
"Apa maksudmu di sini terdapat Monster tingkat 22?!" Han Xiao bertanya segera.
Xian Xuenai mengangguk, dia menceritakan tentang petulangannya, dia berhasil mengumpulkan banyak pengikut, dengan jumlah dua puluh Monster tingkat 21, puluhan Monster tingkat 20 dan ratusan Monster tingkat 19.
Xian Xuenai mencoba untuk menyerang Monster tingkat 22, dengan niatan bisa menaklukannya agar menjadi pengikutnya. Namun, siapa sangka, bahkan dengan pasukan Xian Xuenai tersebut, Monster tingkat 22 ini tidak bisa dikalahkan. Xian Xuenai bahkan harus mengorbankan beberapa hal untuk menyelamatkan pasukannya. Kini hanya tersisa sepuluh Monster tingkat 21 dan dua puluh Monster tingkat 20. Tidak ada Monster tingkat 19 yang selamat dari amukan Monster tingkat 22 tersebut.
"Lalu bagaimana sekarang?" Han Xiao ingat bahwa Monster di lantai lima ini tidak mudah menyerah, sebagai contoh, dia sendiri telah dikejar oleh Monster tingkat 21 puncak yang akan menerobos tingkat 22 hingga beberapa tahun. Untung saja dia berhasil mengalahkan Monster tersebut walaupun butuh waktu yang sangat lama.
Xian Xuenai tersenyum kecut, "Tentu dia masih mengejarku," sahut Xian Xuenai.
Han Xiao menelan ludahnya, dia tidak berani jika harus berhadapan langsung dengan Monster tingkat 22 sekarang, kultivasinya baru mencapai ranah Dewa Raja puncak, belum menginjakan kaki menuju Alam Raja Abadi, mudah baginya untuk mencapai Raja Abadi karena dia sendiri telah memiliki Ruang Pribadi, tetapi Han Xiao tidak ingin menembus tanpa pondasi yang kuat. Butuh beberapa tahun lagi sebelum pondasinya kuat dan dia siap untuk menembus.
"Ada satu cara agar aku terlepas dari Monster itu," ucap Xian Xuenai.
Mata Han Xiao segera bersinar, segera saja dia bertanya cara tersebut. Ternyata sangat mudah, Xian Xuenai mengatakan bahwa dirinya cukup bersembunyi di Alam Surgawi Harimau Putih, dengan begitu semua jejaknya akan menghilang.
Han Xiao tidak mengatakan apapun lagi, dia segera memasukan Xian Xuenai kedalam Alam Surgawi Harimau Putih.
"Kau membawa Murid Kaisar Kecantikan dan Murid Kaisar Api dan Kaisar Air?" Xian Xuenai segera bertanya.
Han Xiao segera teringat. Ya, dia membawa Juxue dan dua lainnya, jika tidak diingatkan oleh Xian Xuenai. Han Xiao mungkin lupa sudah menaruh ketiganya di Pagoda Mimpi Buruk.
Segera saja Han Xiao masuk ke Alam Kejahatan dan muncul didalam Pagoda Mimpi Buruk. Hal yang Han Xiao temui pertama kali adalah pria pemilik Mata Dewa Mimpi Buruk, lalu dua gadis dan satu pemuda yang kini tengah duduk berkultivasi.
"Kalian berkultivasi? Hal yang percuma, disini hanya ada delapan Qi Kejahatan, berusaha sekuat apapun tidak akan meningkatkan kekuatan kalian." Han Xiao berkata seraya tersenyum lebar.
Pada saat itu jugalah ketiganya membuka mata mereka.
Murid Kaisar Api langsung melancarkan serangan pada Han Xiao setelah membuka matanya, serangan itu berupa bola api serta dirinya juga melancarkan sebuah tinju api ke arah Han Xiao.
Han Xiao yang melihat hal tersenyum tersenyum riang, dengan lambaiakn tangan dia membuat Bola Api dan tinju tersebut padam. Tangan Han Xiao bergerak untuk menangkap Tinju dari pemuda tersebut.
__ADS_1
"Kau sungguh berapi-api ya? Kudengar kau adalah yang terkuat dibawah Gouyu dan Yalan? Kekuatanmu sungguh lemah, aku bisa menghancurkanmu dengan hanya mengangkat jari kelingking," bisik Han Xiao.
Bisikan Han Xiao tidak banyak, tetapi itu sungguh langsung menyerang psikologis dari Murid Kaisar Api, sebelumnya dia sudah tertekan sangat banyak. Ditambah tidak bisa berkultivasi di Pagoda Mimpi Buruk selama Empat ratus lima puluh tahun, semakin membuatnya tertekan. Sekarang bisikan Han Xiao benar-beanr menyiramkan minyak dalam api.
