinya, alisnya sedikit terangkat ketika mendengar perkataan Han Xiao. Segera pandangan Xian Chin terarah pada sekeliling kamar.
Mata Xian Chin terhujam pada Xian Xuenai, sedangkan yang mendapat tatapan tajam itu bersiulan seraya memainkan kukunya dengan pandangan yang entah kemana.
"Ada Feng Jin disini!" protes Xian Chin.
Han Xiao tersenyum penuh makna, "Baiklah, aku akan menunggu jika begitu."
Xian Chin mengatur napasnya, biarpun dia terlihat sangat tenang, tapi dalam hatinya, sungguh bagaikan terbang dalam kecepatan yang sangat tinggi.
"Kau mempermainkan penguasa dunia sepertiku sampai seperti ini! Lihat saja nanti hukumanmu!" Xian Chin mengoceh lewat telepati pada Han Xiao.
"Hey, jangan lupa, kau adalah tunanganku, biarpun kau adalah Penguasa Dunia, tapi tetaplah kau ini adalah calon istriku. Jadi aku tidak masalah jika melakukan hal seperti itu padamu," ujar Han Xiao tidak melewati telepati.
Mata Xian Chin hendak saja terlepas dari tempatnya karena terkejut sekaligus kesal pada Han Xiao.
"Silahkan kalian melakukan drama, aku akan menonton drama dunia milik Chin'jiejie yang terkadang lucu. Jin'er, Zha. Ayo ikut denganku," ajak Xian Xuenai, dia berniat mundur dari omelan Xian Chin dan dia juga tidak ingin ikut campur alam perdebatan Han Xiao dan Xian Chin.
***
"Ini adalah ruangan untuk mengawasi berbagai hal yang terjadi pada dunia yang dimiliki oleh Chin'jiejie." Xian Xuenai memperkenalkan ruang yang mereka datangi.
Terdapat banyak layar proteksi di ruangan ini, seperti ruang pantau cctv di dunia Ne Zha sebelumnya.
Feng Jin menatap pada satu layar proyeksi raksasa yang menunjukan sebuah tempat tidak asing baginya.
"Benua Kayu Tengah?" Feng Jin mengerutkan dahinya.
Xian Xuenai mendekati Feng Jin, gadis itu mengangguk ringan, "Ini adalah layar proyeksi untuk memantau keadaan di Bintang Makhluk Buas," jelas Xian Xuenai.
"Apakah kau memiliki versi kecilnya? Hanya untuk memantau Benua Angin Selatan?" Ne Zha segera mendekat dan menanyakan hal tersebut pada Xian Xuenai.
Xian Xuenai tertawa, "Kau ingin memantau keadaan istrimu?" tembak Xian Xuenai diirngi tawa riangnya.
__ADS_1
Ne Zha diam, tapi dari diamnya saja sudah terlihat bahwa tembakan dari Xian Xuenai tepat sasaran.
"Sudahlah, kau harus memfokuskan diri pada peningkatan kekuatanmu dulu. Sebelum beristirahat, aku akan mengajakmu menonton hal seru, itu kan tujuan kita kemari?" Xian Xuenai menarik Feng Jin menuju layar proyeksi yang tidak jauh dari mereka.
Tidak memiliki pilihan lain, Ne Zha juga mengikuti Xian Xuenai dan Feng Jin, lagipula tidak ada salahnya menonton hiburan yang dikatakan oleh Xian Xuenai bukan?
***
"Kemana mereka?" Han Xiao bertanya pada Xian Chin.
"Menonton drama dunia, apa lagi? Xuenai sudah mengatakan itu tadi," jawab Xian Chin santai.
"Drama dunia?" Han Xiao mengerutkan dahinya.
Xian Chin terkekeh ringan, tangan gadis itu bergerak untuk membawa Han Xiao ke balkon tatapan Xian Chin menjadi sangat lembut bahkan matanya itu sedikit berair.
"Disana Bintang Makhluk Buas." Xian Chin menunjuk salah satu bintang yang terlihat dari balkon, dia menjelaskan bahwa terdapat jutaan bintang seperti Bintang Makhluk Buas, juga lautan bintang itu terdiri dari tiga tingkatan Alam berbeda. Bintang Makhluk Buas berada di Alam tengah, yang mana tidak tinggi ataupun tidak rendah. Tapi Bintang Makhluk Buas adalah yang paling istimewa diantara bintang yang ada di Alam tingkat Tengah.
"Karena ada aku, benar?" Han Xiao menaik turunkan alisnya.
"Sudahlah, kau ingin tahu drama dunia yang dikatakan oleh Xian Xuenai?" Xian Chin tidak menggubris Han Xiao yang menggoda dirinya.
"Apa?" Han Xiao juga mulai penasaran.
"Dunia ini sebenarnya adalah panggung, bahkan untuk diriku yang memiliki dunia. Ah lebih tepatnya aku menyebut kehidupan adalah sebuah panggung, kita sebenarnya hanya harus melakukan peranan kita dengan baik, dan tidak mengganggu peran orang lain." Xian Chin mulai bercerita panjang pada Han Xiao. Hal yang sangat dia lakukan adalah ini, mendapatkan sebuah tempat cerita selain adiknya. Sebuah rumah.
"Kesalahan terbesarku mungkin mengganggu peranan orang lain dalam hidup ini, sehingga peranku menjadi terhukum," kata Xian Chin seraya menutup cerita panjangnya pada Han Xiao.
***
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 47/75
__ADS_1