
"Darimana kau mengetahui bahwa artefak itu memiliki kekuatan yang bisa menangkal Alat Dewa Kaisar Air?" Han Xiao bertanya dengan sangat logis sesuai arahan Ne Zha.
Mon Cie menceritakan, sekitar tiga juta tahun yang lalu, terjadi pertarungan antara Kaisar Air dan Kaisar Es, pertarungan itu bertepatan tidak jauh dari dunia ini, pertarungan itu sangat sengit karena berlangsung hingga dua juta tahun, pada akhirnya pertarungan itu membuat Kaisar Air terluka parah hingga hampir saja mati, sedangan Kaisar Es menghilang entah kemana.
Tapi yang jelas ada serpihan potongan dari Alat Dewa Kaisar Es yang jatuh di Dunia ini, serpihan itulahyang menjadi Artefak yang sangat dicari, lantaran hanya dengan potongan itu saja, sudah lebih dari cukup untuk menahan serangan yang sangat kuat dari Kaisar Air.
"Hukum alam, Air akan membeku jika terkena es, tapi begitu juga sebaliknya. Harus memiliki kekuatan lebih besar untuk membekukan air, dengan begitu. Seberapa besar kekuatan yang dimiliki Alat Dewa utuh Kaisar Es?" gumam han Xiao.
Han Xiao membiarkan Mon Cie kembali bercerita, konon katanya Alat Dewa milik Kaisar Es juga menghilang, ada kemungkinan itu kembali ke Alam Semesta Es atau justru bersembunyi di Alam Semesta Air menunggu sang pemilik menjemputnya kembali.
"Dengan kata lain, jika kita mengambil potongan Alat Dewa milik Kaisar Es, kita bisa mencari lokasi tepat Alat Dewa milik Kaisar Es." Mon Cie menutup cerita singkatnya.
Han Xiao mengelus dagunya, mendengar kata 'Es' bagian dari dirinya terasa sedikit sesak karena mengingatkannya pada Bing Xing, tapi apa boleh buat. Dengan Alat Dewa lain, kekuatan Xian Chin akan lebih kuat kedepannya.
"Bawa kami sekarang juga ke tempat itu." Setelah mendiskusikannya dengan Ne Zha lewat telepati, Han Xiao mengikuti langkah-langkah yang dibuat oleh Ne Zha.
Mon Cie tersenyum kecil, "Kenapa terburu-buru tuan muda? Akan lebih baik jika melakukannya setelah Festival bukan?"
Han Xiao menggelengkan kepalanya ringan, "Bawa aku sekarang juga, atau tidak. Kita lupakan saja kesepakatan soal Festival." Han Xiao berkata dengan enteng.
Raut wajah Mon Cie segera berubah, "Baik tuan muda, tapi aku meminta waktu untuk bersiap mengurus beberapa hal. Hanya sebentar," pinta Mon Cie.
"Pergilah, jangan lebih dari setengah jam," ucap Han Xiao.
Setelah mendengar ucapan Han Xiao, Mon Cie segera membawa Shuiyu pergi dari kamar penginapan.
Sekepergiannya Mon Cie, Ne Zha yang sedari tadi diam menjentikan tangannya, sebuah kekuatan tidak terlihat segera menutupi setiap sudut ruangan.
__ADS_1
Melihat yang dilakukan oleh Ne Zha, Han Xiao juga melakukan hal yang sama yaitu menjentikan jarinya.
"Aliran waktu mungkin berhenti, tapi masih ada orang yang bisa melihat tembus ke ruangan ini. Aku memisahkan ruang untuk sementara, dengan begitu tidak ada yang bisa mendengar pembicaraan kita walaupun berada di tingkat Xian Xuenai," ujar Han Xiao setelah menambahkan kekuatan ruang pada penghalang yang dibuat oleh Ne ZHa.
Ne Zha mengagguk ringan, dia mulai memberitahu hal yang ada dikepalanya pada Han Xiao. Yaitu tentang ruang yang tidak bisa dibuka dengan cara apapun.
"Selalu ada pengecualian di dunia ini, ruang seperti yang dibicarakan oleh Mon Cie, itu akan terbuka jika pemilik datang. Atau melakukan pengorbanan darah yang berjumlah ratusan jutaan jiwa," terang Ne Zha.
