Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab479. Datang


__ADS_3

Xian Chin mengeluarkan sebuah Pagoda dari Cincin Spasialnya, dengan kendalinya, Pagoda itu menghisap Kaisar Angin dan Kaisar Halilintar.


"Sangat disayangkan Pagoda Hukuman hanya bisa menampung maksimal Alam Kaisar, jika tidak. Kalian akan kumasukkan kedalam sana agar merasakan jutaan Siksaan yang ada dalam kehidupan." Pandangan Xian Chin beralih pada Kaisar Air dan Kaisar Api.


Kedua Kaisar bergidik ngeri dalam hati mereka, Pagoda Hukuman adalah Alat yang digunakan oleh Zi Yao dulu, tingkat Alat itu diketahui melebihi Alat Dewa terkuat saat ini di Alam Abadi! Tidak bisa dibayangkan betapa menakutkannya disiksa dalam Pagoda Hukuman, dari kasus sebelumnya saat Xian Chin keluar dari Kultivasi tertutupnya, Kaisar Daun dimasukkan kedalam Pagoda Hukuman, saat dia sengaja dikeluarkan oleh Xian Chin sebagai contoh Kaisar Daun tidak memiliki semangat hidup. Detik dimana dia dikeluarkan dari Pagoda Hukuman, Kaisar Daun langsung melakukan bunuh diri tanpa ragu.


Xian Chin maju dalam satu kedipan mata, posisinya sudah sangat dekat dengan Kaisar Api dan Kaisar Air, sorot mata Xian Chin dipenuhi kekesalan, dia hanya ingin hidup damai dengan Dunia miliknya, tetapi seolah Takdir sedang bercanda, hampir seluruh Kaisar di Alam Abadi memusuhinya. Jika bukan karena keberadaan Zi Yao dan Menara Tianxia, entah bagaimana nasib Alam Semesta Waktu.


"Kalian harus mati," desis Xian Chin dengan dingin, sebuah Sabit besar keluar dari Cincin Spasial Xian Chin.


Sabit besar itu sungguh mengagumkan, gagang panjangnya yang memiliki paduan warna emas dan putih memberikan kesan mewah, ukiran alami yang tercipta dari goresan pertarungan memberikan kegigihan dan ketika maju lagi keatas, mata Sabit memiliki warna Merah darah, itu seperti baru saja membantai musuh yang tidak terhitung jumlahnya, seolah warna merah itu adalah darah segar yang baru menempel selepas pembantaian!


Kedua Kaisar menarik napas dingin, saat melihat Sabit besar milik Xian Chin, dahulu dengan Sabit itu, Kaisar Dewa dikalahkan dalam tiga gerakan saja. Itupun dengan kondisi puncak serta persiapan kekuatan penuh, mereka tidak bisa membayangkan Xian Chin melepaskan serangan sepenuh tenaga pada mereka yang kini tengah tersegel. Satu hal pasti, yaitu kematian!


"Mati!!!" Xian Chin mengayunkan Sabitnya ke arah Kaisar Air dan Kaisar Api.


Kekuatan mengerikan menekan kedua Kaisar, bahkan sebelum Sabit sampai pada mereka. Keduanya sudah merasakan tubuh mereka terkoyak, tidak hanya tubuh yang terkoyak. Bahkan jiwa mereka juga! Kaisar Api dan Kaisar Air ingin rasanya memejamkan mata. Namun, apa daya? Seluruh tubuh mereka tersegel hanya napas mereka saja yang masih bisa dilakukan. Xian Chin benar-benar melakukan pembunuhan paling kejam!


BAAAAAAAAANG!!!


Ledakan mengerikan terjadi, hal itu bahkan membuat ruang disekitar hancur seketika dan menciptakan lubang hitam. Namun, dalam sekejap lubang hitam menghilang, ruang memperbaiki dirinya sendiri dengan sangat cepat.


Mata Xian Chin menyipit, sinar kekejian terlintas pada mata bening yang biasanya memberikan kehangatan itu. Dalam sekejap Xian Chin mengambil jarak cukup jauh dari lokasi sebelumnya.

__ADS_1


Ketika ledakan mereda, disana berdiri dua sosok yang mengacungkan senjata mereka, satu memiliki pembawaan yang sangat mulia dan gagah sedangkan satunya memiliki penampilan acak dengan wajahnya yang buruk rupa. Mereka adalah Kaisar Dewa dan Kaisar Serangga!


