Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab285. Rumah


__ADS_3

Sorakan penuh semangat menggema sangat keras ketika Han Xiao dan Ne Zha selesai melakukan Pemusnaha Surga, kultivator yang bersembunyi menonton perang singkat yang sangat menakjubkan itu keluar dan menyerukan nama Han Xiao dan Ne Zha sebagai pahlawan Benua Angin Selatan.


"Ini untuk kalian, Jiao, Shiva, Qianfan dan Yexing. Kami membalaskan dendam kalian hingga akarnya," gumam Han Xiao seraya melihat ke sekeliling, banyak gerombolan manusia yang berhambur menuju mereka. Mata pemuda itu juga berubah, tidak menjadi dingin seperti sebelumnya, kini mata Han Xiao terlihat lebih cerah dan hangat, walaupun ada setitik yang menunjukan sinar kedinginan.


"Kita tidak akan bisa berlama-lama disini, juga mereka sudah semakin dekat. Jika mereka sudah sampai sini, akan sedikit sulit untuk pergi. Lebih baik kita pergi sekarang," ujar Ne Zha pada Han Xiao.


Ne Zha meminta Han Xiao mengeluarkan Kuai You Shengqi, Han Xiao menuruti kemauan Ne Zha, dia mengeluarkan Kuai You Shengqi sebelum mengajak semuanya masuk kedalam.


"Sampai jumpa lain waktu! Tidak usah berterimakasih, cukup dengan kalian menjaga Benua ini agar tidak ada perperangan yang menghancurkan Benua ini, sudah cukup bagi kami." Han Xiao berteriak sangat lantang sebelum masuk kedalam Kuai You Shengqi.


Sekarang adalah bagian Ne Zha untuk mengendara, Han Xiao memilih duduk disamping karena dia akan berusaha menghubungi Xian Chin.


Kuai You Shengqi melesat dengan sangat cepat, hanya dalam satu kedipan mata itu sudah menghilang dari bekas-bekas medan perang.


Para kultivator yang sebelumnya berhamburan menuju Han Xiao tentu sedikit kecewa karena tidka bisa menyapa Han Xiao dan Ne Zha untuk sekedar mengatakan terimakasih, tapi karena Han Xiao sudah mengatakan bahwa menjaga Benua Angin Selatan sebagai ucapan terimakasih sudah cukup bagi mereka.


"Tadi itu sangat gila! Jurus apa yang kalian keluarkan? Itu ribuan kali lebih menakutkan dari Hujan Meteor yang kulepaskan!" seru Xiao Qi saat mereka mulai melesat kearah selatan, lebih tepatnya menuju Kekaisaran Yang.


Han Xiao tertawa, dia sebelumnya memiliki tebakan bahwa Xiao Qi pasti akan pamer dan bangga akan hujan meteornya, tapi semua itu harus diredam oleh Pemusnahan Surga.


"Itu dinamakan Pemusnahan Surga, saat sampai di tingkat tertentu itu bisa memanggil Petir Penyucian untuk menghancurkan ratusan juta musuh dalam sekejap," balas Han Xiao dengan sangat pongah.


"Pemusnahan Surga! Sungguh nama yang angkuh, tapi itu sangat cocok dengan kekuatan yang dilepaskan!" ujar Xiao Qi dengan tercengang.


Han Xiao terkekeh sebelum memeamkan matanya, dia berusaha untuk menghubungi Xian Chin untuk meminta waktu sebelum menariknya ke Alam Abadi.


"Kapan kau ingin ke Alam Abadi? Waktuku tidak banyak, aku akan masuk dalam kultivasi tertutup agar menembus Alam Kaisar Abadi. Setelah itu aku akan membantai para Kaisar sialan itu!" suara indah Xian Chin segera terngiang di kepala Han Xiao.

__ADS_1


"Kau bisa membaca pikiranku, seharusnya kau mengetahui kapan aku ingin ke Alam abadi," sahut Han Xiao.


"Baiklah, kuberi kau waktu lima hari, jika lima hari kau belum siap, mau tidak mau aku akan menarikmu bersama Ne Zha. Gunakan waktu ini sebaik mungkin, aku akan masuk kedalam kultivasi tertutup setelah menyerap seluruh Pengorbanan yang kau berikan. Aku sangat berterimakasih padamu Han," ucap Xian Chin.


