
"Aku masih meremehkannya." Han Xiao tersenyum kecut ketika mendengar lebih jauh dari Yingzi Mao mengenai Xian Chin yang sudah menyiapkan berbagai hal untuk dirinya dan Ne Zha.
Namun hatinya terasa hangat, ada yang memperhatikannya hingga sedetail itu. Dapat dia rasakan bahwa Xian Chin melakukan itu secara tulus, tidak ada maksud dari hal lain.
Han Xiao sedikit bersyukur karena bisa datang ke dunia aneh ini, mungkin jika dia masih di dunianya yang lama. Dia akan mengalami kebosanan karena sudah tidak ada masalah lagi, semuanya bisa diselesaikan dengan sangat mudah.
Tapi lain hal nya di dunia ini, masalah disini terselesaikan dengan cara yang merepotkan, seperti sebelumnya Han Xiao dan Ne Zha yang menangani masalah Manusia di Bintang Karnelian Biru. Itu mengharuskan mereka berdua membantai Ras Jijian hingga ke akarnya di Bintang tersebut.
Senyum Han Xao semakin merekah ketika mendengar Xian Xuenai yang terus menggerutu ingin bermain bersama mereka tapi harus ke medan perang.
"Hais gadis nakal itu," kekehnya ringan.
Yingzi Mao juga memberitahu perihal dua makhluk di pondok, Ang Ya dan Kong Qi. Memang tidak ada dalam ingatan yang diberika oleh Harimau Suci, karena tidak dalam perhitungan bahwa Kura-Kura Hitam akan menghilang dan menitipkan Inti Air pada Ang Ya.
Setelah membicarakan tentang beberapa hal lain, mereka akhirnya menyelesaikan pembicaraan mereka. Keduanya tetap berdiam di batang pohon besar tersebut.
Han Xiao yang duduk dengan santai menatap Yingzi Mao yang berdiri sejak tadi, "Kau tidak ingin duduk? Kemarilah aku ingin berbincang." Han Xiao menepuk tempat disampingnya.
Yingzi Mao hanya terdiam lalu menggelengkan kepalanya, Han Xiao mengangkat bahunya ringan.
"Baiklah jika kau tidak ingin duduk, aku ingin bertanya. Apakah mungkin aku ke perbatasan untuk mengikuti perang? Selama menunggu Ne Zha berkultivasi, itu pasti pilihan yang baik," kata Han Xiao dengan santai.
"Tidak mungkin," sahut Yingzi Mao.
"Kenapa?"
"Kau dilarang keluar dari Istana sebelum Menara Tianxia dibuka."
__ADS_1
Han Xiao mengerutkan dahinya saat mendengar hal tersebut, tapi bukan Han Xiao jika tidak ada bantahan yang keluar dari mulutnya. Ne Zha kini tengah dalam kultivasi tertutup, akan sangat membosankan baginya jika hanya berdiam diri di Istana Xian Chin.
Tapi sial baginya, Yingzi Mao adalah orang yang sangat patuh pada tugas yang diberikan padanya, tidak ada diskusi lain diantara mereka. Yingzi Mao kembali menggunakan cadar dan tudungnya untuk menutupi dirinya lagi.
Selepas menutup dirinya, Yingzi Mao membawa Han Xiao kembali ke pondok. Disana mereka disuguhkan dengan pemandangan yang sangat hormat dari tiga perempuan yang sebelumnya Han Xiao dan Ne Zha bawa.
Han Xiao hanya menghela napas, sudah pasti identitas dirinya sebagai pasangan dari Kaisar Waktu jelas diketahui oleh ketiga perempuan tersebut. Dilihat dari tatapan mereka, jelas berbeda.
"Aku tidak perduli dengan apa yang telah kalian dengar tentang diriku, tapi aku tetaplah aku. Han Xiao, jangan terlalu berlebihan dalam hal ini." Jelas Han Xiao tidak terbiasa dan tidak akan nyaman baginya dibawah tatapan seperti itu. Dia menginginkan semuanya berada pada tempat yang sama.
"Mulai hari ini, Sekte Sungai Kematian, akan berada dibawah bendera Alam Semesta Waktu!" Matriark Xiu adalah yang pertama maju untuk segera mengumumkan kesetiannya pada sisi Han Xiao.