Crack...
"Sayangnya kau bukan orang yang bisa diajak kompromi," ujar Han Xiao seraya meremas tangan Murid Kaisar Api, pada saat itu jugalah tangan Murid Kaisar Api remuk, menyisakan kulit yang melambai kebawah karena tidak memiliki topangan tulang dan otot.
Murid Kaisar Api menjerit, tetapi Han Xiao tidak berhenti disana. Tangannya bergerak untuk mencengkram leher Murid Kaisar tersebut.
Crack...
Sekali lagi bunyi-bunyi patah tulang terdengar, murid Kaisar Api segera mengumpulkan kesadarannya pada Istana Takdir berniat untuk melarikan diri dari tubuhnya.
Han Xiao tersenyum lebar, jelas dia mengetahui apa yang ada dalam kepala Murid Kaisar Api ini, dia tidak akan membiarkannya pergi dengan mudah.
Sebuah rantai keluar dari tangan Han Xiao dan langsung masuk lewat Dahi yang merupakan tempat Meridian Neigong,
Han Xiao meremaskan tangannya, pada saat itu juga Istana Takdir tersebut hancur berkeping-keping.
Juxue dan Murid Kaisar Air memasang wajah penuh ketakutan, Murid Kaisar Api berada dua tingkat lebih kuat dari mereka, tetapi kini kehidupannya diambil dengan sangat mudah. Tatapan mereka berdua kini masih terfokus pada tubuh Murid Kaisar Api yang sudah terjatuh kebawah, hingga tidak menyadari bahwa sekarang monster tengah menatap pada mereka.
"Apakah kalian bosan disini?" Han Xiao berkata saat dirinya duduk di tengah antara Juxue dan murid Kaisar Air yang masih terpaku pada tubuh murid Kaisar Api.
Kedua gadis itu melonjak menjauh secara tidak sadar ketika mendengar suara Han Xiao, tapi Han Xiao tidak akan membiarkan hal tersebut. Dia merangkul pundak kedua gadis tersebut agar tidak menjauh darinya.
"Aku bertanya, apakah kalian bosan di sini?" Han Xiao menyunggingkan senyum riangnya.
Juxue terpaku, walaupun waktunya dengan Han Xiao singkat, dia bisa membaca beberapa senyum Han Xiao. Dan senyum ini sudah memastikan tidak ada yang baik bagi mereka.
"Kenapa diam?" Han Xiao berkata ringan.
__ADS_1
"Apa kami akan benar lepas jika kau berkata demikian?" Murid Kaisar Air angkat suara.
Gelak tawa terlepas dari mulut Han Xiao saat mendengar pertanyaan tersebut, "Lepas? Aku hanya bertanya, apakah kalian bosan di sini? Aku akan membawa kalian keluar jika bosan," ujar Han Xiao.
"Tentu kami bosan, selama ratusan tahun hanya melihat ruangan ini," sahut Murid Kaisar Air.
Dalam sekejap ketiganya muncul di hutan yang sebelumnya Han Xiao bertemu dengan Xian Xuenai.
"Aku akan menjelaskan dalam perjalanan, sekarang bawa aku ke teman kalian yang terdekat," ucap Han Xiao.
Murid Kaisar Air mengerutkan dahinya, dia ingin melarikan diri tetapi kemudian sebuah rantai sudah masuk kedalam kepalanya dan mengikat Jiwa utamanya.
"Kau pikir aku tidak tahu? Kalian memiliki Alat yang bisa menemukan lokasi satu sama lain." Han Xiao menatap santai pada Murid Kaisar Air.
"Tidak ada pilihan lain, kau harus membawaku ke temanmu, karena jika tidak." Han Xiao melipat jarinya, pada saat itu juga Murid Kaisar Air menjerit kesakitan seraya memegang kepalanya.
"BAIK!!! AKU AKAN MEMBAWAMU!!!" jeritnya disela menahan kesakitan karena rantai yang mengikat Jiwa utamanya mengencang.
***
Bacotan Pengetik :
Hey yo! kembali lagi dengan saya di Dua Penguasa. Hilih bacot.
Gengs, Pengetik hanya ingin mengingatkan, jadwal Dua Penguasa itu 1 minggu 14Bab. Mohon perhatikan juga ya hehe. 1 Minggu terhitung dari senin.
Nah 14Bab itu bisa kelar kapan aja, bisa aja 3 hari, 5 hari atau pas 7 hari.
Pengetik update hari ini karena greget juga pengen Updateš¤£
I hope you enjoy...
__ADS_1
Update Mingguan : 02/14