
Jinu mendengus kesal saat Han Xiao menyebutkan namanya, dia menatap dingin pada gadis-gadis yang secara tidak langsung memberitahukan namanya pada Han Xiao.
Merasakan tatapan dingin Jinu, gadis-gadis itu memilih tidak menyahut dan menyerang Han Xiao pura-pura tidak merasakan tatapan Jinu.
"Tapak Bintang Ungu!"
"Tendangan Pemindah Bumi!"
"Tinju Bunga Berkelanjutan!"
"Titik Jari Penghancur!"
Seruntutan serangan meluncur ke arah Han Xiao, semuanya mendarat dengan bergantian untuk memojokkan Han Xiao.
Han Xiao dengan santai menangkis satu persatu serangan dari empat gadis liar di hadapannya, dia bahkan terkekeh ringan saat tangannya dengan sengaja mendarat pada gunung kembar milik keempat gadis tersebut.
Hal yang dilakukan Han Xiao membuat keempat gadis itu membeku dan segera mengambil langkah mundur menjauh dari Han Xiao.
"Hehehe bagaimana jurus Tangan Surgawiku? Sangat baik bukan?" Han Xiao tertawa saat melihat wajah merah keempat gadis tersebut, terlihat tubuh para gadis itu gemetar ringan seolah menahan sesuatu.
"Sial! Apa yang kau lakukan pada mereka?!" Jinu memekik saat melihat Timnya yang mulai semakin memerah.
"Yang aku lakukan? Kau ingin tahu? Serang aku dan kau akan mengetahuinya," ujar Han Xiao dengan nada bercanda yang sangat mengesalkan bagi Jinu.
"Apa yang kalian lakukan? Ayo serang dia bersama." Jinu mengirim telepati pada keempat gadis timnya.
Keempat gadis itu tidak menjawab, mereka menatap Jinu dengan wajah yang melas seolah tidak tahan dengan keadaan tubuh mereka.
"Nona Jinu, tubuhku sangat sensitif aku sungguh panas hingga gerakkan sekecil apapun membuat hasratku membara," rintih salah satu gadis yang tak jauh dari Jinu.
Pipi Jinu memerah saat menyadari kondisi keempat anggota timnya, dia menatap nyalang pada Han Xiao.
__ADS_1
"Sial, jika saja aku bisa membunuh mereka," decak kesal Jinu dalam hatinya, kondisi Timnya bisa hilang dengan cepat jika mereka mati, karena saat mereka mati dan dihidupkan kembali di Markas, seluruh efek dari pertarungan sebelumnya akan hilang begitu juga luka mereka. Seolah tidak pernah terjadi apapun. Namun, teman satu Tim tidak bisa saling membunuh, kehendak serta peraturan Arena sangat mutlak!
Jinu tidak punya pilihan lain, dia segera maju untuk menyerang Han Xiao. Sebuah ide terlintas dalam pikiran Jinu.
Sebuah senyum mengejek terlintas pada sudut mulut Han Xiao saat melihat Jinu menyerang, mata Han Xiao santai dan bermain-main saat Jinu menyerangnya.
Serangan Cemeti terlepas lagi dari Jinu, dia menggunakan seluruh kekuatannya dalam serangan kali ini. Jinu tidak lagi meremehkan Han Xiao.
Percikan petir merah melintas pada Cemeti Jinu, kembali Cemeti Jinu dan Pedang Delapan Kejahatan beradu dengan sengit, pola serangan Jinu lebih lincah serta tidak bisa ditebak.
Senyum Han Xiao semakin melebar ketika serangan Jinu terus-menerus menguat setiap serangannya, seolah melawan orang yang berbeda. Jinu yang saat ini Han Xiao lawan benar-benar sangat liar dan tidak kenal lelah.
BAAAAAM!!!
Keduanya mengambil tiga langkah mundur secara bersamaan setelah pertukaran terakhir mereka.
"Ugh!" Jinu mengeluarkan seteguk darah.
Tidak menunggu Jinu memulihkan kondisinya, Han Xiao maju dengan kecepatan tinggi ke arah Jinu.
Melihat Han Xiao yang menyerbu ke arahnya, Jinu mengambil sikap siaga dan juga mengeluarkan teknik Cemeti-nya, sedikit kengerian terlintas pada mata Jinu, dia berpikir dari mana orang ini berasal? Jelas kekuatan yang digunakan oleh Han Xiao adalah kekuatan yang berasal dari Kejahatan, tetapi di Kesatuan Iblis Jinu belum pernah mendengar orang seperti Han Xiao, juga keempat teman Han Xiao terlihat bukan dari Kesatuan Iblis karena Jinu tidak merasakan Qi kejahatan dari Bing Xing, Gouyu dan Yan Zhong. Hanya sedikit dari Qian Du yang bisa dia rasakan Qi Kejahatan.
