Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab236. Altar


__ADS_3

Waktu tiba-tiba berhenti, bahkan altar yang tadi terbang dan berputarpun kini membeku diam, Han Xiao sudah pernah mengalami hal ini, dia segera menatap bingung pada Xian Xuenai.


"Ada yang ingin dibicarakan?" tanya Han Xiao.


Xian Xuenai mengangguk ringan, "Benar, ini menyangkut perkataanmu tadi, kau bertanya apa keuntunganmu melakukan pengorbanan untuk Chin'Jiejie bukan? Aku akan menjelaskan padamu, dunia ini sangatlah luas, jauh dari yang bisa kau bayangkan. Ketika ingatan harimau putih di kepalamu terbuka nanti kau akan mendapatkan detailnya."


"Namun sekarang aku akan memberikan bocoran paling penting untukmu, dunia ini berada di sebuah Alam Semesta bernama Alam Semesta Kensunyian. Pada Universe ini terdapat seratus Dunia sama yang dimiliki oleh Chin'Jiejie dan memiliki seratus Kultivator Alam Kaisar masing-masing memimpin Dunia tersebut."


"Mereka semua berada diambang tembusan pada Alam Kaisar Abadi, siapapun yang mencapai tingkat ini, maka akan mendominasi Alam Semesta ini. Dan posisi Chin'Jiejie saat ini selalu ditekan oleh Kaisar lainnya karena memiliki potensi paling tinggi untuk menembus Alam Kaisar Abadi," jelas Xian Chin panjang lebar, gadis itu sampai lupa menarik napas ketika menjelaskan hal tersebut.


Han Xiao tertegun, dunia ini hanya bagian dari Alam Semesta Kesunyian? Ada seratus Dunia yang sama seperti ini diluar sana? Didalam ingatannya yang saat ini, dia hanya memiliki pengetahuan tenatang dunia yang dipimpin oleh Xian Chin saja.


"Semua Altar milik Chin'Jiejie telah dihancurkan, aku tidak menyangka masih ada satu disini. Mungkin Zi Yao yang membawanya saat itu!" seru Xian Xuenai penuh antusias, kini kekhawatiran terbesarnya hilang seketika.


"Ayolah Han, kau setelah ini akan datang ke Benua Kayu Tengah, kau akan membunuh baik Iblis ataupun manusia disana, bukankah ini sama dengan sekali tembak dapat dua burung?" Xian Xuenai tersenyum lebar.


"Kenapa tidak kau saja yang melakukannya? Kekuatanmu jauh lebih besar dariku, aku mempersilahkan untukmu melenyapkan seluruh orang yang ada di Benua Kayu Tengah kecuali kerabat terdekat dari Xiao Jiang dan Xiao Wushuang," celetuk Han Xiao dengan santai.


Xian Xuenai tersenyum kecut untuk menanggapi, "Jika bisa maka aku akan melakukannya, namun aku sudah berjanji pada Chin'jiejie bahwa tidak akan berulah," sahut Xian Xuenai.


"Ini menguntungkan untuknya, kenapa kau sangat takut padanya?" celetuk Han Xiao.


"Kau tidak mengerti ya, aih biar aku jelaskan." Xian Xuenai mulai menjelaskan bahwa pengorbanan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berada dibawah Alam Dewa, jika memiliki kultivasi diatas Alam Dewa itu tidak berguna sama sekali.


"Kenapa begitu? Bukankah sama saja kita membunuh?" Han Xiao menggernyit heran.


Xian Xuenai mengendikan bahunya, "Biarpun aku adalah adik dari penguasa dunia ini, ada beberapa hal juga yang tidak kuketahui, namun saat itu aku pernah menemukan Altar milik Chin'Jiejie dan melakukan pengorbanan, namun hal itu tidak bekerja, dan ketika prajuritku membunuh untuk pengorbanan itu berlaku. Sialnya belum lama itu Altar diketahui oleh Kaisar lain sehingga sembilan puluh sembilan orang sialan itu bergerak untuk melawan Chin 'Jiejie," ucap Xian Xuenai dengan gerutuan sangat kesal diakhir kalimatnya.

__ADS_1


"Sembilan puluh sembilan? Xian Chin bertahan dari serangan mereka?!" Han Xiao berseru penuh terkejut.


Xian Xuenai tersenyum bangga ketika mendapatkan ekspresi terkejut Han Xiao, "Tentu saja, Chin'Jiejie ku sangatlah kuat!"


