
Dengan keberadaan She Yan, perjalanan mereka menjadi lebih mulus. Itu karena setiap ada Binatang Iblis tingkat 8, hanya ditatap oleh She Yan mereka akan segera lari terbirit-birit.
Gelar terkuat di Jurang Kejahatan memanglah bukan omong kosong setelah Ne Zha dan Qin melihat betapa berkuasanya She Yan.
Dalam bentuk ular kecilnya tidak ada yang berani mendekati She Yan.
She Yan sempat bertanya tujuan Ne Zha datang ke Jurang Kejahatan, Ne Zha memberitahu yang sebenarnya saja tujuannya untuk mengambil Pedang Lima Elemen. Sedangkan Qin menjawab bahwa dia ingin mengambil sebuah Koin.
Reaksi She Yan penuh kejutan saat mengetahui bahwa Qin ingin mencari sebuah Koin.
“Kau pemilik Mata Takdir!” She Yan terkejut saat menatap lebih seksama pada mata Qin.
Gaya bicara She Yan berubah, tidak seperti sebelumnya yang selalu mendesis diujung kata yang dia ucapkan. Tentu itu adalah protesan dari Qin, dengan Ne Zha yang setuju karena sedikit tidak nyaman mendengar desisan dari She Yan, sungguh aneh jika mendengar kata yang berujung dengan desisan seperti itu.
She Yan sudah mengetahui seluruh seluk beluk Jurang Kejahatan, dia memimpin Ne Zha dan Qin melewati jalan yang lebih cepat untuk sampai di tempat yang dimaksud oleh Ne Zha dalam peta.
***
“Disana, setahuku jika ada yang menginginkan Pedang Lima Elemen maka harus bisa mencabutnya dari batu tersebut. Maka dari itu tidak ada yang bertujuan kemari untuk mengambil Pedang Lima Elemen, karena selain sulit dijalan mereka belum tentu bisa mencabutnya dari batu,” tunjuk She Yan pada sebuah pedang yang tertancap di sebuah baru.
Mereka menghabiskan eaktu tiga jam perjalanan, bisa dibilang sangat cepat karena dalam perhitungan Qin sebelumnya jika melewati rute yang diketahuinya maka akan membutuhkan setidaknya tujuh jam saktu perjalanan.
Ne Zha bertanya tanya dalam dirinya, seberapa luar Benua Angin Selatan. Jika dalam dunia sebelumnya dia yakin dalam waktu selama itu dia sudah mengitari ujung hingga ujung sebuah pulau utama di Negara Maritim.
Mata Ne Zha memindai Pedang Lima Elemen yang sedang tertancap kokoh pada batu, dalam hati dia terkekeh karena tidak menyangka sebuah adegan yang biasanya dia tonton dalam sebuah film atau dia baca disebuah novel xianxia yang sering dibacanya akan dia rasakan.
Pedang Lima Elemen sungguh indah, gagangnya memiliki lima warna yang berbadu saling menghiasi dengan indah.
Pada mata pedang itu berwarna emas terang serta memiliki sebuah ketipisan yang hingga jika diukur hanya setipis sayap jangkrik, Ne Zha penasaran akankah Pedang ini patah jika dia tarik karena memiliki ketipisan seperti itu?
__ADS_1
Namun karena telah hidup di dunia ini membuat Ne Zha memiliki pikiran bahwa segala hal mustahil bisa terjadi disini, lagipula hal yang baik dia akan memiliki senjata yang tipis seperti itu. Memiliki komposisi tipis pasti akan membuat Pedang Lima Elemen sangatlah tajam.
Tangan Ne Zha meraih gagang Pedang Lima Elemen, ketika saat itu jugalah pandangannya meredup seolah dia dibawa ke suatu tempat.
***
“Dimana ini?” Ne Zha memandang sekelilingnya, ini bukan pertama kalinya dia tiba di tempat seperti ini.
“Alam bawah sadarmu,” suara serak terdengar dari seluruh penjuru.
Kerutan segera menghiasi kening Ne Zha saat mendapatkan jawaban tersebut, dia mengelilingi pandangannya dan hanya ada kegelapan, dan genangan air yang terinjak oleh kakinya sejauh mata memandang.
