
"Kenapa menatapku seperti itu?" Han Xiao berkata dengan aneh saat melihat tatapan Ne Zha.
"Aku tidak perlu menjelaskannya, gunakan Kekuatan Negatif untuk menyegel Sabit itu," ujar Ne Zha.
Han Xiao masih tidak mengerti, tapi dia mengikuti arahan dari Ne Zha, suatu hal aneh terjadi ketika Han Xiao mendekati Mata Sabit tersebut, tidak ada reaksi seperti yang dialami Ne Zha ketika Han Xiao mendekati Mata Sabit besar tersebut.
Ne Zha hanya tersenyum kecil, hal ini sudah dalam perkiraannya.
"Ambil Sabit itu, lalu kita keluar," ucap Ne Zha lalu berkeliling di ruangan tersebut, tidak ada yang menarik di ruangan ini selain bongkahan Es yang berada dimana-mana.
Sebuah cahaya kecil menarik perhatian Ne Zha, dia menghampiri kilaian cahaya tersebut dan melihatnya.
"Sebuah Cincin Spasial?" Ne Zha mengamati lebih detail Cincin berwarna putih salju yang barusaja dia dapatkan diatas tumpukan Es.
Berbagai pola aneh dan unik tercetak disana, biarpun dia memiliki beberapa pengetahuan tentang Penempaan dan Pola, tapi itu tidak seluas Han Xiao yang jelas mewarisi Ilmu Penempa dari harimau Suci, sedangkan Ne Zha mewarisi Ilmu membuat Pill.
"Biar anak itu yang menilainya nanti." Ne ZHa memasukan Cincin tersebut ke Cincin Spasialnya lalu kembali berkeliling seraya menunggu Han Xiao yang kini tengah mematung semenjak menyentuh Sabit besar itu. Ne Zha memperkirakan bahwa Han Xiao sedang berbicara dengan Roh Alat Dewa agar bisa membawa Mata Sabit itu keluar dari tempat ini.
Mon Cie tidak hanya diam, dia juga melakukan hal yang sama dengan Ne Zha. Mon Cie menemukan sebuah pedang pada sudut ruangan, secara samar pedang itu mengeluarkan aura dingin yang sangat mengerikan.
"Itu adalah Alat setengah Dewa." Ne Zha yang muncul tiba-tiba di samping Mon Cie mengejutkan wanita tersebut.
"A... Apa maksudmu Alat setengah Dewa?" tanya Mon Cie bingung, dia belum pernah mendengar hal tersebut sebelumnya.
"Pada dasarnya Alat Dewa terbentuk secara alami atau dibuat secara khusus oleh Kaisar, dan alat ini." Ne Zha mengambil pedang tersebut lalu memeriksanya. "Alat ini dibuat oleh Penempa di ranah Alam Raja Abadi, bisa dibilang ini senjata terkuat selama tidak berhadapan dengan Alat Dewa," lanjutnya.
__ADS_1
Ekspresi Mon Cie berubah sangat banyak ketika mengetahui Pedang yang nampak biasa saja itu sungguh sangat luar biasa, matanya tiba-tiba menjadi sangat penuh harapan.
"Kau bisa menyimpan itu, tapi lebih baik digunakan saat benar-benar mendesak, jangan mengeksposnya pada publik. Lebih baik lagi jika Shuiyu yang menggunakannya, dia memiliki Roh Beladiri Es yang belum terbangun." Pernyataan Ne Zha membuat senang dan terkejut bagi Mon Cie, sungguh tidak dia sangka muridnya memiliki Roh Beladiri yang belum terbangun, dan itu adalah Roh Beladiri Es!
"Roh Beladiri itu akan bangun setelah Shuiyu menginjak Dewa Roh, maka dari itu simpan pedang ini untuknya." Ne Zha tidak berkata hal lain lagi dan meninggalkan Mon Cie untuk mencari beberapa benda lagi di ruangan ini.
Sementara itu Han Xiao yang kini terdiam kembali bergerak, mata pemuda itu terbuka. Sebuah cahaya bersinar terang pada Sabit besar yang menancap di meja, tangan Han Xiao berhasil mencabut Sabit besar itu dan membawanya.
Ne Zha yang melihat hal tersebut segera menghampiri Han Xiao dan bertanya.
