
Ketika Ne Zha, Feng Jin dan Xian Xuenai berada di Menara ujian, Han Xiao sendiri kini tengah berkeliaran, dia pergi ke arah utara dengan kecepatan yang sangat gila.
Tapi secepat apapun, Han Xiao masih sulit untuk menyamai kecepatan Xian Xuenai yang berada di puncak Raja Abadi. Sehingga kini adalah hari keenam setelah dia berlari liar menuju utara, sesekali dia menyempatkan diri untuk melebarkan pencarian terhadap para jenius dengan harapan bisa membunuh mereka.
Namun sial, itu masih sama seperti sebelumnya. Dia tidak menemukan siapapu dimana-mana, hanya ada Monster saja.
"Selama Sabit Dingin bereaksi, aku bisa menemukannya!" Han Xiao bertekad untuk menemukan potongan dari Sabit Dingin.
Dia setidaknya memiliki beberapa tebakan, jika potongan Sabit Dingin entah bagaimana masuk ke sini, atau itu dibawa oleh Kaisar Es. Mengingat Kaisar Es menghilang bersama potongan Sabit Dingin lainnya.
Sekarang menginjak hari ke tujuh, Han Xiao bertemu dengan sesosok makhluk ganas yag seluruh tubuhnya terbuat dari batu dan Lava.
"Golem? Sungguh lucu ingin menghalangi jalanku," kekeh Han Xiao lalu melepaskan sebuah tinjuan pada Golem batu lava tersebut.
BOOOOM!!!
DUAAAR!!!
CRACKK!!!
Dalam satu pukulan Golem itu hancur, telinga Han Xiao berkedut saat mendengat suara langkah, itu bukan dari Golem yang hancur. Tapi sebuah langkah kaki yang kecil.
"Manusia, hahaha kau adalah jenius yang malang!" Han Xiao membalikan tubuhnya dan segera menyerbu ke arah asa suara langkah.
***
Juxue begitulah orang memmanggilnya, sosoknya sungguh indah dan menawan, tubunya tinggi proporsi perut kecil dengan pinggul sedangg. Dan bagian buah dada yang menonjol membuat siapapun yang melihatnya akan mengeluarkan air liur. Ditambahkan dengan wajahnya yang bagaikan dewi di surga setiap orang yang melihatnya akan bersujud dihadapannya karena kecantikan gadis tersebut.
Tapi sayang, siapapun yang memiliki hati lemah, hanya dengan tawa kecilnya saja. Juxue bisa membunuh orang itu dengan kecantikannya! Tidak perlu baginya untuk mengangkat senjata untuk membunuh lawannya, hal ini membuat Juxue sangat arogan. Dia tidak akan terima jika ada yang membandingkan seseorang dengannya.
Hingga sampai hal itu terjadi, datang seorang murid Kaisar Baja bernama Jian, banyak orang yang membandingkan dirinya dengan Jian. Memang Juxue sendiri melihat bahwa kecantikan Jian tidak kalah dengannya. Hanya saja sebagai gadis yang luhur dan terkena sebagai murid Kaisar Kecantikan, Juxue tidak ingin memiliki saingan dalam kecantikannya.
__ADS_1
Berulangkali Juxue melakukan berbagai skenario agar wajah Jian menjadi buruk, tapi sial seluruh rencananya harus gagal.
Kini dia memiliki kesempatan, Juxue sangat percaya diri dengan kemampuan beladirinya melebihi Jian, sehingga dia memutuskan untuk membunuh Jian di Menara Tianxia ini. Sangat sulit baginya untuk bergerak membunuh Jian di dunia luar karena berbagai hal, tapi di sini. Dia bisa melakukannya!
Juxue saat ini sudah mengetahui dimana posisi Jian, hanya tinggal dia pergi kesana dan melaksanakan rencananya untuk membunuh Jian.
Pada saat dia pergi menuju ke tempat Jian, Juxue tidak sengaja mendengar sebuah suara pertarungan yang sangat menggelegar, dengan penasaran gadis itu pergi menuju asal suara.
Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang pemuda yang menghancurkan Golem Batu Lava yang terkenal sangat sulit dihadapi karena memiliki tingkat 20 puncak dalam satu pukulan! Juxue bahkan tidak yakin bisa melakukan hal tersebut dengan seluruh kekuatannya walaupun dia berada di ranah Dewa Raja.
