
"Dimana aku? Inikah surga? Ah sungguh lucu, tidak terhitung manusia yang kubunuh, tidak mungkin aku masuk ke surga." Seorang gadis membuka matanya yang sangat indah dan tenang bagaikan air, tatapannya penuh penasaran melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh pemandangan alam.
Suara gemuruh air terjun seolah menjadi sebuah simponi untuk mendukung keadaan yang sangat tenang dan damai tersebut, gadis itu mengedarkan pandangannya, dengan penasaran dia mendekati sungai yang dekat dengan air terjun.
Di pinggiran sungai itu dia bisa dengan jelas melihat bayangan dirinya yang berbalutkan sebuah hanfu ringan berwarna biru dengan motif air bergelombang.
"Aih apakah tuhan tidak memberiku pakaian hitam atau merah? Seperti yang orang-orang bilang pakaian manusia yang masukke neraka? Atau kehabisan stok sehingga bajuku ini masih menempel?" racau gadis itu dengan sangat aneh.
Suara kekehan yang sangat indah terdengar dari berbagai penjuru tempat tersebut, sontak saja gadis tadi mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat tersebut.
"Yang Shui, kau sungguh memiliki ketenangan bagaikan air, di tempat baru seperti ini dan mendengar suara asing kau tidak memasang wajah waspada yang tinggi ya?" suara tadi kembali menggema di tempat itu.
Gadis berpakaian biru itu mengerutkan dahinya ketika mendengar suara itu menyebut namanya. Ya, diaadalah Yang Shui, putri dari Kekaisaran Yang.
Yang Shui kembali mengedarkan pandangannya, namun nihil. Dia tidak menemukan apapun.
"Siapa dirimu apakah malaikat yang akan menghukumku?" ujar Yang Shui.
Suara tadi tertawa dengan sangat indah dan menawan ketika mendengar ujaran Yang Shui yang sangat polos baginya.
"Malaikat yang akan menghukummu? Kau sungguh lucu, masuklah ke air terjun, aku menunggumu disini." Suara itu memberi sebuah perintah dengan nada yang sangat halus.
Yang Shui dengan penasaran melangkahkan kaki menuju air terjun, toh jika memang benar ada bahaya disana, dia sudah menganggap dirinya mati karena Racun Iblis yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Dalam pikirannya saat ini, sebuah hukuman untuk dirinya yang sudah melakukan banyak dosa tak akan jadi masalah, dia percaya jika dirrinya sudah bersih dari dosa. Maka dia akan ke surga yang banyak orang bilang, atau dia memiliki kesempatan untuk reinkarnasi.
***
"Kau akhirnya terbangun, aku sungguh cemas padamu," suara yang dipenuhi kelegaan menyambut ketika Yang Shui membuka matanya.
Yang Shui tersenyum manis saat melihat pemuda berambut biru yang menyambut saat pertama kali dia membuka matanya, benar kata sosok yang ada dalam mimpinya, tidak. Dia tidak menganggap sebelumnya adlah mimpi ketika dia merasakan aliran yang sangat luar biasa kuat dan besar dalam tubuhnya, senyum indah Yang Shui semakin merekah ketika mengetahui kerja kerasnya membuahkan hasil.
"Han, bukankah kau seharusnya di Benua Kayu Tengah?" ucap Yang Shui pada pemuda yang dihadapannya, itu tak lain adalah Han Xiao.
Bukan hanya Han Xiao, ada juga Ne Zha, Feng Jin, Xiao Jiang, Xiao Wushuang, Su Lihwa dan Chang Yue. Mereka semua tersenyum dan mengatakan selamat atas kesembuhan dirinya dari Racun Iblis.
Han Xiao segera mengecek nadi Yang Shui, napasnya semakin melega ketika mengetahui bahwa Yang Shui sangat sehat dan dalam keadaan puncak. Namun, ada satu yang lolos dari pengamatan Han Xiao, yaitu kekuatan baru yang Shui!
Yang Shui tersenyum lebih lebar karena mengetahui bahwa perkataan sosok cantik di alam lain itu seratus persen benar, kekuatan barunya tidak akan terdeteksi bahkan oleh Han Xiao, pandangan Yang Shui kini terarah pada Ne Zha, dia masih ragu apakah Ne Zha akan mengetahuinya atau tidak, karena sosok itu tidak mengatakan bahwa dirinya aman dari Ne Zha.
