Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab486. Menyerang langsung?


__ADS_3

"Bagus, hanya itu yang ingin aku ketahui, untuk saat ini sudah cukup. Bersiap-siaplah esok kita akan menyerang ke Alam Semesta Dewa," ucap Xian Chin.


"Kita akan menyerang langsung? Yang Mulia bukankah ini sedikit berbahaya? Lebih baik menunggu tim pengintai milikku datang terlebih dahulu untuk mengetahui situasi pasti." She Ling berpendapat.


She Ling dan tiga Kaisar lainnya kini memanggil Xian Chin dengan kata Yang Mulia karena Xian Chin pantas mendapatkan gelar tersebut, selain dia kini adalah Kaisar terkuat, Xian Chin juga merupakan pemimpin dalam Aliansi mereka.


"Aku sudah mendapatkan yang kita butuhkan." Xian Chin tersenyum kecil seraya mengeluarkan sebuah liontin Giok, tangan Xian Chin mengetuk giok tersebut dan segera sesosok muncul di atas liontin Giok, itu tampak transparan dan juga memiliki ukuran yang kecil, tampak seperti hologram di dunia lama Ne Zha dan Han Xiao.


"Dia adalah wakil Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, kekuatannya tepat berada di bawah pemimpin Klan." Xian Chin menjelaskan.


Barulah saat ini keempat Kaisar teringat pada Ras Pembunuh Bayangan yang sangat mengerikan dalam menyusup dan menyamar serta membunuh. Setelah mereka bergabung menjadi Aliansi dengan Alam Semesta Waktu, sedikit banyaknya mereka mengetahui beberapa kartu truf milik Alam Semesta Waktu. Ras Pembunuh Bayangan ini adalah salah satunya.


"Situasi saat ini sangat baik, itu memungkinkan kami untuk menyerang. Yang Mulia, tolong perintahmu." Sosok kecil transparan yang muncul dari Liontin Giok bersujud ke arah Xian Chin.


Tidak perlu bagi Xian Chin menjelaskan lebih jauh, dilihat dari kepercayaan diri wakil Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, jelas bahwa mereka bisa menyerang Alam Semesta Dewa tanpa masalah.


"Bagaimana Bintang misterius itu?" tanya Ne Zha.


Wakil Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan berkata tanpa mengangkat kepalanya, "Itu juga yang ingin hamba sampaikan, hamba baru saja mendapatkan kabar bahwa Bintang Misterius itu tengah menyerap kehidupan dari pasukan Aliansi mereka. Juga setelah investigasi secara langsung, hamba menemukan bahwa itu akan memakan waktu yang cukup lama, lebih baik menyerang saat ini sebelum Bintang itu menyerap seluruh kehidupan pasukan Aliansi."

__ADS_1


"Pengorbanan darah." Mata Han Xiao berkelip cahaya dingin. "Sudah kuduga, itu bukanlah Bintang, melainkan sebuah Senjata dan kemungkinan itu adalah Senjata tingkat yang lebih tinggi dari Alat Dewa."


"Maksudmu Artefak Ilahi? Mustahil, bahkan di tiga Alam Utama, itu hanya dimiliki oleh Lima Penguasa Besar." Xian Chin mengerutkan dahinya.


"Itu yang aku pikirkan, Ras Dewa memiliki tiga Artefak Ilahi, meminjamkan satu untuk mendapatkan sebuah Kesatuan, bukankah itu harga yang pantas?" Ne Zha berkata, setelah mendapat warisan Menara Tianxia, pengetahuannya tentang Tiga Alam Utama semakin meluas dan mendetail. "Ayo lihat secara langsung, aku ingin tahu Artefak Ilahi mana yang digunakan oleh Anggota Klan Dewa ini."


Ne Zha tidak lagi menyebut Kaisar Dewa, karena dia kini mengetahui Kaisar Dewa berasal dari Klan Dewa. Sebelumnya dia hanya memiliki tebakan, tetapi dengan infomasi terbaru yang diberikan oleh Wakil Pemimpin Klan Pembunuh Bayangan, kini Ne Zha yakin. Klan Dewa telah menetapkan mata mereka pada Kesatuan Monster Darah yang telah lama jatuh.


Bagaimanapun sebuah Kesatuan masihlah berharga walaupun telah jatuh.


