
Sebagai entitas Api Ilahi, Kaisar Api tidak percaya dirinya dalam wujud sejati bisa ditanggap lalu dipaksa menjadi wujud manusianya, dihadapan gadis ini, kini Kaisar Api merasakan ketakutan yang belum pernah muncul dalam dirinya. Bahkan ketika dia berhadapan dengan Kaisar Dewa, Kaisar Api masih tidak merasakan bahaya seperti ini, itu karena Kaisar Dewa tidak bisa menyentuh dia dalam bentuk sejatinya! Namun, lain hal dengan Feng Jin yang bukan hanya bisa menyentuhkan, Kaisar Api merasakan bahwa Feng Jin dapat dengan mudah membunuhnya.
Untuk sesaat Kaisar Api teringat kata-kata Feng Jin yang sempat dia abaikan.
"Awalnya aku hanya ingin bersenang-senang untuk bermain Api denganmu."
Kaisar Api tidak menganggap kata-kata itu serius karena dia masih memiliki superioritas dalam pengalaman bertarung serta wujud sejatinya, tetapi kini. Dia meyakini kata-kata itu dengan penuh, jika Feng Jin tidak bermain dengannya, bukankah dia akan mati hanya dalam satu atau dua serangan dari Feng Jin? Persetan dua serangan, Kaisar Api yakin jika Feng Jin menggunakan seluruh kekuatannya, hanya dengan jentikan jari Kaisar Api akan mati!
"Hehehe, kau bisa bersombong diri karena sudah hidup milyaran tahun serta melawan berbagai musuh yang sangat kuat. Namun, di Kesatuan Monster Darah, tidak ada musuh yang benar-benar sengit selain abang-abangku." Apa yang dikatakan oleh Feng Jin benar, dia telah melawan jenius dari ketiga Alam Utama, semuanya sangat sengit bahkan menyulitkan Han Xiao dan Ne Zha.
Melawan Kaisar Api? Feng Jin merasa tengah bermain dengan seseorang di Alam Inti Kosong jika dibandingkan dengan para jenius dari ketiga Alam Utama. Jika bukan karena penekanan Arena, bukankah kekuatan para jenius itu akan eksplosif? Ne Zha sangat memperhitungkan ini, sehingga dia menggunakan taktik untuk terus menghancurkan Tower serta menekan tingkat musuh.
Terbukti saat melawan Lin Wen, Feng Jin sangat kewalahan jika tidak mendapatkan bantuan dari Ne Zha.
"Aku ingin membunuhmu, tapi Abangku berubah pikiran, sehingga aku harus menahanmu untuk saat ini." Api Emas berkobar di tangan Feng Jin yang memegang erat leher Kaisar Api, pada saat berikutnya Api Emas memasuki tubub Kaisar Api.
Seluruh tubuh Kaisar Api merasakan panas menyengat, dia menjerit sangat kencang hingga membuat tiga Alam Semesta bergetar, kini tubuhnya sepenuhnya memiliki Tato Emas yang sangat rumit, terdapat Tato kepala Phoenix di dahi Kaisar Api. Mata Kaisar Api menjadi redup dan sesaat kemudian dia jatuh pingsan.
"Hehehe, kau sudah tersegel, ayo ikut denganku." Feng Jin melambaikan tangannya dan Kaisar Api yang tidak sadarkan diri melayang mengikuti di sampingnya.
Feng Jin melangkahkan kakinya, dalam satu langkah kaki, dia melintasi hampir setengah Alam Semesta. Inilah kekuatan Alam Kaisar Abadi!
***
__ADS_1
"Fan Meirong, apa yang kau lakukan di sini?" Kaisar Air menatap heran pada gadis di hadapannya yang tak lain adalah Qiandu.
"Hahaha, tapi itu bagus, karena kau sendiri. Aku bisa membunuhmu dan membalaskan dendam lamaku pada She Ling." Mata Kaisar Air dipenuhi dengan kekejaman dan kekejian.
Qiandu menggelengkan kepalanya ringan dia menatap nanar pada Kaisar Air seolah mengejeknya, "Kau bisa mengatakan dendam jika masih bisa melewati hari ini."
"Sombong!" Kaisar Air membentak, dia tidak berbasa-basi lagi, segera saja dia membentuk mudra tangan.
"Hujan Kematian!" seru Kaisar Air dengan lantang.
Bersamaan selesainya mudra tangan Kaisar Air, banyak Air mengembun muncul disekitarnya, dari setetes air berubah menjadi jutaan Pisau kecil mematikan yang dipenuhi oleh kekuatan mengerikan.