“Benar, ini alam bawah sadarku,” batin Ne Zha.
“Siapa kalian?!” tanya Ne Zha pada sosok yang tiba-tiba saja muncul dihadapannya, bukan satu tapi lima orang yang muncul dihadapannya.
“Kami? Dulu kami disebut Avatar pengendali lima elemen,” ujar seorang pemuda yang berjalan paling depan, Ne Zha yakin dia adalah yang terkuat.
“Benar, kami adalah legenda yang bisa mengendalikan lima elemen pada saat bersamaan,” sahut seorang wanita di belakang pemuda tadi.
“Ehm... setahuku kultivator kini bisa mengendalikan elemen pada saat bersamaan.” Ne Zha menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Maksudmu?” tanya kelima orang tersebut serempak.
Ne Zha terkejut dengan pertanyaan mereka yang bersamaan hingga membuatnya terlompat ke belakang.
Tapi tak urung Ne Zha menjelaskan kultivator yang bisa mengendalikan lima elemen pada waktu yang bersamaan pada lima orang yang menyebut diri mereka Avatar.
“Jaman sudah berubah, tapi percayalah nak. Walaupun mereka bisa mengendalikan lima elemen secara bersamaan tapi mereka tidak sekuat kami,” ujar pemuda tadi.
__ADS_1
Ne Zha menyetujui hal tersebut karena untuk membuat Ilmu Sihir lima elemen pada saat yang bersamaan jika ingin kuat maka kultivator harus memiliki lima Roh Beladiri, tidak ada kultivator yang memiliki lima Roh Beladiri. Dua Roh Beladiri saja sudah sangat langka.
Kasus Ne Zha berbeda, karena seluruh struktur tubuhnya dibangun ulang oleh Harimau Suci yang merupakan eksistensi yang setara dengan Dewa.
“Lalu apa yang kalian lakukan di alam bawah sadarku?” tanya Ne Zha.
“Kami akan mengujimu apakah layak atau tidak menjadi pemilik Pedang Lima Elemen,” jawab pemuda tadi seraya tersenyum.
Tanpa menunggu aba-aba kelima orang itu maju secara bersamaan untuk menyerang Ne Zha dari segala sisi.
“Apa-apaan!” kutuk Ne Zha saat melihat dia diserang dari segala sisi.
Masing-masing Avatar menyerang dengan elemen dasar, pemuda yang paling depan tadi menyerang dengan elemen aingin. Wanita berjubah biru menyerang menggunakan elemen Air. Ada juga seorang gadis berjubah coklat menyerang dengan melemparkan elemen Tanah, lalu seorang pria yang terlihat sangat berapi-api dengan jubah merahnya menyerang dengan elemen Api. Dan terakhir seorang pemuda yang terlihat sangat muda hampir sepantar dengan Qin menyerang menggunakan elemen Kayu.
“Oh kalian bercanda.” Ne Zha sungguh tidak menyangka serangan mereka terasa sangat mengerikan walaupun belum mendarat pada tubuhnya.
Ne Zha membuat mudra tangan untuk melakukan Ilmu Sihir elemen.
“Kubah Lima Elemen!” Ne Zha berseru ringan lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
Sebuah kubah yang terbuat dari lima elemen segera terbentuk disekitar Ne Zha untuk melindunginya, Angin menjadi lapisan pertama, Api lapisan kedua, Air lapisan ketiga, Kayu keempat dan terakhir Tanah.
Ini adalah teknik pertahanan tertinggi yang Ne Zha miliki, dia tidak memirkirkan jurus yang lebih kuat karena Qi miliknya belum memadai.
BOOOOOOOOOOOOM!!!
Ledakan memekakan telinga yang dihasilkan dari serentetan serangan pada Kubah Lima Elemen oleh lima Avatar sungguh mengerikan.
Lapisan demi lapisan telah terhancurkan hanya menyisakan lapisan Kayu dan Tanah.
__ADS_1
Otak Ne Zha segera berputar tajam untuk menghindari serangan mengerikan dari lima Avatar, sepintas muncul ide pada otaknya.
“Ilmu Sihir Waktu! Penghenti Waktu!” Segera saja seluruhnya berhenti bergerak, bahkan lima Avatar yang menyerang.