"Sudahlah jangan banyak bicara, simpan Altar tersebut kedalam Cincin Darah milkmu, cepatlah menembus Alam Inti Kosong agar ingatan Harimau Putih terbuka seluruhnya, kau akan mengetahui semuanya setelah itu," ujar Xian Xuenai. "Jika kau melakukan pengorbanan, dan Chin'Jiejie menembus tingkat Kaisar Abadi bukankah sangat mengagumkan memiliki istri paling kuat di Alam Semesta ini?" sambung Xian Xuenai dengan nada yang nakal.


Han Xiao mendengus ringan, "Xian Chin sayang, kau harus memberiku hadiah tebaik nanti," ceplos Han Xiao.


"Kau pada tunanganmu saja hitungan!" suara kesal Xian Chin bergema di kastil tersebut.


"Marahi dia Chin'Jiejie," celetuk Xian Xuenai seraya tertawa puas melihat wajah memerah Han Xiao.


"Xuenai, kau dinakali olehnya?" tanya suara Xian Chin.


"Iya Chin'Jiejie, dia sangat nakal!" sahut Xian Xuenai mengadu.


Han Xiao terdiam ketika mendengar kata tersebut, pandangannya kini menjadi gelap pada Xian Xuenai, "Adik ipar macam apa kau ini?" sungut Han Xiao kesal.


"Macam ini, macam bagaimana lagi?" Xian Xuenai menyahuti seraya tertawa hingga memegangi perutnya.


"Hey Xian Chin sayang, aku tidak menakalinya astaga janganlah kau kurangi jatahku nanti, aku tidak akan puas," ceplos Han Xiao.


Namun tidak ada jawaban dari Xian Chin, suara gadis itu sudah menghilang sejak mengatakan kalimat terakhirnya tadi.


Han Xiao menggeram kesal, dia bergerak untuk memasukan Altar kedalam Cincin Darah, ketika Altar sudah masuk kedalam Cincin Darah dia menatap Xian Xuenai yang masih tertawa.


"Sampai kapan kau ingin membuat mereka menjadi patung?" tanya Han Xiao pada Xian Xuenai.

__ADS_1


"Hey apakah kau tidak ingin mengambil kesempatan?" Xian Xuenai mengusap lembut pipi Bing Xing dengan punggung tangannya.


Sungguh gadis nakal! Itulah yang ada dalam pikiran Han Xiao, "Aku tidak akan menggunakan cara seperti ini, aku lebih suka jika dia aktif bermain bersama daripada menjadi patung seperti itu," sahut Han Xiao secara gamblang dan vulgar.


"Bahkan tidak hanya untuk mengambil ciuman darinya?" goda Xian Xuenai.


"Aku bisa melakukannya ketika dia sadar, kenapa harus melakukannya saat dia menjadi patung?" ujar Han Xiao dengan santai.


Xian Xuenai tertawa kecil, gadis itu menjentikan jarinya lalu waktu kembali berjalan dengan normal.


Mo Qing dan Bing Xing menjadi sangat bingung ketika melihat Altar yang menjadi pusat getaran tadi sudah menghilang.


"Kemana Altar itu? Itu seolah menghilang ke udara tipis," tanya Bing Xing.


"Kau bertanya padaku, lalu aku bertanya pada siapa?" Han Xiao tersenyum pada Bing Xing.


"Sudahlah, itu tidak penting lebih baik kita segera pergi dari sini dan kembali ke Akademi, dalam beberapa hari kedepan adalah hari yang sangat penting bagi Ne Zha, kita tidak bisa melewatkannya," ajak Han Xiao lalu keluar dari kastil.


Mo Qing, Xian Xuenai dan Bing Xing mengikuti Han Xiao keluar dari aula utama kastil tersebut, Han Xiao dan lainnya menggunakan kecepatan tercepat mereka untuk kembali keluar dari dimensi ini, sehingga dalam beberapa menit saja mereka sudah keluar dari pintu yang terdapat pada batu.


Han Xiao melambaikan tangannya untuk mengeluarkan Kuai You Shengqi dari dalam Cincin Spasialnya, "Ayo masuk, kita akan sampai lebih cepat ke Kota Laut Es," ujar Han Xiao, setelah semuanya masuk, Han Xiao mengendalikan Kuai You Shengqi untuk menembus pohon diatas dan terbang menuju Kota Laut Es.


***


Update Mingguan : 04/14


Update Merdeka : 04/75

__ADS_1


__ADS_2