Dua Penguasa

Dua Penguasa
Bab117. Binatang Iblis Tingkat 8


__ADS_3

“Kenapa kau tidak melakukannya sejak lama?” Ne Zha menatap Qin yang berjalan mendahuluinya.


“Aku menyimpan tenagaku, karena ini adalah yang terakhir. Bisa dibilang kita berada sangat dekat dengan pusat, hanya tersisa satu hari perjalanan.” Qin menjelaskan bahwa dia tidak bisa menggunakan Ilmu Sihir Musik secara terus menerus karena dirinya bukanlah kultivator, pasokan energi yang didapatkannya untuk menggunakan Ilmu Sihir Musik adalah karena Mata Takdir.


Jika Qin menggunakan terus menerus energi dari Mata Takdir maka kemungkinan besar akan berdampak buruk pada Mata Takdir serta tubuhnya.


Ne Zha seolah tersadarkan, ada dalam ingatan Harimau suci yang membahas tentang kekuatan Mata Dewa, namun Ne Zha tidak terlalu tertarik sehingga melewatkan informasi yang satu ini.


“Perjalanan kali ini akan mulus karena tidak ada masalah sedikitpun, tapi saat sudah memasuki pusat jurang kejatahan kau harus siap,” terang Qin.


“Siap?” tanya Ne Zha.


“Disana terdapat Binatang Iblis tingkat 8,” jawab Qin.


Ne Zha menghela napas gusar, dia tidak ingin begadapan dengan makhluk merepotkan seperti itu.


“Kita tidak bisa mengambil jalan memutar lain, Binatang Iblis tingkat 8 yang akan kita hadapai adalah yang terlemah disini,” jelas Qin seolah mengerti kegusaran Ne Zha.


Tiba-tiba Ne Zha teringat dengan Po Houzi, Monyet Anggur Emas itu memiliki tingkat 8.


Sebelumnya Han Xiao dan Ne Zha berniat membiarkan Po Houzi yang melawan Binatang Iblis tingkat 8 disini, namun karena Han Xiao yang tiba-tiba mengalami masalah, terpaksa harus berpisah dan membutuhkan Po Houzi untuk menjaganya.


Sebuah ide gila muncul pada kepala Ne Zha, dia langsung menatap Qin.


“Kita ambil jalan yang memiliki Binatang Iblis terkuat,” ujar Ne Zha membuat Qin terkejut.


Gadis itu menutup matanya sebentar lalu membuka lagi, guratan kebingunan mengisi ekspresi wajahnya, aneh, sangat aneh dia tidak bisa melihat masa depan lagi jika bersangkutan dengan Ne Zha.


“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Qin pada Ne Zha.


“Harusnya kau tahu,” jawab Ne Zha singkat diiringi rasa bingung, setidaknya Mata Takdri bisa melihat hal yang akan dilakukannya dalam waktu singkat.

__ADS_1


Qin menggelengkan kepalanya, dia mengatakan bahwa dia tidak bisa melihat masa depan yang akan dilakukan oleh Ne Zha.


Alis Ne Zha sedikit mengerut, tapi dia tak urung untuk meminta jalan ke tenpat Binatang Iblis terkuat yang akan mereka lewati nanti.


“Baiklah jika itu maumu,” kata Qin lalu memimpin jalan, dia mengetahui tempat Binatang Iblis terkuat disini berkat bantuan Mata Takdir.


Kedua ajak manusia itu segera berjalan menuju semakin dalam di Jurang Kejahatan.


***


Jauh dari Jurang Kejahatan, tepat berada disebuah bangunan besar yang berada di Benua Angin Selatan Tengah yang tidaklah menjadi bagian dari Kekaisaran manapun.


Saat ini di ruangan yang terdapat sebuah meja panjang disertai banyak kursi di tengah duangan tersebut yang telah terisi oleh orang-otang berjubah merah dan emas.


“Keputusan ini bukankah akan membuat sekte kecil akan tertekan?” ucap seorang pria paruh baya menatap pria berjubah emas di kuri kepala.


“Tertekan? Bukankah baik jika mereka bisa mengirim kultivator dibawah umur 20tahun yang mungkun saja sudah berada di Ekspansi Istana?” jawab pria berjubah emas tersebut.