"Serang!" Kaisar Air melambaikan tangannya dan pisau air yang tak terhitung jumlahnya menyerang ke arah Qiandu.
Cahaya pucat keluar dari telapak tangan Qiandu, ketika cahaya pucat itu bertemu dengan Hutan Kematian milik Kaisar Air, pisau air yang tak terhitung jumlahnya itu menghilang seolah tidak pernah ada.
Kaisar Air tersentak, dia kesal karena Qiandu ikut memanggilnya bodoh seperti She Ling, tapi rasa kesalnya hilang digantikan oleh keheranan dan kengerian ketika melihat Qiandu dengan mudah menghilangkan serangan terkuatnya.
"Orang bodoh sepertimu harusnya mati, tapi kau masih memiliki kegunaan." Qiandu menghilang dalam sekejap muncul di samping Kaisar Air, belum sempat Kaisar Air bereaksi, dia merasakan tubuhnya melemas dan seluruh Meridiannya hancur lebur menyatu dengan darahnya. Sekarang dia tidak bisa menggunakan sedikitpun Qi dalam tubuhnya.
Bukan hanya Qiandu yang heran dengan pilihan Ne Zha, tetapi Yan Zhong, Gouyu dan Yang Shui. juga heran kenapa Ne Zha mengubah rencananya pada saat-saat terakhir. Mereka awalnya mendapatkan tugas untuk membunuh lima Kaisar yang tengah melakukan pembantaian, tetapi pada saat kritis, Ne Zha mengirim pesan pada mereka untuk mengubah rencana agar mengumpulkan kelima Kaisar. Namun, tidak ada yang mempertanyakan rencana Ne Zha, mereka berlima menyegel lima Kaisar dengan teknik masing-masing. Setelah itu mereka mulai melakukan perjalanan untuk menyusul Ne Zha, Han Xiao dan lainnya menuju Alam Semesta Dewa.
***
__ADS_1
"Kau yakin melakukan ini Zha? Resikonya cukup tinggi." Han Xiao menatap Ne Zha yang tengah duduk di tengah formasi. "Waktu kita tidak banyak." Lanjutnya.
"Lebih baik jika terlambat, aku merasa ada beberapa hal yang harus ditunggu," ujar Ne Zha.
"Persiapan selesai." Ne Zha mengambil Menara Tianxia dan menaruh di tengah formasi tempat dia duduk, sekarang dia berjalan menghampiri Han Xiao dan lainnya.
Setengah jam kemudian, lima hembusan datang bersamaan, mereka tak lain adalah Feng Jin, Bing Xing, Qiandu, Gouyu dan Yan Zhong.
"Taruh kelimanya mengelilingi Menara Tianxia," pinta Ne Zha.
Feng Jin dan lainnya mengangguk dan menaruh lima Kaisar yang tak sadarkan diri untuk mengelilingi Menara Tianxia.
"Apa yang akan kau lakukan Bang?" Feng Jin menatap penasaran pada Ne Zha, awalnya dia mengira ketika sampai di titik pertemuan di Alam Semesta Dewa, Feng Jin akan melihat perang yang menyenangkan, tapi kini dia melihat formasi yang sangat rumit mengelilingi Menara Tianxia.
"Lihat saja," jawab Ne Zha santai.
"Ayo Han." Ne Zha menatap Han Xiao.
Han mengangguk dan duduk saling berseberangan dengan Ne Zha untuk mengaktifkan formasi rumit tersebut, saat Ne Zha dan Han Xiao mengaktifkan formasi, cahaya kemilau keluar dari Menara Tianxia.
Kaisar Serangga, Kaisar Api, Kaisar Air, Kaisar Cahaya dan Kaisar Burung terbaring tidak berdaya secara perlahan kembali kedalam wujud sejati mereka.
Kaisar Serangga menjadi sekor Kalajengking, lalu Kaisar Api kembali menjadi kobaran Api, untuk Kaisar Air tubuhnya menyusut hingga menjadi seteteh Air. Kemudian tubuh Kaisar Cahaya menyala terang dia kembali dalam wujud cahaya dan terakhir Kaisar Burung menjadi seekor burung yang sangat indah.
__ADS_1
"Mereka semua lebih baik dikembalikan pada asalnya dan dimurnikan daripada dibunuh, dengan begitu kita masih bisa memiliki sosok kuat untuk menjadi pilar Kesatuan Monster Darah." Xian Chin mengangguk ringan setuju.