Tenggorokan Han Xiao tercekat, apa yang telah membentur kepala perempuan gila dihadapannya itu? Tidak habis pikir oleh perempuan dihadapannya, jika hanya mengetahui identitas Han Xiao dan Ne Zha, tidak mungkin akan segera menyatakan hal seperti itu.
Lagipula, sudah jelas Matriark Xiu hidup dari lahir di Alam Semesta Air, bukankah itu berarti sebuah pengkhianatan?
Han Xiao terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Matriark Xiu, tapi setidaknya harus berterimakasih bukan? Ada beberapa pertanyaan yang Han Xiao lontarkan sebelum akhirnya menerima penyataan kesetiaan dari Matriark Xiu.
"Jika begitu, akan menjadi sangat mudah," batin Han Xiao saat dia mulai menyusun rencana untuk Sungai Kematian di Alam Semesta Air.
Perlu diingat, Sekte Sungai Kematian ini adalah sekte pada Bintang tingkat lima, kekuatan Sungai Kematian bahkan tidak bisa sembarang diserang oleh kekuatan dari Kaisar.
Biarpun masih jauh dari bisa berhadapan dengan pasukan penuh Kaisar, tapi Sungai Kematian akan menjadi lawan yang sangat merepotkan. Jika Sekte ini berkembang setiap harinya, bukan tidak mungkin akan menjadi kekuatan mengerikan di Alam Semesta Air, walaupun kini mereka menduduki peringkat dua puluh besar. Setidaknya Han Xiao menginginkan Sungai Kematian berada di lima besar kekuatan terkuat di Alam Semesta Air.
Hanya dengan begitu Sungai Kematian mampu membuat kekacauan yang lebih besar di Alam Semesta Air.
Han Xiao melakukan mudra tangan yang lalu mengeluarkan sebuah formasi rune tingkat tinggi, formasi itu mengitari tempat Ne Zha menghilang tadi. Pemuda itu berniat untuk memindahkan Ne Zha dari ruang ini ke Alam Harimau Suci miliknya.
__ADS_1
Setelah persiapan itu selesai, Han Xiao menatap sosok berjubah yang tak lain adalah Yingzi Mao.
"Kapan kita akan pulang?" tanya Han Xiao.
"Saat ini juga," jawab Yingzi Mao.
Yingzi Mao, Ang Ya dan Kong Qi mendekatkan diri mereka kearah Han Xiao, kedua makhluk itu meminta untuk masuk ke Alam Harimau Suci.
Sementara Matriark Xiu, Shuiyu dan Wang Shi kini menatap pada Han Xiao, sebelumnya mereka sudah diberitahu, saat Han Xiao pergi bersama sosok berjubah hitam tadi, mereka akan segera muncul di permukaan laut tempat mulut gua berada.
"Tunggu!" Hendak saja Yingzi meraih tangan Han Xiao dan pergi.
Shuiyu berteriak dan segera menarik Han Xiao, tatapan Shuiyu terarah pada Yingzi, "Aku adalah budaknya, kemanapun dia pergi. Aku harus mengikutinya untuk melayaninya," ujar Shuiyu.
Wang Shi dan Matriark Xiu sedikit tekejut, mereka awalnya menebak bahwa Shuiyu adalah teman Han Xiao dan Ne Zha. Tapi ternyata, gadis itu adalah budak!
Tatapan tajam dari Yingzi Mao mengarah pada Shuiyu lalu beralih pada Han Xiao, "Aku tidak ingin Yang Mulia marah, lebih baik kau tinggal di Alam Semesta Air."
"Tidak!" Shuiyu langsung menolak.
Han Xiao menggaruk kepalanya ringan, "Shuiyu aku memiliki tugas untukmu di Alam Semesta ini." Pada akhirnya Han Xiao memutuskan untuk segera memulai rencananya.
Awalnya dia masih ingin meminta pendapat Ne Zha mengenai rencananya, karena dia tidak terlalu yakin. Tapi ini patut dicoba.
Han Xiao segera mengatakan tugas yang harus dilakukan oleh Shuiyu di Alam Semesta Air. Tugas itu akan dibantu oleh Sungai Kematian.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 02/14