
"GROAAAARRR!!!"
Han Xiao, Xian Xuenai, Yang Shui dan Su Lihwa tersentak saat mendengar raungan mengerikan di belakang mereka.
"Dia sudah datang! Ayo cepat bersembunyi." Xian Xuenai meminta Han Xiao untuk membuka ruang yang tepat pada titik buta tak jauh dari mereka.
Han Xiao tidak berkata apapun, segera dia membelah ruang dan membawa masuk Xian Xuenai, Su Lihwa dan Yang Shui kedalam. Sekarang mereka berada di titik buta sebuah ruang, mereka bisa melihat kejadian di luar tetapi yang diluar tidak bisa melihat mereka.
"Gunakan ini, aura kalian akan tersamarkan di Ruang ini." Han Xiao memberikan sebuah Cincin pada ketiga gadis tersebut.
Ketiga gadis itu segera menggunakan Cincin pemberian Han Xiao, Cincin itu adalah Alat Roh yang Han Xiao buat, dengan bantuan Kekuatan Ruang. Han Xiao bisa menyatukan sebuah aura dengan Ruang itu sendiri sebagai penyebaran aura agar tidak terdeteksi ketika bersembunyi di titik buta.
Pada saat ini di luar ruang titik buta, datang seekor Kadal Raksasa, daripada memanggilnya kadal, itu lebih mirip dengan T-Rex yang Han Xiao kenal di dunianya dahulu.
"Xuenai, Monster yang kau pancing bukan main." Han Xiao berdesis ringan saat melihat Kadal raksasa itu diserang sulur, hanya dengan dengusan ringan, seluruh sulur terbakar hangus.
Xian Xuenai menggaruk kepalanya ringan, "Tapi lihatlah, dia kini memiliki luka, itu akan menjadi pertarungan sengit baginya melawan Monster tingkat 22 di tempat ini."
Ketika selesai Xian Xuenai berkata, muncul seekor Kuda Laut raksasa. Seluruh tubuh dari Kuda Laut itu memancarkan aura Kayu dan Air yang sangat kuat. Juga pada tubuh Kuda Laut itu terdapat sulur Teratai, bahkan beberapa Bunga Teratai ada disana.
"Bagaimana bisa dia memiliki dua Unsur?!" Su Lihwa terkejut, sepengetahuannya selama berpetualang disini serta pembelajaran dari Yang Shui, tidak ada Monster yang memiliki Dua Unsur, apalagi bisa mengendalikannya sebaik Kuda Laut tersebut.
"Mereka Monster tingkat 22, berbeda dengan lainnya. Walaupun Kuda Laut itu berada di luar dugaan karena bisa memiliki dua Unsur." Xian Xuenai angkat suara.
Su Lihwa hanya tersenyum kecut, mungkin dirinya kini sudah hidup selama hampir lima ratus tahun, tetapi semua pengetahuannya masih terbatas.
"Beraninya kau memasuki wilayahku!" pekik sang Kuda laut pada Kadal raksasa di hadapannya.
__ADS_1
"Cih! Jangan sombong kau hanya karena bisa mengendalikan dua Unsur!" seru Kadal raksasa itu dengan sangat sombong.
Mata kecil Kuda Laut menyipit ketika mendengar seruan sombong dari Kadal tersebut, dia tidak akan menoleransi Monster tingkat 22 lain memasuki wilayahnya. Sikap Kadal Raksasa itu sungguh sudah diluar batasnya, tidak banyak bicara lagi Kuda Laut melepaskan serangan dengan Sulur Teratai di sekelilingnya.
Slrrrr....
Kadal Raksasa itu tertawa ketika melihat serangan dari Kuda Laut, dia menyemburkan Api dari mulutnya, dalam sekejap Sulur itu hangus seperti yang sebelumnya.
Namun, tidak ada keterkejutan pada Kuda Laut, justru dia terlihat sangat santai. Kadal Raksasa merasakan keanehan, tiba-tiba dari dalam kobaran api. Sulur Teratai yang sebelumnya mati segera beregenerasi dengan sangat cepat, pada saat yang bersamaan juga suhu berubah dari panas hingga dingin.