"Siapa dia?" Langkah Juxue terhenti saat dia menatap terpana pada sosok pemuda berambut biru gelap yang dihembus oleh angin.
"Dia menuju kemari!" Juxue segera menjadi sangat bingung, apakah dia harus bersebunyi atau menghadapi pemuda itu, segera saja dia menyadari bahwa tingkahnya menjadi sangat konyol. Tidak seperti biasanya.
"Apa yang aku lakukan?!" gerutu Juxue.
***
Kecepatan Han Xiao sangat cepat, dia segera sampai di hadapan gadis tersebut. Hal yang pertama Han Xiao lakukan adalah tercengang, gadis di hadapannya ini sungguh luar biasa menakjubkan!
Han Xiao tidak repot-repot menutupi tatapan nakalnya yang berkeliaran pada tubuh gadis itu dari ujung kaki, lau berhenti pada bagian dada sebelum menatap mata gadis itu secara langsung.
"Juxue, murid Kaisar Kecantikan. Sungguh luar biasa," kekeh Han Xiao saat mengidentifikasi identitas gadis di hadapannya.
"Siapa kau?" Juxue sudah terbiasa mendapatkan tatapan nakal, tapi tatapan dari pemuda berambut biru gelap ini membuat dirinya merasa ditelanjangi, apalagi saat pemuda itu menatap dadanya, Juxue secara spontan menutupi dengan tangannya.
"Sungguh disayangkan, makhluk seindah ini harus mati." Han Xiao menghela napasnya, pikirannya sungguh berat, sebelumnya dia melahap banyak Esensi Darah dari Monster. Belum sempat dia murnikan karena tidak sanggup, Han Xiao membutuhkan lawan untuk melampiaskan energi negatifnya.
Biarpun dia tidak menggila seperti dulu, tetapi Energi Negatif ini sangat membebani kepalanya serta seluruh meridian dalam tubuhnya.
"Aku akan terus terang, jika kau melawan aku akan membunuhmu. Jika kau bekerja sama, aku akan membawamu pada puncak kenikmatan duniawi," ceplos Han Xiao.
__ADS_1
Wajah Juxue segera memerah padam, sebagai gadis yang sudah matang. Tentu dia mengerti makna dalam ceplosan ringan dari pemuda berambut biru tersebut.
Juxue memindai pemuda di hadapannya, tawanya langsung tergelak lepas saat dia mengetahui pemuda itu hanya berada di ranah Dewa Sejati.
"Dengan kultivasimu di ranah Dewa Sejati ingin membunuhku? Ranah Dewa Raja kedua?" Juxue terus tertawa menguatkan aura kecantikannya, dia mengira bahwa hal itu akan segera membuat pemuda di hadapannya terbunuh.
Namun naas, dia bertemu dengan Han Xiao, aura dari Juxue hanya menambah beban Energi Negatif untuk semakin menggila menguar.
"Aku akan menunjuannya padamu," desis Han Xiao saat matanya mulai menjadi biru gelap seluruhnya. Energi negatif dalam dirinya sudah tidak bisa ditahan karena pengaruh dari tawa Juxue yang membangkitkan hasrat dalam dirinya semakin kuat.
BAM!
Juxue yang tertawa tiba-tiba tersedak saat tubuhnya menghantam batu, sebuah tangan mencengkram erat lehernya. Kekuatan mengerikan menguar di sekeliling Juxue membuat gadis itu bergidik ngeri.
Tatapan Juxue bertemu dengan mata biru gelap, pada saat itulah dirinya menyadari bahwa dia sedang dalam bahaya fatal, Juxue mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan.
Bam!
Juxue berhasil melepaskan cengkraman Han Xiao dan mencari jalan kabur.
Bam!
Belum sempat melangkah, Juxue telah ditekan ke batu sebelumnya hingga melubang disana.
"Bukankah sudah kukatakan? Jika melawan kau akan mati," desisan Han Xiao kini bagaikan guntur di telinga Juxue.
Pada detik berikutnya Juxue merasakan sesuatu yang keras memasuki perutnya, dia merintih dan menatap tidak berdaya pada Han Xiao yang kini mulai mempermainkan nya.
***
Update Mingguan : 05/14
__ADS_1