
"Hanya itu?" Entah apa yang terjadi pada Yin Cheng, dia terus-menerus mengeluarkan suara.
Han Xiao tersenyum lebar, dia menatap Ne Zha. Paham dengan tatapan Han Xiao, pemuda itu mengeluarkan banyak gelang dari Cincin Spasialnya.
"Gunakan gelang itu pada kedua kaki dan lengan kalian saat berlari mengitari ruang latihan ini." Ne Zha melemparkan empat gelang pada Yin Cheng dengan santai.
Tangan Yin Cheng secara reflek menangkap empat gelang tersebut, namun sebuah kejadian tidak disangka terjadi, ketika Yin Cheng menangkap empat gelang yang dilempar dengan mudah oleh Ne Zha, tubuh Yin Cheng melenting kebawah terjatuh bersama empat gelang yang diberikan oleh Ne Zha.
"Bagaimana? Apakah praktek ini disebut hanya itu?" Han Xiao tersenyum lebar pada Yin Cheng yang kini tengah berusaha mengangkat empat gelang yang dilempar Ne Zha.
"Kalian akan menggunakan empat gelang tersebut dan berlari seribu putaran, masing-masing satu gelang itu memiliki bobot seratus ton, jadi kalian akan membawa total beban dua ratus ton pada kaki dan dua ratus ton di tangan. Ini akan mudah untuk kalian, tapi aku ingin kalian melakukan latihan ini tanpa menggunakan Qi lebih dari sepuluh persen milik kalian, akan lebih baik kalian hanya menggunakan lima persen Qi kalian," ujar Han Xiao.
"Tapi yang terbaik adalah kalian tidak menggunakan Qi dan hanya menggunakan murni kekuatan tubuh kalian, aku akan mengetahui jika kalian menggunakan lebih dari sepuluh persen Qi kalian, dan sebagai hukuman, aku akan menambah seratus ton pada bobot yang kalian bawa," lanjut Han Xiao dengan santai dan riang.
Para murid kelas S menjerit seketika, mungkin bagi murid yang memiliki Istana Surga tidak akan terlalu menjadi masalah, namun mereka yang memiliki Istana Bumi pasti akan penuh kesulitan.
"Guru Han, kami adalah perempuan, tidakkah ada sedikit saja pengurangan?" seorang gadis maju kedepan dan angkat suara, dia adalah Huo Yan.
Mendapat pertanyaan seperti itu, Han Xiao justru tersenyum lebar lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak akan melakukan perbedaan apapun, semua muridku sama. Baiklah mulai!"
Ne Zha sudah selesai membagikan gelang yang secara khusus dibuat Han Xiao untuk pelatihan murid mereka, bahan gelang ini sungguh luar biasa mahal, untung saja Akademi menanggung semua biaya untuk pembuatannya. Han Xiao dan Ne Zha bisa saja membeli dengan aset mereka, tapi mengingat perjalanan mereka masih panjang, mereka setidaknya harus menghemat sedini mungkin.
Para gadis ingin mengeluh namun tidak ada gunanya, mereka mengetahui bahwa dibalik sikap periang Han Xiao, pemuda itu sangatlah mengerikan.
__ADS_1
Murid kelas S segera menggunakan gelang yang diterima mereka dari Ne Zha, dengan bunyi pluit yang ditiup oleh Han Xiao, murid kelas S ini mulai berlari mengelilingi ruang latihan yang memiliki luas ratusan meter. Bangunan Akademi sangatlah luas, dan untuk ruang latihan ini, seluruh lantai tidak memiliki tembok pembatas antar ruang, lantai ini dibangun menjadi seperti lapangan. Jika dibandingkan, ruang latihan ini akan melebihi sebuah stadion bola di dunia Han Xiao dan Ne Zha yang lama.
Dua jam berlalu, para murid kelas S yang awalnya berlari penuh tenaga kini berlari dengan lunglai, beberapa dari mereka berlari dengan sebuah tapakan kaki yang bergetar. Seolah dia akan jatuh kapan saja.
Ne Zha menggelengkan kepalanya melihat banyak murid yang mulai kelelahan, dia menghitung ini semua baru berjalan delapan ratus putaran, masih ada dua ratus putaran lagi untuk para murid ini.
