Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab270. Hadiah


__ADS_3

"Kemana mereka?" Xiao Wushuang juga mulai bosan karena sudah tidak ada lawan lagi untuk mereka.


Ras Iblis belum muncul setelah Raja Iblis Tanduk Hitam dipukul mundur oleh Han Xiao, begitu juga kini keadaan di Benua Kayu Tengah sudah mulai membaik karena tidak ada serangan dari Ras Iblis dan juga para pengkhianat sudah dibersihkan oleh kelompok Ne Zha dan lainnya, juga kini Klan Xiao dan para Sekte besar bergerak untuk memerangi sekte yang bersekutu dengan Ras Iblis, para sekte pengkhianat itu memilih untuk menyerah dan menjadi tawanan, mereka akan disucikan oleh Api Suci dari Klan Xiao yang terkenal bisa membersihkan manusia dari kontaminasi Ras Iblis.


"Kita akan melakukan rencana yang diarahkan oleh Xian Chin, hanya dengan itu kita akan mengetahui dimana lokasi tepat para Raja Iblis, juga kita bisa membuat mereka keluar secara paksa dari sana," ujar Ne Zha pada Han Xiao yang terlihat tidak sabaran.


Han Xiao menganggukan kepalanya ringan, seperti yang dikatakan oleh Ne Zha, mereka mulai melakukan rencana yang dikatakan oleh Xian Chin untuk memancing dan mengetahui lokasi para Raja Ibis.


Han Xiao, Ne Zha, Xiao Jiang, Xiao Wushuang dan Feng Jin meneybar ke seluruh Lembah Tiga Warna, sesuai arahan yang sudah Ne Zha katakan sebelumnya, mereka mengumpulkan jejak aura dari Raja Iblis, walau hanya secuil itu akan sangat berguna ketika mencari para Raja Iblis nanti.


Tiga hari mereka habiskan untuk mencari jejak aura kecil dari sembilan Raja Iblis yang dulu melakukan pengorbanan di Lembah Tiga Warna, Han Xiao sangat antusias ketika mengumpulkan semuanya menjadi satu, dia mengangguk ringan pada Ne Zha sebelum membacakan sebuah mantra dan membuat mudra tangan pada jejak aura kecil tersebut.


Sebuah cahaya berbentuk lingkaran keluar dari tangan Han Xiao, itu terus naik keatas Lembah Tiga Warna, siluet delapan sosok kini muncul diatas Lembah Tiga Warna. Delapan sosok itu terlihat seperti tengah bertarung!


"Tunggu, mereka sedang bertarung dengan siapa?" Xiao Jiang bertanya heran.


Han Xiao dan Ne Zha memperhatikan lebih jelas pada delapan siluet tersebut, tubuh mereka segera memanas ketika berhasil mengetahui sedang bertarung dengan siapa delapan sosok tersebut.


"Mereka berada di Benua Angin Selatan!" seru Ne Zha dingin.


"Kaisar Iblis sialan!" kutuk Han Xiao dengan sangat marah.


Baik Han Xiao ataupun Ne Zha sungguh tidak berpikiran Raja Iblis akan berada di Benua Angin Selatan, mereka menganggap dengan disegelnya portal antar Benua, itu akan mencegah Ras Iblis datang ke Beua Angin Selatan.


Mereka juga menghitung bahwa tidak mungkin Raja Iblis datang ke Benua Angin Selatan sementara mereka mengacau dan mengincar Ras Iblis di Benua Kayu Tengah.

__ADS_1


Namun sayang, perhitungan mereka meleset, tidak. Ini tidak ada dalam perhitungan mereka.


"Kita harus cepat pergi ke Benua Angin Selatan!" Raut wajah Han Xiao menjadi sangat cemas, di Benua Angin Selatan ada Kaisar Yang Qian, sosok ayah yang selama ini dia angankan. Lalu disana juga ada saudara dan saudari angkatnya Yang Shui dan Yang Qianfan.


"Portal sudah kita segel, jika lewat laut. Itu akan menghabiskan waktu satu bula perjalanan denga kecepatan Kuai You Shengqi!" ujar Xiao Jiang.


"Tenang dulu Han," ucap Ne Zha seraya menenangkan sahabatnya yang kini tengah dilanda amarah.