"Kesempatan!" Jinu melihat Han Xiao menebas secara horizontal ke arahnya.
Jinu merasakan tebasan itu sangat kuat, dia tidak takut. Justru sangat senang, ini memang rencananya dia ingin membuat Han Xiao menyerangnya. Jinu dengan sengaja berdiri di depan keempat anggota timnya, setelah serangan Han Xiao datang dia akan menghindar dan membiarkan serangan itu mengenai anggota timnya, dengan begitu mereka berempat akan mati lalu terlepas dari belenggu sensitif mereka.
BAAAAANG!!!
Debu berterbangan saat suara ledakan yang memekakkan telinga menggema, Jinu tersenyum kecil saat dia berhasil menghindar dari serangan Han Xiao. Rencananya berhasil!
"Hehehe kau pikir aku sebodoh itu?" Sebuah suara muncul di samping telinga Jinu membuat gadis tersebut terkejut serta merasakan punggungnya dibasahi keringat dingin.
__ADS_1
Jinu merasakan dua tangan menyentuh aset berharganya, pada detik berikutnya dia merasakan seluruh tubuhnya sangat panas dan hasrat membara muncul dalam dirinya. Tubuhnya menjadi sangat sensitif saat kedua tangan itu menjelajah mulai dari punggung hinga bagian depan tubuhnya tanpa satu inci pun terlewat.
Saat semua debu mereda, Jinu melihat sebuah perisai besar yang menghalangi keempat gadis timnya dari serangan mengerikan Han Xiao, itu adalah Perisai Agung Kejahatan!
"Pada dasarnya nafsu wanita lebih besar dari pria, aku membuat hasrat kalian lebih menggebu-gebu dengan jurus Tangan Surgawiku, bagaimana nikmat bukan saat gerakan kecilpun membuat tubuhmu merasakan kebahagiaan?" Han Xiao tertawa saat sosoknya berjalan dari belakang Jinu dan berdiri tepat di hadapan Jinu. Pemuda itu dengan sengaja memainkan gunung kembar milik Jinu.
Ekspresi Jinu sangat marah, tetapi dia benar-benar tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Benar kata-kata Han Xiao, gerakan kecilpun membuat tubuhnya merasakan kenikmatan dalam hasratnya, tetapi itu sangat berlebihan hingga Jinu takut jika bergerak dia akan segera ambruk tidak bisa menahan hasratnya, yang dia takuti lagi adalah dia menyerang Han Xiao untuk memohon memuaskan nafsunya! Dia tidak ingin itu terjadi!
"Hey lihat betapa basahnya bagian itu." Han Xiao terkekeh saat dia menyentuh bunga Jinu, karena pakaian minim Jinu dia bisa melihat jelas sebuah cairan yang membasahi kain penutup tersebut.
"Han, tiga Tower sudah kita hancurkan, sekarang kita hanya tinggal menghancurkan Markas kau bisa mengulur waktu lagi sebentar?" suara Bing Xing muncul di kepala Han Xiao.
"Lakukan sesukamu, kita memiliki waktu," jawab Han Xiao.
"Kau membutuhkan bantuan?"
"Tidak perlu, hancurkan saja Markas, aku akan menahan mereka."
"Baik, kami akan menghancurkan Markas musuh secepatnya." Bing Xing tahu bahwa seluruh musuh ada di Jalur Naga, dari perhitungan kasar dua ledakan besar tadi sudah jelas Han Xiao tidak menghadapi satu musuh saja.
Pandangan Han Xiao kembali teralih pada Jinu dan keempat gadis lainnya, dia mengambil kursi dan meja dari Cincin Spasialnya serta mengeluarkan makanan. Setelah duduk santai, Han Xiao mulai menyantap makanan yang tersaji diatas meja.
"Aku tidak menyangka akan semudah ini berhadapan dengan kalian," ucap Han Xiao seraya mengigit daging panggangnya.
***
Update Dua Penguasa vol2 : 1/5
Bacotan Pengetik :
Setelah satu abad Dua Penguasa tidak update di Noveltoon lalu berpindah ke W3bnovel. Pengetik kembali lagi kesini karena akun W3bnovel Pengetik diotak-atik sama orang bermasalah hingga tidak bisa login pun email-nya ribet ngurusin. Gabisa update lagi di W3bnovel, Pengetik milih lanjut di sini aje𤣠Soo enjoy.
__ADS_1