
Kecepatan dari kelompok itu benar-benar luarbiasa, mereka segera menemukan kelompok lain yang kini tengah duduk bersantai dan bercanda riang. Terlihat jelas kelompok itu tengah menikmati makanan.
"Mereka bukan tim Juxue." Langkah pemuda yang memimpin jalan tidak berhenti ketika melihat bahwa kelompok di depannya bukanlah orang yang dia maksud.
"Siapa mereka? Sepertinya kami tidak melhat mereka di Pertemuan Kaisar," ucap pemuda di samping sang ketua.
Ketiga pemuda ini adalah tim yang sebelumnya melihat asap dari kejauhan dan berhambur lari menuju asap karena mengira asap itu berasal dari Murid Kaisar lainnya yaitu Juxue.
"Siapa kalian?!" Pemuda yang menjadi ketua itu tidak menunjukan sikap ramahnya, sebagai murid Kaisar, dia memiliki kebanggaan yang sangat superior dibandingkan siapapun.
"Siapa kami? Bukankah seharusnya kami yang bertanya, siapa kalian karena telah menganggu acara makan-makan kami?" sungut seorang pemuda yang memiliki rambut biru gelap. Jelas dia adalah Han Xiao.
Ketua itu langsung memiliki ekspresi gelap, belum pernah dirinya mendapatkan jawaban seperti itu. Itu secara langsung menyerang harga dirinya sebagai murid Kaisar.
"Berani kau kurang ajar dengan kekuatan kecilmu!" Ketua itu sudah jelas merasakan bahwa Kultivasi Han Xiao hanya berada di ranah Dewa Sejati puncak, dirinya berada di ranah Dewa Sejati kedua. Jelas dalam pikirannya, dia bisa menghancurkan Han Xiao dengan sangat mudah.
Han Xiao menghiraukan pemuda yang meraung padanya, dia memilih untuk mengambil makan lagi, sangat disayangkan baginya untuk kalah banyak dalam perebutan makanan bersama Ne Zha.
Melihat Han Xiao mengabaikannya, pemuda itu dengan marah maju ke depan untuk memberikan pelajaran pada Han Xiao. Tubuh pemuda itu segera bersinar sangat terang saat terus mendekati Han Xiao.
__ADS_1
"Kau membuat keributan pada acara orang lain, apakah tidak malu?" suara celaan itu sanggup untuk membuat pemuda tersebut segera membeku.
Tidak dalam mimpi terliarnya pun dia bisa mendengar suara ini di Menara Tianxia, pemilik suara ini sudah sangat dia kenal. Karena dia berkali-kali bertemu dengan sang pemilik suara.
Pemuda itu segera menatap pada gadis berjubah merah yang sangat pas dengan postur tubuhnya, terdapat hiasan juga pada sambut gadis tersebut. Wajahnya yang cantik terlihat kesal menatapnya.
"Xian Xuenai!" seru pemuda itu seraya mengambil satu langkah mundur.
Pada detik berikutnya sebuah cahaya menyenangkan melesat dari mata pemuda tersebut, "Hahaha! Keberuntunganku bagus! Jadi, kalianlah perserta dari Alam Semesta Waktu?" Pemuda itu menatap satu demi satu mulai dari Han Xiao, Ne Zha lalu Feng Jin.
Dia tidak khawatir dengan ketiga orang tersebut, tapi dia harus sangat wapada pada Xian Xuenai, bagaimanapun gadis itu berada di ranah Raja Abadi.
"Tebakan para Kaisar sepertinya salah, kemungkinan Zi Yao memberikan Tokennya pada Kaisar Xian Chin, dengan begitu Xian Xuenai bisa unjuk diri disini," pikir pemuda tersebut, hal aneh jika Jenius lain akur dengan Xian Xuenai seperti ini, wajah Xian Xuenai dan Xian Chin terus menerus terpatri sebagai musuh bagi para Murid Kaisar. Jadi hanya ada satu penjelasan, orang-orang ini adalah musuh mereka yang merupakan sekutu dari Xian Xuenai.
Seolah sudah melihat dari apa yang dipikirkan oleh Pemuda tersebut, Han Xiao berdiri.