“Sebarkan lagi bahwa sekarang seluruh Jenius dibawah umur 20 tahun bisa mengikuti Pertarungan Keajaiban, untuk Kultivasi tidak dibatasi,” ucap wanita tersebut menutup prmbicaraannya lalu melenggang pergi dari ruangan.


***


Sudah setengah hari Ne Zha berjalan menyusuri Jurang Kejahatan menuju pusat jurang, benar apa yang dikatakan oleh Qin, tidak ada halangan apapun selama ini.


Karena tidak ada yang menjadi masalah maka Ne Zha bisa memulihkan energi mentalnya, tapi Ne Zha tidak menganggap ketenangan ini dengan santai.


Ne Zha sadar bahwa ketenangan ini adalah bertanda sebelum mulainya perang, entah perang seperti apa yang menunggu nanti tapi Ne Zha memastikan bahwa sebelum memulai baku hantam dia harus dalam kondisi yang sangat baik.


Hari mulai beranjang menjadi malam, pandangan Ne Zha dalam kegelapan bisa dibilang baik karena telah lama beradaptasi di Hutan Kegelapan yang memiliki kegelapan abadi.


“Berapa lama lagi bertemu Binatang Iblis yang kau maksud?” tanya Ne Zha pada Qin, dia sungguh tidak sanar ingin melakukan rencananya.

__ADS_1


“Beberapa jam lagi, Binatang Iblis itu berada tak jauh dari lokasi yang kita tuju. Bisa dibilang dia adalah penjaga tempat tersebut,” jawab Qin santai.


Ne Zha menganggukkan kepalanya ringan dan terus mengikuti Qin, setidaknya dia merasa beruntung karena ada Qin, tidak perlu Ne Zha mengeluarkan tinjunya lebih banyak di tempat yang sebelumnya dia lewati.


Qin menjelaskan bahwa tempat dia bertarung melawan ribuan roh kejahatan dan ratusan mayat hidup adalah tempat dimana ujian pertama berakhir, kebanyakan kultivator mati disana karena tidak bisa melewati roh kejahatan yang sangat banyak. Maka dari itu terciptalah pasukan mayat hidup sebelumnya.


Juga ada kekuatan aneh yang akan meregenerasi mayat hidup agar tetap hidup disana, mereka akan benar-benar musnah jika tubuh mereka sudah dimakan oleh waktu.


Penjelasan Qin sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh Ne Zha karena dia sudah mengetahuinya dari ingatan Harimau suci, namun dia membiarkan gadis kecil berceloteh untuk mengisi suasana yang sangat hening pada perjalanan mereka.


Jurang Kejahatan tidak seperti rumor yang katanya tidak memiliki kehidupan bahkan tanaman, tapi rumor itu salah jika mereka melihat secara langsung.


Bunga-bunga disini tumbuh subur walaupun bukanlah Tanaman Sihir atau Herbal Roh, bahkan jurang kejahatan lebih baik dipanggil taman jika ingin dibandingkan.


“Dia disana.” Langkah Qin terhenti saat sampai di sebuah mulut gua.


“Didalam gue itu?” tanya Ne Zha.


Qin menggelengkan kepalanya, “Bukan, lebih tepatnya di adalah gua tersebut.”


“Eh?” Ne Zha menggernyit heran, matanya memandangi dengan lekat pada gua tersebut, barulah dia mengerti saat melihat mata yang bergerak diatas mulut gua.


“Dia adalah Binatang Iblis berbentuk ular bernama Pithon Batu Akik,” jelas Qin singkat.


Ne Zha mengangguk ringan, dia sebenarnya sangat terkejut ketika melihat Pithon Batu Akik disini, ukurannya sungguh diluar nalar, sejenak Ne Zha teringat sebuah film yang menceritakan sebuah ular raksasa.


“Jika sebesar ini apakah bisa?” batin Ne Zha sedikit bingung.


Belum Ne Zha memutuskan pilihannya, Pithon Batu Akik segera bergerak menutup mulutnya, tubuh panjangnya bergerak menyingkirkan batu-batu dan lumut pada tubuhnya.


Tubuh Pithon Batu Akik segera terungkap, seluruh tubuh Pihton Batu Akik memiliki warna hijau yang sangat indah.

__ADS_1


__ADS_2