Han Xiao menghela napas panjang, "Ya, aku tahu itu, bagaimanapun Ne Zha melakukan dengan seluruh kemampuannya, sudah pasti kau akan sembuh. Aku sudah senang dengan itu," sahut Han Xiao.
"Terimakasih banyak Ne Zha, jika kau tidak mengobatiku dengan seluruh kemampuanmu, sudah pasti aku tidak akan ada lagi di dunia ini," kata Yang Shui dengan sangat berterimakasih pada Ne Zha, gadis itu bahkan bangkit dari ranjangnya, dia berjalan menghampiri Ne Zha dan memeluk pemuda tersebut.
"Ini tugasku untuk melindungi orang yang kuanggap sebagai keluarga," ucap Ne Zha seraya secara perlahan melepaskan diri dari Yang Shui, dia merasakan sebuah hawa aneh dari belakangnya, tepatnya pada tempat Su Lihwa berdiri.
Yang Shui tersenyum dan melepaskan pelukannya pada Ne Zha, "Aku tidak tahu harus dengan apa berterimakasih padamu." Yang Shui sedikit bingung ketika memikirkanhal tersebut, Ne Zha telah menyelamatnkan nyawanya. Karena Ne Zha jugalah dia bisa bertemu dengan sosok yang sangat kuat dan menakjubkan itu, hingga dirinya kini sangat kuat. Biarpun dia belum mengetahui sekuat apa dirinya kini tapi dari apa yang dikatakan oleh sosok itu, sedtidaknya kini dia bisa mengalahkan Han Xiao jika bertarung habis-habisan dalam pertarungan berjalan waktu satu bulan.
__ADS_1
Ne Zha menggelengkan kepalanya, "Sudah cukup dengan kau melindungi Su Lihwa," ujar Ne Zha.
Senyum indah yang sangat menenangkan terurai dari bibir Yang Shui, "Jika itu maumu, aku akan melakukannya," balas yang Shui dengan sangat mantap.
Ne Zha sekali lagi mengangguk, dia mengantar Yang Shui agar kembali ke ranjangnya untuk duduk, setelah itu dia pamit untuk keluar bersama Su Lihwa. Hanya tersisa dua hari lagi untuk dirinya bersama Su Lihwa, dia akan menghabiskan waktu ini bersama istrinya, tidak diketahui kapan dia akan bertemu lagi, bisa jadi benar-benar jutaan tahun kemudian. Di dunia ini seluruh hal yang mustahil di dunianya dulu bisa terjadi.
"Aku ingin berpuas-puas denganmu, siapa yang tahu berapa tahun lagi kita bisa bertemu," bisik Ne Zha ketika dirinya dan Su Lihwa sudah berada jauh dari kamar Yang Shui.
Wajah Su Lihwa memerah padam, dia memukul lengan Ne Zha seraya mendengus, bukan marah, justru Ne Zha semakin gemas terhadap istrinya tersebut.
"Kau tidak akan tidur malam ini, Api kecliku," bisik ne Zha dengan nada yang sangat menggoda.
***
"Kau benar-benar akan ke Alam Abadi Han?" Yang Shui menatap Han Xiao dan Feng Jin bergantian, walaupun dia sebelumnya telah diberitahu oleh sosok yang ditemuinya bahwa Han Xiao akan ke Alam Abadi, tapi dia ingin memastikannya dari mulut Han Xiao sendiri.
Senyum Han Xiao merekah sangat lebar, "Tentu saja! Aku ingin ke Alam Abadi untuk mencari Bing Xing, kali ini aku tidak akan membiarkan orang yang tulus padaku menghilang lagi. Aku akan mencarinya di Alam Abadi," sahut Han Xiao.
"Bahkan jika kau harus mencari selama jutaan tahun?" kata Yang Shui.
Han Xiao tertawa keras saat mendengar perkataan dari yang Shui, "Jangankan jutaan tahun, milyaran tahun akan aku lalukan demi menemukannya!" tandas Han Xiao penuh keyakinan.
***
__ADS_1
Update Mingguan : 14/14
Update Merdeka : 35/75