Han Xiao menarik napas lalu menghembuskannya secara perlahan, pemuda itu melakukannya berulangkali untuk menjernihkan pikirannya. Setelah cukup tenang, Han Xiao menatap Ne Zha.


"Kau punya rencana?" tanya Han Xiao.


Ne Zha tersenyum kecil untuk menjawab.


***


Hal ini membuat seluruh sekte di Benua Kayu Tengah menghembuskan napas lega, namun seolah kejutan belum berakhir.


Klan Xiao mengumumkan bahwa lima monster kecil itu adalah bagian kekuatan dari Klan Xiao, memang Xiao Jiang dan Xiao Wushuang suda diketahui jenius muda dari Klan Xiao, tetapi tiga lainnya adalah orang yang sangat baru.


Xiao Lei tidak berani mengatakan bahwa Han Xiao dan Ne Zha adalah anaknya, dia hanya mengatakan bahwa dua pemuda dan satu gadis kecil itu adalah keponakannya dari Tanah Suci Beladiri.


Melihat tidak ada sanggahan dari ketiga sosok monster kecil tersebut, Benua Kayu Tengah mau tidak mau harus mempercayai hal tersebut.


Pamor Klan Xiao yang sudah kuat kini menjadi lebih kokoh dan berdiri pada puncak Benua Kayu Tengah, mereka memimpin aliansi untuk melawan Ras Iblis.

__ADS_1


Sekte, Klan ataupun kekuatan lain yag sebelumnya bersekutu dengan Ras Iblis. Namum selamat dari amukan lima monster kecil, mereka kini menjadi bawahan dari Klan Xiao dan aka menerima upeti setiap empat tahun sekali. Mereka juga mendapatkan penyucian dari Klan Xiao agar bersih dari kekuatan Iblis.


Mereka sungguh bersyukur, setidaknya mereka bisa bertahan hidup bebas, jika dibandingkan dibawah kekuasaan Ras Iblis yang mengharuskan mereka melakukan pengorbanan. Klan Xiao hanya meminta upeti dan membersihkan mreka dari Ras Iblis, itu sudah sangat cukup bagi mereka, juga berada dibawah naungan Klan Xiao adalah hal yang baik.


"Kemana mereka?" batin Xiao Lei bingung karena tidak mendengar kabar lagi dari lima monster kecil.


Hendak saja Xiao Lei bangkit dari kursinya, dia merasakan lima aura mengerikan yang sangat dikenal olehnya.


Pandangan Xiao Lei menjadi sangat berubah pada Han Xiao, Ne Zha dan Feng Jin. Dia sendiri mendapatkan kabar tentang sepak terjang kelima anak muda itu dengan detail, sosok cantik manis dan cantik gadis berambut emas itu terlihat tidak berbahaya, tapi siapa sangka dalam pertempuran gadis kecil itu sangat menakutkan.


Xiao Lei bahkan ragu apakah dirinya sanggup berhadapan dengan Feng Jin, apalagi Han Xiao dan Ne Zha. Sungguh tindakan bodoh sebelumnya dia berkonfrontasi dengan Han Xiao.


"Ras Iblis sudah tidak ada di Benua Kayu Tengah, jasa kalian akan selalu dikenang. Namun..." Xiao Lei denga lega mengatakan kalimat awalnya, namun saat kalimat akhir, dia tida bisa melanjutkannya.


"Kau ingin kami menyelamatkan Patriark lama?" Han Xiao menatap Xiao Lei malas.


Xiao Lei terbatuk ringan mendengar perkataan Han Xiao, tapi tak urung dia menganggu kan kepalanya untuk menyetujui perkataan Han Xiao mengenai permintaannya.


"Au ingin ha dia yang setimpal saat pulang nanti, juga kabarkan pada Benua Kayu Tengah untuk mengumpulkan hadiah untuk kami. Hal yang kami lakukan tidak gratis," ceplos Han Xiao enteng.


"Tentu saja! Kami Benua Kayu Tengah akan memberikan hadiah memuaskan pada kalian!" sebuah Serua yang bersamaan terdengar dibelakang Han Xiao.


Pemuda itu membalikkan tubuhnya dan melihat banyak sosok yang berjalan kearahnya.


***

__ADS_1


Update Mingguan : 11/14


Update Merdeka : 17/75


__ADS_2