"Mereka masih tidak memahaminya," ucap Ne Zha.
Han Xiao mengangguk ringan, "Akan sulit untuk memahaminya dalam satu kali latihan, mungkin dalam tiga atau empat kali belajar praktek seperti ini. Mereka akan memahaminya," balas Han Xiao.
Brak...
Brak...
Brak...
"Tujuan latihan ini bukan hanya untuk menempa tubuh kalian, tapi juga untuk membantu kalian lebih bisa mengendalikan kekuatan fisik kalian. Potensi setiap orang berbeda-beda, dengan cara ini, semuanya akan tergali, jika kalian bisa mengendalikan kekuatan fisik kalian. Secara langsung kekuatan kalian bertambah, pahami ini dengan baik. Kelas berakhir disini," ucap Han Xiao mewakili Ne Zha yang tidak ingin berbicara panjang lebar.
Para murid melihat kepergian Han Xiao dan Ne Zha bingung, mereka meresapi tiap kata yang keluar dari mulut guru mereka.
"Hey, benda sialan ini bagaimana?" Yin Cheng berteriak, sungguh orang yang keras kepala, dalam kondisi lemahpun masih bisa berteriak.
"Simpan gelang itu dengan baik, jangan sebut itu benda sialan, suatu saat kalian akan sangat berterimakasih padanya, esok kalian akan belajar praktek seperti ini lagi." Han Xiao menanggapi seraya mengangat tangannya, tubuh pemuda itu tidak membalik dan masihlah berjalan ke depan bersama Ne Zha.
__ADS_1
Seluruh murid kelas S menelan ludah mereka, seribu putaran tadi bagaikan neraka bagi mereka, hanya menggunakan sepuluh persen Qi mereka untuk mengangkat beban empat ratus ton sungguh menyakitkan.
Tubuh mereka yang sempat bangun terduduk kini semuanya kembali tergeletak di lantai, mereka sungguh lemas mendengar bahwa besok mereka akan mengulangi praktek neraka ini.
Pada dasarnya hanya untuk mengangkut beban empat ratus ton, bagi kultivator, itu bukanlah suatu yang sangat sulit, bahkan sangat mudah, tapi karena mereka tidak menggunakan Qi yang cukup dan hanya menggunakan kekuatan fisik. Mereka sangat kesulitan.
Diantara seratus murid, ada seorang pemuda yang tidak terlihat menyerah ataupun lelah, secercah kobaran semangat muncul pada mata pemuda tersebut, senyum merekah dari mulutnya.
"Pelatihan yang sangat menarik dan menyenangkan!" batin pemuda itu dengan senang, dia dengan penuh susah payah bangun dari posisi berbaringnya, ketika berhasil beridiri, seluruh tubuh pemuda itu bergetar.
"Apa yang kau lakukan Zhan Zheng? beristirahatlah, tubuhmu kelelahan!" Xia Shiva menegur pemuda penuh semangat perang tersebut.
Pemuda itu adalah pemuda yang diloloskan oleh Han Xiao dalam seleksi, Xia Shiva tentu mengetahui hal tersebut dari perbincangan para murid, dia menegur Zhan Zheng karena tidak ingin pemuda itu kenapa-napa dan akan memburukan nama Han Xiao karena telah memilih pemuda itu.
Zhan Zheng memandang Xia Shia, "Aku tidak apa-apa, hanya tubuhku yang lelah," ucapnya lalu melangkah selangkah demi selangkah menuju kantin di ruang latihan.
Banyak murid kelas S yang memandang kagum pada Zhan Zheng, semangat pemuda itu sungguh berapi-api, dengan tekadnya dia sanggup berjalan menuju kantin, walaupun tergopoh, namun setidaknya Zhan Zheng sampai disana!
Semangat para murid ini terbakar, mereka juga tidak inign kalah dari Zhan Zheng, banyak murid kelas S dengan susah payah bangun dari posisi terbaring mereka. Yin Cheng adalah yang paling pertama untuk terus melangkah menuju kantin ruang latihan.
***
Update Mingguan : 04/14
__ADS_1