Terdengar sangat sepele mengenai pengorbanan ratusan juta jiwa, tapi tidak akan ada yang memikirkannya untuk membuka sebuah tempat.
"Dengan kata lain, tindakanmu untuk memprovokasi Ras Jijian ada untungnya, selain kita bisa membersihkan mereka lebih cepat sebelum Festival, kita juga bisa membuka tempat dimana potongan Alat Dewa itu berada."
Mata Han Xiao menjadi sangat cerah ketika mendengarkan penjelasan dari Ne Zha, bisa dibilang yang dia lakukan adalah menepuk dua burung dengan satu batu.
Kedua pemuda itu terus membahas berbagai rencana yang akan mereka lakukan ke depannya di Alam Semesta Air ini, jika memang benar Alat Dewa ada di Alam Semesta ini. Maka petualangan mereka akan memiliki tujuan, yaitu mencari Alat Dewa.
Han Xiao dan Ne Zha menghilangkan pelindung pada kamar mereka dan membiarkan Mon Cie dan Shuiyu masuk kedalam.
Ketika pintu terbuka, mereka berdua mendapati penampilan sepasang guru dan murid itu telah berubah, Mon Cie menggunakan sebuah jirah ringan berwarna biru putih yang sangat minim, jirah itu memperlihatkan jelas belahan diantara dadanya, serta memamerkan bagian pahanya yang sangat mulus tersebut.
Sama seperti gurunya, Shuiyu juga menggunakan Jirah ringan yang serupa. Ada satu hal yang sangat menarik perhatian Han Xiao selain belahan dada sepasang guru murid tersebut. Yaitu pedang besar yang terpajang di punggung mereka.
Besar pedang tersebut hampir melebihi Pedang Delapan Kejahatan milik Han Xiao, dengan mata pedang berwarna biru laut yang terlihat transparan, sungguh pedang yang sangat unik.
"Wah kalian sangat menakjubkan," ujar Han Xiao tidak menyembunyikan mata nakalnya.
"Terimakasih tuan muda, tapi sekarang ada masalah yang sangat besar, puluhan ribu Ras Jijian sudah berada di Pesisir Pantai, mereka datang dengan maksud membunuh kalian, lebih baik kita pergi sekarang juga," ucap Mon Cie.
__ADS_1
Bukannya takut ekspresi yang muncul pada wajah Ne Zha dan Han Xiao, kedua pemuda itu berpandangan sebelum serempak berkata, "Makanan!"
Tidak menunggu Mon Cie, kedua pemuda itu segera melesat pergi keluar dari kamar penginapan menuju pesisir pantai.
Mon Cie dan Shuiyu membeku ketika melhat reaksi keduanya.
"Aih aku terlalu meremehkan mereka, aku kira puluhan ribu cukup untuk membuat mereka lari," desah Mon Cie, pada nyatanya diluar sana terdapat ratusan ribu Ras Jijian yang datang untuk mencabut nyawa Han Xiao dan Ne Zha.
***
"Bunuh Manusia! Makan Manusia! Cabik Manusia!" seruan demi seruan lantang terdengar di pesisir pantai.
Ras Jijian dalam bentuk setengah manusianya memenuhi pantai yang sebelumnya lautan air, kini terganti oleh lautan Ras Jijian.
"Wah... wah... wah... Kita akan mendapatkan bekal yang sangat banyak!" Tiba-tiba muncul dua pemuda dari arah barat menuju pantai.
Sosok Ras Jijian yang berada di baris terdepan segera meraung marah dan berkata pada Ras Jijian yang memiliki ukuran lebih besar darinya.
"Mereka manusia yang memprovokasi Ras Kita dan ingin memakan Tendon Raja kita!" geram Ras Jijian tersebut pada sosok besar disampingnya.
Sosok yang datang itu memiliki rambut hitam legam dan rambut biru gelap yang sangat indah diterangi terik matahari. Ya, mereka adalah Han Xiao dan Ne Zha yang terbang secepat mungkin untuk mengambil 'Bekal' yang mereka inginkan.
***
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 61/75