Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab122. Pagoda Mimpi Buruk


__ADS_3

Ne Zha turun dari atas batu dan berjalan menghampiri She Yan dan Qin lagi.


“Ayo kita cari Koin yang kau butuhkan,” ujar Ne Zha pada Qin.


Gadis kecil itu mengangguk ringan lalu berjalan paling depan untuk memimpin jalan setelah menutup mata dan membukanya lagi.


“Ne Zha, bagaimana kau bisa mencabutnya? Kau lolos ujian dari lima monster disana?” tanya She Yan penuh penasaran.


Bukan tidak mungkin She Yan juga tertarik dengan Pedang Lima Elemen, Pithon Batu Akik itu pernah mencoba untuk mencabut Pedang Lima Elemen. Namun saat dia bertemu dengan lima Avatar dia tidak bertahan dari serangan pertama.


Ne Zha hanya memandang She Yan sebelum mengabaikannya lagi, hal tersebut membuat She Yan sedikit kesal namun tak juga membuat dia melakukan hal berbahaya.


Kini pandangannya pada Ne Zha sangat berubah, seseorang yang berhasil mengikat jiwanya sungguh mengagumkan. Tapi seseorang yang bisa mencabut Pedang Lima Elemen adalah sosok yang sangat mengerikan.


Qin memimpin jalan hingga menemui sebuah pagoda tingkat lima yang sangat indah, pagoda tersebut memiliki warna merah yang didominasi oleh emas dan putih pucat.


“Kau akan masuk kedalam sana?” Mata ular She Yan menyipit penuh ketakutan.


“Hey apa yang kau takutkan? Kau adalah Binatang Iblis tingkat 9,” balas Qin menatap aneh pada She Yan.


She Yan mendesis kesal, “Bagimu yang memiliki Mata Takdir tempat itu bagaikan rumahmu, tapi bagi kami yang tidak memiliki Mata Takdir. Pagoda itu adalah mimpi buruk.”


“Nama Pagoda ini memanglah Pagoda Mimpi Buruk,” celetuk Ne Zha setelah mengamati Pagoda tersebut.


Qin tersenyum kecil saat Ne Zha berhasil menebak nama Pagoda tersebut.


“Didalam sana ada Koin yang kucari, tepat pada lantai teratas. Akan sangat lama jika harus melakukannya disini,” terang Qin.


“Kau ingin aku membawa Pagoda Mimpi Buruk?” tanya Ne Zha.


“Itu untukmu, aku hanya ingin Koin itu. Setelah aku masuk kau hanya perlu membaca mantra yang kau miliki maka Pagoda Mimpi Buruk akan mengecil, tidak perlu pikirkan aku yang ada didalam karena tidak akan terpengaruhi, hanya saja kau jangan menyimpan Pagoda Mimpi Buruk kedalam Cincin Spasial,” jelas Qin panjang.

__ADS_1


“Baiklah,” jawab Ne Zha mengerti.


Pagoda Mimpi Buruk merupakan salah satu Alat Roh yang memiliki tingkat Berlian kualitas Kuno, bisa dikatakan Pagoda Mimpi Buruk adalah Alat Roh terkuat yang ada di Benua Angin Selatan.


Qin melangkahkan kakinya menuju pintu masuk Pagoda Mimpi Buruk, ketika sampai di ambang pintu gadis kecil itu membalikan tubuhnya lalu tersenyum manis pada Ne Zha. Setelah itu Qin masuk kedalam.


Selang beberapa menit segera Ne Zha menghampiri Pagoda Mimpi Buruk dan mangangkat tangannya kearah Pagoda Minpi Buruk.


“Segala rupa buruk, segala mimpi buruk kau adalah milikku. Aku adalah pemilikmu sang kekuatan mutlak!” Ne Zha menyerukan kata demi kata yang keluar dari mulutnya, segera saja Pagoda Mimpi Buruk bergetar ringan sebelum menyusut mengecil hingga seukuran telapak tangan dan mendarat pada tangan Ne Zha.


Pemuda itu tersenyum simpul saat mendapatkan Pagoda Mimpi Buruk, sungguh tidak dia sangka dia akan mendapatkan benda ini disini. Jika begitu maka tidak perlu Han Xiao mencarinya nanti.


Ne Zha mengalihkan pandangannya kepada She Yan.