"Hanya terimakasih? Aku berterung dengan Raja Iblis yang memiliki Kultivasi Alam Dewa sedangkan aku hanya berada di Alam Raja, aku berperang dengan jutaan Iblis dan hanya terimakasih yang aku dapatkan?" gerutu Han Xiao.


Suara kekehan terngiang dikepala Han Xiao, "Aku tahu apa maumu, maka dari itu cepatlah siapkan dirimu disana, semakin cepat semakin baik," sahut Xian Chin dengan suara tawa yang sangat indah.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Han Xiao.


"Maksudku apakah para Kaisar itu masih membombardir rumah kita?" lanjutnya.


"Sebentar, maaf katamu? Rumah kita?" suara Xian Chin terdengar sangat bingung.


Han Xiao tertawa riang, "Kita adalah tunangan, rumahmu rumahku, dan rumahku adalah rumahmu, sayangnya aku belum memiliki rumah, sehingga rumahmu adalah tempatku berpulang, itu adalah rumah kita," terang Han Xiao.


***


"Kau dasar bodoh, pembicaraan logikamu itu terdengar sangat manis," gerutu Xian Chin dalam hatinya.


Brak...


Pintu terbuka secara kasar, sesosok gadis berjubah longgar masuk dengan wajah yang sangat riang dan santai. Ekspresinya segera menjadi bingung ketika melihat Xian Chin yang tersenyum-senyum menatap keatas lautan berbintang.


Gadis itu adalah Xian Xuenai! Dia segera mengikuti arah pandangan dari Xian Chin, sebuah senyum jahil terukir pada bibir gadis tersebut.


"Ah Jiejie'ku ini sedang sangat kasmaran yah," goda Xian Xuenai ketika dia mengetahui bahwa arah pandang Xian Chin adalah Bintang dimana Benua Angin Selatan berada.

__ADS_1


"Xuenai! Apakah kau tidak pernah diajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk?!" omel Xian Chin.


Xian Xuenai mendengus, "Aku mendobrak pintu tapi Jiejie masih menatap bintang itu seolah tidak menyadari aku datang. Ada apa dengan Han Xiao?"


Xian Chin hanya tersenyum untuk menanggapi, "Dia dan Ne Zha telah menyelesaikan pengorbanan, ayo kita mulai menyerap kekuatan dari pengorbanan," ajak Xian Chin.


Xian Xuenai menggelengkan kepalanya, "Tidak Chin'jiejie, ambil semua pengorbanan itu untukmu, aku tidak terlalu membutuhkannya, suatu saat aku bisa menembus Alam Kaisar Abadi beberapa juta tahun lagi, itu waktu yang singkat. Kau adlah yang sangat membutuhkannya, tekanan dari sembilanpuluh sembilan orang sialan itu semakin membesar, belum lagi kini Kaisar Dewa sudah berhasil mengumpulkan pemilik Mata Dewa selain Mata Takdir , Mata Ilusi dan Mata Mimpi Buruk." Xian Xuenai mulai memberikan satu demi satu informasi yang dia dapat ketika berkeliaran untuk mencari informasi.


Xian Xuenai memiliki Roh Beladiri Cermin, itu bisa membuat dirinya meniru Roh Beladiri milik orang lain, juga dia bisa mengubah penampilan, aura dan pembawaan orang lain menggunakan Roh Beladiri Cerminnya. Tapi itu semua tidak semengerikan yang dibayangkan, jika Xian Xuenai ingin meniru, dia harus merekam orang tersebut dalam Roh Beladiri Cermin miliknya terlebih dahulu, jadi tidak semua orang bisa dia tiru, sebagai contoh adalah dari sembilan puluh sembilan Kaisar Dunia, hanya empat yang bisa dia tiru.


"Baiklah jika begitu, persiapkan semuanya, aku akan melakukan penyerapan secepat mungkin," pinta Xian Chin.


"Baik Jiejie!" sahut Xian Xuenai.


"Heeeey apakah kau masih disana Chin sayangku?!" suara teriakan terdengar di kepala Xian Chin.


"Ah aku hampir lupa." Xian Chin menepuk keningnya ketika mendengar suara teriakan Han Xiao.


"Lupa apa?" Xian Xuenai bertanya dengan bingung.


"Han Xiao," ujar Xian Chin.


****


Update Mingguan : 14/14


Update Merdeka : 29/75

__ADS_1


__ADS_2