"Alat Dewa ini bernama Sabit Dingin, dia terpotong ketika berhadapan dengan tiga Alat Dewa lainnya. Potongan lain adalah bagian tongkat, itu berada di tangan Kaisar Es yang ikut menghilang." Han Xiao menjelaskan informasi yang dia dapatkan dari berbincang dengan Roh Alat Dewa.
Han Xiao meminta Mon Cie agar dia bisa berbicara dengan Ne Zha secara empat mata, wanita itu memberikannya karena baginya mendapatkan pedang itu sudah sangat cukup.
"Selama ini, ada beberapa Kaisar yang tidak benar-benar melawan Xian Chin, salah satunya adalah Kaisar Es, dia dipaksa oleh beberapa Kaisar termasuk Kaisar Air." Han Xiao segera menceritakan hal yang baru didapatkannya.
Kesatuan mengetahui secara terang bahwa Kaisar Es bertarung melawan Kaisar Es, tapi Han Xiao mengetahui dari Sabit Dingin bahwa saat itu ada dua Kaisar lain yang bergandengan tangan untuk melawan Kaisar Es.
Sabit Dingin mengorbankan diri untuk melawan tiga Kaisar beserta Alat Dewa mereka, dengan sisa kekuatan sabit Dingin yang berada pada tongkat. Kaisar Es menghilang secara misterius, hanya itulah yang diketahui oleh potongan dari Mata Sabit Dingin.
"Dengan begitu, Kaisar Es ini hilang sejak tiga jutan tahun yang lalu bukanlah hanya siasat." Ne Zha bersedekap tangan dan terlihat sedikit tercerahkan.
"Bagus jika begitu, lawan kita tidak akan terlalu berat karena berkurang satu Kaisar. Aku harap Kaisar yang sebelumnya juga tidak melawan tetap pada pilihan mereka."
Han Xiao menggelengkan kepalanya, "Soal Kaisar Es, itu memang benar dia tidak ingin melawan, tapi kaisar lain tetap memilih menyerang Xian Chin, jika dia mencapai ranah Kaisar Abadi, dialah penguasa Kesatuan ini."
__ADS_1
Dua pemuda itu terus berbincang tentang beberapa masalah, mulai dari Sabit Dingin hingga para Kaisar, merasa tidak juga menemukan titik terang, Han Xiao dan Ne Zha memilih untuk memikirkan hal-hal itu nanti.
"Ada beberapa sumberdaya dibawah meja ini," ujar Han Xiao, dia memberitahukan beberapa hal yang dia dapat dari Sabit Dingin mengenai ruangan ini, terdapat beberapa sumberdaya yang terbentuk karena pengendapan Sabit Dingin di tempat ini.
Setelah membersihkan ruangan, mereka berdua berjalan keluar. Pada saat perjalanan, Ne Zha bertanya mengenai Pedang alat Setengah Dewa yang bisa berada di tempat ini.
"Pedang itu milik tangan kanan Kaisar Es, karena dia mati, Pedang itu dibawa oleh potongan Sabit Dingin," jawab Han Xiao.
Ne Zha mengangguk tanda paham, Alat Dewa adalah keberadaan yang sangat unik, selain memiliki Roh, mereka juga bisa bertindak seperti makhluk hidup.
"Aku bertanya-tanya, apakah Pedang Delapan Kejahatan dan Pedang Lima Elemen adalah Alat Dewa?" ceplos Han Xiao.
Ne Zha juga sempat berpikiran seperti itu, suatu benda yang bisa menampung monster seperti Lima Avatar, sudah pasti bukan benda biasa.
"Pedang Lima Elemen adalah Alat Dewa, namun lebih kuat karena keberadaan kami." Dibawah pemikiran bingungnya, sebuah suara menjawab pertanyaan Ne Zha, itu adalah suara bocah Avatar pengendali Angin.
"Lalu Pedang Delapan Kejahatan? Kenapa Han Xiao bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan Roh Pedang itu?" tanya Ne Zha.
"Mereka sangat angkuh," jawab Aang.
Ne Zha mengerutkan dahinya, dia menatap pada Han Xiao lalu menanyakan hal serupa pada Han Xiao.
***
Update Mingguan : 14/14
__ADS_1
Update Merdeka : 70/75