“Berubahlah menjadi besar, aku ingin keluar secepat mungkin dari Jurang Kejahatan ini,” titah Ne Zha.


She Yang mengangguk lalu mengubah ukurannya menjadi sangat besar seperti sebelumnya, Ne Zha melompat pada kepala She Yan dan duduk disana.


Tubuh besar She Yan segera terangkat dan melayang ke udara, dengan sangat cepat She Yan melesat meninggalkan tempat mereka berdiri tadi.


“Butuh berapa lama untukmu keluar dari Jurang Kejahatan?” tanya Ne Zha pada She Yan saat dalam perjalanan keluar dari Jurang Kejahatan.


“Satu hari,” jawab She Yan dengan bangga.


Ne Zha mengangguk ringan, memang perjalanan pulang karena dia menunggangi She Yan. Tidak ada Roh Kejahatan ataupun mayat hidup yang menyerang.


Ada beberapa mayat hidup yang nekat menyerang namun berakhir menjadi makanan ringan bagi She Yan.


***


Satu hari telah dilewati, kini Ne Zha dan She Yan tengah berada didalam kabut gas beracun, seperti sebelumnya. Tidak ada Binatang Iblis yang berani menyerang karena pancaran aura tingkat 9 dari She Yan.

__ADS_1


Kepala ular itu terangkat mendongak penuh kebanggaan, dia memanglah bisa dibilang penguasa di Jurang Kejahatan. Tidak ada eksistensi yang lebih mengerikan dari Binatang Iblis tingkat 9.


Jika dibandingkan Binatang Iblis tingkat 9 sekuat Fu Daiyu yang belum menerobos ke Alam Dewa, hanya butuh beberapa bantuan saja untuk mencapai kekuatan tingkat Alam Dewa bagi Binatang Iblis tingkat 9.


Ketika sudah menginjakan diri pada tingkat 9 Binatang Iblis bisa mengambil wujud manusia, namun biasanya mereka tidaklah nyaman dalam bentuk manusia. Maka dari itu She Yan tidak merubah wujudnya menjadi manusia karena merasa tidak nyaman. Jika terpaksa saja dia akan mengambil wujud manusia.


***


Sementara itu di Benua Angin Selatan kini terlah tergemparkan lagi oleh peraturan baru yang disebarkan Akademi Naga dan Phoenix mengenai Pertarungan Keajaiban.


Sebelumnya peserta boleh mengikuti Pertarungan Keajaiban tak perduli umur mereka yang terpenting masih berada di kultivasi Alam Emas.


Namun kini berbeda, peserta dibatasi umurnya hanya diperbolehkan memiliki umur dibawah 20 tahun untuk mengikuti Pertarungan Keajaiban.


Tentu saja ini menuai protes karena rata-rata jenius di umur 20 tahun ada beberapa yang telah menembus Ekspansi Istana karena tidak bisa menahan laju perkembangan kultivasi.


Juga sebagian besar sudah melewati umur 20 yang memiliki pengalaman lebih tinggi serta sanggup menahan kultivasi pada Alam Emas merupakan kartu as mereka.


Tapi kabar berikutnya yang membebaskan kultivasi apapun yang terpenting masih dibawah umur 20 tahun membuat para Tetua bersorak. Jika begitu mereka bisa mengirim jagoan mereka!


Seleksi secara serempak terjadi pada seluruh Sekte serta kekuatan di Benua Angin Selatan.


***


Ne Zha dan Han Xiao tentu belum mengetahui hal tersebut karena dua pemuda itu tengah berada di luar lingkup para orang-orang sehingga tidak memiliki informasi seputar Benua Angin Selatan.


Ne Zha kini telah berada di pintu keluar Jurang Kejahatan, mata pemuda itu terlihat menimbang-nimbang saat menatap tubuh besar She Yan.


“Kau tidak akan mau jadi manusia,” gumam Ne Zha yang segera dijawab anggukan oleh She Yan.


“Ah aku lupa! Kau adalah Pithon Batu Akik, namamu bukan sekedar hiasan belaka. Kau bisa menjadi cincin bukan untuk menyamar?” ujar Ne Zha seraya menepuk keningnya.

__ADS_1


Tidak banyak berpikir lagi segera She Yan menjadi sebuah cahaya hijau dan melilit pada jari telunjuk Ne Zha, terlingkar sebuah cincin yang memiliki hiasan batu akik hijau seperti mata ular yang sangat indah.


__ADS_2