"Kau tidak perlu mengotori tanganmu, santai saja makan. Biar aku yang mengurusnya," ujar Han Xiao saat melihat Xian Xuenai hendak bangun.
Xian Xuenai tertawa kecil, "Apapun yang dikatakan oleh kakak Ipar," sahutnya.
__ADS_1
Dengan kultivasi tingginya, pendengaran pemuda tersebut sangat tajam. Dia bisa mendengar Xian Xuenai menyebut pemuda berambut biru gelap itu dengan sebutan Kakak Ipar, ekspresinya menjadi gelap. Walaupun dia sebagai musuh, masih ada kekaguman pada diriny terhadap kecantikan luar biasa dari Xian Chin, belum lagi mengingat bahwa Xian Chin adalah seorang Kaisar. Siapapun pasti akan memiliki hatinya pada sosok seperti itu walaupun sedikit.
"Ah siapa namamu? Ketika aku membunuh akan sangat kejam jika tidak mengetahui namamu." Han Xiao tersenyum lebar.
Pemuda itu terkejut ketika Han Xiao sudah berada dihadapannya dalam sekejap, tapi saat mengingat kultivasi Han Xiao, pemuda itu mendengus dingin penuh celaan jelas pada matanya.
"Dengarkan namaku yang agung ini, aku adalah Yutian! Murid dari Kaisar Mata Dewa Binatang!" seru pemuda itu penuh arogansi tinggi.
Mata Dewa Binatang! Sungguh mengesalkan untuk bertemu sosok seperti pemuda ini di pesisir Menara Tianxia yang terdapat banyak Monster tingkat 16.
Kemampuan Mata Dewa Binatang adalah mengontrol Binatang dalam radius tertentu, tidak menghiraukan seberapa kuat Binatang itu. Masih akan terpengaruh oleh Mata Dewa Binatang untuk dikendalikan.
"Wah... Wah... Kau memang harus cepat dibunuh, jika tidak. Kau adalah lawan mengesalkan di Menara Tianxia yang memiliki milyaran Binatang kuat." Niat membunuh tebal terpancar dari mata Han Xiao, jelas dia merasakan potensi bahaya dari Yutian ini. Jika dibiarkan, maka dia bisa mengendalikan banyak Binatang kuat untuk melawan mereka. Beruntung sekarang hanya di pinggiran Benua, jika berada di dalam. Akan lebih banyak Binatang yang berkali-kali lipat lebih kuat dari Monster tingkat 16 ini.
Tidak ada sedikitpun rasa takut pada mata Yutian, justru sebuah senyum penuh celaan terpatri pada bibirnya. Sebelumnya jelas Yutian merasakan keberadaan dari banyak Monster tingkat 16 disini. Bahkan ada beberapa tingkat 17, dengan inilah kepercayaan dirinya melonjak. Ditambah dengan lawannya hanya berada di ranah Dewa Sejati, Yutian sangat yakin dengan kekuatan dirinya sendiri untuk menangani pemuda rambut biru tersebut. Dengan adanya para Monster disekitar sini, Yutian merasa kemenangannya mutlak. Namun itu harus digaris bawahi jika Xian Xuenai tidak ikut campur.
Jika Xian Xuenai mengetahui pemikiran dari Yutian, mungkin dia akan tersedak makanannya dan tertawa sangat keras. Bagaimanapun dia sangat jelas mengetahui kekuatan dari Han Xiao, belum lagi Han Xiao memiliki Kekuatan Kejahatan, dengan energi Negatif. Itu juga bisa mempengaruhi para Monster untuk berada dibawah kendalinya. Dan perlu diingat, Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin memiliki Kekuatan Mutlak. Sedangkan kelompok Yutian tidak memilikinya.
"Yutian eh? Baiklah, aku. Han Xiao akan bermain sedikit denganmu, mungkin ini akan menarik peserta lain untuk bergabung dalam kesenangan," kekeh Han Xiao, setelah mengatakan hal tersebut. Aura kekejaman tanpa batas merembes dari tubuhnya.
__ADS_1
***
Update Mingguan : 05/14