Xian Chin mendengus kesal, sedikit lagi dia membunuh Kaisar Air dan Kaisar Api. Namun, kedatangan dua Kaisar Abadi ini membuatnya gagal membunuh Kaisar Air dan Kaisar Api, sungguh tidak disangka Kaisar Dewa dan Kaisar Serangga bergegas untuk datang kemari, jarak markas Aliansi dengan Wilayah Cahaya Ungu sangat jauh. Namun, mengingat mereka kini berada di Alam Kaisar Abadi, tidak mustahil melakukan perjalanan sejauh itu dalam waktu singkat.


Kaisar Air menghela napas saat dirinya terlepas dari segel dengan bantuan kekuatan dahsyat dari Kaisar Dewa dan Kaisar Serangga, beruntung saat-saat terakhir Kaisar Halilintar dengan cepat menghancurkan Giok bantuan darurat. Sehingga membuat Kaisar Dewa dan Kaisar Serangga datang pada detik-detik terakhir ujung kematian Kaisar Air dan Kaisar Api.


"Kau memang sangat kuat, tapi apakah akan bisa melawan kekuatan penuh kami?" Bantuan telah datang, Kaisar Air yang sebelumnya meringkuk kini menjadi sombong kembali.


Xian Chin memasang posisi waspada tinggi, itu karena saat ini muncul sebuah Kapal perang besar dari Ruang Pribadi Kaisar Dewa, dari sana juga terpancar puluhan aura kuat, yaitu para Kaisar! Dan ada dua lagi aura yang sangat kuat mirip dengan Kaisar Air.


"Dua Kaisar Abadi lagi?" Kedatangan dua aura yang sangat akrab bagi Xian Chin membuat dia mulai goyah, jika empat Kaisar Abadi dengan puluhan Kaisar. Xian Chin masih bisa menangani mereka, tetapi enam Kaisar Abadi dan puluhan Kaisar? Ini persis bunuh diri jika dia memaksa untuk menyerang mereka secara brutal.


"Serang!"


"Manipulasi waktu!"


Deng!


Segera saja semua orang yang menyerang Xian Chin menjadi sangat lambat, memanfaatkan hal tersebut. Xian Chin mengeksekusi jurus Sabitnya dengan kekuatan penuh tanpa menahan apapun yang dia miliki.


Slash...


BAAAAM!!!

__ADS_1


Dibawah manipulasi waktu, orang-orang yang menyerang Xian Chin tidak bisa mengelak dan terkena serangan telak dari Xian Chin. Mati! Itulah akhir bagi mereka.


Dari jumlah dua puluh lebih Kaisar kini hanya menyisakan sepuluh Kaisar yang menyerang paling belakang, itupun mereka selamat karena keenam Kaisar Abadi menangkis serangan untuk mereka, jika tidak. Sudah dipastikan semua Kaisar rata terbunuh oleh satu serangan Xian Chin!


Napas Xian Chin tersengal setelah melakukan serangan itu, kini Qi dalam tubuhnya terkuras hanya menyisakan tiga puluh persen lagi. Matanya menggelap saat melihat masih tersisa sepuluh Kaisar, dengan sisa Qi dalam tubuhnya. Xian Chin mulai ragu untuk selamat dari perang maut ini.


"Yang Mulia, mundur dan pergilah menggunakan Bintang Cahaya Ungu, aku akan menahan mereka sementara." Sesosok berambut merah muncul di hadapan Xian Chin, itu adalah Yingzi Mao! Sekarang Yingzi Mao kulitnya dipenuhi oleh Tatto yang lebih rumit dari sebelumnya.


"Kau, jangan gunakan langkah ini, atau kau akan mati!" seru Xian Chin.


"Hidup dan matiku untukmu Yang Mulia," sahut Yingzi Mao.


Mendengar perkataan dari Yingzi Mao, hati Xian Chin teriris. Bagaimanapun Yingzi Mao adalah bagian dari dirinya juga karena Yingzi Mao tercipta dari Kukunya.


Tanpa menunggu perintah Xian Chin, Yingzi Mao meledakkan kekuatan dalam tubuhnya dan melaju menyerang musuh.


BAAAAAAAM!!!


Xian Chin menutup matanya, tetapi hal yang dia harapkan tidak terjadi, ledakan yang terjadi lebih kecil dari harapannya. Saat Xian Chin membuka mata, dia melihat sesosok berambut biru gelap membawa Yingzi Mao yang tidak sadarkan diri mendekat kearahnya.


Senyum penuh haru terlepas dari bibir indah Xian Chin, dia tidak bisa lagi membendung air matanya dan berhambur ke arah sosok berambut biru yang baru saja datang tersebut.


"Maaf kedatanganku terlambat," ucap sosok tersebut.

__ADS_1


"Kau bodoh! Bodoh! Bodoh! Kau tahu betapa khawatirnya aku pada dirimu?!" tangis Xian Chin pecah pada saat itu juga.


__ADS_2