Temperatur suhu yang terus berubah-ubah membuat Kadal Raksasa menggernyit heran, seharusnya suhu di tempat ini akan menjadi lembab jika terkena semburan Api miliknya, tapi kenapa bisa menjadi sangat dingin?
"Sialan! Kau menyerap Hu dan Bi?!" Kadal Raksasa itu memekik saat menyadari ada dua unsur lain yang dikeluarkan oleh Kuda Laut tersebut.
"Anakmu memang menuruni kesombongan dirimu, sudah sepantasnya dia kuserap karena dengan berani membuat onar di wilayahku. Sekarang kau datang, ini akan menyempurnakan Teratai Es dan Api milikku." Kuda Laut itu tertawa lantang sebelum menyerang menggunakan Teratainya, serangan Teratai mengeluarkan Unsur Air dan Es secara bersamaan.
"Kekuatan mereka sudah cukup untuk memporak-porandakan Kesatuan jika mereka bertarung disana." Yang Shui angkat suara, ini sudah menginjak lima tahun mereka menonton pertarungan dari kedua Monster tingkat 22 tersebut.
Pertarungan keduanya sudah berpindah menjadi di luar gua, secara perlahan terus naik ke permukaan, yang paling menakjubkan adalah Unsur Api dari Kadal itu tidak padam bahkan ketika dia menyemburkannya di lautan penuh air ini.
Pertarungan sengit itu tidak melibatkan pertukaran Unsur saja, kedua Monster itu juga menyerang satu sama lain menggunakan kekuatan fisik mereka.
Haima itu tidak memiliki tangan, tetapi dengan adanya Teratai dan Sulurnya, itu bisa dia gunakan sebagai tangan untuk menahan serangan dari Huo.
Jelas terlihat bahwa dalam pertukaran fisik, Haima tidak diuntungkan. Sudah terdapat banyak luka juga dalam pertarungan ini yang diterima oleh Haima maupun Huo.
Pertarungan itu terus berlanjut hingga sepuluh tahun, kini mereka sudah bertarung di langit, dengan pertarungan diatas langit. Keduanya menjadi lebih leluasa, bahkan bagi Haima yang merupakan Makhluk laut, dia tidak dirugikan karena bertarung diatas langit.
__ADS_1
Selama sepuluh tahun ini, Han Xiao dan lainnya tidak hanya menonton, mereka menyelinap masuk kedalam sarang Haima untuk merampok segala harta yang berada di sana.
Hal yang paling berharga adalah sebuah Kuali yang merupakan alat Dewa! Kuali itu memiliki fungsi untuk menyerap Jiwa dan Unsur! Sekarang Han Xiao dan lainnya mengetahui kenapa Haima bisa memiliki lebih dari satu Unsur.
"Apa nama Kuali ini?" Su Lihwa bertanya pada Xian Xuenai.
Xian Xuenai menggelengkan kepalanya, "Tulisan pada Kuali ini tidak aku mengerti," jawab Xian Xuenai.
"Kuali Pendominasi Langit." Han Xiao berkata seraya menatap Kuali.
"Kau bisa membacanya?" Xian Xuenai menatap heran.
"Tulisan dari Kuali ini persis dengan isi menual yang aku kultivasikan," jawab Han Xiao.
"Itu menghisap Jiwa dan Unsur, kemungkinan itu memang salah satu dari Delapan Kekuatan. Pengendali Jiwa, jika tidak salah satu Kekuatan harus memiliki satu senjata. Mungkin Kuali ini adalah salah satunya." Xian Xuenai mengeluarkan spekulasinya.
Han Xiao hanya mengangkat bahunya ringan dan tersenyum lebar, "Berarti ini milikku," ujar Han Xiao.
"Ambil saja," jawab ketiga gadis itu lalu berkeliling mencari Harta lainnya.
Dalam setahun mereka meludeskan seluruh Harta dan Sumber daya yang berada di Gua milik Haima, sungguh keberuntungan yang sangat besar karena tidak adanya penjaga satupun. Semua anak buah Haima sedang berada di darat menonton pertarungan Haima melawan Huo.
Setelah meludeskan seluruh isi Gua, mereka berempat kembali ke darat, tentu saja Han Xiao memanfaatkan setiap titik Buta yang ada, jika tidak. Mereka akan ditemukan oleh Huo atau Haima.
***
Update Mingguan : 06/14
__ADS_1