Pertemuan itu berlanjut membahas beberapa hal berkaitan dengan masa depan Kesatuan Monster Darah ini, setelah satu jam berikutnya. Pertemuan diakhiri dengan pengumuman bahwa besok mereka akan melakukan perjalanan menuju Alam Semesta Dewa untuk melakukan penyerangan.


Pertemuan telah bubar dan kini hanya tersisa Han Xiao, Xian Chin, Ne Zha, Su Lihwa, Feng Jin, Xian Xuenai, Bing Xing, Yang Shui dan Qin. Qiandu sebelumnya ingin tetap tetapi karena She Ling memohon pada Han Xiao, Qiandu mau tidak mau mengikuti perintah Han Xiao untuk mengikuti She Ling.


"Sekarang membahas Artefak Ilahi, aku benar-benar penasaran apa tingkat Pedang Delapan Kejahatan. Aku tidak bisa melihat ujung dari Pedang Delapan Kejahatan, juga hal serupa pada Pedang Lima Elemen milik Ne Zha." Han Xiao mengerutkan dahinya, bahkan sebagai penempa, dia tidak bisa melihat kualitas yang dimiliki oleh Pedang Lima Elemen dan Pedang Delapan Kejahatan.


"Itu tidak diketahui, Zi Yao membawa senjata itu secara pribadi dan tidak menyebutkan apapun, selain mengatakan bahwa dua Senjata itu adalah Artefak Hidup, dengan kata lain bisa terus meningkat." Xian Chin berkata dengan santai.


"Bagaimana dengan Menara Tianxia?" Xian Chin mengalihkan topik dengan hal yang sangat menggelitik minatnya, peningkatan kali ini sungguh mengerikan, bukan satu saja yang mencapai Alam Kaisar Abadi, tetapi mereka semua dua belas orang mencapai Alam Kaisar Abadi! Xian Chin menghela napas lembut ketika mengingat betapa sulitnya dia untuk mencapai Alam Kaisar Abadi.

__ADS_1


"Bisa dibilang mulai sekarang Menara Tianxia milikku." Ne Zha berkata dan menjelaskan tentang warisan yang diterimanya.


Warisan itu dimaksudkan untuk benar-benar menerima Menara Tianxia sebagai kepemilikan, saat ini Menara Tianxia berada di Dunia milik Ne Zha. Dengan satu pemikiran Ne Zha, sebuah menara kecil muncul di telapak tangannya. Itu tak lain adalah Menara Tianxia!


Xian Chin menarik napas dingin, kini Menara Tianxia menjadi milik Ne Zha, dia mengetahui di Menara Tianxia terdapat Monster tingkat 24 yang sangat mengerikan, dan jumlah mereka tidak hanya satu digit.


"Dengan begitu, tidak perlu bagi kita untuk bergerak ke Alam Semesta Dewa, cukup perintahkan Monster tingkat 24 untuk menyerang, itu tidak akan membuang waktu dan tenaga kita," ujar Feng Jin.


"Tidak, kita harus pergi sendiri karena adanya Artefak Ilahi dan identitas khusus dari Kaisar Dewa, kita tidak boleh meremehkannya karena kita memiliki kekuatan absolut untuk menyerang mereka. Bagaimanapun Klan Dewa adalah entitas mengerikan." Yang Shui yang terdiam dari awal kini bersuara.


"Kita tidak bisa membiarkan Anggota Klan Dewa ini lolos dari genggaman, jika tidak begitu dia berhasil kembali ke Klan Dewa, bukan tidak mungkin akan ada kedatangan anggota Klan Dewa yang lebih kuat," kata Ne Zha dengan serius. "Aku akan menyusun rencana sebaik mungkin."


"Baiklah-baiklah, sudah cukup membahas hal luar, sekarang kita nikmati waktu keluarga." Han Xiao tertawa riang.


Xian Chin tersenyum kecil, dengan jentikan jarinya, meja panjang berubah menjadi meja bulat. Han Xiao mengisi meja kosong dengan berbagai makanan hasil masakannya. Terdapat banyak macam olahan Daging, sayur dan lainnya. Mereka semua terbuat dari bahan-bahan berkualitas dari Menara Tianxia!


"Hahaha, selamat makan!" Han Xiao berkata penuh semangat seraya membagikan piring.


Xian Chin mengambil beberapa potong daging dan menaruhnya pada piring Han Xiao, begitu juga Bing Xing, dia mengambil sayur untuk mengisi piring Han Xiao.

__ADS_1


Su Lihwa tidak kalah cekatan juga untuk mengisi piring Ne Zha.


__ADS_2